Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
ACC Abah


Zain dan Jihan seketika saling tatap dan kemudian menatap Zula kompak


" Kok jadiin mantu, kenapa? Kalian pacaran?" tanya Jihan menyelidik


Karena tadi yang ngucap jadiin mantu adalah Zula, yang asal nyeletuk


" Bener begitu nak?" tanya Zain ikut menyelidik


Zula langsung gelagapan dan bangkit dari tidurnya


" Enggak Lah... Gimana mau pacaran, Ula aja kayak orang gila saat ketemu mantan" jawab Zula membantah keras


" Lha jadi? Apa dia suka sama kamu, sampai mau berkorban seperti itu?" tanya Jihan masih menduga duga


" Ya mana Ula tau, dia cuman gak mua rekan kerja lain Mi, Zula kemaren sudah mau pindah posisi, tapi dia yang gak mau, " jawab Zula kewalahan mau menjawab gimana


" Apa jangan jangan kamu yang suka sama dia?" tambah Jihan seneng banget kalau meledek anaknya


" Kalau benar begitu biar abah bicara sama Ryan, mau tak jodohkan sama anak Abah" tambah Zain ikut meledek


" Abah Ih... Paan lah , kayak anak perempuannya ini gak laku aja di tawarin sana sini, " kesal Zula sambil cemberut dan Zain serta Jihan justru tertawa dan merangkulnya


" Ya Allah ya Allah.. Kasian kali anakku ini belum laku" Ucap Jihan makin membuat Zula cemberut


" Kalau langsung laku Ula kasian sama laki Ula Mi, Ula masih gendenga dan belum waras" jawab Zula sadar diri


" Kasian nanti jadinya malah kayak kak Yasmin mantan Bang Al, yang hanya menjadikan suaminya pelampiasan " tambah Zula dan Jihan membenarkan


Ya kejadian Yasmin yang sudah di ketahui bisa di jadikan pelajaran untuk semua orang, bahwa penyelesaian masalah untuk move on dengan orang lain bukan dengan cara mencari pengganti lainnya, yang akhirnya jadi pelampiasan saja


" Iya juga sih terus Abah Harus gimana? Apa yang perlu abah bantu?" tanya Zain meminta penjelasan


" Hem.... Uang abah masih banyak?" tanya Zula polos dan Jihan malah tertawa ngakak


" Remeh ya..." Ucap Zain sambil mengacak kepala Zula


" Zula tanya Bah, kan Abah mau ada hajad nikahin Bang El, pesta bang El kan bukan sedikit bah, milyaran lho, tau sendiri Abah kalau punya tamu dan acara, makanya Ula tanya dulu Abah Masih punya uang gak? " tanya Zula memastikan


Karena Zula sendiri gak tau penghasilan Abahnya berapa juta dan milyar setiap bulannya, ya dia tau keuntungan kerjaan dan perusahaan tapi gak pernah menghitungnya


" Iya sayang.... Itu udah Abah pikirkan, terus gimana? Ada apa? Dan Abah Harus bantu apa?" tanya Zain lagi dengan lembut


" Hem... Zula tuh gak yakin kalau Zula besok akan berhasil dan bisa kuat saat bertemu dengan Maul, dan kalau Zula gak kuat otomatis pak Ryan mau memutukan kontrak kerjasama dengan perusahaan Maul, " ucap Zula belum selesai


" Lha itu lho perusahaan kita, gimana dia bisa memutuskan sebelah pihak tanpa sepengetahuan kita?" saut Jihan lagi


" Tadi Ula udah ngomong kan Mi, dia menyangkal gimana, kok di ulang lagi sih, diem dulu" bantah Zulan dan Jihan hanya mesem karena sadar salah


" Dia siap ganti rugi, makanya Ula tanya apa harta pak Ryan banyak, kalau bayar pinalti gak sedikit lho, jadi kalau memang dia siap tanggung jawab, dan bayar pinalti nanti kalau sampai rumah dan kendaraannya di jual, atau gimana, Abah bantu ya, maksudnya dengan beli rumahnya apa gimana gitu ya, pokoknya cari tau aja lah" ucap Zula minta bantuan abahnya


" Okey siap apa sih yang enggak untuk putri Abah ini" ucap Zain santai yang akhirnya di ACC


" Sebenarnya gak seribet ini sih kalau memang mibta bantuan" saut Jihan lagi


" Udah gak usah di ulang Abah Udah ACC, Umi diem" kesal Zula dan Zain justru tertawa


Jihan cemberut karena usulnya gak di ketahui dan di setujui oleh Zula


Malam harinya sekitar 4 subuh, Zula sudah siap siap, dan sudah sarapan sekalian, serta membawa bontot untuk sarapan Ryan,


Tentu dia ingat Ryan dan kadang tau kalau Ryan belum sarapan sama sekali,


Zain dan Jihan menemani, begitu juga dengan kedua Abangnya yang menemani Zula sambil menunggu Ryqn datang


Awalnya Zula mau bawa mobil sendiri cuman Ryan melarang dan memilih untuk menjemputnya, dan bolak balik


Sebenarnya El juga bisa mengantar ya gitu menghargai Ryan yang siap menjemput Zula sampai rumah


Mereka menunggu di teras karena langsung berangkat takut telat, pesawatnya terbang jam 05: 20, pas habis subuhan langsung tak off


Gak menggunakan pesawat pribadi, karena akan di gunakan oleh Zain, sore nanti jadi mereka menggunakan pesawat Umum dengan frist class


Masih pagi jalan masih sepi dan prediksi 40 menit kurang sudah sampai bandara


" Assalamualaikum..." Ucap Ryan menghampiri semuanya


" Waalaikumsalam.." jawab yang lain kompak dan ramah


" Sudah siap?" tanya Ryan to the poin dan Zula mengangguk


Ryan mengambil koper Zula dan di bawa ke mobilnya,


" Ula pamit ya Bah, Mi, Bang" ucap Zula salaman dan di cium oleh Abah dan juga abang abangnya, untung Ryan gak melihat jadi gak curiga


" Pak Kami pamit dulu" Ucap Ryan pada Zain


" Mari buk" tambah Ryan pada Jihan


" Iya hati hati, nitip Zula ya pak" Ucap Jihan dan Zain


" Insyaallah siap pak" jawab Ryan sopan


Kemudian mereka pergi deng Zula yang duduk di kursi kemudi


" Kok di sini" Ucap Ryan


" Udah gak apa, gue pengen nyobain mobil Elo" jawab Zula dan akhirnya Ryan ngalah dari pada debat


Zula mengklakson mobilnya dan nelesat keluar dari pagar rumah Zain


" Nih, sarapan dulu, mutah nanti di pesawat" jawab Zula sambil menyodorkan tas bekal pada Ryan


" Loe bawain bekal buat Gue?" tanya Ryan dan Zula mengangguk


" Okey makasih .. Tau aja gue laper banget, sahur nih jadinya, puasa sunah senin" Ucap Ryan dan Zula membenarkan


" Bener juga ya, gak ada salahnya sih" jawab Zula dan ikut niat karena dia juga habis sarapan


" Ya Allah... Niat saya puasa sunah hari senin, dengan harapan kerjaan lancar tanpa ada kendala, perjalanan lancar dan tiada kendala, serta gak ada yang galau lagi" Ucap Ryan sambil menyindir Zula


" Gila loe ya... Gue gak galau" saut Zula sambil fokus ke jalanan yang masih sepi


" Amin ngapa La.., susah banget kayaknya" Ucap Ryan dan Zula tertawa


" Amin ya Allah..." jawab Zula akhirnya


Ryan masih lanjut sarapan, sahur maksudnya dan menikmati makanan yang Zula bawakan


" Gue yakin kalau ini bukan masakan elo" ucap Ryan sambil mengunyah


" Ya iya dong... Emang gue bisa apa?" jawab Zula sadar


" Makanya gak ada yang mau sama gue, gak bisa masak sih, elo bisa masak?" tanya Zula pada Ryan


" Hem.. Apa sih yang gak bisa sama gue chef handal" jawab Ryan songong


" cuman 1 yang belum gue bisa" ucap Ryan lagi


" Apa?" tanya Zula


" Belum bisa dapat istri, Huaaaa" ucap Ryan dan Zula tertawa


Zula membawa mobil dengan sat set wess... Benar 30 menit dia sampai di parkiran bandara, dan Ryan juga sudah selesai sahur