Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Izin berjuang


" Enak aja, gue bukan buaya juga kali La " bantah Ryan gak terima


" Hahaha... Sorry sorry, bukan gitu maksude gue" jawab Zula gak enak


" Dia bilang sayang gue, dia bilang cinta gue, tapi kemana mana banya istrinya, gue serasa menjadi orang ke tiga tau gak sih pak Ryan, " Ucap Zula curhat dengan pandangannya yang lurus kedepan


" Di hadapan Umum seperti itu, gue malah merasa di rendahkan, seolah gue pengganggu rumah tangga orang" tambah Zula lagi gak suk dengan sikap Ryan


" Udah.. Gak usah di omongin dan di bahas lagi, kamu berhak bahagia, setelah ini kita pulang ke Indonesia mampir ke Bali gimana? Biar loe fress" Ucap Ryan mengalihkan pembahasan


Karena mikirnya Ryan makin sering membahas Maul, malah justru makin menyakiti hati Zula jadi dia ingin mengalihkan ke yang lain


" Okey... Gue pengen naik jet sky, " jawab Zula cepat


" Nah giti dong, gue takut sebenarnya kalau Loe naik jet sky lho La" jawab Ryan masih terbayang tingkah polah Zula saat di laut bersama dirinya pas di Aceh


Zula begitu ugal ugalan, bener lagi stres tapi Ryan yang sering ugal ugalan di motor maupun mobil, tapi Zula tak kalah ugal ugalan saat di laut


" Biar hilang bayangan penghianat pak" jawab Zula kembali ke mood awal


" Udah ayo pulang mandi istirahst nanti malam jalan jalan, besok udah natal disini pasti rama La" Ucap Ryan dan Zula akhirnya bangkit dari duduknya


Di hotel tempat Maulana menginap dia kembali sedih dan mangis, suasana masih sama, sulit, melihat Zula yang menangis dia rasanya sakit


Mendengar jawaban Zula tidak dia makin sakit, dan begitu bencinya Zula dengan dirinya


Tapi dia tidak mau menyerah dan beranjak dari kamarnya untuk segera ke resepsionis menanyakan di mana Zula menginap, karena sama Ryan pasti menginapnya di sini juga


Maulana sudah menanyakan keberadaan kamar Zula ke resepsionis, tapi mereka sudah cek out beberapa hari yang lalu tepatnya di mana saat terakhir Ryan berjumpa dengan nya


Maulana makin frustasi, dan kembali ke kamar, untungnya Aufi baik hati dan tetap setia menangkannya , Walaupun dia gak bisa berbuat apa apa cuman hanya bisa menenangkan saja


________________


Bulan terus berganti


Hari hari.. El selalu menemani Heny untuk menyelesaikan sekripsinya, ya tentu lolos dong, ada sang abang yang selalu ada di dekatnya dan membimbingnya


Bahkan Heny malah sama sekali gak pulang kampung dan males karena setiap hari di jemput sama pak Lurah mulu


Hari ini adalah jadwalnya sidang, dan Heny sedang berada di dalam, sedangkan El menunggunya di luar untuk menunggu Heny keluar


Dan tak lama Heny keliar dengan menggunakan selempang dan juga buku pernyataan lulusnya


" El..." Panggil Heny sambil melambaikan tangannya dan menampilkan wajah cerianya


" Alhamdulillah... Congratulation " ucap El maju dan mendekat padanya


Heny refleks memeluk El dan terus berterimakasih pada El yang mambantunya


" Selamat.... " Ucap El melepas pelukannya


" Makasih banyak" jawab Heny santai


" Senengnya..." ucap El lagi dan Heny senyam senyum


" Nemenin tunangan orang sidang ini ceritanya" Ucap El menggoda Heny


" Hahahahaha.... Jangan gitu napa, ayo dong gimana ini kelanjutannya?" tanya Heny sudah gak sabar ingin segera memutuskan hubungannya denga pak Kades


" Kelanjutannya menyedihkan, kamu yang mau nikah sama pak Lurah" goda El sengaja


Tapi Sontak Heny langsung terdiam dan menundukkan kepala


" Loe seneng banget El" ucap Heny lagi sedih


El langsung faham dan mengerti dan langsung tertawa dan merangkul Heny dan mengajaknya jalan keluar


Hari ini mereka merayakan keberhasilan Heny yang tinggal nunggu jadwal Wisuda, dan jadwalnya masih cukup lama, ini waktunya mereka berjuang bersama untuk memperjuangkan cinta mereka lagi


" Pokoknya loe di sini aja, jangan kemana mana, intinya jangan pulang kampung sebelum loe di jemput sama keluarga pak Lurah, kalau loe sudah di jemput itu artinya Gue udah berhasil" Ucap El saat mengantarkan Heny pulang


" Emangnya apa yang akan loe lakukan El?" tanya Heny khawatir


" Jangan khawatir, gue akan main cantik dengan pak Lurah, gue sudah selidiki apa kekurangan dan kelemahan mereka, aman" jawab El santai dan meyakinkan Heny


El pulang tapi bukan langsung pulang, melainkan El akan langsung kerumah orang tua Heny untuk mengajukan proposal


Ya proposal isi hatinya pada anak gadisnya yang sama sekali menderita saat di jodohkan olehnya


Di perjalanan El terus memikirkan gimana cara menyampaikannya, gimana cara bisa kembali mendapatkan Heny lagi


Sesampainya di sana El langsung turun dan membawa sesuatu pada juga untuk buah tangannya san lanjut untuk mengetuk pintunya


Tok tok tok...


Assalamualaikum....


Tok tok tok...


Assalamualaikum...


Waalaikumsalam...


Suara dari dalam menyaut yaitu Bunda Heny yang ada di dalam


" Masyaallah.... Nak El, silahkan masuk" Ucap Bunda Heny ramah


" Terimakasih Bunda" ucap El bersalaman pada Bunda Heny


" Bunda Apa kabar?:" tanya El ramah


" Alhamdulillah sehat nak... Kamu apa kabar?" tanya balik Bunda Heny


" Alhamdulillah sehat juga Bunda, ayah mana?" tanya El lagi


" Ayah lagi bersihkan sayur di belakang nak, mau di jual nanti subuh" jawab bunsa Heny lembut


" Boleh El ikut kebelakang Bund?" tanya El sopan


" Kotor nak, nanti bajumu kotor" jawab Bunda Heny sungkan


" Gak apa apa Bunda, nanti di cuci kalau kotor" jawab El sopan


Akhirnya bunda Heny mempersilahkan El untuk ke belakang bersamanya


" Assalamualaikum Ayah" Ucap El saat menghampiri Ayah Heny


" Waalaikumsalam... Lho Nak El" ucap Ayah Heny kaget


El langsung merebut tangan Ayah Heny dan menciumnya sebelumnya ayah Heny keberatan cuman El sudah merebut duluan


" Kotor tangan Ayah nak" Ucap Ayah Heny dan El hanya tersenyum


Mereka saling ngobrol, dan El memang sudah terbiasa, saling komunikasi dan saling menyapa saat berjumpa, walaupun Heny sudah jadi tunangan orang lain tapi El tetap bertahan menjaga silaturrahim


" Ya begini kerjaan ayah setiap hari nak, kotor kotoran di ladang, kalau malam pergi ke pasar jual sayuran" ucap ayahnya Heny


" Iya nak lumayan untuk tambah tambahan bayar kos Heny, sama uang sakunya, " tambah Bunda Heny


" Dan entah nanti ini dia lulus gak? Soalnya ini sama sekali gak mengabari, dan sebelumnya 3 bulan di rumah juga gak ngapa ngapain, tak tanya udah bikib sekripsi malah gak mau" tambah bundanya lagi


" kalau gak lulus gimana nak El?" tanya Ayah Heny pada El


" Harus ngulang 1 tahun lagi ayah, atau dua semester, sampai benar benar lulus" jawab El sopan


" Ya allah.. masak saya harus bayar lagi nak? Semesternya mahal, 20 juta, masak sawahnya mau di jual sekalian" kaget bunda Heny saat mengerti anaknya harus mengulang


" Terus piye toh bune...Mana Heny gak mau nak, kalau di paksa, dia masoh belum terima, nangis aja, ini di telfon gak pernah di angkat, di WA jawabannya singkat, " tambah Ayahnya Heny mengeluh


" Sebenarnya kedatangan El juga mau bahas itu ayah bunda" jawab El langsung ingin membahas


El menceritakan kedatangan Heny waktu itu ke ruangannya, dengan keadaan yang sangat menderita , menangis dan mengatakan juga gak mau lanjut kuliah


" Ya Allah... Terus gimana keadaan Heny sekarang nak?" kaget Bundanya


" Sebelumnya mohon maaf ayah bunda, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada ayah dan bunda, Izinkan saya untuk memperjuangkan Heny, izinkan kami untuk berjuang bersama mempertahankan cinta kami ayah, izinkan El untuk kembali bersama Heny," tambah El memibta restu