
Zula menatap Maulana dengan tatapan yang lain, dan..
" Kamu udah pengen nikah?" tanya Zula to the poin
" Hehehe.... Nunggu kamu siap sayang... Kalau sekarang siap hayok gaas..." jawab Maulana gak mau cari gara gara sama Zula
Maulana paling gak bisa melihat orang yang dia sayang itu menangis, apa lagi Zula, bahkan dia sudah mendengar cerita Zula, yang masa kecilnya habis karena bullyan, makanya Maulana gak mau kalau sampe dia membuat Zula sedih apa lagi menangis
" Senyum dong, cemberut gitu, masak iya jauh jauh dari Swiss di sambut dengan rasa cemberut gitu" ucap Maulana yang selalu membuat Zula ceria
" Habis jangan tanya nikah kapan dong, Ula jadi merasa bersalah nih, gak bisa ambil keputusan" jawab Zula lagi
" Kan bercanda sayang.... Aku siap menunggumu sampai kapan kamu siap" ucap Maulana cowok paling setia
Kini mereka berada di mobil yang sama, mereka sebelum mengantar Maulana ke hotel, Zula dan Maulana kencan dulu karena sudah lama tidak berjumpa, dan sibuk dengan urusan masing masing
Begitu juga dengan El dan Ailza sibuk dengan pasangannya masing masing dengan jalan dan manikmati kuliner Indonesia bagi Ailza dan Maulana yang jarang menikmati kuliner Khas Indonesia
_________________
Tiba waktunya di acara resepsi Al dan Aliza, yang bernuansa out door sesuai rekomendasi dari Zula,
Semua persiapan di tangan Zula, bahkan seragampun Zula yang digsain, hingga semua keluarga kali ini kumpul dengam gandengan masing masing
Bahkan gandengan dari jauh juga di datangkan untuk ikut serta menjadi pasangan dan gandengan di hari bahagia Al dan Aliza
Dan begini kiranya foto foto pernikahan Al Dan Aliza atau duo A
Dan masih banyak lagi,
Di acara resepsi ngunduh mantu ini tamu Zain dan Jihan sangat buanyak luar biasa, karena ini adalah acara atau hajad Zain dan Jihan yang pertama, pasalnya saat Al dan El Sunat Zain sendiri tidak tau, tau tau di kasih kabar Sama Jihan kalau Al atau El sudah pada Khitan,
Dulu pas akikah Al juga sederhana, apa lagi Zula maupun El, Zain sama sama tidak mengetahui sama sekali
Jadi tamu undangan mulai dari karyawan wali santri sampai rekan kerja yang sangat membludak, membuat Jihan kesusahan sendiri
Dia yang hamil tua sangat capek kalau seharian berdiri terus, dan rasanya sudah gak sanggup lagi, padahal ini belum setengah hari dan baru foto foto dengan keluarga saja
" Kenapa sayang?" tanya Zain lembut dan melihat gelagat Jihan yang susah di artikan
" Abah gak sanggup Umi" ucap Jihan sambil menarik lengan Zain
" Umi duduk aja ya, gak usah sungkan sama tamu" ucap Zain menuntun Jihan untuk duduk
Tapi lama lama Jihan merasa gak nyaman, dan Zain sudah tau gelagat Jihan saat ini,
Dengan spontan Zain mengendong Jihan yang sudah gak sanggup lagi, Zain membawa Jihan ke kamar hotel yang dari semalam mereka tempati,
Sesampainya di kamar Hotel, Zain membaringkan Jihan serta memberikan Jihan minum, untuk menetralkan rasa sesaknya karena menahan rasa capek dan pegal
" Abah kalau mau kedepan kedepan aja ya, tamunya banyak di luar" ucap Jihan masih memikirkan tamunya
" Enggak... Umi lagi capek gak enak badan, Abah di sini aja" jawab Zain gak mau meninggalkan Jihan
" Gak enak bah, ini hajad abah lho, gak boleh kayak gitu" ucap Jihan pada Zain
" Ya abah gak mau lah kalau sendiri Sayang, " jawab Zain menolak
" Telfon mbak Fani, apa Aisyah, biar di temani" jawab Jihan dan Zain masih gak mau
Hingga akhirnya Zain mau karena bujukan Jihan, bahkan omelan serta jurus lainnya sudah di lakukan oleh Jihan, dan Zain menyerah karena Jihan sudah mulai diam
" Okey okey Abah keluar, Tapi Umi jangan diam gitu, Abah truma Mi" ucap Zain dan tidak mendapat jawaban dari Jihan
" Siapa sih yang mengadakan resepsi segini besarnya, bikin repot aja" omel Zain yang paling gak bisa di diemin oleh Jihan
Jihan di belakangnya tersenyum karena jurus terakhirnya mampu membuat Zain akhirnya bangkit untuk menemani anak anaknya
" Umi ngerjain Abah?" tanya Zain saat balik badan
" Ya makanya yang liget dong, jadi orang tua gak peka amat, kasian anaknya, besok ini udah hidup masing masing, jangan di anggap enteng" ucap Jihan dan Zain nyengir serta beberapa kali mencium Jihan dengan brewoknya
" Ya udah di sini dulu ya, jaga diri baik baik, nanti kalau ada teman Umi, biar abah suruh ke sini aja ya" ucap Zain dan Jihan mengangguk
Zain keluar dari kamar hotelnya dan berjalan menuju pelaminan Al dan Aliza, serta di temani oleh Fani yang mendampinginya
Sesaat kemudian Irfan datang bersama anak dan istrinya
" Selamat pak Zain, ... Akhirnya jadi mertua" ucap Irfan yang hafal perjalanan hidup Zain
" Loe bentar lagi nyusul Fan, udah tua jadi kakek" jawab Zain sambil bergurau
" lho Umi Fani, Jihan mana pak?" tanya Ismi heran
" Ada... Maklum hamil tua, gak kuat berdiri lama, lagi di kamar, susulin gak apa apa" jawab Zain pada Ismi
" Alah Alah si mbah mbah...." ucap Ismi memanggil Jihan embah
" Masih muda Is, jangan asal panggil" jawab Zain gak terima
" Bentar lagi jadi embah kok" bantah Ismi dan membuat Zain tersenyum kikuk
Dan akhirnya Ismi menyusul Jihan ke kamarnya, sampe beberapa jam kemudian mereka yang asyik ngobrol dan ghibah, datanglah dua sejoli lagi, siapa lagi kalau bukan Naifa dan Ilma yang berangkat bareng dan janjian
" Assalamualaikum Umi" ucap keduanya masuk kamar Jihan
" Waalaikumsalam Umi juga.." jawab Jihan dan Ismi kompak
" Ya Allah... Umi sama Mbah Umi sedang berkumpul" ucap Mereka dan malah ngekek
" Kecapean Uminya" saut Ismi saat mereka selesai cipika cipiki
" Ya Lagian say.... Kenapa acaranya sekarang sih Say, kan loe malah repot hamil tua gini " ucap Naifa lagi
" Ya kalau gue punya bayi makin repot say, baru berdiri anaknya nangis minta nen, haduh gak jadi cantik" jawab Jihan gak kebayang repotnya
" Ya tapi kalau kayak gini loe gak jadi keluar nemuin tamu" jawab Ilma
" Gak apa apa kan malah kumpul kalian sambil ghibah" jawab Jihan membuat mereka tertawa
" Bu Nyai tukang Ghibah nih?" tanya Ismi makin membuat semuanya tertawa
Bukan Ghibah si sebenarnya, cuman kalau mereka mumpul ada aja yang di bahas, mulai dari A-z gak ada hentinya
" Say nih anak cewek apa cowok say?" tanya Naifa lagi
" Kenapa? Mau di ajak besanan lagi?" tanya balik Jihan
" Ya gak apa apa, mana tau, kan bapaknya dulu gak berjodoh sama emaknya, biar berjodoh lah" jawab Naifa lagi
" Siapa tau juga kembar biar satu satu sama gue Fa" saut Ilma membuat mereka tertawa
" Haduh tong gimana nih, Umi aja gak tau ya tong cewek apa cowok, " ucap Jihan sambil mengelus perutnya
" Ini kalau Abangnya USG, Gak pernah kelihatan, selalu di tutupin sama tangannya," tambah Jihan bercerita
" Yang penting sehat say, " jawab Ismi dan Jihan mengangguk
" Elo pasti capek kan say nungguin gue yang keluar masuk rumah sakit?" tanya Jihan santi
" Hooh... Heran juga sih, padahal udah hamil anak ke 4 malah makin manja" jawab Ismi lagi dan Jihan tertawa
" Haduh say... Gue juga heran, dulu hamil semuanya gak separah ini, malah montang manitng dan tetap strong, ini malah haduh manja banget sama Abahnya" jawab Jihan heran sendiri
" Mau bales dendam tuh sama Abahnya" jawab Naifa kalau ngomong asal nyeplos