Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Jagain jodoh orang


Kini El sudah masuk duluan, dan sudah duduk di bangku penumpang sesuai nomer kursi yang tertera di boarding pas miliknya


" Baby.... Mau jalan jalan nih ya...." ucap El sambil memangku baby Bibi


Sesudah dirinya Zain dan Jihan juga duduk di bangku yang bersebrangan dengannya dan juga Zula


" Mi... Baby gak ada di bawakan penutup telinga?" tanya El pada Jihan


" Oh iya ya... Gak ada tuh nak, Lupa Umi" jawab Jihan baru teringat


" Nih... Nih udah gue bawakan" saut Al yang ada di belakang El


" Weh... Persiapan juga Abangmu yang satu itu Baby" ucap El sengaja meledek Al


" Abang paling markotop tuh apa sih yang enggak buat adeknya" jawab Al membanggakan dirinya sendiri


" Sini sini biar kakak pakekan, uluh uluh uluh... Mau naik cawat baby kakak, biar gak sakit telinga baby" ucap Zula dengan perlahan memakaikan penutup telinga baby Bibi


" Udah.... Ganteng" ucap Zula lagi


" Gek jelas Loe la, masak cuman pake penutup telinga aja jadi ganteng" jawab El dan Zula malah ngakak


Kini baby Bibi masih anteng dan tidak rewel, karena barusan sebelum naik pesawat dia habis di kasih ASI oleh Aliza,


Dan kini Zula juga membawa botol ASI nya juga untuk persiapan kalau baby Bibi kembali rewel


Jihan mengawasi dari jauh, dan sekalian mengajarkan pada mereka tentang ngurus anak, dulu Jihan seumuran mereka atau seumuran Zula juga sudah terbiasa dengan membawa bayi kemana mana


bahkan sendirian pergi dan hidup di pulau sebrang juga pernah dia jalani


30 menit menunggu akhirnya tepat di jadwal penerbangan mereka, atau pesawat sudah akan mulai take off, baby Bibi sudah di dekap lembut oleh El hingga pesawat sudah terbang bebas di udara


Baby Bibi mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas di pangkuan El, dengan menggunakan seat belt yang di berikan oleh pramugari sebelum take off tadi


Sedangkan Jihan sudah kembali ke mode awal menjadi Jihan yang asli dan tertidur saat mengudara


" Yah... Pada tepar semua" ucap El saat melihat Abah dan Uminya sudah pada merem dan saling berpelukan


" Iya yang belakang juga tuh" jawab Zula yang menoleh pada Al dan Aliza yang sama pada merem


" Ini baby juga merem, ya udah loe kalau mau merem merem aja La, " ucap El mikirin Zula


" Enggak lah.. Gue gak ngantuk, sini Biar Ula pangku babynya kalau loe ngantuk bang" ucap Zula pada El


" Udah biarin di sini aja, dia lagi nyaman banget sama gue" jawab El santai dan sambil mengelus kepala baby Bibi


" Okey " jawab Zula singkat kemdian mengambil handseatnya dan memutar film di layar monitor di hadapannya untuk menonton video


El sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, bayangan dia ijab qobul dengan Ailza seketika melintas di benak pikirannya


Secara hari ini adalah hari yang selalu dia tunggu tunggu, hari yang membuatnya gak sabar untuk melewati hati hari selanjutnya


Dan kini hanya tinggal bayangan saja, yang seharusnya dia dan keluarga berkumpul dengan senyum bangga dan bahagia, kini justru sedang tebang di angkasa bareng dengan pesawat Indonesia


" Rencana Allah memang Unik ya Laa" ucap El tiba tiba dan untung Zula pas melepas handseatnya dan mendengarnya


" Loe bayangin ijab qobul loe ya bang, yang seharusnya loe duduk di hadapan penghulu yang menikahkan elo" ucap Zula langsung bisa menebak


El tersenyum dengan pandangan lurus kedepan, dan tangan yang masih menyangga baby Bibi yang makin pulas


" Gue gak nyangka, hari yang selalu gue tunggu tunggu ternyata hari bahagia orang lain" ucap El sambil tersenyum kecut


" Karena hari ini jadwal Elo memang bersama keluarga bang, bukan bersama jodoh orang" jawab Zula santai menanggapi ucapan El


" Iya ya la.. Ternyata gue selama ini jagain jodoh orang," jawab El lagi masih dengan senyuman kecutnya


" Udah loe tenang aja, jodoh elo pasti saat ini masih di jagain bapak ibuknya" jawab Zula menghibur dan El justru tertawa


" Huh..... Semua Indah pada waktunya" ucap Zula dan El kompak dan lanjut tertawa


Mereka lanjut ngobrol dan bergurau sambil membahas hal hal pekerjaan yang perlu di bahas,


Zula sebenarnya pengen kembali mendekatkan El dengan Heny, yang mana notabenya Heny sebagai BA di perusahaannya tentunya lebih dekat dengannya


Cuman El yang sudah bilang gak mau berharap lagi dengan Heny, its okey dia gak mau memaksa, dan mungkin melupakan mantan terindah itu sulit, karena dirinya juga belum pernah mempunyai mantan


" Gue kok laper ya La" Ucap El tiba tiba


" Bentar lagi mau bagi bagi makanan gak sih?" ucap Zula teringat kalau di pesawat Umum pasti akan ada bagi makanan gratis


" Lah.. Baru terbang setengah jam, belum lah masih lama, gue udah laper banget nih" ucap El mungkin baru teringat makan


" Okey gue panggil pramugarinya ya, mana tau ada yang di jual, soalnya gak bawa bekal juga kan kita" jawab Zula mendewasa


El salut dengan perhatian adeknya, dan bangga juga sih karena Zula sat set


Zula memencet salah satu tombol yang berada di atasnya untuk memanggil pramugari dan tak lama pramugarinya datang menghampiri kursi Zula dan El


" Ada yang bisa kami bantu mbak?" tanya Pramugari sopan


" Hem... Kalau mau pesan makanan udah bisa belum ya mbak, soalnya kami laper" jawab Zula yang ternyata ikut kelaperan


" Oh... Maaf untuk jatah makan baru kami persiapkan" jawab Pramugari lagi


" Kami beli aja mbak, yang bisa di layani sekarang, bisa kan?" tanya El menyaut


" Oh... Baik, mbak sama masnya mau makan pake apa?" tanya pramugari lagi


" Apa aja, yang penting bisa untuk ganjal perut" jawab Zula cepat


" Baik siap, mau berapa porsi ya mbak?" tanya Pramugari lagi


" 2 porsi, sama sekalian minuman dingin juga" jawab Zula langsung membuat El menoleh padanya


" Lapar juga Buk?" tanya El sambil meledek Zula


" Iya pak, laper banget soalnya menyusui baby" jawab Zula nyeleneh dan membuat mereka tertawa serta pramugarinya juga ikut tersenyum saat meninggalkan mereka


" Aduh baby.... Kamu gemes banget sih, gak bangun bangun, gak laper apa? Gak mau nen?" ucap Zula gemas pada baby Bibi yang masih pulas di pangkuan El


" Nen terus, nanti biar dia tidur aja, Uminya aja masih pules banget tuh tidurnya" ucap El menunjuk pada Jihan yang masih tidur pulas di sebelahnya


Tak lama kemudian makanan mereka datang, dan sikap jahil El mulai melintas


" Makasih mbak" ucap El dan Zula pada pramugari yang membawakan makanan mereka


" Sama sama" jawab pramugari lagi dan permisi pada Zula dan El


" Eh Laa.. Coba loe dekatkan makanan ini ke hidung Umi sama Abang, pasti langsung bangun" ucap El mulai muncul jahilnya


" Ide bagus" jawab Zula langsung melepas seat beltnya dan bangun dari duduknya


Menunya kali ini adalah makanan instan yang dalam cup, atau bisa di katakan nasi box yang biasa di iklankan oleh chef ternama


Zula mulai mendekatkan makanannya ke Indra menciuman Uminya, apa lagi masih hangat dan aromanya menggugah selera


" Mau..... Lapeerrr" Ucap Jihan langsung kebangun


El di seberang sana sudah gak tahan menahan tawa dan langsung meledak tawanya dan


" Ooeeek..... Huuaaaaaa" baby Bibi kebangun karena tawa El