
Lamaran telah di laksanakan dengan begitu hikmat dan mengharukan
Hari ini di akhir bulan, Adalah hari yang di tunggu tunggu oleh kedua mempelai dan keluarga
Ya hari ini hari bahagia mereka, dimana Zula dan Ryan akan menikah, dan ijab kobul sekalian resepsi pernikahan
Zula sama sekali tidak berminat untuk menikah di gedung maupun aut door seperti kedua kakaknya
Melihat konsep dari Heny yang menggunakan halaman rumahnya, kali ini Zula juga meminta untuk menggunakan halaman luas dari halaman rumah keluarga besar Al Musthofa
Yang awalnya Ryan menawarkan untuk di laksanakan di gedung miliknya , ya Ryan juga punya gedung untuk di sewakan juga
Cuman Zula menolak dan ingin di halaman rumah saja biar para warga setempat dan santri ikut menikmati acara
Aula Pondok pesantren Al Musthofa saat ini sudah di sulap menjadi indah, untuk tempat ijab qobul nanti
Dan setelah itu untuk tempat resepsi bertema lesehan untuk para tamu nanti
Pokoknya memanfaatkan lahan, karena Zula merasa gak nyaman kalau harus nikah di hotel,
Maunya pecah selaputnya di kamar sendiri, karena rata rata mereka malam pertama langsung gercep katanya
Di kamar Zula sedang di make up oleh MUA pilihannya sendiri, yang sipwr duper fenomenal sesuai di ignya yang mana dia sudah lama memimpikan itu
Ya terserah kata Zain, asal anaknya seneng dan bahagia lancar semuanya
" Kalau gue jadi nikah sama Elo bini gue cantik gini ya La" celetuk El tiba tiba masuk ke kamar Zula
" Lambemu" jawab Zula melihat wajah abangnya di pantulan kaca
" Tapuk Aja dek" jawab Heny kesal dan El tersenyum kemudian beralih pada Heny yang sedang di make up juga
El senyam senyum dan malah duduk di di hadapan Heny sambil menatap Heny lekat
" Tapi cantiknya Kamu gak ada yang menandingi" Ucap El langsung dapat sautan dari yang lain
Kini keluarga Jihan sudah pada siap, dan sudah berada di area depan semua, karena keluarga Dari Ryan sudah mau datang
Zula sudah berada di lantai bawah dan di temani oleh kedua kakak iparnya
Tak lama romongan dari keluarga Ryan datang yang mana MC sudah menyambut dan Jihan di minta untuk mengalungkan melati pada Ryan
Jihan sudah gemeteran dan ini kali pertama baginya, apa lagi Zain yang akan menikahkan putrinya langsung
Gema hadroh mengiringi kehadiran mempelai laki laki dan langsung di iring ke aula pesantren, untu lanjut ke ijab qobul
Dan Ryan sudah menunggu di aula dengan di temani oleh omnya yaitu abah yai dan beberapa keluarga lainnya
Zula di dampingi dengan kedua kakak iparnya di tuntun hingga sampai di aula dan duduk di sebelah Ryan
Ryan belum berani menatap takut grogi kalau lihat wajah cantik istrinya
Acara sudah di mulai, dan El membacakan ayat suci Al Qur'an untuk adeknya,
Tak terasa tangis haru meleleh di pipinya
Setelah itu khodbah nilah di bacakan oleh Al dan lanjut ijab qobul oleh Zain
Zain mengucap dengan tegas dan pebuh wibawa dan Ryan juga menjawab dengan begitu tegas sepenuh hati, hingga katan SAH terdengar seru di aula tersebut
Zula langsung menangis haru dan meneteskan air mata, untung rias dari MUA ternapa no luntut luntur jadi tepat cantik tanpa ada yang luntut make upnya
Doa di ucapkan oleh pakdenya yaitu Baha' dan semua yang ada di Aula menangis haru
Setelah doa Zula bersalaman dan mencium tangan Ryan dengan begitu lembut, dan Ryan memegang kepala Zula dan juga berdoa
Dan di akhiri dengan Ryan yang mencium kening Zula dan menatapnya dengan lembut
Ternyata istrinya cantik luar biasa
Setelah itu Ryan dan Zula saling bersalaman , dengan semuanya begitu juga dengan Zula yang di peluk erat dengan abahnya
" Putri Abah..... Masyaallah" Ucap Zain dan menangis dengan terus memeluk putrinya
Perkenalan belum begitu lama, Zain harus rela melepas putrinya lagi untuk menantunya
" Abah" Ucap Ryan pada Zain
" Pasti Abah, pasti" jawab Ryan dan memeluk Zain dengan lembut
" Umi...." Ucap Ryan pada Jihan
" Anak Umi" Ucap Jihan dan memeluk Ryan
" Nitip putri Umi ya nak Ryan, jaga dia, jangan sakiti anak Umi, sayangi dia, bahagiakan dia" ucap Jihan yang hanya ingin anak anaknya bahagia selalu
" Pasti Umi" jawab Ryan dan mengangguk
Setelah itu kedua mempelai di iring ke acara resepsi yaitu ke pelaminan karena habis ini langsung acara serah terima pengantin dari masing masing keluarga
Ryan menggandeng Zula, bahkan sampai di pelaminan juga sama sekali Tidak di lepas
" Istriku" Ucap Ryan menggoda Zula
Di atas panggung pelaminan yang jadi pusat perhatian utama, di tambah ini atur pasrah penganton dan nasehat pernikahan terus berlanjut
Zula hanya tersenyum dan menoleh pada Ryan
" Masyaallah cantiknya, pengen segera di gendong ke kamar deh" Ucap Ryan terus menggoda dan Zula makin salag tingkah
____________
Acara demi acara sudah berjalan dengan lancar, resepsi dan semua tamu juga datang
Walaupun Zula gak banyak kawan cuman teman bar bar mereka juga datang, seperti Riska dan Ucup bersama suami atau istri dan anak masing masing
Secara mereka kan sahabat karib bar bar jadi langsung sat set datang dan memberi kado yang luar biasa yaitu sepeda bebek tuppii
Padahal mereka tau kalau Zula sama sekali gak bisa naik motor memang dasar tuh orang ya
Malam semakin larut semua sudah pada tepar dan istirahat
Kecuali kedua mempelai yang sudah berganti baju dengan baju dinas masing masing
Jaim malu malu?? Gak ada pada diri mereka, apa lagi Ryan yang terus menggoda Zula membuat Zula sekalian memutus urat malunya
Kini Ryan sudah tidur di pangkuan Zula, di atas ranjang pengantin yang berserakan bunga di sana
" Sayang..." Panggil Ryan dengan Zula yang memainkan ponselnya
Namanya seleb, beda dengan Jihan yang gak butuh ponsel tapi Zula, gak bisa hidup tanpa ponsel
" Iya sayang" jawab Zula sadar dan mematikan ponselnya dan menaruhnya di bawah bantal
Melihat Itu Ryan juga menaruh ponsel yang barusan dia gunakan untuk membalas ucapan ucapan dari para temannya
" Udah siap?" tanya Ryan lagi makin lembut
" ML?" tanya Zula balik dan Ryan mengangguk
Padahal mereka tadi sudah wudhu sudah sholat sunah juga tinggal lanjut sunah rosul tapi keduluan hpnya yang menundanya
" Bismillah... Niat mencetak umat rosulullah ya bang, adek siap" jawab Zula dan Ryan tersenyum lalu banhkit dari duduknya
Ryan mulai memeluk Zula, dan mereka berdoa bersama
Kemudian ..
Bismillah Allahumma....
" Sayang... Ini nanti akan sakit tapi tahan ya, " Ucap Ryan setelah semuanya sudah siap sudah panas dan bahkan Zula sudah berteriak keenakan dan minta segera di masukkan
Zula gak menjawab dan hanya mengangguk
Zula sudah siap siap akan menahan rasa sakitnya malam pertama hingga senjata Ryan mulai di tancapkan dan cukup kesusahan dan sampai akhirnya masuk semua
Aliran darah seger keluar mengotori saksi bisu mereka, ya seprai putih bersih yang mengalasi mereka
Gak butuh waktu lama Ryan sudah keluar dan akhirnya ambruk di samping Zula
Gak langsung lemes, justru Ryan membawa Zula ke dekapannya langsung hingga sampai tertidur sama sama