
Mendengar ucapan El barusan spontanitas membuat Zula dan Ryan saling pandang dan kompak melototkan matanya
“ Maksudnya?” Tanya mereka kompak
“ Selamat ya adekku tercinta tersayang, loe akan menjadi seorang Ibuk, dan loe Ryan, selamat akan jadi seorang ayah, gue kalah dari elo” Ucap El kembali merangkul Zula
“ Di dalam rahimmu sudah ada calon keponakan gue, pakde El” Ucap El lagi sambil mengelus perut Zula
“ Abang serius? Umi?” Tanya Zula masih gak percaya dan matanya kembali berkaca kaca
“ Iya sayang, selamat ya, jaga diri baik baik, jaga cucu Umi yang ada di sini” Ucap Jihan lembut
Zula kembali menangis dan memeluk Abang kesayangannya itu
“ Abah... “ Ucap Ryan bahagia dan memeluk Abah Zain
“ Selamat, jaga putri dan calon cucu abah ya” jawab Zain membalas pelukan Ryan
Di sebelah Zain ada Heny juga dan Zain tau gimana perasaan Heny saat ini, pasti dia sedih apa lagi penantian panjang mereka juga
“ Jangan berkecil hati ya putri Abah, insyaallah segera menyusul, dan di beri keturunan yang sholeh sholehah” Ucap Zain merangkul dan menepuk pundak Heny
Henya hanya mengangguk dan berkaca kaca, karena punya abah mertua dan Umi mertua yang begitu lembut dan bisa menguatkannya
“ Semangat dek” Ucap Aliza yang ada di sebelahnya juga
Melihat hal itu Zula juga gak tega, dan ingin turun juga menguatkan dan memeluk Heny
“ Abang semangat, pasti akan segera menyusul, ya “ Ucap Zula pada El
“Amin... Siap Aman, Abang mah sedikasihnya aja” jawab El santai dan menepuk pundak Zula
Zula berangsur turun dari ranjangnya dan di bantu El untuk mendekat ke arah Heny
“ Kak Heny.. semangat, “ Ucap Zula merasa gak enak
“ Makasih banyak kamu juga harus semangat, jaga kesehatan , jaga ponakan bude ini” jawab Heny sambil mengelus perut Zula
“ Pasti” Ucap Zula sambil tersenyum dan menguatkan tubuhnya yang sangat lemes
Kemudian Zula menoleh ke arah suaminya yang gam jauh darinya, dan ...
“ Abang.....” ucap Zula dengan tangisan yang kembali pecah
“ Iya sayang....” jawab Ryan ikut menangis haru karena dia mau punya baby
“ Anak Ayah” Ucap Ryan mengelus lembut perut Zula
Ryan kemudian berjongkok di hadapan Zula dan menghadap ke perut Zula dan mengelusnya lembut
“ Assalamualaikum sayang.... Sehat ya nak, baik baik di perut Ibuk, “ Ucap Ryan sama sekali gak gengsi ataupun malu di depan mertua dan saudara iparnya
“ Lekas sehat juga untuk Ibuk, “ Ucap Ryan dan Zula tersenyum
Ryan kembali berdiri dan memeluk Zula lagi, tangisan Jihan ikut berkucuran di saat melihat anak perempuannya hamil,
Ya rasanya berbeda dengan anak menantunya, karena ini anak perempuan yang dia lahirkan, dan bakal jadi orang tua dan merasakan nikmatnya kodrat perempuan
Dan Jihan kembali teringat memori mengerikan di mana di sini anak anak mereka di proses, dan sejak awal kehamilan selalu di landa masalah
Jihan mendekat pada Zula dan memeluknya serta membuat keharuan antara dirinya dan Zain yang saling berpelukan
“ Hem.... wes angel angel...” Ucap Al yang sedari tadi di cueki mereka
“ Abang...” Ucap Zula dan Al langsung mendekat dan memeluknya
“ Masyaallah... Bocil bocil belum lama lho Abang naksir loe, ini malah udah mau jadi ibu “ Ucap Al san menepuk Zula
“ Mi.... Bah” Ucap Zula memibta pembelaan
Pasalnya kedua abangnya selalu bergurau tentang kisah mereka bertiga di JODOH DUNIA AKHIRAT dulu
Zain dan Jihan langsung menatap Al tajam
“ HAHAHA... Bercanda Lho Mi bah, El kadang juga suka gitu” protes Al dan langsung pindah ke El
“ Dulu kan Ula terpaksa mau sama Elo, aslinya dia suka sama gue, tapi takut sama pak Zain Musthofa, makanya nerima Elo, kalaupun jadi gue embat ajak selingkuh” jawab El seolah masih rebutan Zula
“ Yang penting sekarang gue yang menang bang, karena gue yang dapat adek Elo” jawab Ryan bangga sendiri dan semua tertawa
“ Karena kalian abang abang gue, kesayangan gue, dan kecintaan gue, gue sedang hamil minta tolong dong belikan sesuatu yang gue pengen” ucap Zula pada Abangnya
“ Ngidam maksudnya?” tanya mereka dan Zula mengangguk
“ Ryan lah, enak aja, gue gak ikut bikin” bantah mereka membuat semua semakin ngakak dan rame
Mereka lanjut membahas dan ngobrol ngalor ngidul, dan berbagi pengalaman saat hamil ini itu, sampai tak terasa larut malam
“ Tau kalau akhirnya ngumpul di sini, kita tadi langsung sini aja ya sayang, gak capek capek buang bensin buang tenaga sampe ke KDS, Kan dekat 10 menit gak sampe udah nyampek” Ucap El sambil merangkul pinggang Heny
“ Terus begitu, kalau gak gitu elo gak makan masakan Umi dong El” jawab Jihan dan El hany nyengir
“ Emang capek ngapain, kan pulang cepet loe katanya tadi” Ucap Al menyaut
“ Nangis kenapa sayang?” tanya Jihan lembut
“ Biasa kalau jadwal kontrol, gak ada hasil nangis aja” jawab El sambil memeluk Heny
“ Kalian apa gak mau program yang lain, bayi tabung mungkin, kan kalian sudah beberapa kali itu metode program, mana tau” ucap Aliza mengarankan
“ Iya kak, nanti setelah ini kalau memang gak berhasil ya kami coba dulu, kemaren sudah sempet konsultasi juga” jawab Heny dan memang ada rencana kedepannya
“ Kalau menurut yang lain gimana?” tanya El meminta pendapat
“ Ya Elo dokternya mana faham dengan begituan” jawab Al nyemer dan yang lain mengangguk
“ Kalau memang sudah kepengen banget di coba aja dulu dan siapa tau berhasil” jawab Zain memberi pendapat
Dan Malam ini rencana mereka nginep di rumah Ryan dan Zula, dan lanjut kumpul seperti biasanya
Semalaman Zula tidur dalam dekapan Abahnya, karena Zain yang pengen memanjakan anak perempuannya
Ditambah semalaman juga Zula kembami muntah terus dan Mual membuatnya makin gak karuan rasanya
Pagi hari sekalia, setelah sholat subuh Zula tiba tiba pengen jajanan pasar yang berwarna warna
“ Sayang....” Panggil Zula lembut saat habis subuh baru bisa mendekap Zula
Dan Ryan semalaman ngempet pelukan hangat dari istrinya karena tidur di sofa
“ Iya sayang.. mau apa? Perutnya laper gak?? Dari semalem muntah belum dj isi lho” Ucap Ryan sangat kepikiran
“ Abang mau bantu adek gak?” tanya Zula lagi
“ Tentu dong apa sih yang enggak untuk adek” jawab Ryan lembut
“ Adek rasanya kebayang sama jajanan pasar, boleh gak sih adek minta? Di belikan?” tanya Zula lagi
“ Siap dengan senang hati, abang langsung carikan sekarang, “ jawab Ryan sigap
“ Makasih sayang” jawab Zula mencium Ryan
“ Sama sama sayang” jawab Ryan lagi
Ryan langsung siap siap untuk pergi ke pasar, dengan berganti baju menggunakan celana trening dan juga jaket, dingin masih sangat pagi
“ Abang berangkat dulu ya, Adek mau ke bawah gak..? “ ucap Ryan dan menawarkan
“ Boleh” jawab Zula dan Ryan langsung menggendongnya
“ Adek bisa jalan sendiri sayang” ucap Zula saat di gendongan Ryan
“ Jangan ya sayang, gendong aja, adek lemes gak betenaga” jawab Ryan sampai mereka di lantai bawah yang ternyata sedang pada pegang Qu’an masing masing
Itu kegiatan rutin mereka, Ryan dan Zula kalau tidak sedang sakit pasti jam wajib, deres setiap habisa subuh
Merekapun tak berhenti ngajinya saat melihat kedatangan Ryan yang menggendong Zula , hingga sampai berhenti di ayat masing masing
Jihan menepuk tempat di sebelahnya, dengan mulut yang masih melafadkan ayat Qur’an, agar Ryan membaringkan Zula di sofa dekat dia
Semua gak ada yang berhenti dan masih lanjut dengan lisan yang sama terus berlafad
“ Abang berangkat ya..” Ucap Ryan pada Zula
“ Mau kemana?” tanya Zain yang sampai ayat dan pojok
“ Cari jajan pasar Abah,dek Zula pengen katanya” jawab Ryan sopan
“ Gue ikut,” saut El
“ Gue juga” tambah Al yang mungkin suntuk toh libur juga
Sebenarnya kalau Al gak libur sih , ada jadwal di sekolah, tapi kalau udah di SRG ya mending meliburkan diri aja
“ Di pasar jambrong kan?” tanya El dan Ryan mengangguk
“ Okey gue ikut” jawab Al yang mana di sana terkenal banyak makanan yang masih hangat saat pagi
“ Ikut ikut, anaknya yo di pikir toh, mboknya mau masak sarapan ini” Ucap Aliza sudah berani ngromet
Ya gak apa apa, Aliza sudah di ajarin sama Jihan, bukan karena kualat, dan berani sama suami, tapi sebagai istri juga jangan mau di buat kalahan sama suami juga
“ Yah Umma, Anaknya masih tidur lho, bentar aja, sesekali kek Babah jalan pagi” jawab Al dan El serta Ryan menahan tawa
“ Umma mau apa deh, biar Babah carikan sekalian, jangan yang payah payah” tambah Al memohon
“ Idih.. orang nyidam di nego” jawab Zula heran sama Abangnya
“ Ya udah carikan ikan kakap merah ya Bah, Umi pengen “ jawab Aliza dan di acungi jempol sama Al tanpa berkata lagi
“ Udah ayo berangkat keburu marah marah nanti lampir gue” ucap Al karena di kehamilan ke dua ini Aliza agak sensitif banget
Apa lagi beberapa waktu lalu, sempet ada drama yang membuat Aliza cemburu buta, dan marah besar, di mana di saat Al gak sengaja 1 lift dengan Yasmin pas Aliza menyusulnya hem... langsung teng teng tueng...