Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Gak bisa jalan


El dan Heny masih tepar di atas kasur, mereka sudah dangat kecapean, dan mau bangun mandi dan lanjut sholat subuh mereka masih mau bernafas dulu


" Masyaallah ternyata nikmat luar biasa, pantesan Bang Al gak pernah libur" batin El sambil mengatur nafasnya


" Sayang... Mandi yuk" ajak Heny dan El langsung menoleh


" Mandi bareng ya" Ucap El


" Sendiri sendiri juga gak apa apa" jawab Heny tersenyum


" Enggak lah bareng.. Yuk, " ajak El dan Heny hanya pasrah


El sudah bangun duluan dan beranjak ke kamar mandi, tapi Heny..


" Aduh sayang.. Gimana nih, gemeteran kakiku" Ucap Heny bahkan gak bisa bangun


Ya saking lamanya membuka lebar dan di hajar habis oleh El jadi seolah gemeteran, di tambah bagian istimewanya saja mati rasa


" Gimana Sayang?" tanya El mendekat


" Kakinya gemeteran lemes banget" jawab Heny yang masih polos los los


" Kayak gini jadi pengen lagi deh" Ucap El malah salfok dengan pemandangan di hadapannya


Heny langsung cemberut dan sebel sama suaminya itu,


" Mau lagi mau lagi, istirahat dong Yank, capek nih, mandi sholat dulu" jawab Heny kesal dan El hanya tersenyum


Kini Akhirnya El menggendong Heny dan mandi bareng lanjut sholat subuh dan bobok lagi


Kebahagiaan mereka terlihat jelas, sosok cinta pertama yang seolah gak boleh tergantikan,


Keduanya sama sama cinta pertama mereka, dan kini bersatu dengan bahtera rumah tangga yang baru di mulai dari PERJALANAN CINTA 3 BERSAUDARA


El mendekap istri tercintanya di dalam pelukannya, dan mengelus lembut rambutnya hingga terbawa ke mimpi masing masing


Di bawah semua anggota keluarga masih pada beres beres sedangkan kefua pengantin lanjut ber istirahat,


Sikap El yang cuek tanpa rasa sungkan, membuat dirinya makin nyenyak tanpa mikir yang lain


Sedangkan keluarga Jihan sudah pulang dari semalam, dan gak mau menginap


Di jam 10 pagi, mereka sama sama terbangun karena rasa lapar yang menerpa kampung tengah mereka


Krucuk krucuk...


Perut keduanya berbunyi dan membuat mereka saling pandang


" Kita sarapan ke bawah yuk" ajak El pasti ada makanan


" Gak bisa jalan ayank" jawab Heny manja


" Eh iya, ya udah abang ke bawah dulu ya, ambil sarapan" jawab El dan Heny mengangguk


El masih di kostum yang sama, dengan kaos putihnya dan sarung yang melingkar di pinggangnya


El keluar kamar dan menuruni tanghg untuk kebawah


" Nak El.. Sarapan dulu, " Ucap Bunda Heny karena kebetulan rumah ini sudah sepi karena saudaranya sudah pulang ke rumah masing masing


" Iya Bund... " jawab El sopan


" Heny mana nak?" tanya Bundanya


" Masih di atas Bund, ini mau sekalian El ambilkan sarapan" jawab El lagi


" lho kok gak ambil sendiri, suruh turun nak?" jawab Ayah Heny


" Gak apa apa ayah, dia gak bisa jalan, jadi biar El aja yang ngambil sarapan" jawab El membuat mereka melongo


" Gak bisa jalan?" tanya ayahnya dan El bungkam


" Kenapa nak? Kok gak bisa jalan capek berdiri kemaren?" tanya bundanya Khawatir


Tapi justru Ayahny sebaliknya yang hanya senyam senyum.


El mulai salah tingkah dengan dirinya yang faham dengan senyuman ayah mertuanya


" Pengantin baru Mi.. Lancar kan nak?" tanya Ayahnya dan El hanya tersenyum dan mengangguk


Sore harinya karena semua sudah beres El mengajak Heny yang sudah lumayan, ya, pak dokter tau triknya dong biar cepet sembuh


Mereka turun kebawah dan santai sambil ngopi di area belakang rumah


" Mau bulan madu gak?" tanya El tiba tiba


" Kemana?" tanya Heny singkat


" Ke tempat yang romantis lah, nanti tak suruh ngurus pasport dan visamu dulu, biar kita bisa keluar negri" ucap El yang rasanya ingin bulan madu dan menghabiskan waktu berdua dengan Heny


" Harus ke luar negri ya?" tanya Heny lagi


" Kenapa? Gak suka? Apa mau di rumah aja?" tanya El lagi


" Mahal..." Ucap Heny berbisik


" Asal masih bisa beli dan ada teavel yang sedia mengantar" jawab El santai dan Heny tersenyum


Heny terus menatap El yang sangat tampan itu, gak menyangka 8 tahun yang lalu mereka bersama , sampai akhirnya berpisah dan kembali lagi seperti saat ini


" Nak El..." Panggil ayahnya


" Iya gimana ayah?" jawab El sopan


" Ini mengenahi kotak, hm.... Ini nanti minta tolong di anter ke abah sama Umi ya" Ucap Ayahnya gak enak


Apa lagi kemaren tamu Zain dan Jihan yang paling banyak, di tambah semua keperluan di tanggung oleh Zain semua


" Ya Allah ayah... Udah itu punya ayah, gak usah di kembalikan apa lagi di kasih ke abah, " jawab El menolak halus


" Itu tamu abah sama Umimu nak" jawab Bundanya


" Gak apa, itu rezeki ayah sama bunda" jawab El menolak dengan sopan


" Semua sudah di bayarkan oleh Abah nak, Bunda gak enak" jawab bundanya lagi


" Gak apa apa bunda, itu nanti untuk ambil lagi ladang ayah yang sudah di gadai" jawab El sopan dan akhirnya mereka mengangguk dan menerimanya


__________


Di SRG, Ryan sekarang bukan Ryan yang sebelumnya, bukan karena perubahan sikapnya tapi keadaannya


Kini dia sudah memberesi barang barangnya dan siap pindah ke salah satu rumah dinas yang di sediakan dari perusahaan


Rumah dengan ukuran yang gak luas, cuman 5×6 meter saja, hanya ada 1 kamar, satu kamar mandi dan juga dapur


Dan Ryan hanya punya satu kendaraan, motor bebek Scup, yang di pinjami oleh Irfan


Sebenarnya Irfan juga gak tega melihat hal itu, tapi ini pilihan Ryan, sekaligus ujian dari Zain


Pagi hari dirinya seperti biasa dia berangkat ke kantor dengan pakaian rapi cuman lain dengan kendaraannya yang tentunya sangat terbuka ya motor sih


Tapi Ryan gak malu dan justru makin semangat karena masih harus tetap bekerja demi bayar angsuran karena dia harus menyelesaikan angsurannya yang di potong dari gajinya selama 1.5 tahun untuk menutup kekurangan pilaty yang dia tanggung kemaren


Zula sudah sampai di parkiran kantor, dan melihat kwadatangan Ryan yang menggunakan motor


Dia sangat merasa bersalah banget dengan keadaan Ryan yang seketika harus di balikkan, dan semudah membalikkan telapak tangan


Tak terasa hatinya yang terenyuh menggiring tetesan air mata di pipinya


Tapi Zula segera menghapusnya dan mulai turun dari mobilnya untuk segera masuk ke ruangannya


" Assalamualaikum..." Ucap Zula masuk ke ruangan Ryan


" Waalaikumsalam.. Hay.. Udah berangkat aja, gak capek gak mau istirahat?" tanya Ryan santai


" Elo aja gak istirahat, masak loe kerja sendiri" jawab Zula sambil berjala mendekat ke arah Ryan


" Ya gak apa apa dong" jawab Ryan menghentikan aktifitasnya


" Pak Ryan.. Sekarang tinggal di mana? Kok pake motor tadi" tanya Zula penasaran


" Yang penting masih bisa membantu dan mengantarkan gue sampe sini La, loe tenang aja, gue tinggal di mess" jawab Ryan jujur apa adanya


" Pak Ryan... Gue minta maaf, gara gara" Ucap Zula langsung mulutnya di tempeli jari telunjuk Ryan


" Gak usah di bahas, okey.. Ini bukan salah Elo, tapi ke inginan gue, dan plis... Gue hanya mau gue dan elo kerjanya nyaman" jawab Ryan dan Zula gak bisa berkutik lagi