Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Madu beracun


Bulan mulai berganti, Aliza sudah mempunyai 2 anak, lengkap laki laki perempuan, dan Zula sedang menunggu kelahiran anak pertamanya yang tinggal menghitung hari


Sedangkan El, sejak kehamilan Zula Heny yang kekeh di program paling ekstrim sudah di lakukan juga


Program sebelum bayi tabung yang pertama gagal, cukup membuatnya makin setres,


Dan program bayi tabung akhirnya di lakukan juga , dan hari ini adalah hari yang mereka tunggu untuk mengetahui berhasil enggaknya program bayi tabung mereka


Seperti biasa mereka siap siap untuk ke rumah sakit, sarapan sudah Heny siapkan,


Ya Heny selalu bangun pagi dan masak untuk El sang suami, El sama dengan Zain yang sulit kalau menerima masakan orang lain, harus ada campur tangan sang istri


Jadi setiap hari Heny selalu masak untuk Zain, walaupun hanya sekedar sambal saja


" Sarapan dulu sayang" Ucap Heny saat dirinya sudah selesai masak


" Mandi dulu aja lah Mam" jawab El memanggil Mama


Ya saking berharapnya mereka sehingga sudah saling panggil dengan sebutan mama papa


" Okey Mama siapkan, bajunya ya" Ujar Heny lagi


El tidak menjawab, dan malah mendekatkan tubuhnya ke Heny yang sedang menyiapkan sarapan dan mendekapnya dari belakang


" Maunya di temani mandinya" ucap El pada Heny dan mengelus hal yang paling istimewa untuknya


" Nanti lama papa" Ucap Heny membalikkan tubuhnya


Heny mengalungkan tangannya di lehar El, dan makin membuat El pengen olah raga pagi dulu


Kalau masalah rumah sakit, dia sudah ambil free untuk hari ini dan khusus untuk pengambilan hasil bayi tabung aja


El sebenarnya takut kalau Heny kembali ke mode awal, setres tapi dia terap berfikir positif insyaallah hasilnya akan maksimal


" Ayo lah, papa pengen sarapan mama dulu" jawab El mulai menari nari tangannya


" Mbak.... Lanjutin ini ya" Ucap El memanggil mbaknya biar lanjutik kerjaan Heny


" Baik pak.." jawab si embak dari ruang londry


Ya tentu gak melihat adegan merekaz merekapun tau tempat juga kalau ada orang pasti enggak akan di lakukan


" Yuhu.... " jawab El girang dan menggendong Heny ke kamar mereka


Kini mereka sampai di dalam kamar dan mulai aktifitas oleh raga sekaligus sarapan pagi


Menggemparkan dunia memang, dan mereka lanjut untuk mandi bareng dan berendem di bat up bareng


Setelah cukup lama, mereka lanjut sarapan dan berangkat ke rumah sakit


Sesampainya di rumah sakit ternyata mereka sudah di tunggu di ruangan mereka untuk mengetahui hasilnya


El dan Heny sangat dag dig dug jeder untuk mengetahui hasil program mereka


" Gimana sudah keluar hasilnya?" tanya El yang pindah dudu di shofa dan Heny ada di sebelahnya


" Iya dok, dari semalam sudah keluar, dan sayang sampaikan saat ini seperti yang dokter jadwalkan" jawab petugas bersama dengan dokter kandungan mereka


Heny sama sekali tidak berkata apapun, dan diam sambil gugup mendengar hasilnya


Hasil yang kemaren cukup membuatnya trauma, sudah habis ratusan juta untuk mempunyai momongan dan berusaha untuk yang terbaik juga


El terus menggenggam tangan Heny dengan lembut, dan menguatkan Heny yang sudah terlihat gugup


" Untuk hasilnya ini pak, bisa di baca sendiri, apa mau saya bacakan?" tanya petugas sopan


" Bacakan aja" jawab El bijak


Mereka menyampaikan dan membacakan hasilnya dan dari sana Heny maupun El sudah mengerti hasilnya


Heny sudah mulai menangis sesenggukan di dekapan El dengan apa yang terjadi pada hasil programnya kali ini


" Jadi maaf, untuk program kali ini Gagal, " pungkas petugas memberi jawaban yang sebenarnya


Tangis Heny langsung pecah dengan sangat keras, El terus memeluk dan menguatkan Heny


Sampai akhirnya petugas pamit undur diri karena tidak bisa melihat Heny yang sudah hilang kendali nangisnya


El pun gak mau lama lama di rumah sakit, langsung mengajak Heny yang sudah lemah pulang kerumah memberi kenyamanan yang sangat nyaman


Heny terus menangis tanpa mau makan, tanpa mau apa apa, dan El sampe kualahan


Tapi El berusaha memendam sendiri, tanpa lapor pada siapapun, ini rahasia dia dan juga istrinya


" Pa...." Panggil Heny dan El langsung tersenyum karena akhirnya Heny kembali bersuara


" Iya sayang.. Alhamdulillah, udah mau panggil pap lagi" jawab El cepat akhirnya istrinya mulai ceria lagi


" Mama udah gak bisa kasih keturunan untuk papa, " ucap Heny dengan muka kembali teduh


" Gak boleh ngomong gitu, kira masih bisa coba yang lain sayang" jawab El menguatkan Heny


" Iya perly kita coba biar papa punya keturunan" jawab Heny dan El tersenyum


" Kita berusaha bareng bareng ya" Ucap El lagi dan Heny terdiam


" Dengan papa menikah lagi dengan orang lain" jawab Heny datar


Deg.... El langsung melotot tajam dong, bisa bisanya Heny meminta El untuk menikah lagi


" Mama jangan bercanda gitu dong, gak lucu itu" jawab El masih mencoba santai


" Lha terus gimana?? Mama gak bisa apa apa Pa, kita udah mencoba berbagai progaram sama sekalu gak ada hasil, jangan nunggu dari mama yang gak pasti, mama carikan perempuan yang terbaik untuk papa, yang bisa kasih papa keturunan" jawab Heny lagi maki meninggi suaranya


" Itu bukan solusi sayang, itu justru jadi bencana dalam rumah tangga kita" bantah El makin jengkel


Yang bener aja, dia mau menikah, membuat Heny menangis aja sudah menbautnya sakit


Cukup sekali El selingkuhi Heny saat bertemu dengan Zula kala itu, dan Heny sosok wanita yang menunggunya sampai mereka kembali bersatu dan bersama seperti saat ini


" Itu gak akan papa lakukan, " sentak El jengkel


" Harus, jangan membuat Mama merasa sangat bersalah dan makin bersalah dalam hal ini, semua orang pengwn mempunyai keturunan, tapi mama?? Gagal, mama akan tanggung jawab akan hal ini" tambah Heny lagi masih kekeh


" Dengan menghancurkan perasaan dan hatimu sendiri??" jawab El bertanya balik


" Dengan adanya orang ketiga itu sangat pahit dalam sebuah rumah tangga Ma, gak Papa gak mau" jawab El sudah mulai hilang kesabaran


" Itu harus Mama korbankan, demi papa" jawab Heny masih kekeh


" Kalau Papa gak mau, mama yang akan carikan untuk papa" jawab Heny dan langsung pergi dari hadapan El


Ya Heny sadar, walaupun sakit hati Heny gak boleh Egois dan harus rela berkorban demi El suami orang yang di cintainya


Di hari berikutnya, Heny sudah menemukan wanita yang sudah pernah di mikirkan lama


Ya Heny pernah berfikir tentang hal itu sangat jauh dan lama setelah beberapa program sebelum bay tabung berhasil


Dia sudah menghubungi salah satu temannya yang menurutnya sangat cocok dengan El


Dan hari ini dia mantap akan mengenalkan pada El, dan menjadi madu dalam rumah tangganya nanti


El baru saja pulang dari rumah sakit, Heny memang gak ke rumah sakit karena dia janjian akan bertemu dengan wanita itu


" Udah dari tadi sayang pulangnya?" ucap Heny saat menghampiri El di belakang


" Barusan sih, belum lama " jawab El santai dan Heny mengajak kawannya duduk


" Sini duduk dulu" ajak Heny pada sosok wanita yang di kenal akrab semasa kuliah dulu


Ya itu teman akrab Heny, yang tentunya mau dong sama El secara gelar El sangat menggoda


" Mau makan Mama ambilkan?" tanya Heny ramah


El sudah mengetahui maksud Heny, apa lagi pertemgkaran Hebat kemaren membuar El cenderung agak cuek


Dan El faham kalau Heny datang membawa wanita yang dia maksud kemaren


Kepekaan El sangat kuat, tapi Heny gak menyadari gimana suaminya kalau sedang marah besar nanti dia terlalu memaksakan diri karena ambisinya


" Gak perlu, langsung aja apa yang mau di sampaikan dan dia siapa?" jawab El ketus gak mau basa basi setelah titisan Abah Zain di keluarkan


Heny sudah mulai gugup, apa lagi sosok wanita yang Heny bawa sudah mulai deg degan


" Pa... Ini kenalkan, ini yang Mama bicarakan kemaren" jawab Heny lembut


" Cuman satu gak ada yang lain, sekalian se RT gak apa apa, kalau Mama anggap Papa semurah itu" jawab El langsung skak..


" Pa.. Maksud mama bukan gitu" jawab Heny mau memberi penjelasan


" Dengan membawa wanita lain ke sini, dan Mama kenalkan ke Papa, itu sama halnya Mama merendahkan martabat papa sebagai lekaki dan juga suami, secara terang terangan, dan Mama udah gila" jawab El kesal dan langsung pergi dari hadapan mereka