
" Alhamdulillah sehat mas" jawab Heny lembut
" Oh ya Hen, kenalkan, ini Istri gue," ucap Al mengenalkan Aliza pada Heny
" Heny ..." ucap Heny kembali menjabat tangan dengan Aliza
" Aliza" jawab Aliza sopan
" Jadi ini El, yuk gas poll" ucap Aliz tanpa sungkan
El tidak menjawab dan malah fokus pada Aliza yang sepertinya ketularan sikap bar bar adeknya
" Istrimu kayaknya ketularan Adek iparnya" jawab El menyenggol Al
" Adek iparnya Elo lah" jawab Al dan El menolak
" Gue baik baik, Zula aja" jawab El gak mau
Dan pas kebetulan Zula Masuk dengan mendorong kursi roda Umi Zahra
" Assalamualaiakum..." ucap Zula saat masuk
" Waalaikumsalam.." Jawab Yang ada di dalam
" Eh.... Kakak ipar gue kumpul" ucap Zula mendorong kursi roda Umi Zahra mendekat pada Aba Hasan dan pindah ke arah Heny dan Aliza
Zula kembali bersalaman pada mereka dan lagi lagu justru ngajak selfi
" Wes angel kalau jumpa seleb angel selfi terus" ucap El menyindir mereka
Tak lama beberapa keluarga Zain mulai berdatangan dan Heny merasa salah tingkah sendiri karena merasa sebagai orang lain
Heny mendekat pada El yang masih di posisi tidak jauh darinya
" Gue keluar lah Ya, gak enak nih" Ucap Heny mau pamit dengan berbisik
" Gak enak sama siapa?" tanya El balik
" Sama keluarga Elo lah, gue bukan keluarga Lho El" jawab Heny masih berbisik
" Simulasi Hen, besok jadi anggota keluarga juga" jawab El dengan ikut berbisik
Heny menyenggol El dan malu malu, untung mereka di belakang jadi gak nampak banyak orang
Tak lama Jihan dan Zain yang paling terakhir datangnya, dan baru masuk sambil menggendong baby Bibi
Tak lupa Jihan mengucap salam pada semuanya, dan kini Jihan justru celingak celinguk mencari El
" El di mana?" tanya Jihan lagi dan El angkat tangan
" Lho gimana sih, kan kamu yang tau kondisinya malah ngumpet di belakang" ucap Umi Jihan sedikit marah padanya
" Sini" ucap Jihan lagi dan El mendekat di ikuti oleh Heny sebagai asistennya
Melihat kedatangan El dan Heny Jihan tersenyum heran, ternyata ada sang kekasih
" Waktunya kerja, mojoknya nanti" kesal Jihan berbisik pada El
" Hem.. Udah ada dokter Jihan saya permisi ya" ucap Heny makin gak enak
" Eh jangan dong, nanti yang bantuin kami siapa?" tanya Jihan lagi dan Heny tersenyum dan mengangguk
Jihan memberikan baby Bibi pada Aliza yang ada di belakangnya, dan El kini sudah pi dah tempat ke seberang Umi Jihan
Anggota keluarga pada mundur agak menjauh seusai permintaan Jihannsan El, untuk memeriksa terlebih dahulu mereka
" Minta sarung tangan dok" ucap Jihan sat set pada Heny
Heny harus kembali fokus dan tidak baper, Jihan menadah dan Heny langsung memakaikan dengan sigap
" Tetoscop" pinta Jihan Heny langsung mengambilkan
Jihan memakainya dan langsung memeriksa kembali ke adaan Abah Hasan
Sedangkan El di seberangnya sedang mengontrol alat detak jantung yang sudah stabil
Anak dan ibu itu sama sama kompak memeriksa Abah Hasan dan tak lama tangan yang sedari tadi bergerak, perlahan Abah Hasan juga menggerakkan kakinya dan tak lama mata nya perlahan di buka
Tangis haru dan bahagia memenuhi isi ruangan tersebut dan sat persatu mendekat untuk sekedar melihat keadaan Abah Hasan
Baha' belum berani mendekat, dia sudah tumpah duluan air matanya, dan gak kebayang apa bila dia sendiri yang merawat, yang mana jauh dari rumah sakit yang ternama dan lengkap alatnya
Semua atas bantuan Allah, lewat lantaran adeknya yang selalu ligat untuk hal hal benting, dia gak tau harus minta tolong sama siapa kalau tidak mempunya adek seperti Zain dan Jihan
Bahkan Baha' tidak pernah menyangka kalau Abah bisa kembali sehat, bisa kembali sadar dan nelihat anak cucu cicitnya semua seperti ini
__________________
2 Hari sudah Abah Hasan di rumah sakir setelah siuman, dan kini Abah Hasan sudah meminta pulang
Sebenarnya belum boleh tapi Abah Hasan selalu memperlihatkan kalau beliau sehat wal afiat dan terlihat bugar
Dan Jihan mau tidak mau harus merawat jalan Abah Hasan di rumah
Kini dalam perjalanan pulang, Abah Hasan semobil dengan El , Umi Zahra dan juga Zula
Umi Zahra dan Abah Hasan sejak kemaren tidak ingin Zula jauh jauh darinya
Sebagai cucu yang belum lama mengenal, Zula tidak mau meninggalkan mereka sama sekali
Bahkan saat ini sedari kemaren Ryan sudah datang dan memintanya masuk untuk hari ini
Dan Bukan Zula namanya kalau menolak mentah mentah tentang hal itu
Perdebatan sengit tak terlewatkan, umpatan dari Ryan kalau bilang Zula pemalas, makan gaji buta dan lain lain di ungkapkan karena saking kesalnya
Mungkin efek kagen dengan Zula justru Zula gak mau berangkat
Kala ini di telfon semalam
" Maaf Pak Ryan, gue gak bisa berangkat kerja untuk minggu minggu ini, nenek dan kakek saya sakit" ucap Zula menjelaskan secara halus
" Ya bawa kerumah sakit, biar ada yang merawat" bantah Ryan kesal
" Ini juga udah di rumah sakit pak... Gak bisa di tinggal pengertiannya dong" jawab Zula lagi masih dengan nada Halus
" Alesan, bilang aja, masih males bekerja, makan gaji buta" jawab Ryan lagi dan Zula mematikan panggilannya
Zula makin kesal dan akhirnya pamit sebentar pada Mbah Abah dan mbah Uminya
Zula meluncur ke kantor karena Ryan memang di kantor, di Sana Zula sudah makin kesal dengan ucapan Ryan yang dia bilang Zula makan gaji buta
" Nah makan tuh gaji" kesal Zula melempar uang ke muka Ryan di ruangannya
" Gue gak minta gaji selama gue gak kerja, jangan seenak mulutmu kalau ngomong, di pikir pake otak, bukan pake dengkul" kesal Zula lagi dan langsung pergi
Zula gak mau mancing Rigsain atau keluar dari kantor karena dirinya masih memikirkan itu perusahaan milik keluarga
Dan Ryan juga gak mau bilang pecat atau mengundurkan Zula karena dia memang butuh Zula, dan gak ada asisten yang sat set seperti Zula
Kembali ke laptop ..
Kini di mobil Zula terus di genggam tangannya oleh Umi Zahra, hingga mobil mereka masuk ke pekarangan rumah besar keluarga Al Musthofa,
Setelah seminggu meninggalkan rumah tersebut, kini mereka semua kembali denga kesehatan Abah Hasan dan Umi Zahra
Beliau di pindah langsung ke kamar, beliau harus istirahat dan tidak boleh di ganggu oleh siapapun
Zula masih bersama, dan kini El serta Jihan yang kembali masuk untuk memeriksanya
Setelah memeriksa Abah Hasan dan Umi Zahra mencegah kedua cucu dan menantunya untuk pergi
" Jihan nak.. El.., kalian yang tau bagai mana kesehatan Abah sana Umi, tapi Abah mau minta sama kalian" Ucap Abah Hasan lembut
" Gimana Bah, abah mau minta apa dari kami?" tanya Jihan balik makin lembut
" Abah sama Umi mau, kami jangan di larang makan makanan lagi ya, Abah sama Umi mau kembali menikmati makanan dan nikmat yang Allah berikan" jawab Umi Zahra mewakili
El hendak menjawab tapi langsung di senggol oleh Uminya
" Baik siap.... Abah Sama Umi mau makan apa aja boleh, gak apa apa, di nikmati ya Mi Bah, " ucap Jihan menahan tangis dan El makin bingung