Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Amarah El


Di rumah sakit Jihan Aulia Hospital, El kembali ke rumah sakit, setelah jam 10 malam sampe rumah dan hendak istirahat, jam setengah 12 El kembali di telfon karena ada korban yang dari pesawat dengan Al tadi


Dan mau gak mau El kembali bangun dan kembali ke Rumah sakit perasaannya sangat kesal dengan pegawai rumah sakitnya, yang seolah tidak memperbolehkan kalau dia itu istirahat,


El memang sosok seorang dokter yang sangat tanggung jawab, dia ringan tangan untuk di ajak kerja sama, dan mengepentingkan urusan perusahaannya,


Dia sebagai pemimpin rumah sakit bermaksud untuk memberi contoh dan tanggung jawab penih, tapi niat baiknya justru di manfaatkan oleh semua karyawannya yang selalu menelfonnya jika ada pasien dadakan seperti ini


El masih menangani pasien yang terkena serangan jantung tersebut dan langsung di larikan ke rumah sakit miliknya,


Dan tenyata pasien tersebut mengalami komplikasi penyakit lainnya dan harus segera di lakukan tindakan oprasi


" Assholatu Khoirumminan naum...." terdengar suara adzan subuh berkumandang dan El masih di dalam ruang oprasi


" Alhamdulillahirobbil Alamin" ucap El yang berhenti sejenak untuk mendengarkan suara adzan


Setelahnya berdoa dan lanjut dengan tindakan oprasinya, dan tepat jam setengah enam pagi selesai sudah yindakan oprasi yang berlangsung sekitar 5,5 jam


Itu pun tanpa jeda dan hanya di dampingi dengan para suster yang berjaga


" Alhamdulillah... Semua sudah selesai, pindahkan pasien ke ruang ICU dulu, dan lanjut sholat, sebelum mata hari terbit, " ucap El dan di angguki semua perawat yang ada


Dia satu satunya dokter yang menangani, tanpa ada bantuan dokter lain, karena semalam buru buru dan tidak bisa menunggu lagi


Al kembali ke ruangannya untuk bebersih dan lanjut sholat subuh sebelum matahari terbit


El merasa badannya sangat cuapek banget, karena apa, sudah 2 hari ini dia cuman dapat tidur 1 jam doang, dan ke santaian dan tanggung jawabnya justri di manfaatkan oleh karyawannya


Padahal specialis jantung di sana bukan dia aja, specialis bedah di sana juga bukan dia aja, dia seorang pimpinan dan bahkan untuk kalahan semua karyawannya


Tiba tiba ponselnya berdering tanda panggilan dari Umi Jihan yang seharian tidak melihatnya sama sekali


" Assalamualaikum Umi" ucap El saat mengangkat telfonnya


" Waalaikumsalam... Kamu di mana nak? Umi kok belum nampak dari kemaren, Umi ke kamar juga gak ada, gak di kunci lagi" ucap Jihan sebagai Umi tentu khawatir banget


" El udah kembali ke Rs Mi, dari semalam, El jam 10 sampe rumah, setengah 12 di telfon ada pasien lagi" jawab El sambil merebahkan tubuhnya di atas sajadahnya


" Masyaallah... Emang gak ada dokter yang jaga nak?" tanya Jihan lagi


" Banyak, tapi entah kenapa El juga heran, mereka tuh ngapain gitu" jawab El yang sudah kesal sedari semalam


" El males kalau masalah begituan Mi, takut pada baperan, Umi lah, coba Umi yang tegur, Umi bidang pengawas dan penasehat, pemilik Rumah sakit malah, " ucap El yang sebenarnya pengen langsung menegur


" Kamu yang harus bijak nak, Umi udah hamil besar, dulu Umi seperti itu juga, tapi karena Abah merasa Umi yang di rugikan, jadi Abah yang turun tangan, kamu sebagai pimpinan wajin mengambil kebijakan" jawab Jihan lagi


" Hubungi pihak komunikasi, kumpulkan semua karyawan, baik dokter maupun perawat, di ruang pertemuan, nanti jam 8 harus sudah kumpul semua" ucap Jihan menasehati El agar gak seterusnya di buat pokokkan


" Okey lah, nanti El coba, mudah mudahan pada mengerti" ucap El dan mereka lanjut ngobrol dengan Jihan yang memberikan setrategi pada Ell, dan meminta El agar bisa jaga diri dan tidak boleh capek capek


Setelah saling ngobrol dan pamit El langsung menghubungi pihak komunikasi untuk mengumpulkan semua karyawannya tanpa terkecuali


Tepat dan 8 semua sudah berkumpul, dan tidak tau apa yang akan di sampaikan oleh El nantinya,


Dan hanya pihak komunikasi yang merasa, karena dia yang menghubungi El semalam dan kemaren malam, dan setiap ada darurat juga


Tapi dia hanya menjalankan perintah dari atasannya dan dokter yang bertugas yang meminta untuk segera menghubungi El


Kini El masuk, dengan muka bantal tentunya, sehabis telfon Jihan, El tidur sejenak untuk menghilangkan kantuknya


" Assalamualaikum wr wb" ucap El datar di depan sendirian tanpa mau di dampingi


" Waalaikumsalam wr wb" jawab semuanya yang ada di sana, termasuk Heny yang juga masuk kembali karena tidak ada potret


" Saya gak perlu basa basi gak perlu mokodimah juga, tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap para dokter dan profesor yang ada di hadapan saya saat ini, dan langsung saja, saya sengaja mengumpulkan kalian semua disini saya hanya ingin semuanya lebih bijak lagi pada tugas masing masing" ucap El sudah mulai emosi, dan wajahnya sudah lain dari biasanya


Melihat hal itu semua yang ada di sana terdiam tanpa kata sama sekali


" Saya rasa di sini sudah tau dengan tugas masing masing, tapi kenapa masih melemparkan tugasnya pada orang lain, apa janji dan sumpah kalian saat menjadi seorang dokter, seorang perawat, dan petugas medis lainnya, " ucap El lagi makin emosi


" Saya di sini sebagai pimpinan Rumah sakit Jihan Aulia hospital, okey saya belum lama menjabat sebagai pimpinan di sini, tapi saya juga bukan budak kalian" tambah El makin memuncak dengan menggebrak mejanya sendiri


" Saya di sini bertanggung jawab atas apa yang saya miliki, atas apa tugas yang saya terima, sudah beberpaa bulan saya kalian anggap sebagai budak kalian semua, saya lembur siang malam, dan kalian tau, dari kemaren saya belum tidur sama sekali, kemaren jam 3 malam saya di telfon, dan jam 10 malam saya baru sampe rumah, semalam jam setengah 12 malam saya di telfon lagi, karena ada pasien kritis, dan tau jam setengah 6 pagi tadi, saya baru selesai oprasi, tanpa ada pendamping doktet sama sekali, terus kalian ngapain?" tambah Al berteriak


" Kalian yang seorang dr. Bedah dokter specialis organ dalam itu kemana? Dan ngapain? Apa tugas kalian? Padahal semua jadwal sesuai sift yang di tentukan, " tambah Al makin memuncak,


" Jangan mentang mentang saya orang gampangan dan sat set bisa buat kalian santai badai, saya ini sama seperti kalian manusia biasa yang punya capek dan lelah, bukan robot, " tambahnya lagi


" Saya tau ini bukan kali pertama, dan dulu pernah terjadi saat Umi masih di sini, dan Abah yang menasehati, dan plis untuk kali ini, saya minta kalian tanggung jawab Dengan tugas masing masing, sesuai sift, Trimakasih, wassalamualaikum" ucap El pamit dan langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut