
Kini Zain sudah berada di kamar El dengan membawa sarapan untuk El
" Assalamualaikum..." ucap Zain saat masuk
" Waalaikumsalam.." jawab El dengan nada datar
El baru saja selesai mandi, dan sekarang sedang duduk bersandar di tempat tidur, sambil menghapus dan memblok semua akun milik Ailza
Rasanya perih banget kalau mengingat Nama Ailza, apa lagi melihat fotonya,
Tapi rasa cinta gak bisa di bohongi, dia masih menyisakan 1 fotonya bersama Ailza untuk kenang kenangan
" Sarapan dulu El, " ucap Zain mendekat pada El
El menoleh dan menghadap pada Zain dan menaruh perlahan ponselnya
" Ayo sarapan dulu, jangan berlarut dalam kesedihan, " ucap Zain lagi dan El menerima piring dari Zain
Zain duduk di sebelah El, dan mengelus punggung anak bujangnya
" Kamu mau liburan kemana? Bilang sama Abah" ucap Zain yang ingin menghibur El, barang kali mau liburan untuk menghilangkan penat di dadanya
El hanya menggelengkan kepalanya dan mulai makan dengan makanan yang sebenarnya sama sekali tidak mau di telan
El justru memaksanya, karena bagaimanapun nutrisi dari sebuah makanan itu perlu,
Tanpa mengeluarkan satu katapun El kembali meletakkan piringnya kembali di nampang di atas nakas samping meja makannya
Zain gak bisa berkata apa apa lagi, dia dulu pernah mengalami hal seperti itu, apa lagi saat kehilangan Jihan, yang mana hidupnya hilang, jauh dari istri dan anak yang dia sayangi membuat dirinya kehilangan separuh jiwanya
Sesaat kemduian Jihan datang dengan menggendong baby Bibi, dan tak lupa salam untuk menghampiri El yang sedang diam tanpa kata dari semalam
" Assalamualaikum...." ucap Jihan mewakili baby Bibi
" Waalaikumsalam.." jawab Zain dan El dengan nada bicara yang masih sama
" Abang......." Ucap Jihan mendekat pada El
" Abang El, kok macih lecu sih.... Ayo dong... Ini baby datang yooo" ucap Jihan menirukan suara bayi
El sama sekali tidak menjawab, dan masih terdiam dan tidak menoleh ke arah Jihan maupun baby Bibi
Jihan membawa baby Bibi untuk naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah El
Tuing...... Sikut Jihan menyenggol El
" Mukanya itu lho, Ck... Dari semalam gitu amat, gak malu sama Adeknya? Gak takut kesaing gantengnya sama Bibi Nih" ucap Jihan meledek dan berusaha menghibur
" Apaan sih Mi" ucap El akhirnya mau bicara
" Ayo bang.. Ganteng gantengan sama Baby, cakep mana hayo" ucap Jihan mendekatkan baby Bibi pada El
" Ganteng abah dong" jawab Zain yang ikut mendekat pada El dan baby Bibi
" Idih ikut narsis" jawab Jihan dan Zain tertawa
" Sini Mi" ucap El meminta baby Bibi
" Nih.... Pangku Abang ya, ajak ngobrol biar gak nangis lagi" ucap Jihan sambil menaruh pelan baby Bibi di pangkuan El
" Baby... " Ucap El mulai luluh dengan kedatangan Baby Bibi
Entah ketampanan dan kelucuan baby Bibi Cukup menghipnotis dirinya yang lagi di landa kegalauan dan deptresi
Jihan dan Zain saling pandang di saat melihat El yang sudah bersuara, dan bahkan sedang mengajak ngobrol adeknya
Di kantor seperti biasa Zula yang sedang mengotak ngatik laptopnya kembali di hampiri Ryan, yang tiada hari tanpa menghampiri Nazula
" Nazula...." Ucap Ryan berada di depan pintu
" Hahaha Apaan" jawab Ryan tertawa
" Habisnya masuk tuh salam, bukan malah panggil nama doang, loe pikir gue hantu" jawab Zula yang masih melanjutkan kerjanya
" Assalamualaikum.. Ya Ahlan naar Nazula" ucap Ryan makin bercanda dan seketika membuat Ryan murka
" Waalaikumsalam... Yaa Ahlal Jahannam" jawab Zula di tambah dengan lemparan pena yang mengenai dada Ryan
Ryan segera mengambil pena yang jatuh dan duduk di sebelah Zula
Entah akhir akhir ini Zula sebenarnya kget dengan sikap Ryan yang gak lagi menyolot dan emosian seperti dulu, yang justru sekarang sering mengajaknya bercanda
Ya semua itu karena di Ucup, tapi Zula yang belum tau
" Elo bentar lagi kan ambil cuti ya La, jadi scedhul kita ke Singapura mau di ajukan apa di mundurkan La?" tanya Ryan tiba tiba
" Lama kan loe nanti cutinya, mau nyiapin ini itu, paling 10 hari lagi udah cuti kan loe" tambah Ryan yang belum tau tentang kasus El semalam
" Cuti kenapa?" tanya Zula balik
" Lha tuh Si El kan mau nikah, loe biasanya bantuin ukur ini itu, siapakn ini itu" jawab Ryan
" Gak jadi nikah dia" jawab Zula santai dan lanjut kerja
" Apa?" tanya Ryan kaget
" Loee tanyee.... Elo bertanyeee tanyeee" ucap Zula pake bahasa yang lagi tren saat ini
" Ck.. Apaan sih , megilan tau gak" jawab Ryan dan Zula tertawa
" Gue serius, La" jawab Ryan lagi
" Gue juga serius, dia gak jadi nikah, calonnya udah hamil duluan" jawab Zula to the poin dan makin membuat Ryan kaget
" Yang bener Lho La" ucap Ryan masih gak percaya
" Ceritanya gimana?" tanya Ryan lagi
" Pagi pagi ngajak gue ghibah aja sih loe pak" jawab Zula masih dengan laptopnya
Pas kebetulan di Irfan juga habis dari pantry dan sambil bawa kopi, mendengar ucapan Zula yang bilang soal ghibah
" Ikut ghibah dong" ucap Irfan saat masuk
" Ini lagi, udah tua banyakin istigfar Om, ngikut ghibah" jawab Zula dan malah menutup laptopnya
" Serius dong La, gue udah mendem penasaran nih" jawab Ryan sangat kepo
Dan akhirnya Zula cerita semuanya apa yang sudah terjdi semalam bahkan sampe tindakan nekat El segala
Irfan dan Ryan mendnegarkan dengan seksama, tentang apa yang Zula ceritakan,
Memang 3 geng lantai atas itu kadang kompak, kadang eker pokoknya membuat warna dalam galery perusahaan
" Ujian La, gak ada yang tau" jawab Irfan tiba tiba
" Dulu Om sehari sebelum hari H, malah, ya Namanya gak berjodoh" jawab Irfan yang pernah mengalami juga
" Maksudnya pak Irfan? Dulu mantan bapak juga hamil duluan?" tanya Ryan menyaut
" Bukan Yan, dulu Gue tuh semper udah pernah mau nikah, sama pegawai sini sendiri, cuman pegawai itu ternyata mata mata dari keluarga pak Zain dan bu Jihan, saat semuanya terbongkar itu H- 1 pernikahan gue, semua sudah di persiapkan, sampai akhirnya ketahuan dan gue batalkan," jawab Irfan flasback masa lalunya dengan Novita
" Gue gak mau, dia yang menjadi dalang dalam masalah orang lain, gue setia sama pak Zain dan Bu Jihan, dan gue gak mau menikahi wanita yang menjadi dalang kejahatan" tambah Irfan lagi
" Wah setia dong Om Irfan kalau gitu" ucap Zula bangga dengan Irfan yang sedari dulu setia dan selalu ada untuk orang tuanya
" Denger tuh.... Dia yang selalu ada untuk pak Zain dan Bu Jihan, aduh kalau posisimu.... Jauh bestie... Kemungkinan mundur semplak jatuh... " Ucap Zula meledek Ryan