
Jihan dan Aliza seketika juga kompak menghembuskan nafas kasar
" Huh...."
" Hehehehe.. Kenapa? Berantakan ya?" tanya Zula sambil nyengir
" Udah udah La.. Udah.. Dari pada nanti Umi repot, sebelum jadi kapal glempang, udah sana jagain adeknya yang masih bobok" ucap Jihan sudah pegel hatinya
Zula masih nyengir dia sadar semuanya makin berantakan karena ulahnya dan sebelum ke luar dia mengambil cameranya yang masih On
" Sorry Gaes, gagal masaknya gaes, kata Umi dan kakak, gue di minta segera berhenti sebelum dapur ini menjadi kapal glempang" ucap Zula dengan penuh percaya diri di depan camera
Jihan dan Aliza kembali tepuk jidat karena Zula yang begitu bangga akan kegagalannya
" Jadi gaes, kita kedepan aja berkumpul dengan baby Bibi, yang yah.. Bobok lagi dia" ucap Zula saat menghadapkan kameranya di hadapan Baby Bibi
" Okey the next vidio Assalamualaikum.." ucap Zula dan closing videonya
" Konten gagal pun bangga" ucap El menyindir Zula
" Gak apa apa, yang gagal gini biasanya pundi pundi rupiahnya buanyak, lihat aja, bisa untuk sewa kapal pesiar untuk keliling ke pulau comodo nanti" jawab Zula santai dan meletakkan cameranya
Di dapur Jihan dan Aliza mulai beraksi untuk melanjutkan masakan Zula yang hanya memberantaki dapur saja
" haduh kak kak... Salah ya umi didik anak nih, gak ada mandiri mandirinya, pinomat bisa masak lah" ucap Jihan menyalahkan dirinya sendiri
" Terbiasa hidup dengan instan, malah jadinya seperti ini" tambah Jihan lagi
" Ini aja dia sudah terbiasa mandiri, coba dulu dari kecil sama Abahnya, udah kenal Abahnya, paling makan sendiri juga gak bisa dia" ucap Jihan lagi gak kebayang gimana manjainnya Zain pada Zula
" Tapi Liza jujur salut banget sama dek Zula lho Mi, dulu pas di pondok, dia memang gak senang gabung sama yang lain, ya karena mungkin banyak yang berfikir negatif tentang dia ya, jadi hidup sendiri lebih nyaman, " jawab Aliza mulai bercerita tentang dirinya dulu di pondok sama Zula
" Iya kak, semua itu karena ulah Umi, yang egois, tapi ya sudah lah, udah menjadi jalan hidupnya, dan buktinya dia tetap tahan banting dan gak baperan sampai saat ini, cuman ya begini seperti yang kita lihat saat ini, penghancur dapur doang, ya selagi masih ada uang untuk beli makan gak jadi masalah ya kak, itung itung nyenengin orang beli makanan" jawab Jihan lebih menetralkan kembali hidupnya gak mau ambil pusing karena jiwa dan karakter anak iti berbeda
Jihan lebih menyadari kalau besik Zula bukan di dapur, tapi melainkanndi dunia hiburan seni peran dan juga bisnis tentunya
" Ini tadi mau masak apa ya tuh anak kak? Kok ada spaghetty juga di sini, ada udang, haduh amis semua" ucap Jihan lagi saat melihat udang yang sudah di buka dari tempatnya, dan juga cumi juga yang sudah di buka
Aliza hanya tersenyum dan mulai memberesi beberapa sayur dan seisi kulkas yang Zula keluarkan untuk di kembalikan ke dalam kulkas lagi
" Masak nasi dulu aja ya, siang siang gini yang seger seger aja, biar berkeringat, spaghettynya masukkan tempat aja kali ya kak, untuk nyemil nanti malam, " ucap Jihan ngomong sendiri dan Aliza hanya tersenyum menanggapi
Mereka mulai bagi tugas dan bekerja sama untuk menyiapkan makanan, dan mulai menanak nasi, dan mulai masak daging untuk membuat sup daging,
Aliza selesai membereskan sayur dari kulkas, kini mulai membuat minuman segar, seperti jus jeruk kesukaan suami dan juga abah mertuanya
Sedangkan Jihan, mulai membuat sambal untuk pelengkap sup hidangan siang ini
Racikan Sup sudah tersedia, mulai dari koll touge, daun bawang, seledri, tomat, dan wortel yang di masak setengah matang, dan tak lupa daging yang sudah di rebus dan di potpng dadu juga sudah tersedia di nampang arau tempat lauk
Sedangkan kuahnya masih di atas kompor karena batu saja masak,
" El.... Ayo nak kalau mau makan, " teriak Jihan memanggil El yang sedari tadi sibuk karena lapar
El memang begitu makanya badannya yang dulunya paling kurus kering sekarang yang paling gemuk, walaupun akhir akhir ini dia agak kurusan karena kepikiran mantan
" Abah... Makan dulu yuk" ucap Jihan memanggil Zain juga
" Al Zula, ayo.makan dulu" ucap Jihan lagi semua di panggil
Dan satu persatu mereka semua mendekat pada Jihan , atau ke ruang makan
" Alhamdulillah.... Akhirnya mateng juga" Ucap El duduk di salah satu kursi meja makan
" Adeknya masih bobok La?" tanya Jihan sembari menuang minum untuk suaminya
" Masih aman Mi, jadi Umi sekalian makan deh, mumpung masih bobok Babynya" jawab Zula yang juga ikut duduk
Zula mulai celingukan mencari spaghetty yang sudah dia buka sedari awal, dan juga lauk lauk atau ikan yang sudah dia keluarkan
" Lho udang dan spaghettynya mana Mi kak?" tanya Zula celingukan
" Siang siang, enaknya makan yang seger seger kali nak,. Sup ala mbah uyut ini yang paling seger, tinggal makan berkeringat kenyang terus bobok siang" jawab Jihan santai sambil menaruh nadi pada piring nya
" Yah... Padahal tadi udah Ula siapkan lho kan tinggal masak" ucap Zula dengan penuh percaya diri
" Siapkan apanya? Orang semua di keluarkan, bukannya di siapkan tapi di berantakin" jawab Jihan dan Zula malah cekikikan
" Udah ayo pada makan, kak Liza ayo makan dulu, di ambilkan tuh suaminya, sekalian makan siang " ucap Jihan yang paling perhatian dan ramah pada siapapun apa lagi soal makanan
Kini semuanya sedang asyik menikmati makanan Umi Jihan, yang sederhana tapi sangat nikmat, dan membuat El beberapa kali nambah begitu juga dengan Zula dan Zain, bahkam semuanya
" Setelah makan, karena kami sudah masak, kalian yang cuci piring" ucap Jihan santai dan membagi tugas
" Yah Mi... Katanua habis makan kami bobok, kayak baby Bibi" Bantah Al berprotes
Padahal Al ada maksud tertentu tentunya pada istri tercinta di kamar terindah
" Alah bilang aja mau nina bobok sama Istri, gaya mau bobok kayak baby" sindir El yang tau gimana isi otak Abangnya
" Hahaha... Jangan sirik gitu dong El, yang gagal nikah, gagal kikuk kikuk" jawab Al malah meledek El
El tidak menjawab karena cukup kesal dan memilih untuk lanjut makan, karena emosi juga butuh tenaga
" Pasti yang sana sekarang sedang istirahat dan malam pertama, apa siang pertama ya" ucap Al sengaja memancing El
" Udah dari beberapa bulan yang lalu kali, saat ini sudah gak istimewa lagi" jawab Zula membela El
" Top.. Betul, gak ada istimewa istimewanya, udah di cicil duluan" saut El sambil mengacungkan jempolnya