Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Tilang


Ryan menatap Zula yang tiba tiba masuk di ruangannya dan malah minta izin di saat jam kerja


" Mau keluar kemana?" tanya Ryan lagi


" Kerumah sakit" jawab Zula santai


" Ngapain? kamu gak sedang sakit kan?" ucap Ryan khawatir


" Enggak emang wajahqu kayak orang sakit?" tanya Zula polos


" Terus ngapain ke rumah sakit?" tanya Ryan lagi


" Mau ikut Umiku priksa, " jawab Zula polos


" Umimu sakit apa?" tanya Ryan kepo


" Kepo amat sih..., boleh keluar gak? di izini gak?" tanya Zula kesal


" Enggak... Minta Izin aja kayak gitu" jawab Ryan ikut kesal


" Hehehehe" Zula nyengir dan tadi udah halus aja malah banyak pertanyaan


" Ya Habisnya bapak, kenapa harus kepo sih, mau ikut juga ke Rumah sakit?" ujar Zula kesal


" Udah sana sana Zul, Sana kalau mau keluar, sekalian pulang gak apa apa, loe orangnya aneh mut mutan, mumet gue, udah sana,gak usah balik lagi, besok aja baliknya" jawab Ryan yang justru sudah gak sanggup kalau Harus lama lama berdebat dengan Zula


" Okey... Terimakasih" ucap Zula lagi san melambaikan tangannya saat hendak membuka pintu ruangan Ryan untuk keluar


" Assalamualaikum..." ucap Zula lagi dan langsung pergi meninggalkan Ryan yang sudah pasrah


Zula keluar dari kantor dan berjalan menuju parkiran mobilnya, saat di parkiran petugas kantorendekat padanya, untuk membantu memberi kode pada Zula, karena Bapak tersebut pasti tau kalau Zula mau keluar


Sebelum Zula membuka pintu mobil bapak itu bertanya


" Maaf Neng, kalau boleh tau, sepertinya ini mobil Bu Jihan ya" ucap Pak petugas tersebut sopan


Zula tentu gelagapan dong, karena dia sendiri juga sedang menyamar, eh bapak tersebut mengebali mobil Uminya, yabg ber plat JN 4 LI, Atau Jihan aulia,


" Haduh mampus loe La, salag bawa mobil" batin Zula menggerutuki dirinya sendiri


" Bu Jihan siapa ya pak?" tanya Zula pura pura gak tau


" Istrinya Pak Zain, pemilik perusahaan ini" jawab Pak parkir


" Oh.... Belum kenalan pak makanya saya gak tau" jawab Zula santai dan membuka pintu mobilnya


" Eh.. Neng, maksudnya kok bisa sama eneng?" ucap tukanf parkir lagi


" Oh... Di pinjemin" jawab Zula sambil menutup kacanya dan memundurkan mobilnya tanpa peduli dengan Tukang parkir yang kepo pada urusannya


" Ini mau tak kembalikan kok pak, gak kalau gue nyuri" ucap Zula lagi sambil tersenyum dan memberikan tips untuk tukang parkir tersebut


" Ya Ampun neng, cantik cantik kok gak nyambung" ucap Tukang parkir saat mobil Zula pergi dari hadapannya


Zula seolah sudah mahir mengendarai mobil tersebut, dengan gaya kerennya yang memakai kaca mata hitam agar tidak silau


Sesampainya di rumah sakit tentu mendapat sambutan hangat dari para tukang parkir karena mobil tersebut tidak asing bagi mereka


Bahkan Zula sampai di bukakan pintu segala, dan mereka mengira itu Al yang datang, karena barusan mereka menya but kedatangan Jihan dan Zain


" Lha kok kamu, siapa?" tanya tukang parkir kaget


" Hehehe.... saya Zula pak, mau mengenbalikan mobil Dr Jihan, yang barusan dari bengkel" jawab Zula nyeleweng


" Oh.... Baik, Dr Zula di dalam, dan mana kuncinya nanti saya sampaikan" ucap Tukang parkir lagi


" Oh gitu, ini pak" jawab Zula gak mau ambil pusing, karena sudah kedua kalinya di palak tukang parkir


" Kalau gitu saya permisi dulu" ucap Zula selepas memberikan kunci mobil Uminya pada Tukang parkir tersebut


Zula berjalan ke ruangan keluarganya, sesuai intruksi dari El, yang sudah bersama dengan Abah Uminya


Sesampainya di sana, lagi lagi kena tilang, kayak di jalan aja kena tilang karena melanggar aturan perjalanan


Tapi Zula kena tahan oleh penjaga kamar Jihan, yang di jaga ketat oleh pengawas, ya namanya pemilik rumah sakit, tentu yang special dong, dan ada penjagaanny juga, sultan mah aman


" Maaf Dek ada yang bisa saya bantu?" tanya Sang penjaga menahan Zula


" Saya mau masuk pak" jawab Zula polos


" Maaf, ini kamar khusus pemilik rumah sakit, jadi tidak bisa sembarang orang yang masuk" jawab salah satu dari mereka


" Emang wajah saya seperti orang sembarangan ya pak?" tanya Zula balik


" Maaf, tapi selain keluarga Dr Jihan di larang masuk, dan maaf adek siapanya?" tanya Pak penjaga lagi


" Ya Allah ya Allah... Ini lah nasip anak tak di akui" batin Zula sambil menepuk keningnya sendiri


Zula mengambil ponselnya dan menelfon Zain yang ada di dalam


" Assalamualaikum bah, Ula kena tilang" ucap Zula kesal


" Ha... Kena tilang di mana ? kok ada ada aja" jawab Zain panik dan langsung berjalan keluar


Ya jelas dong panik, anak kesayangannya yang baru saja bisa mengendarai mobil, dan belum mempunyai SIM, kemungkinan besar kena tilang itu pasti


" Astagfirullah...." ucap Zain saat membuka pintu dan mendapati Zula yang ternyata ada di depan pintu, dan nyengir


" Ayo masuk" ucap Zain dan mematikan sambungannya


Zula nyengir dan membuat bingung kedua penjaga tersebut, apa lagi Zula yang malah melambaikan tangannya pada penjaga tersebut


" Assalamualaikum...." ucap Zula saat masuk


" Waalaikumsalam.." jawab El dan Jihan yang ada di dalam


" Belum mulai kan?" tanya Zula salim pada Uminya dan Abangnya, karena saat sampai di dalam Zula juga langsung salim pada abahnya


" Belum nungguin elo, lama banget" jawab El sambil menyiapkan sesuatu


" Banyak tilangan" jawab Zula santai dan duduk di sebelah uminya


" Tilangan? kok bisa? makanya kalau belum punya SIM jangan bawa mobil sendiri, ketilang kan, terus gimana STNK umi, siapa yang mau ngambil" omel Jihan pada anak gadisnya


" Umi Ih.... Jangan ngomel ngomel dong, kasian baby di dalam perut Umi, yang ada nanti bawaan dalam kandungan suka ngomel kayak Umi" jawab Zula sambil mengelus perut Uminya lembut


" Ya Habisnya kan di bilang kalau belum punya SIM, jangan bawa mobil sendiri, merengkel, " jawab Jihan lagi makin ngomel


" Bukannya di tilang polisi Lho Mi..." jawab Jihan lagi


" Jadi?" kompak ketiganya kaget, siapa lagi kalau bukan El Jihan dan Zain


" Tuh si rese Ryan, habis itu tukang parkir kantor, habis itu tukang parkir rumah sakit, terus penjaga pintu Umi, kesal gak, empat kali tilang Mi, karyawan abah Umi sendiri, yang menilang Zula, " jawab Zula sambil kesal


" Sepertinya Zula salah bawa mobil, dan nasib sebagai anak gak di akui di keluarga ini, makanya pada Heran, pada Heboh, " Kesal Zula lagi dan membuat mereka tertawa


Pasalnya yang tidak mau mengakui itu Zula, bukan keluarganya kalau Zain jihan Al dan El, tentu siap mengumumkan Zula melalui kongpres yang siap menyorotnya


Tapi Setiap kali Zula mengeluh dan Zain siap mengumumkan, Zula selalu nyengir dan menahan Abahnya


" Ceritanya gimana?" tanya Jihan penasaran karena dia yang mempunyai mobil


Kemudian Zula menceritakan semuanya dan membuat suasana ruangan itu makin rame dengan suara gelak tawa keluarganya, apa lagi mendengar jawaban dan alasan Zula yang nyeleneh pada setiap tilangan dari karyawan abah dan Uminya


" Ciee.... Yang di perhatikan dan di khawatirkan Ryan" ucap El menggoda Zula