Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ternyata Idola


Kedatangan mereka tentunya menjadi pusat perhatian


Selain dokter muda yang tampan itu, yang menjadi idola para kaum hawa, karena saat Reuni seperti ini dari para alumni sering salfok sama El , pas El main hadroh, sambutan dan lain sebagainya


Sosok santri Viral, saat mengikuti Wisuda Bis sab'ah, dèngan suara khas dari Umi Jihan dan Abah Zain, dan menjadi santri yang di nanti nanti para alumni


Pandangan para santri putra yang berada di dekat pintu utamapun tak berkedip melihat wajah cantik adek dari Artis ALJQ pada waktu itu


" Monggo Kang" Ucap Santri putri yang menjaga daftar tamu


" Oh.. Iya.." Ucap El mendekat


Tangannya tak lepas menggandeng Zula, secara ya adek pwrempuan satu satunya takut di tarik sama santri putra, padahal mana bisa juga kalau di kalangan pondok seperti ini


" Ula isi juga bang?" tanya Zula pada El


" Selain alumni isi Juga mbak?" tanya El pada santri yang berjaga


" Oh iya, silahkan mbaknya" Ucap santri tersebut


" Baik terimakasih" jawab Zula lbut dan santun


Zula mulai mengisi dan tangannya masih terus di gandeng sama El tanpa mau di lepas


" Hust.. Hustt... El El" panggil salah satu teman El


El menolah dan mencari asal suara, di belakangnya pas melihat kawan sekamarnya dulu


" Istri?" tanyanya dan El menggeleng


" Adek gue" jawab El santai dan kembali ke arah Zula


" Udah?" tanya El dan Zula mangangguk


" Mau sama santri putri apa sama Umi Ilma, di sana sepertinya ada Umi Naifa juga, " tanya El karena tau Zula belum kenal para santri dan alumni putri, dan mending sama keluarga ndalem juga


" Sama Abang aja" jawab Zula sambil menaik turunkan alisnya


" Eh... Jangan dong, Abang gak mau Loe jadi pusat perhatian" jawab El gak rela


Zula malah tertawa dan segera menutup mulut karena sadar jadi pusat perhatian beneran


Semua mata sedari tadi melihat ke arahnya dan Malah Zula sengaja tersenyum dan melambaikan tangannya kemudian memberi salam ramah dengan mengangkupkan kedua telapak tangannya


" Ih... Gak usah narsis La" kesal El dengan menyenggol Zula


" Memberi kebahagiaan pada orang lain itu salah satu nikmatyang mereka dapatkan bang, " jawab Zula dan El langsung menarik tangan Zula


Kalau sampai di luar terus yang ada adeknya makin narsih dan mengundang ketertarkan pada santri putra


Kini El menarik Zula masuk ke halaman asrama putri, ya karena Ndalem Abah Tasim tepat di sebelah asrama putri, jadi mau gak mau harus melewati para alumni dan santri putri juga


" El El datang" Ucap salah satu makin Heboh


" El..... El.... El.." Teriakan para santri putri dan Alumni


El hanya mengangguk dan melambaikan tangannya sehingga membuat mereka makin meriah dan Heboh


" Sepertinya dulu pernah jadi idola?" tanya Zula saat berjalan dan di gandeng El


" Bukan dulu, sampai saat ini kan masih idola" jawab El ikut narsis


" Yee... Narsis.." kesal Zula menonyor kepala abangnya


Sampai mereka di depan pintu ndalem yang cukup rame karena ada beberapa santri yang masih sowan makanya acara belum di mulai


" Lho masyaallah... Putri sholehah " Ucap Naifa yang sebelum El dan Zula salam sudah heboh melihat Zula yang terlihat sangat cuantik


Naifa langsung keluar dan memeluk Zula.


" Assalamualaikum Umi" Ucap Zula lembut dan membalas pelukan teman Uminya dulu


Kemudian Zula mencium tangan Naifa, dan kembali cipika cipiki


El pun ikut bersalaman dengan Naifa dan di persilahkan untuk segera masuk


" Assalamualaikum" Ucap El dan Zula


" Waalaikumsalam.." jawab Mereka yang ada di dalam sana


" Masyaallah El... Zula, sampai sini juga ini cantiknya masyaallah, kayak Uminya" Ucap Tasim saat Zula bersalaman kepadanya


Tasim langsung melirik ke arah Ilma, dan kemudian tertawa


" Hehehe.. Masak kayak Umi Ilma, ya lucu, orang putrinya Umi Jihan kok" sambung Tasim dan Ilma cemberut


" Lebaran baru beberapa Hari mas Tasim, gak usah cari huru hara" ucap Naifa menegur sepupunya itu


" Hahaha.. Kemaren, gara gara ucapan Al, Abah sampai puasa ngomong dari rumahmu sampai rumah El" ucap Abah Tasim bercerita dan bergurau


Karena bener setelah Al berkata runi sama mantan, Ilma dari rumah Zain sampai rumahnya sama sekali tidak ngomong apa apa, dan malah tertidur


El yang menjaga sikap tentu hanya tersenyum dan gak mungkin ikut ngobrol,


" Umi ketiduran El, makanya Abahnya puasa ngomong" jawab Ilam ngeles


" Masyaallah sudah mau silaturrahmi tempat Umi sama Abah Ya, " Ucap Ilma lembut pada Zula


" Sama sama Umi, Zula juga seneng bisa silaturrahmi sowan sampe sini" jawab Zula lembut


Tak lama, Fahri juga ikut gabung setelah dari kamar mandi dengan menuntun anaknya yang paling kecil


" Lho... Assalamualaikum Putri Abah ini" Ucap Fahri mendekat pada Zula dan menyalaminya


" Putri Abah Putri Abah, memang ikut bikin" Elak Tasim pada Fahri


Zula hanya tersenyum dan kini memangku anak kecil dari Farhi


" Ya enggak... kan mau tak ambil jadi mantu, jadi anak juga dong" jawab Fahri santai


" Gak dapat emboknya, dapat anaknya jadi menantu gak apa apa dong" tambah Fahri lagi


" Jangan dong Bah, dapat brondong dong jadinya" jawab Zula santai dan mereka tertawa bersama


" Ya kalau mau gak apa apa" jawab Fahri sambil menaik turunkan alisnya


" Kamu mau mad sama mbk Ula?" tanya Zula pada baby kecil yang di pangkunya


Baby kecil tersebut mengangguk dan makin membuat tawa yang ramai di dalam ruang tamu tersebut


Zula memang sudah kenal dekat dengan keluarga teman teman Uminya,


apa lagi kalau sama Naifa, dia pas di Jakarta sama Abah dan Uminya, sering kali berjumpa makan siang bareng apa makan malam bareng jadi mereka sudah saling akrab


" Kalau gitu El permisi sama teman dulu ya bah, mohon maaf, nitip Zula, sama Umi Naifa dan Umi Ilma" ucap El sopan dan pamit serta menitipkan adeknya


" Tak bawa pulang Jakarta aja ya El" ucap Naifa bercanda


" Gak apa apa Mi, bawa aja, kasih makan sama Buaya di lobang Buaya" jawab El keluar candaannya


" Jangan dong... Cantik cantik di kasihkan sama buaya" jawab Naifa dan El tersenyum


" Entah tuh, Abang gak jelas ya begitu Mi, gitu aja dulu rebutan sama Bang Al lho" jawab Zula dan El langsung pamit dari pada flasback yang akhirnya membuka aib Abahnya


Zula masih di dalam dan ngobrol sambil nunggu acara di mulai,


" Umi sama Abah gak kesini nanti La?" tanya Fahri pada Zula


" Kenapa? Tanya tanya, kangen sama mantan kekasih,?" Ucap Naifa ketus