
Keakuran keduanya semakin ada peningkatan, hari demi hari pertengkaran yang dulu terjadi sekarang menjadi tawa yang memenuhi ruangan di lantai paling atas gedeung tersebut
Zula sudah 3 bulan menjomblo, dan dia sangat menikmati masa Jomblonya apa lagi di kelilingi sama orang orang jomblo lainnya
Saat di kantor ada Ryan yang Jomblo, dan di rumah ada El yang jomblo yang selalu menemani kesendiriannya yang biasa menghubungi Maul sekarang hidup sibuk dengan aktifitas Off line
Keakraban mereka justru membuat Irfan galau, karena musik Rock and Roll dari Zula dan Ryan sudah tidak di dengar olehnya
Seperti kali ini Ryan dan Zula sedang bekerja bersama di ruangan Zula, dan Irfan menunggunya di depan pintu
" Berantem dong" ucap Irfan tiba tiba
Membuat kedua jomblo itu menoleh ke asal suara
" Kalian kok akur gini, ayo dong berant, kangen nih" Ucap Irfan pada Zula dan Ryan
" Capek" jawab Zula dan Ryan kompak
" Yah... Gak seru lho," Ucap Irfan memang dasar orang tua satu ini suka banget jado konpor dan jelmaan setan
" Sini sini kumpul sini pak Irfan , viar seru" jawab Ryan santai san Irfan mendekat
" Sama sama Jomblo kok akur" Cibir Ryan membuat mereka semua tertawa ngakak
" Karena kejombloan ini yang membuat kita akur pak" jawab Ryan sudah mulai nyaman dengan sikap asli Zula yang ternyata sangat hamble
Beda jauh, bahkan sudah berbanding balik dengan sikap yang sebelumnya sering marah marah emosinan dan sering bertengkar
Kenyamanan ini bukan hanya Ryan yang merasakan tapi juga Zula, tapi mereka masih belum tumbuh perasaan cinta karena Zula masih trauma dengan yang namanya jatuh cinta
Irfan sebenarnya mau ada yang di sampaikan sama Zula tentang perwakilannya pada Al yang hendak ke Australia
Tapi dari pada Ryan curiga Irfan memilih untuk ngobrol dan membajas tentang beberapa pekerjaan yang aakn di bahas siang nanti
Karena biasanya ada pertemuan di akhir tahun tentang kedepannya masalah kemajuan tahun depan
Karena saat ini sudah di akhir tahuna dan pergantian tahun tinggal beberapa hari lagi jadi sebelum akhir tahun ya mereka perlu banyak persiapan juga sebelum liburan akhir tahun
" Jadi gaji ke 13 turun dong Pak" Sindir Zula pada Irfan sebagai direktur keuangannya
" Gaji ke 13 kan udah di kasihkan saat lebaran kemaren Ula, kemaruk banget" Jawab Irfan menyangkal dan Zula tertawa
" Ya mana tau ada misi liburan akhir tahun, dapat uang saku kan lumayan" jawab Zula santai
" Eh.... Jatah liburan kalian udah kepotong kemaren setelah pertemuan di Turki, 3 minggu gak balik kemana aja?" bantah Irfan lagi
" Ya itu kan komisi kami, ya gak pak Ryan, gak ada hubungannya dengan gaji ke 13 ya pak Irfan" jawab Zula masih menyangkal
" Mana komisi, komisi kita belum keluar kali La" jawab Ryan karena saat kemaren Zula dalam fase galau dia biaya pake uang pribadinya
" Lha jadi kemaren bukan pake uang komisi kita?" tanya Zula kaget
" Mana pak Irfan tuh pelit banget" jawab Ryan menyalahkan Irfan
" Gak gak.. Maksud gue kemaren pake uang siapa? Pake uang elo?" tanya Zula karena merasa gak enak
" Lha jadi? " tanya balik Ryan paling males bahas masalah uang
Bagi dia tuh gak enak gitu bahas masalah materi kadang hal itu jadi sensitif banget dan takut jado masalah apa lagi sampai di anggap peritungan
" Ya Allah.. Sorry gue gak tau, gue kira kita langsung dapat komisi, jadi berapa nih, gue Transfer ya, gue jadi gak enak gini" ucap Zula makin merasa gak enak
" Lebay amat sih loe La, lagian loe bukan liburan sendirian tapi kan sama gue dan keluarga gue juga, gak usah di bahas, gue gak kekurangan uang" jawab Ryan santai dan ilfeel dengan masalah peruangan
" Beneran nih pak, gue gak enak lho, gak modal" jawab Zula baru mengetahui
" Udah gak apa apa Lho La, sesekali juga, Ryan sengaja memang, membuat Loe tetap Happy, takut loe setres malah dia kualahan kerja sendiri" jawab Irfan tukang kompor
" Enggak juga deng La, gue gak mau kalau melihat patner gue yang lagi berhasil berhasilnya harus down dan hilang semangat, udah gak usah di bahas masalah duit" jawab Ryan mengalihkan ke yang lain
Zula terdiam sejenak, hal itu pernah dia dapatkan dari Maul yang gak pernah perhitungan masalah harta, tapi semenjak tau kakek dan neneknya Zula sudah gak percaya lagi
Dan baru kali ini dia nemu teman tanpa pamrih dan los alias loyal sama dia, kalau dulu sama ucup Zula maklum karena Ucup orang biasa biasa saja
" Gue jadi jangen Ucup, apa kabar dia ya?" batin Zula karena sudah lama gak menghubungi Ucup, terakhir beberapa waktu lalu saat dia sedang menghadapi masalah besar
Ucup tahu dan Ucup langsung mengajak istrinya datang kerumah Zula untuk memberi semangat dan menghiburnya
Dan setelah itu Zula izin untuk makin menyibukkan diri dengan kegiatannya di kantor jadi jarang kontekan sama Ucup
Dan Istri Ucup saat ini sudah melahikan beberapa waktu lalu, itu kabar terakhir karena Zula di kirimi foto anak dari Ucup, cuman Zula belum sempat menengok bayinya, karena sibuk kwrja dan apa lagi bentar lagi dia juga mau gantiin Al untuk ke Ausyralia, karena Aliza sudah hamil besar dan gak mungkin di tinggal
" Nanti gue cairkan" jawab Irfan membuat Zula dan Ryan bertod Ria
" Mayan untuk liburan akhir tahun" Jawab Zula dan Ryan tertawa
" Mau kemana?" tanya Ryan santai
" Hahaha... Gak tau jomblo kemana sih? Duduk manis di rumah, " jawab Zula tertawa
Mereka lanjut bercanda dan tertawa bersama sama
Setelah itu mereka istirahat makan siang, cuman Ryan pamit untuk pergi sholat duluan, karena Zula sedang datang bulan, Irfan di ajak alesan sebentar karena mau bicara sama Zula
" Loe jadi gantiin Al ke Australia gak La?" tanya Irfan saat Ryan pergi
" Jadi lah, istrinya sudah mau berojol gitu, makanya mana dong Om komisinya, jangan pelit pelit nanti" jawab Zula sambil menadahkan tangannya
" Elo La, Komisi kan ya masuk ke rekening elo juga, ini perusahaan Elo, seharusnya gue yang minta sedekah sama Elo" jawab Irfan membalikkan pada Zula
" Yah lain lah, ini masih jadi milik Abah, derekturnya masih Abah, Gue cuman asisten, masuk ke Abah juga lah" bantah Zula yang masih merasa jadi karyawan
" Ya minta nanti sama Abahmu kalau kurang" jawab Irfan santai
" Terus udah loe urus masalah berkas yang di bawa untuk ke Australia?" tanya Irfan karena biasanya Irfan yang ikut mendampingi
" Belum sih, nanti rencananya, gimana? Gue pergi sama Siapa nanti? Gue liburan sudah tapi kalau ke sana sendiri apa lagi untuk bisnis belum" jawab Zula terus terang
" Gue sebenarnya sudah pengen pensiun lho la, tapi kok Loe belum mandiri gitu, Om udah tua udah capek" Ucap Irfan malah curhat
" Pensiun pensiun lah Om,.. Gitu aja repot" jawab Zula santai
" Masalahnya Elo belum Nilkah, Al juga sering gak aktif, gue belum ada gantinya, aturan kan Elo kemaren jadi nikah, gak jomblo kayak gini, jadi Maul bisa gantiin posisi gue" jawab Irfan membahas tentang Maul lagi
" Gak usah bahas dan sebut nama itu om " Tegas Zula menyangkal.
" Okey sorry, jadi gimana? Om mau liburan nih La, loe bisa gak pergi sendiri, biasanya Al pergi sendiri lho" Ucap Irfan yang sebenarnya gak bisa menemani
" Atau enggak.. Elo pergi aja deh sama Ryan, gak apa apa ya, suruh nemeni aja, dia gantian jadi asisten loe, " tambah Irfan pada Zula
" Om Irfan males ya nemani Zula, kami sama sama polos om, gak tau tentang masalah pendidikan, kalau gue di sana plongak plongok gimana? " tanya Zula lagi masih ragu
" Coba deh nanti gue tawarkan dulu sama Ryan, nanti ada anggaran untuk pergi dua orang gak" ucap Zula karena dia sendiri belum mengetahui tentang konsep kerja samanya
" Okey terserah, dan Loe datang aja nanti ke kampus gimana konsep kerjasamanya apa yang mau di ajukan, kalau sudah faham kan enak nanti untuk tambah pengalaman baru" Ucap Irfan dan Zula menyetujui
Sore harinya setelah selesai meeting dan dapat dana Komisi Zula dan Ryan pulang dengan mobil masing masing, karena liburnya masih seminggu lagi dan entah beberapa hari lagi
Zula sudah janjian dengan Al untuk pertemuan di kampus dimana tempar Uminya dulu kuliah dan Abahnya mengajar di sana
Sesampainya di kampus Zula sudah di tunggu oleh Al di parkiran dan mereka lanjut berjalan ke tempat meeting
Di sana sudah berkumpul para dosen dekan dan juga rektor, Zula datang dan bersalaman kepada mereka dengan santun dan penuh kewibawaan
Sesaat kemudian acara meeting langsung di mulai, pertemuan ino biasanya pagi atau siang, karena Zula baru selesai kerja sore, makanya mepet banget jam 4 sore baru di mulai mungkin magrib siap sesuai perkiraan nantinya
Setelah MC mulai Al langsung berdiri untuk memperkanalkan Adeknya yang akan mewakilinya nanti
" Assalamualaikum wr wb.., Sebelumnya saya haturkan terimaksih atas waktunya , dan saya memohon maaf karena saya tidak bisa mewakili untuk pengajuan hal ini, tapi seperti janji saya, saya akan di wakili adek saya, Ini Nazula Lailal Musthofa, adek perempuan saya, " ucap Al terhenti dan Zula berdiri dan mengangguk hormat
" Silahkan lanjut La" Ucap Al pada Zula
" Siap terimakasih" jawab Zula santai tanpa gugup dan berdiri di hadapan para profesor ,
" Langsung saja, perkenalkan saya Nazula Lailal Musthofa, adek kedua dari Abang saya, Al Musthofa dan anak ke 3 dari abah Zain, yang mungkin sudah lebih di kenal, maklum ya saya orangnya masih sering ngumpet dan jarang tersorot jadi mungkin jarang yang mengenal saya, ya karena saya sendiri selain jarang di rumah, dan sedari kecil memang sudah balajar di luar jadi banyak yang belum kenal, " Ucap Zula langsung to the poin
Kemudian Zula yang mengagetkan para peserta meeting dengan kehadirannya yang mengakui anak perempuan dari Zain,
Awalnya mereka ragu, bisa di percaya apa cuman gimik, cuman saat Zula menjelaskan tentang dirinya apa lagi saat pembahasan tentang kontrak kerjasama antar University Zula langsung faham tanpa ada yang di sangkal
Bahkan otak cemerlang Zula menciprakan ide ide yang makin mengagatkan mereka,
Tidak ada penjelasan yang Zula tidak faham, sekali mengucap bahkan belum selesai menjelaskan Zula langsung faham dan bisa menyaut apa yang mereka sampaikan, jadi tidak butuh waktu lama untuk membahas tentang kerja sama yang di mana belum pernah Zula pegang sama sekali
" Kalau gini saya percaya kalau ini adalah titisan Ibuk Jihan" Ucap pak Rektor yang kenal dengan Jihan semasa menggantikan Zain waktu itu
" Kenapa Bapak? Sebelumnya masih ragu saya siapa?" tanya Zula sambil bercanda
" Ya iya, kok tiba tiba ada bidadari hadir, tapi kalau seperti ini saya yakin ini Penerus ibuk Jihan" jawabnya dan membuat Zula tertawa
Di Rumah sakit El sedang berada di ruangannya, tiba tiba tanpa ketukan dan salam Heny masuk sambil menangis