
Kini Zula sudah semakin tenang, karena ada sosok orang orang yang selalu ada untuknya, kedua orang tuanya dan juga saudara lainnya
Dan kini mereka sudah kembali kerumah KDS, Sempat Zain mengajaknya berlibur agar Zula bisa melupakan masalahnya, Cuman Zula menolak dia hanya butuk aktifitas saja
Dan seperti pagi ini dia berangkat ke kantor dan seperti biasa dia mengendarai mobil sendiri
Awalnya Zain meminta dia untuk di rumah tapi Zula menolak dengan alasan kalau dia di rumah yang ada makin suntuk dan kepikiran Maul lagi
Zula benar benar gak bisa memaafkan Maul, dan entah sampai kapan,
Menurut Zula Maul adalah orang yang gak mau berkorban, dan percuma cinta tanpa pengorbanan
Sesampainya di Kantor Zula langsung menemui Ryan, Zula tau semua ini karena Ryan yang mengadu pada keluarganya
" Assalamualaikum.." Ucap Ryan yang sudah duduk di kursinya
" Waalaikumsalam..." jawab Ryan masih sibuk mencari berkasnya
Tanpa permisi dan menunggu di persilahkan oleh Ryan Zula langsung duduk di bangku hadapan Ryan
" Tumben ke sini" Ucap Ryan pada Zula
" Tumben tumben... Loe ember" Ucap Zula kesal
" Enak aja.. Ember apaan? Plastik?" tanya Ryan lagi sama sekali gak menatap Zula dan masih sibuk sendiri
" Eh... Gak usah di alihkan, Gue di sini, kalau ada orang ngomong di lihat Pak Ryan" kesal Zula pada Ryan
" Gue masih dengar Ula, tanpa menatap loe, gue gak tega lihat muka loe yang melas itu" jawab Ryan santai dan sama sekali belum melihat Zula
" Asem.... " ucap Zula kesal
" Kecut dong.." jawab Ryan malah ngebanyol
" Pak Ryan" ucap Zula lagi
" Apaan sih panggil panggil kangen, ?" tanya Ryan masih lanjut
" Gue tuh lagi cari berkas La... Coba loe bantu dulu , ini untuk bahan meeting nanti siang" jawab Ryan yang awalnya gak enak mau merepotkan Zula dan akhirnya berbicara
" Bilang kek dari tadi, orang berkasnya masih sama gue, belum gue kirim apa lagi di cetak" jawab Zula santai dan mengambil laptopnya dari tasnya
" Kenapa Loe gak bilang dari tadi sih" ucap Ryan kesal
" Bapak gak nanya" jawab Zula santai dan mulai menyalakan laptopnya
Kini Giliran Zula yang sibuk dengan laptopnya dan Ryan yang memandangi Zula
" Tadi loe bilang gue ember kenapa La?" tanya Ryan gantian
" Iya.. Bapak Ember, ngapain pake cerita sama bang El dan bang Al, ngamuk semuanya" ucap Zula langsung menghentikan aktifitasnya dan menatap Ryan balik
Zula makin melotot kesal karena gara gara Ryan mereka jadi tau semua dan nambah masalah
" Ngamuk sama siapa?" tanya Ryan balik
" Sama Maul lah, sama siapa lagi?" jawab Zula masih kesal
" Ya bagus lah, kan semuanya jadi selesai, dari pada taunya di akhir kan malah makin lama masalahnya gak selesai selesai, " jawab Ryan malah membela
" Kok loe gak cerita?" tambah Ryan lagi
" Cerita apaan? Loe mau apa?" tanya Zula lagi
" Ya tau gitu gue juga ijut dia lah, mau beri lah sesekali selentikan pada ginjalnya" jawab Ryan santai
" Usah ancur dia, tapi loe kenapa bisa bilang sama tuh abang gue sih?" tanya Zula lagi
" Abang Elo yang mana?" tanya Ryan masih belum tau sebenarnya
" Bang El sama Bang Al lho" jawab Zula lagi
" Abang angkat kali La, jangan sok memiliki loe" jawab Ryan yang menyalahkan Zula
" Iya terserah" jawab Zula baru sadar kalau Ryan belum tau siapa dia sebenarnya
" Mereka yang mendesak gue, kemaren, gue bilang lah, mereka langsung marah telfon Maul, dan gue kira dia gak berani datang, Eh ternyata datang toh, tau gitu gue ikut di sana sebagai saksi dan kompor" jawab Ryan langsung membuat Zula melotot tajam ke arahnya
" Hahahahaha...." Tawa Ryan memenuhi ruangannya
" Santai aja kali La, slow , Gue bercanda, terus BTW gimana tanggapan orang tua elo tentang Maul yang sudah menikah?" tanya Ryan lagi
Dan gak mungkin Zula bercerita tentang pembatalan kontrak kerja, karena setahu Zula, Ryan sama sekali belum tahu kedua orang tua Zula yang sebenarnya
" Ya... Kami kan orang misqueen ya Pak, semua di pandang sebelah sama orang kaye, jadi gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, dan harus di nikmati, dari pada di buang basi" jawab Zula lagi merendah
" Ya begini ya jadinya orang misquuen ya pak Ryan, gak punya kuasa dan hanya di injak injak di remek remek, dan di peltet pletet, kalau cinta dan jodoh hanya memandang harta" jawab Zula malah mengalihkan pada nenek kakek Maul yang memandang dengan harta
" Terus terus?" tanya Ryan masih kepo
" Udah gak perlu di bahas, intinya itu, kalau semua di lihat dari harta, Orang Misquuen gak ada guna" jawab Zula menyudahi ceritanya
" maksudnya dia gak kasih penjelasan tentang apa gitu? Kenapa dia tiba tiba menikah tanpa kabar?" tanya Ryan masih penasaran
" Katanya sih di jodohkan, dan kakek neneknya yang menjodohkan, 3 hari sebelum hari pernikahan, dan semua fasilitas di sita, jadi Maul gak bisa kemana mana, yang jodohkan kakek neneknya, " jawab Zula mulai buka suara dan bercerita
Secara Ryan sebagai saksi matanya, dan gak ada salahnya kalau tau tentang itu
" Lho memang kakek neneknya gak tau kalau Maul udah punya tunangan ?" tanya Ryan lagi
" Entah.. Pas kemaren tunangan mereka masih tinggal di Amerika, dan gue gak pernah di kenalkan, ya karena gue misquueen, apa daya sih pak" jawab Zula masih merendah
" Jadi dapat yang kaya kan impian mereka, tapi bukannya cinta butuh pengorbanan ya pak?" tanya Zula kembali galau
" Ya bener, kalau gue La, kalian sudah tunangan, dan harus di pertahankan, masalahnya gak sebentar lho kalia menjalin hubungan, kalau gue rela mati kalau harus menyakiti hati wanita yang gue cintai, biar gue di bunuh gak apa apa asal wanita gue gak sakit hati karena penghianatan gue" jawab Ryan so sweet dan sangat gantle
" Ya apa daya pak Ryan, kan berkorban untuk eanita misqueen seperti gue gak ada gunanya, gak ada manfaatnya, gak ada untungnya, ya... Mungkin ini yang namanya petunjuk Allah untuk gue, biar bisa menemukan yang lebih baik lagi, lebih tulus lagi, dan bisa menerima gue apa adanya" jawab Zula masih tetap merendahkan dirinya sendiri
" Sabar ya La... Loe sekarang nikmati ke jombloan elo, tos dulu kita sama sama Jomblo" Ucap Ryan mengajak Zula ber tos ria
Plak...
Zula menanggapi dan tersenyum pada Ryan, sudah saatnya dia kembali ke dunia kesendiriannya lagi tanpa adanya laki laki dalam hatinya kecuali Abahnya
" Biar loe gak bisa ngatain gue jomblo tua lagi La, kan loe akhirnya ikut jomblo juga" tambah Ryan dan Zula tertawa bersama Ryan