
Zain langsung melirik dan cemberut karena seolah gagal untuk berdua sama Jihan
" Abah Ih... " Ucap Jihan menyenggol Zain
" Gak jadi" ucap Zain makin cemberut
" Ya udah nanti malam aja" jawab Jihan dan Zain mulai berubah
" Bayi tuek" kesal Jihan dan menghampiri baby Bibi
__________
Sebulan berlalu, hari ini adalah hari di mana Heny dan El mau berangkat honey moon, ya hari yang El tunggu tunggu tentunya
Berawal dari Umroh dulu bersama Heny dan orang tua Heny, kemudian lanjut untuk berlibur, tapi rencananya orang tua Heny pulang bareng rombongan kalau dia lanjut liburan
Kini El dan keluarga Heny sudah bersiap siap, berangkat dari rumah Heny,
Kalau di rumah Zain sudah sering dan terlalu rane, hampir setiap tahun Abah Uminya pergi baby Bibi juga di ajak,
Tapi rencana selanjutnya nanti pas ulang tahun Alwi Zain mengajak semuanya pergi Umroh
Ya trevel milik sendiri tinggal berangkat aman dan lanjut beribadah
Senua tetangga Heny yang nyinyir berubah bungkam saat tau siapa keluarga El,
Dan kabar miring tersebut seketikan hilang karena sudah 1.5 bulan El menikah Heny gak ada kabar Hamil dan bahkan malah pergi jauh perjalanan umroh
Zain dan Jihan juga ke sana, bersama anak anaknya dan akan mengantarkan El ke bandara
Tangisan kedua orang tua Heny tidak berhenti sama sekali, begitu juga dengan Heny, yang mana sangat kaget dengan kejutan yang El berikan, berawal dari pengurusan pemecahan kartu keluarga dan El sekalian merencanakan itu
El memveri tahu mereka 2 hari sebelum berangkat ke umroh, dan sehari sebelum manasik
Keluarga pak Lurah mencak mencak dan di undang dalam tasyakuran justru tidak mau datang sama sekali, mereka kalah telak
Kini Zain berdoa sebelum mereka bernagkat dan setelah selesai berdoa mereka semua berangkat ke bandara
Karena jamaah umroh lainnya berkumpulnya di bandara
" Ciee.. Yang mau honey moon," ucap Zula saat nyetir bersama El dan Heny serta Aliza dan Al di sana
Zain bareng dengan kedua besannya,
" Gue nanti nyusul lah ya" Ucap Al yang mangku baby Bibi
Entah kenapa Baby Bibi tidak mau sama Zula pagi ini, gara gara Zula langsung pakai baju kerja rencana habis nganter El dan keluarganya langsung ke kantor
Baby Bibi awalnya di beri pengertian oleh Jihan, di saat kakaknya pake baju kerja saat ya baby di rumah sama kakak dan Umi
Jadi di saat abang kakak dan abahnya pake baju kerja baby Bibi tau dan bahkan gak mau ikut mereka, al hasil Zula yang nyetir
Dan ikut Umi Jihan juga gak mau karena gak bareng sama baby Alwi yang sudah bisa di ajak bermain olehnya
" ikut gak La?" ucap Al di sebelahnya
" Enggak... Gue honey moon sama siapa? Jomblo akut gue, " jawab Zula tetap santai
" Sama patner kerjamu lah, kan musuh jadi bestie" jawab El santai dan menyindir
" Apa hubungannya, emang gue apanya dia, orang dia aja sibuk kerja bayar utang" jawab Zula apa adanya
" Iya sih , gara gara elo tuh la" ucap Al lagi
" Gue udah bilang dia gak peduli dan malah bilang jangan bahas, ya gimana? Jangan buat gue kembali merasa bersalah dong," jawab Zula gak enak lagi
Mereka terdiam dan gak menjawab lagi karena tau gimana perasaan Zula saat ini, Zula juga pernah merasa sangat bersalah dan bahkan menangis di hadapan kakak iparnya dan juga Abangnya
" Makanya gue gak mau ambil cuti sama sekali, ya dia berharap gue bisa kerja sama dengan baik dengannya, dan nyaman lah, gak ngereok lagi" jawab Zula dan mereka mengerti
Mereka lanjut ngobrol yang lain, dan sampai di bandara setempat
" Pulang honey moon langsung jadi" Ucap Zula dan di aminkan mereka
" Punya ponakan lagi, biar makin rame" Ucap Zula lagi dan mereka semua tersenyum
PERJALANAN CINTA El sudah berlabuh di pelabuhan hati Heny, yang selaly menunggu hati El agar bersandar di hatinya
____________
Setengah tahun yang lalu dia sudah melunasi hutangnya dengan perusahaan, dan kini dia berlahan mulai bangkit untuk kembali bisa tinggal di rumahnya sendiri, senggaknya gak di mess lagi, dan gak bawa motor orang lagi dan biar bisa beli mobil sendiri lagi
Kedekatan Ryan dan Zula semakin dekat, dan mereka benar benar merasakan kenyamanan yang sangat nyaman
Bukan hanya nyaman sebagai patner kerja, sebagai sahabat dan juga keluarga
Satu persatu rasa nyaman berubah manjadi hal yang lebih indah lagi, yaitu rasa cinta
Zula sudah move on dari Maul, dan bahkan sudah lupa kalau dia punya kenangan indah bersama dengan Maul
Aktifitasnya dan perhatian dari Ryan yabg terus tertuju padanya mampu membuat Zula kembali seperti Zula yang dulu, Zula yang sebenarnya dan membuat Zula juga lama kelamaan jatuh Cinta pada Heny begitu juga sebaliknya Membuar Ryan yang jatuh cinta dengan Zula
Beberapa hari yang lalu Zula di ajak Ryan untuk beli mobil lagi, tapi sayang mobil yang Ryan tuju masih indent dan harus pesan dulu
Yang awalnya bermaksud beli mobil kalau dia mau ngajak Zula jalan biar bisa pake mobil, tapi masih harus nunggu lama
Kini mereka lembur sampai malam karena akan ada pertemuan besok pagi di Jakarta,
Dan renacana Malam ini Zula nginep di hotel saja biar gak kelamaan toh barangnya udah di bawa juga,
Apa lagi di rumah gak ada siapa siapa, semua keluarganya pergi Umroh, untuk ulang tahun baby Bibi yang ke 3, bersama kedua kakak iparnya dan juga kedua abangnya
Heny masih kosong hingga saat ini, belum di karuniai anak, setelah 2 tahun lebih menikah, mereka juga masih berusaha yang terbaik agar bisa mempunyai keturunan, dengan cara program kehamilan
" Alhamdulillah.. Selesai" Ucap Zula saat berhasil menyelesaikan kerjaannya
" Capek gak?" tanya Ryan pada Zula
" Hem... Gue santai, elo gimana capek juga?" tanya Zula balik
" Enggak pernah capek kalau ada elo di hadapan gue" jawab Ryan yang sebenarnya sudah deg degan
" Widih... Malam malam gombalan keluar" Gurau Zula yang aslinya udah deg deg ser di gombali Cowok yang namanya mulai mengisi hatinya di beberapa bulan terakhir ini
" Kelamaan jomblo begitu ya" Ucap Zula menatap Ryan dengan gurauannya yang tidak pernah surut
Ryan masih terdiam dan hanya senyam senyum sendiri, karena mau mengungkapkan perasaannya rasanya masih ragu, secara dia saat ini lagi mulai bangkit dan gak punya apa apa seperti dulu lagi
" Senyam senyum.. Padamu apa," Ucap Zula dan Ryan langsung tertawa
" Pak Ryan gak pengen gitu cari jodoh, masak udah kepala 3 masih menjomblo aja" ucap Zula yang awalnya kegeeran tapi dia berusaha untuk tidak terlalu Geer
Ryan makin menatapnya, dia bingung mau langsung di ungkapkan apa bagaimana? Soalnya melihat posisinya dia takut gak bisa bahagiain Zula
" Heh.. Bengong... jangan hanya pikir hidup aja pak Ryan, pak Ryan perlu mendamping hidup lho" Ucap Zula lagi dan membuyarkan lamunan Zula
" Kalau loe gimana? Mau gak jadi pendamping hidup gue?" tanya Ryan spontan nitas
Zula langsung membelalak matanya, dan hatinya sudah dag dig dug jeder, jawaban simple dari Ryan cukup mbuatnya gemeteran kalau memang itu beneran
" Bercandanya jangan berlebihan kali pak, haduh gue bocil bisa apa? Merepotkan bapak nanti" Jawab Zula mengelak dan mengira kalau Ryan bercanda
" Nazula...." Panggil Ryan mulai serius
Zula seketika yang upyek terdiam dan balik menatap Ryan yang juga menatapnya
" Nazula lailal Musthofa, Binti Musthofa" ucap Ryan memanggil nama Zula dengan lengkap,
Dan masih belum mengetahui kalau Zula anaknya Zain, melainkan anaknya pak Musthofa
Zula masih terbengong dan berasa gemeteran sendiri karena dia takut kalau dia di PHP sama Ryan
" Maukah kamu menjadi pendamping hidupku, menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak anakku, serta menemaniku sampai ke surga nanti " ucap Ryan menembak Zula
Zula rasanya pengen menangis, gak tau ini apa, intinya dia bersyukur banget kalau memang Ryan benar benar menyatakan cintanya padanya
Karena dia merasa selama ini Ryan yang selalu ada untuknya setelah abang abangnya dan kedua orang tuanya
Yang berkorban banyak untuknya, dengan pengorbanan yany bukan main main
" Kok nangis, sorry gue salah? loe masih ada rasa trauma, Gue minta maaf" Ucap Ryan malah merasa bersalah saat melihat Zula menangis
Zula menggelengkan kepalanya, dan masih meneteskan air matanya
" Bismillahirrohmanirrohim.... Insyaallah gue siap menjadi pendamping hidupmu pak Ryan TR" Jawab Zula dengan bibir bergetar dan tangis yang gak pernah surut
Ryan langsung ikut menangis haru dan berdiri bahkan sampai sujud syukur segala dan tak henti hentinya berucap syukur pada Allah SWT