
Sontak Zula dan Al yang sangat ngantuk, kaget dan langsung mendekat
El sudah mendekat sedari tadi, pasalnya dia yang lebib dekat dengan Abah Hasan
" Mbah... Mbah Abah" Ucap El lembut sambil menepuk pundak Abah Hasan
Zula sudah sangat deg degan, dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, perasaannya selama ini sudah ia coba untuk tetap baik baik saja , tapi kini kembali timbul
" Bantu Bang" Ucap El pada Al dan mambentu membaringkan Abah Hasan
Semua anak dan cucunya mendekat, dan beberapa jamaah yang lain sudah mengkerumuni Abah Hasan yang tiba tiba jatuh setelah mengucapkan kaliam toyyibah
Setelah berbaring El langsung mengecek nadinya, dan beberapa cara yang sudah ia pelajari dulu
" Innalillahi wainna ilaihi rojiun.." Ucap El lembut setelah mengetahui kalau nadi Abah Hasan gak berdeyut lagi dan nafasnya pun sudah tidak Ada
" Mbah Abah......" Teriak Zula yang mana dia satu satunya perempuan yang ada di sana, karena dia sendiri yang di depan karena semua perempuan pada di belakang
" Mbah Abah..... Mbah.... " Tangis Zula semakin pecah dan gak terkontrol lagi
" Innalillahi wainna ilahi rojiun" Ucap semuanya dan Al sudah gak bisa berkata lagi, dan hanya menutup mulutnya
Men nen sedakepkan tangan mbah Abahnya, dan juga merapikan tubuhnya dengan wajah yang begitu tenang dan tersenyum bahagia
Zain sudah gak tau harus gimana, posisi dia saat ini sedang menggendong babi Bibi yang masih terjaga tanpa tertidur sama sekali
" Mbah Abah..... Mbah" teriak Zula makin kuat dan El langsung mendekapnya dengan erat
Jihan sangat kaget dengan teriakan Zula, dan hendak mendekat tapi langsung di tahan Zain dan baby Bibi lagsung di berikan pada Jihan
" Kenapa? Ada apa? Abah pingsan?" tanya Jihan sudah bergetar tubuhnya
" Abah udah gak ada Umi" jawab Zain akhirnya pecah tangisnya
" Bah... Gak mungkin kan ? Bah?" tanya Umi Jihan dan Zain langsung mengangguk
Mau gak mau hal ini pasti akan terjadi, dan gak bisa di tolak dan di tahan lagi
Mau seberapa kayanya manusia , mau seberapa hwbatnya manusia, mereka semua ciptaan Allah, dan akan kembali pulang menghadap Allah lagi
Di hari ini, hari jum'an 2 romadhon, Abah Hasan harus kembali sowan ke Allah SWT,
Orang sholih, akan kembali dengan keadaan khusnul khotimah, dan itu adalah impian setiap kaum muslim
Akhir hidup yang bagus, ya Khusnul khotimah, Abah Hasan di panggil di mana di saat Abah dalam keadaan di Masjid, sedang Jihad fi sabilillah, dengan mengaji dan memberi pelajaran pada para santri dan kaum muslim lainnya, di hari jum'at di bulan yang penuh ampunan, bulan suci Romadhon dan di akhiri dengan kalimah toyyibah yang begitu indah dari lisannya
Masyaallah.. Impian yang maling istimewa bagi manusia, bukan memperbanyak harta benda, tapi meninggal dalam keadaan khusnul khotimah
Hari ini Seluruh santri Al Musthofa, dan seluruh penduduk Kaum masjid Al Musthofa berduka dan menagis mengingat jasa Abah Hasan yang begitu besar pada masyarakat dan santri
Kini Jasad Abah Hasan di angkat oleh Al El dan juga Adam, untuk di bawa ke rumah,
Hamzah langsung meminta pada santri segera membuka pintu dalem dan memasang apa yang di perlukan
Ke tiga cucu tampannya membawa beliau pulang, Jihan sudah memberikan baby Bibi pada santri putri agar di amankan dulu, karena Jihan gak mungkin menani Umi Zahra dengan menggendong baby Bibi
Umi Zahra sudah menangis tanpa suara, berbeda dengan Zula yang sangat syok sampe berteriak seperti tadi
Beberapa menit lalu, suara Abah Hasan mengaji di spiker masjid, kini di ganti dengan suara kabar duka atas meninggalkanya Abah Hasan
Di rumah Ndalem Al Musthofa, para cucu dan juga anak laki lakinya langsung memandikan Abah Hasan, atau mensucikannya
Jihan Dan Zula masih menemani Umi Zahra yang berada di tempat dimana nanti jasad Abah Hasan akan di letakkan sebelum di makamkan
Beberapa menantu dan cucu lainnya juga berada di sekitar mereka, tangis para santri dan menjadikan Al Musthofa banjir air mata karena kehilangan sosok Abah yang sangat luar biasa
Kini Abah Hasan sudah di kafani, dan sudah di letakkan di tempat yang di sediakan, para pelayat sudah berdatangan dan memenuhi halaman luas Al Musthofa
Umi Zahra Jihan dan yang lain kini mengaji membacakan yasin dan tahlil untuk Al Marhum Abah Hasan,
Di pimpin langsung oleh Umi Zahra yang gak mau menangisi kepergian suaminya, karena itu hanya akan menambah siksaan, dan saat ini Umi Zahra memilih untuk mengirikan doa dengan membaca yasin dan tahlil
Sudah keberapa kali Umi membaca yasin, sudah ke 7 kali, dan rencana Abah Hasan akan di makamkan sekitar 2 jam lagi, yaitu di jam 10 pagi
Saat ini masih jam 7 pagi, para pelayat makin banyak dan membuat sesak, sebagian sudah pada di pindahkan dan di persilahkan masuk ke aula pesantren yang sangat luas
" Afdholu dzikri faklam annahuu : Laailaahaillah.... .... 100× " Umi Zahra lanjut dan sampai ke tahlil yang ke 7
" Laailaahaillahulaailahaillah..2×" lanjutnya
" Laailahaillahu sayyidunaa Muhammadurrosulullaaaahh......" Tambahnya dan
Bruk, Umi Zahra terjatuh di pangkuan Umi Jihan setelah membaca kalimah toyyibah
Jihan kaget di kira Umi pingsan, dan segera mengambil tetoskop yang dia kantongi, untuk memeriksa keadaan Umi Zahra kalau ambruk
Dan benar apa yang di khawatirkan terjadi, semua santri dan juga tamu serta ipar dan ponakannya mendekat, di tambah Zain yang ada di hadapannya langsung mendekat dan membantu Zula untuk membaringkan Umi Zahra
Jihan tidak memindahkan terlebih dahulu dan langsung memeriksa keadaan Umi Zahra
Dan...
" Bah... Abah..." ucap Jihan menatap Zain dan gak sanggup berkata lagi, hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata yang spontan berkucuran
" Enggak sayang?" ucap Zain faham tapi gak percaya
" Innalillahi wainnailaihi rojiun..." Ucap Zain pasrah dengan Uminya yang menyusul Abahnya 2 jam setelah abahnya
" mbah Umi...." Teriak Zula lagi kan makin lemas dia
2 Sosok sesepuh yang sudah seminggu ia temani dan tunggui, kini sama sama pergi untuk selama lamanya
Fani makin lemas, dan pasrah, memang ini takdir yang gak bisa di tolak
Dan Hari ini, Zain, Baha' dan Fani, kehilangan kedua orang tua mereka secara bersamaah
Zain dan Baha' gak mau lama lama langsung meminta pada santri untuk kembali mempersiapkan untuk mensucikan Umi Zahra
Dan Jihan serta kakak ipar dan anak perempuannya yang bagian mensucikan, dengan Baha' dan juga Zain yang memangkunya
Masyaallah.... JODOH DUNIA AKHIRAT