
El langsung tersadar kalau dia salah ucap,
Heny sudah keliar air matanya dan langsung mau pergi, tapo secepat kilat El langsung mencegah dan menghentikannya
" Cinta pertama, berbeda dengan cinta selanjutnya, bukan hal mudah melupakan begitu saja siapa kamu Hen, gimana proses kita, " Ucap El masih menahan dan menggenggam tangan Heny
" Mantan sudah faham siapa gue dan gue punya apa, tapi Elo, kamu... Dari awal yang belum mengerahui siapa gue, dan apa yang gue punya" ucap El lagi dan Heny makin menjadi tangisnya
" Gue bukan begitu gampang melupakan seorang cewek apa lagi mantan, tapi gue sekarang sadar mana wanita yang benar benar mencintai gue dan menerima gue apa adanya, yang tulus sayang sama gue, yang benar benar setia sama gue" Ucap El lagi dan Heny gak tau mau gimana, soalnya dia saat ini luluh banget dengan ucapan El yang sangat serius ini
Entah keberanian dari mana, Heny yang menangis langsung menatap El kembali dengan air mata yang terus mengalir
" Gue sayang sama Elo El, gue cinta sama Elo, 4 tahun lebih gue putus sama Elo, tapi entah perasaan ini gak bisa di pungkiri, gak bisa menerima laki laki lain selain elo" jawab Heny dan akhirnya luluh dan bersandar di pundak El
El sangat kagum dengan ungkapan Heny, dalam hati masih bertanya apakan dia mimpi? Apakah dia resmi balikan sama Heny atau bagaimana ini
" Terimakasih banyak kamu udah setia Hen" ucap El dan memeluk Tubuh Heny
El gak sadar kalau belum saatnya dia seperti itu, tapi hanya sekedar memberi kenyamanan pikirnya
Ya El memang jauh lebih nekad dari pada adek dan abangnya,
Setelah beberapa saat kemudian, Heny sadar dan mengelap air matanya dan hanya tersenyum
" Kamu mau kan menjadi kekasihku,? Mau juga menjadi pendamping hidupku?" tanya El serius dan Heny mengangguk
" Tapi bukam sekarang, gue masih mau lanjut sekripsi dulu, masih ada sumpah dan lain sebagainya, jadi kalau kamu siap menunggu okey, kalau gak siap gak apa apa" ucap Heny memberi jawaban
" Gue gak mau gantung elo lagi, kalau iya ayo, gue mau lanjut" Ucap El lagi yang pengen sat set
Heny hanya tersenyum dan tidak langsung menjawab
" Memang kalau jodoh gak akan kemana" batin Heny yang selalu berdoa kalau El tetap jodohnya
Dan mungkin ini adalah detik detik di mana doanya akan di ijabah oleh Allah SWT
" Maaf banget, aku hanya ingin memenuhi ucapanmu, kamu dulu yang minta untuk gue sekolah dan belajar dengan tekun dulu, sabar aja, sebentar lagi kok, tenang aja setahun lagi ya, kita jalan aja dulu" jawab Heny akhirnya berbicara
" Berarti kita jadian sekarang?" tanya El dan Heny tersenyum
Cinta lama bersemi kembali mungkin itu yang mereka rasakan saat ini
Sama sama kembali menyatukan cinta mereka yang mana 4 tahun lebih mereka berpisah, bahkan baru kontek kembali beberapa bulan lalu
Ya kuasa Dan rencana Allah gak ada yang tau, dan rencana Allah pasti lebih indah, karena Allah yang maha tau segala sesuatu yang terbaik untuk hambanya
" Nanti aku antar pulang ke rumah ya" ucap El ada tujuan tertentu
" Pulang ke Kos Aku nanti" Jawab Heny santai
" Kerumah aja, aku mau langsung nemuin ayah bunda lho sayang, ya" jawab El lagi makin sat set
" Enggak cinta, jangan dulu, nanti kita langsung di nikahin malah, bahaya" jawab Heny masih belum pengen dan pengen menyelesaikan sekripsi dulu
" Ya malah bagus dong, siap aku kapanpun" jawab El tanpa rasa ragu
" Nanti sekripsiku, kamu yang ngerjain?" tanya Heny menantang
" boleh siapa takut" jawab El makin santai dan Heny hanya tersenyum
Tentah kenapa saat ini dia merasa berbunga bunga, ya mungkin karena akhirnya cintanya kembali terbalas kali ya, mudah mudahan tetap berlanjut sesuai Keinginan mereka
" Enggak.... Males, jangan sekarang, nanti gue gak jadi kuliah Bang El" jawab Heny masih mencegah
" Ya jadi dong, Umi dulu nikah sama Abah pas masih sekolah masih mondok, kuliah juga sampe S2, bisa kan" jawab El gak mau membantah
Apa lagi dia udah gak gengsi lagi, bodo amat pikirnya mau dia atasannya atau pimpinannya
Selama ini dia hanya menyimpan rasa saja, gak berani dan takut, tapi kali ini perasaan yang menyarang lebih dari 6 tahun, di mana pertama kali melihat El,
Hingga El mengutarakan perasaannya, pahit takziran sudah di jalaninya bersama, hingga harus berakhir setrlah 2 tahun PERJALANAN CINTANYA
Dan kini kembali lagi di mana di seyelah 4 tahun lebih tanpa kabar dan suara
" Bodo amat kamu mau anggap aku apa, aku gak mau gengsi gengsinan lagi, nanti sakit sendiri" Ucap Heny dan El terus senyum tanpa surut
Si Kampus BNT, Aliza hanya diam diri di ruangan sambil memainkan ponselnya,
Sedangkan El sedang berhadapan dengan laptopnya
Ada beberapa tumpuk berkas di sana, yang mana perlu dis tanda tangani
Apa lagi menjelang Wisuda perdana, para master yang di paksa lebih dari 4 tahun
Harus ikut turun tangan, ya antusias banget tentunya, untuk mengeluarkan master master ternama yang sudah memenuhi kriteria
Secara Rektornya lulusan Kairo, anak didiknya harus master juga dong
" Mau makan?" tanya Al tiba tiba
Aliza kaget dan menatap Al aneh
" Kok makan? " tanya Aliza menghentikan kegiatannya
" Biasanya jam segini udah laper kan sayang" Jawab Al belum sadar
" Puasa Mas" jawab Aliz dan Al langsung balik menatapnya
" Hahahahaha.... Lupa sayang" jawab Al sampil tertawa
Siang hari jam 11 siang Al mengajak pulang, karena kasian kalau membawa Aliza sampe sore, Biar istirahat di rumah aja pikirnya, karena aetelah kejadian itu terakhir Aliza ke kampus dan selanjutnya sama sekali
Mereka kini berjalan di koridor ruangan dosen, setelah keluar dari lift
Yasmin masih mengajar di sana, padahal ini detik detik waktu dia melahirkan, dan seharusnya mau ambil cuti , tapi entah mengapa sama sekali dia tidak ambil cuti dan nekat masuk
Padahal Ilyas sudah memintanya untuk tetap di rumah, dan segera ajukan cuti, tapi apa daya Ilyas sangat mencintai Yasmin dan tidak bisa memaksa dan tegas padanya
Saat Aliza dan Al lewat, Yasmin pas juga di pintu, dia sudah merasakan mules sedari tadi, dan rasa rasanya ingin segera melahirkan
" Haduh.... Masyaallah... Haduh... Tolong Al Tolong" Ucap Yasmin meneriaki Al Yang abai padanya
" Mas, kak Yasmin ninta tolong" ucap Aliza masih peduli
Merrka terhenti dan Aliza yang menghampiri
" Ya Allah.. Mbak Yasmin, ayo, saya bantu" ucap Aliza masih peduli walaupun pernah di sakiti
Karena dia merasa kalau tidak mau membantu dia terlalu egois, toh dia sendiri juga bakan jadi seorang ibu
" Al... Gue minta tolong sama kamu" teriak Yasmin mengabaikan Aliza
Aliza seketika melemas dan melepas tangannya yang hendak membantu Yasmin
Sakit melihat sosok mantan istrinya yang benar benar belum bisa move on padanya
Aliza pun kembali ke arah Al yang hanya berdiam diri, dia sudah hilang respeck pada Yasmin
" Dia maunya di bantu Mas" Ucap Aliza dan langsung jalan meninggalkan Al .