
Kini Zula dan Ryan sudah berada di mobil yang sama, Ya Mobil Ryan, Zula ogah bawa mobil barunya, dan ogah kalau Ryan ikut nunpang di mobil barunya tersebut
Zula berada di bangku belakang, sedangkan Ryan sudah ada di bangku depan setirnya
Setelah Zula pamer mobil baru dan tunangan baru, Ryan sama sekali tidak menanggapi, dan kalau di tanggapi Zula semakin menjadi dan justru membuat hatinya semakin panas membara
" Sesuai aplikasi ya pak" ucap Zula saat mobil sudah berjalan
Kesal sangat kesal, Ryan yang di anggap sebagai supir taxi online oleh Zula menahan amarahnya, hanya untuk sebuah pekerjaan dan nanti kalau pulang jangan tanya, dia akan ngerjain balik Zula
Ryan tidak menjawab dan terus melajukan mobilnya ke salah satu restoran yang tak jauh dari kantornya
Kebetulan Restoran tersebut adalah restoran hotel di mana tempat Maulana dan keluarga menginap
Dan tanpa sepengetahuan Zula, klayennya kali ini adalah calon mertuanya sendiri, yaitu Abinya Maulana yang dapat utusan dari kantornya atau, kantor kakeknya Maulana, karena Abinya Maulana adalah pewaris dari perusahaan kakeknya
Setibanya di Hotel Zula dan Ryan berjalan beriringan menuju tempat meeting yang sudah di janjikan
Dan di sana sudah ada Abi Mualana dan juga rekan bisnisnya,
" Assalamualaikum...." ucap Ryan saat menghampiri mereka
" Waalaikumsalam..." jawab Abi Maulana berdiri dan berjabat tangan dengan Ryan
" Lho.. " ucap Abi Maulana Lirih saat melihat Zula,
Zula tersenyum dan Abi pun mengangguk, Abi Maulana adalah seorang pembisnis yang Bijak, di saar bisnis beliau tidak pernah membawa dan menyampurkan urusan pribadi,
Seperti saat ini contohnya, beliau bertemu dan bekerja sama dengan Zula, pasti tidak akan membawa prihal pribadi antara hubungan pekerjaan dengan Zula sebagai calon menantunya
Melihat tingkah calon mertuanya yang profesional Zula pun mengikutinya, dengan gaya di sini, Abi Maulana adalah rekan bisnisnya bukan calon mertuanya
" Okey.. Silahkan duduk" ucap Abi Maulana Zula Dan Ryan terduduk di bangku yang sudah di sediakan
Acara meeting langsung di Mulai, karena waktu mereka tak lama, begitu juga dengan Abi Maulana yang beberapa jam lagi akan terbang ke Turki
" Okey... Sebelum meeting di mulai, perkenalkan saya Nazula Laila, Saya sekertaris atau asisten dari bapak Tengku Ryan Ahmad, kami mewakili dari perusahaan XXX , akan menyampaikn dan mepresentasikan tentang kelanjutkan kerja sama kami dengan perusahaan anda " ucap Zula memperkenalkan dan akan mempresentasikan apa yang akan di habas
Cukup lama, 20 Menit Zula menjelaskan, bahkan menjawab semua persoalan dari Abi Maulana dan rekan rekannya hingga kini giliran dari perusahaan Abi Maulana yang menanggapi dan mengajukan persentasi
90 Menit sudah meeting di lakukan, dan akhirnya ketemu titik terangnya dan kelanjutan kerja sama sudah di tanda tangani, dan kini Ryan pamit undur diri
Di saat Zula hendak pergi, Maulana datang menghampiri Abahnya, karena sudah waktunya untuk berangkat ke bandara, dan Maulana serta Uminya juga sudah cek out
" Sekarang?" tanya Abi Maulana
" Iya, 30 menit lagi boarding" jawab Maulana sambil melihatkan jam di tangannya
" Itu Zula, sekalian aja nanti dari pada bolak balik" ucap Abi Maulana sambil menunjuk arah ke Zula yang sudah berjalan di belakang Ryan
" Kok Abi gak bilang dari awal" jawab Maulana langsung mengejar Zula
" Sayang...." panggil Maulana dan Zula menoleh
Bukan Zula saja Ryan pun ikut berhenti dan menoleh ke arah Maulana yang mendekat pada Zula
" Kok gak bilang kalau Meeting sama Abi" ucap Maulana mengelus kepala Zula
" Aku sendiri gak tau, kalau ternyata Abi yang meeting sama aku hari ini" jawab Zula lagi
" Ya udah, sekalian ya, kami mau ke Bandara, ikut kan?" ucap Maulana to the poin
" Okey siap" jawab Zula girang dan
Bruk.... Tumpukan berkas di serahkan pada Ryan, dengan santai
Betapa gonduknya hati Ryan, yang tadi pagi udah di bikin panas, pas mau meeting di bikin jengkel, saat pulang di titipi tumpukan berkas hanya demi mau kencan
" Gila ya tuh anak..." kesal Ryan saat Zula pergi
Dan Ryan makin dongkol, di kala rencananya gagal yang akan menurunkan Zula di salah satu pemakaman umum karena Zula sudah meminta sesuai aplikasi tadi
Dengan jengkel Ryan kembali ke mobilnya dengan membawa berkas berkas hasil meeting dan wajah yang sudah di tekuk tekuk
Kini Maulana sudah berada di mobil yang sama dengan Zula, begitu juga dengan kedua orang tua Maulana yang ada di belakang mereka
Sedangkan rekan kerja Abi Maulana di antar dengan mobil hotel
" Nak Zula kok gak langsung menggantikan posisi Abahnya, dan malah memilih menjadi sekertaris" ucap Umi Maulana lembut setelah mendengar cerita dari Abi Maulana barusan
" Hem... Awalnya justru Zula berada di resepsionis Umi, dan Abah Juga langsung meminta Zula untuk langsung gantikan posisinya, cuman Zula yang menolak, Zula ingin merasakan gimana kerja dari bawah, " jawab Zula apa adanya
" Dan ini yang membuat Maulana Mau menunggu dia sampai kapanpun Bi Mi, dia banyak misi, jadi harus sabar" jawab Maulana menyaut
" Berarti besok kalau kamu sudah lulus gitu ya Maul, berawal jadi satpam dulu" ucap Abi Maulana bergurau
" Wah jangan dong Bi, masak anaknya suruh jaga malam juga" jawab Maulana membuat Zula menahan tawa
Mereka terus ngobrol hingga tak terasa mereka sampai di bendara tujuan
Maulana memarkirkan mobilnya, dan memberikan kuncinya pada Zula
Kini saat dimana mereka harus berpisah, dan kembali LDR, dengan jarak jauh, dan cukup sudah sehari semalam bersama untuk sama sama melepas kerinduan yang cukup singkat itu
" Hati hati di jalan ya Umi, Abi, sampai berjumpa nanti" ucap Zula saat bersalaman dengan Umi Maulana,
" Iya sayang, jaga diri baik baik ya, salam buat Umi, makasih banyak oleh olehnya, " jawab Umi Maulana yang memang mendapat banyak oleh oleh dari Umi Jihan semalam
Zula mengangguk dan kini menghadap dengan Maulana yang sangat sangat bucin banget
" Maul sini aja lah Bi, Abi Umi pulang aja sendiri" ucap Maulana manja
" Malu ih Maul, Zula cewek aja bisa kok" ucap Uminya heran dengan anaknya
" Nikah sekarang yuk, biar gak LDR" ucap Maulana enggan jauh dari Zula
" Apaan sih... makanya cepet lulus, biar bisa gantiin Abi, meeting bareng kita" ucap Zula dan Maulana nyengir
Sebenarnya Maulana bisa saja langsung gantiin Abinya, tapi tuntutan dari kakeknya yang mengharuskan dia lulus S3 dulu, baru ke bisnis
" Ayo donk... Nikah aja, " ucap Maulana dan Membuat Zula dan kedua orang tuanya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah Maulana yang ke kanak kanakan
Di sisi lain, Jihan kinu sudah ada di rumah sakit, sejak pagi tadi dia sudah lemas tak berdaya, dan Zain terpaksa kembali membawanya untuk priksa ke rumah sakit
;ertepatan dengan El yang harusnya ikut ngantar Maulana semua batal untuk menangani Uminya, dan akhirnya Zula saja yang mengantarkannya
Setelah mendapat infus Badan Jihan sudah agak lumayan, karena mendapar cairan infus yang masuk kedalam tubuhnya
" Gimana rasanya Umi? Umi mau apa? mau makan apa? mau beli apa?" ucap Zain setelah mepanikannya hilang
Sebagai suami siaga Zain sama sekali gak mau melewatkan sedikitpun moment Jihan
" Mau apa ya bah" tanya Jihan balik
" Apa, sebut aja Umi, abah akan carikan apa yang Umi mau" jawab Zain sangat siaga
" Hem.... Umi rasanya pengen makan nasi jagung bikinan Abah sendiri, terus masaknya pake tungku kayak orang orang zaman dulu" ucap Jihan mulai ngidam