
" Haduh bah kapan kita pergi berdua khusus liburan, kalau punya baby kayak gini, kemanapun kita pergi tetap di bawa, yang penting kemanapun kita sama sama sama anak cucu kan lebih menyenangkan semua senang tanpa ada yang keberatan" ucap Jihan menjawab ucapan Zain yang memang kemanapun asyik kalau pergi bareng bareng dengan keluarga
" Woy woy woy.... Py toh iki?" teriak Zula tiba tiba
Sontak Jihan dan Zain langsung berdiri dan bangkit dari duduknya
Apa lagi Zain bukan hanya berdiri, tapi langsung berlari ke arah Zula
" Gimana?" tanya Zai panik
Al dan el sudah berdiri di sebelah Zula yang tadinya sosisnya lengket gak bisa di balik dan gosong
" Gosong Bah" ucap Zula sambil nyengir
" Masyaallah.... Abah kira kenapa tadi? tangannya gak gosong kan? Gak kena panas?" tanya Zain lagi dan Zula justru tertawa
" kamu Ini toh nak nak, di pikirkan Abahnya kok malah tertawa" ucap Zain mengelus kepala Zula
" Enggak Abah sayang... Putri cantik Abah baik baik saja" jawab Zula sambil merangkul pinggang Abahnya
" Deg degan ya Bah.. Haduh kasiannga kena prank lagi sama Zula" ucap Al lagi lagi meledek
" Gak ya Bah, Zula gak ngeprank Abah kok, Zula tau Abah sayang sama Zula" jawab Zula membela Zain
Zain merangkul Zula dan memveri kecupan lembut di pucuk kepala Zula berkali kali
" Udah mateng semuanya? gimana mbak Liza udah siap Juga bumbunya?" tanya Zain pada Aliza yang menyiapkan sambal dan air minumnya
" Udah Bah, tinggal sekali bakaran ini aja" jawab Aliza sopan
" Okey ayo gelar tikarnya dulu El, siapkan semuanya makan bareng bareng kita" ucap Zain lagi dan El menurut serta mengambil karpet yang sudah tersedia
El menggelar karpet tersebut di dekat Uminya, kemudian Zula dan Aliza menyiapkan hidangannya dan yang lain lanjut mengikuti duduk dan melingkari hidangannya
Mereka menikmati hidangan BBQ yang berisi daging sosis dan beberapa makanan berlemak lainnya
" Habis ini semua pusing kolestrol" ucap El saat kalap menikmati semuanya
" Ada pak dokter bu dokter aja kok repot" jawab Al santai dan masih lanjut makan
" Oh ya Al, kampus udah mulai kelulusan? " tanya Zain yang mana Kampus PTIQ BNT baru akan meluluskan beberapa sarjana, setelah 4 tahun lebih berjalan, hampir 5 tahun
" Iya.. Aturan tahun kemaren, cuman nilai dan yang lainnya menurut Al belum masuk kategori lulusan BNT, " Jawab Al sebagai rektor yang ingin semua nilai terbaik
Makanya lulusan kemaren banyak yang mengulang beberapa semester lagi karena kurang maksimalenurut Al
" Kalau standar IPK udah mencukupi kenapa gak di luluskan?" tanya El lagi
" Namanya mencari lulusan terbaik, kalau terbaik kan nanti juga menjadi kualitas utama Kampus, nantinya juga sebagai penerus kampus dan BNT, harus cari terbaik dong" jawab Al gak mau kalah
" Loe tau, kata orang orang itu masuk BNT, mulai dari TK sampai Kampus, itu sulit, masuk sulit apa lagi keluarnya, katanya makin sulit" jawab Al membanggakan yayasannya
" Sulit kayak Upil, hanya Zula saja yang dapat keringanan, sekolah MA cuman 1 tahun,minta lulus" saut Jihan yang merasa Alumni BNT
" Pake batu loncatan kok" jawab Zula santai
" Umi gini gini dulu lulusan BNT lho La, " ucap Jihan ikut bangga
" Cuman 3 tahun aja kok, " saut Zain
" Iya cuman 3 tahun sudah memikat hati pemilik yayasan, gimana dong, sangar gak? " bangga Jihan bergurau
" Gitu bikin setres pemilik yayasannya" saut Zain menepuk jidatnya
" Orang masih 14 tahun, apa gak kena pelanggaran Abah Mi kalau langsung ngajak nikah murid di bawah umur, viral dong nanti" jawab Zain bernostalgia
Sedangkan Al , El ,Il ,serta Aliza asyik mendengarkan, baby Bibi Boboj tampan masihan
" Gitu gaya pacaran Abah sama Umi dulu gimana? Hem.. Kan secara pemilik atau CEO Yayasan, suka sama muridnya sendiri, pendekatannya gimana? " tanya Zula kepo
" Ya seperti gue sama Bang Al PDKT sama loe dulu lah, Bang Al lah, kalau gue mah ketemu elo di medsos" jawab El langsung peka
" Iya ya.... Hahaha.. Ternyata Gue pernah melakulan juga hahaha" ucap Zula baru teringat kalau dulu dia sempet dekat dengan pemilik yayasan
" Mbak... Mantan gue tuh suamimu" ucap Zula bergurau dan Aliza hanya tersenyum
" Masyaallah.... Kalau ingat masa pertama gue ngenal Loe La, pengen tak pites, haduh cuek minta ampun gak punya atika" Ucap Al kesal
" Untung dulu belum viral loe nanyee, elo bertanyee tanyee? Huuaa" tambah Ql membuat semuanya tertawa sampai Aliza tersedak sedak
" Uhuk... Uhuk.... Hek hek" Aliza tersedak
" Minum Al, hati hati nak.." ucap Zain pada menantunya
" Minum dulu sayang" ucap Al pada Aliza yang kemudian meminumnya dengan pelan pelan
Tapi Zula masih tertawa karena mengingat sikap juteknya pada Al saat pertama kali ketemu dengan Zula
Dan Aliza juga tau gimana Zula kala itu, dia sempat mengenal Zula yang sangat cuek pada siapapun kecuali pada dirinya dan beberapa santri yang selalu di kasih makanan oleh Zula
" Pasti gini" ucap Aliza mulai memperagakan
Aliza santai sambil menatap sinis pada Al
" Haahahahaha.. Betul banget sayang, mana kalau di kasih pertanyaan diam dengan tatapan sinis seperti itu, haduh parah banget" ucap Al sambil terus tertawa
" Jawabnya dengan santai tanpa berekspresi kan?" tanya Aliza ingat semuanya
" Wah parah loe La, sama guru pemilik yayasan lho, idola para gadis dan siswi loe cuekin kayak gitu" ucap El gak menyangka pada Zula yang nyatanya poll cuek
" Lha dia sok akrab banget" jawab Zula gak mau di salahkan
" Walah El, sedangkan sama guru, sama ustadz di pondok yang ngajar aja suinis, sampe suatu ketika ustadz tersebut tanya soal Ula sama gue" ucap Aliza lanjut bernostalgia
" Ustadz siapa?" tanya Zula justru tidak tau
" Loe belum tau ya dek? Gue apa belum cerita sama Elo?" tanya Aliza dan Zula menggelengkan kepalanya
" Ustadz Aldy, haduh loe tuh pinter tapi sinis, dia sempet mau deketin elo, tapi gue cegah dulu, dari pada nanti kena mental, " jawab Aliza akhirnya membuka tentang masalalu Zula
" Waktu itu loe juga masih kecil, gue yang tau soal Elo ngelarang dong, masak masih kelas 1 Mts di deketin, gak ikhlas gue" jawab Aliza lanjut bercerita
" Kenapa?" tanya Al mulai cemburu
" Ya tau sendiri lah, Zula yang super duper cuek, masih kecil, masak mau di gaet jadi pacar atau pasangan, ya jangan lah, dari pada ustadz Aldy kena mental" jawab Aliza apa adanya
" Oh... Bukan karena kamu suka sama Ustadz Aldy sendiri?" tanya Al langsung cemburu
" Hem... Ada yang CU Mbak?" saut El peka
" Kamu cemburu sayang?" tanya Aliza polos dan lupa dengan keberadaan Mertuanya,
Al langsung mendapat sorakan dari El dan Zula serta Abah Uminy