Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Kerjaan dari ryan


Pagi harinya di setelah subuh, keluarga Zain kembali mendarat di salah satu pulau, di mana semua akan muncak dan akan melihat sunres di pagi hari


Ya kali ini Cuman ke 3 anak Zain dan menantunya saja, Zain dan Jihan memilih di bawah aja, karena sudah sepuh dan repot bawa baby Bibi


Awalnya Aliza di larang oleh Jihan, cuman karena dia penasaran biar nanti di gendong oleh Al saja, karena Al sudah bersedia demi ngidamnya Aliza


Di puncak atas bukit yang Indah, semua keindahan panorama laut dan terbitnya matahari mereka saksikan


Menikmati Ciptaan Allah yang tidak ada duanya, menambah syukur atas Nikmat yang Allah berikan kepada mereka


Selesai mendaki, di jam 8 pagi di mana masih bening beningnya air laut mereka lanjut untuk menyelam dan melihat keindahan alam bawah laut


" Adek memang bisa renang?" tanya Al khawatir sama Aliza


" Jelas dong, dulu Adek suka bluron di kali Mas" jawab Aliza meyakinkan


" Jadi di sini Cuman Umi aja yang gak bisa renang" ucap Jihan karena dia sendiri yang gak bisa berenang


Kalau Zula, jangan tanya dia anak laut, bahkan saat ini dia sudah menjadi asisten ricis yang menjadi mermaid


Zula sengaja membawa kostum selamnya, dan akan menjadi penyelam nanti di bawah, akan menikmati ke indahan laut seperti yang sering dia lakukan saat liburan sekolah bersama teman onlinenya


Dan bahkan beberapa pendamping atau pengawal menyelam tak asing lagi dengan sosok Zula yang dulunya seri g ke sana Juga


" Abang faham dengan ini bocah?" tanya El yang melihat mereka sempet ngobrol sekarang


" Faham bang, ini anak liat kalau di sini, entah sampe kemana mana nyelemnya" jawab Sang pendamping yang mana Zula gak mau di dampingi


Padahal cantik dan kesempatan untuk mereka kenalan, cuman sering di tolak sama Zula


Untuk memberi kenyamanan pada pelanggan tentunya mereka gak mau maksa


" Dari kemaren tak lihat lihat di kapal kayak kenal, mau negur takut salah, soalnya sekarang makin dewasa" jawab yang lainnya yang kenal Zula juga


" Hahaha.... Lebay" jawab Zula tertawa


" Ini adek kami bang, dia sering dulu ke sini?" tanya El lagi sambil pemanasan ringan


" Wah sering.. Kalau musim liburan sering banget, setahun sampe 3 / 4 kali, hafal kami" jawab petugas lagi


" Kaya ya loe La, liburan aja terus" jawab El sambil tersenyum


" Bukan gue yang kaya, Umi dong, ada ATMnya" jawab Zula santai


" Banyak jatah loe La" saut Al dari belakang


" Ya setidaknya jauh lebih banyak dari jatah kalian," jawab Zula bangga


" Wah gak adil Umi" jawab El menoleh pada Uminya yang masih memangku Baby Bibi


" Dia artis, jatah dari Umi, kalah jauh sama hasil Jutup sama endorsmannya, " jawab Jihan apa adanya


" Sekarang misquin gak ngendors lagi" jawab Al meledek


Hobi anget ya di cowok kulkas pintu 2 yang cueknya minta ampun, sekarang jadi tukang bully selama punya istri


" Maaf ya, bukannya gak ngendors, gue sibuk orangnya, pagi kerja malam capek, iya aja masih mikirin endors, editor aja gak ada" jawab Zula membela diri


" Eh tau gak Video gagal eksperiment masak kemaren trending lho, baru kemaren malam gue upload tanpa edit jadinya trending" jawab Zula malah bangga dengan kegagalannya


" Gagal aja bangga" jawab Jihan dari belakang


Mereka kemudian berjalab bareng menuju ke tengah untuk melihat terumbu karang dan hewan laut yang cukup indah luar biasa


Tingkah Zula yang pecicilan tak Heran lagi Zain dan Jihan menyaksikannya, secara Jihan sendiri juga pecicilan dan wajar kalau nurun pada anak anaknya


Di jam setengah 11 siang mereka semua kembali ke kapal, dan sesampainya di kapal mereka bwrsih bersih mandi, lanjut makan siang yang sudah di sediakan


Ponsel Zula kembali berdering karena panggilan dari Ryan


" Udah angkat aja, dari pada dia gak bisa bekerja gara gara kepikiran Elo" ucap El meledek dan Zula hanya mendengus kesal


" Assalamualaikum pak Ryan... Apa kabar?" ucap Zula saat panggilan terhubung dan melihat wajah lelah Ryan


" Waalaikumsalam Bocil..." jawab Ryan lesu dan di dengar oleh semuanya


Zula menekan mode mute agar Ryan tidak dengar percakapannya dengan keluarganya


" Denger sendiri kan, kenapa gue males ngangkat, udah di halusin di lembutin malah menghina gue bocil, tengil gak tuh orang" ucap Zula kesal pada Ryan yang kembali mengatai dia bocil


" Ya gak apa apa, mungkin dia nganggap kamu sebagai adek kecilnya" jawab Jihan yang menengai karena gak mau dengar orang ribut


" Tetap khusnudhon lho La, jangan sering kepancing emosi sama kawan sendiri" tambah Jihan lagi menasehati Zula


" Kesal Mi" jawab Zula lagi


" Kesal dan Emosi kawannya setan lho nak" jawab Zain dan Zula hanya manyun karena tidak dapat pembelaan


Ryan kembeli berbicara dan memerhatikan wajah Zula yang manyun makin membuatnya tertawa ngakak, padahal sedang ngomongin dia


" Labar gue capek La, bantuin kerja dong" ucap Ryan mulai mengeluh


Jihan kembali menonaktifkan mode mute pada panggilannya


" Waduh kasiannya... Maaf ya pak Ryan, gue juga sedang sibuk sendiri saat ini" jawab Zula sok manis dan lembut pada Ryan


" Sibuk apaan? Cuti lama bilang sibuk" jawab Ryan mulai kesal


" Sibuk liburan dong.. Habiskan Uang" jawab Zula sambil memutar kameranya ke arah laut dan kapal pesiar yang mereka naiki saat ini


" Weeh.... Healing ya La ya.... Hem.. Enak banget, gue pusing dan lelah di sini, Elo enak jalan jalan" jawab Ryan iri dengan Zula


" Wah tentu dong,... Menenangkan pikiran yang setres gara gara bapak" jawab Zula lembut tapi justru menyudutkan Zula


" Oh begitu... Gak takut uang Habis nanti La??" tanya Ryan lagi


" Tinggal telfon bapak pinjem uang, atau kas Bon rebes dong" jawab Zula ngasal


" Oh.. Tidak bisa dong,.. Nanti gue kirim kerjaan Ke email Loe, dan tolong jam 3 siang di kumpulkan" ucap Ryan sebenarnya bercanda


" Oh tidak bisa pak, itu pelanggaran HAM, gue di sini cuti, males kalau di suruh kerja kerja lagi" jawab Zula kesal dan Emosi langsung mematikan panggilan Videonya


" Tuh kan, malesnya gue tuh begitu, lagi enak enak jalan jalan, liburan healing selalu di kasih kerjaan, iri banget kayaknya tuh orang sama gue, bodo amat gue matikan aja" jawab Zula mengoceh dan ngomel sendiri


Di saat Zain mau menanggapi omelan Zula tentang Ryan, tiba tiba ponselnya berbunyi karena ada panggilan dari Baha'


" Waalaikumsalam... Iya mas gimana ada apa?" tanya Zain yang padahal dia subuh tadi barusan telfonan dengan Baha'


"..........."


" Apa????" Syok Zain me dengar penjelasan dari Baha'