Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ciieee


Setelah selesai makan El dan Heny kembali kemobil dengan sebelumnya El membayar terlebih dahulu makanan mereka dan kembali jalan bareng dengan Heny


Setelah itu El melajukan mobilnya ke arah rumah sakit, dan sesampainya di sana, turunnya Heny dari mobil membuat beberapa petugas dan perawat yang se sift dengannya ikut melihatnya, dan memandang iri dengan Heny


Pasalnya baru kali ini mereka kepergok bersama, padahal beberapa waktu lalu El sering mengantar Heny pulang saat Heny hendak pulang ke kampungnya


" Wah tuh anak magang, deket banget sama pak El" ucap salah satu perkerja di sana


" Tapi bukannya mereka mamang dulu ada hubungan ya, sekarang sudah jadi mantan" jawab salah satu dari mereka


" Masak iya? tau dari makan Elo?" kaget salah satu dari mereka


" Orang Heny yang cerita sendiri, kami sering lihat mereka ngobrol berdua, dan terlihat sudah akrab, " jawab lainnya yang teman magang Heny juga


" Iya setelah kami tanya ternyata mereka dulu 1 sekolah, Heny adek kelas dokter El, dan dan mereka dulu pernah dekat, tapi putus, entah kalau sekarang balikan, kan dokter El gagal nikah kabarnya" jawab salah satu teman magang Heny lagi


" Gagal nikah? Kenapa?" tanya mereka lagi


" Gak tau, tapi tiba tiba gak ada kabar, gagal nikah dong, kata dokter Mega yang kemaren gue sempet dengat pas praktek bareng beliau" jawab nya lagi


Ya memang Meg tuh ya... Hem.. Masih sama mulutnya


Untung sedari kemaren Mega gak ketrmu Jihan, kalau ketemu kiranya Jihan gagal menangani Abah Hasan karena di ajak reuni sama Mega dan Melisa


Setelah itu Heny jalan bareng dengan El, dan melewati beberapa teman Heny


" Gue laporan dulu ya, loe kalau mau duluan gak apa apa, gue bareng dengan temen temen gue" ucap Heny meminta El jalan duluan


" Loe di bagian apa tugasnya malam ini? " tanya El lagi


" Entah ya, sepertinya di ruangan bayi, kalau gak ya di UGD" Jawab Heny yang sebelum pulang kemaren melihat jadwalnya dulu


El terdiam seolah kecewa, kalau Malam ini dia bukan Heny yang menemani begadang malamnya


" Ya udah kalau gitu gue duluan ya" ucap El dan Heny mengangguk dan tersenyum


El lewat para mahasiswi magang di sana, dan beberapa perawat yang tadi ngomongin Heny dan El


" Sore dokter" sapa mereka sopan


El hanya tersenyum ramah dan mengangguk lanjut jalan kembali masuk kedalam


Heny yang belakang menghampiri mereka lagi yang masih menunggu dirinya sepertinya


" Ciee yang bau baunya mau CLBK" Ucap salah satu teman se angkatannya


" Apaan sih..." jawab Heny malu malu


" Udah berangkat bareng aja sih dokter Heny" celetuk perawat yang mengenalnya


" Beliau yang jemputk sus," jawab Heny ramah


" Ciiee senengnya yang di jemput ayang" ledek kawan lainnya


" Ayang siapa?" bantah Heny toh status mereka bukan pacaran lagi bahkan mereka sepakat hanya temenan


" Udah ah.. yuk masuk, " ucap Heny pada teman temannya


Karena dia sudah merasa tidak enak dan pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus


Sebelum masuk keruangannya, El berhenti ke salah satu meja absensi, atau tempat di mana penjadwalan semua pekerja ada di sana


El meminta agar Jadwal Heny selalu bersamanya, sampai kapan pun itu, karena dia merasa nyaman sama Heny yang kerjanya cukup bagus


Sebagai pimpinan, tidak ada yang berani membantahnya dan langsung di setujui dan di ganti semua jadwal Heny selama bekerja dan magang di rumha sakit ini


Kini rombongan Heny dan yang lain sampai di meja kerjanya, untuk absen dan memastikan kembali di mana tugas tugas mereka


" Lho bukannya gue selama di ruang keluarga bersama dokter El kak?" tanya salah satu suster di yang bareng dengan mereka


" Tuh kan bener CLBK" ucap salah satu dari mereka curiga


" Apaan sih..." elak Heny malu malu


" Traktir gofood pokoknya" jawab mereka kompak dan Heny tidak menanggapi


" Gue bertugas dulu, daa" ucap Heny sambil berjalan dan melambaikan tangannya


Henu berjalan ke tempat biasanya dia menaruh tas dan lainnya sebelum dia ke ruangan tempat dia bertugas


Tapi sebelum keruangan di ke ruanga El dulu untuk menjemput dan memastikan apa aja yang perlu dia bantu


Malah ini dia kembali menjadi asisten El, dan seperti yang dia dengar dari ucapan petugas bahkan untuk seterusnya El hanya mau sama Heny,


Huh... Betapa bahagianya Heny saat harus bersanding dengan laki laki yang tidak ada duanya itu, hatinya seolah seperti bunga yang kembali bermekaran


Cuman sayang, dia bukan siapa siapanya lagi, tapi yakin suatu saat nanti semua kan indah dan kembali bersama


" Assalamualaikum.." Ucap Heny sambil mengetuk pintu ruangan El


" Waalaikumsalam... Silahkan masuk" jawab El dari dalam yang memeriksa beberapa berkas yang di terima dari manager rumah sakit


" Selamat sore dokter, saya Heny anak magang dari Univ XXXXX hari ini sebagai asisten dokter yang di tugaskan di Ruang VIP keluarga " ucap Heny seraya sebagai mempuka tugas


Apa lagi sama atasan dan pimpinan semua pekerja harus tau maksud dan tujuannya


El tersenyum mendongkakkan wajahnya, dan menggoyang goyangkan kursinya


" Baik... Saya dokter El, selamat bekerja sama Hehehehe" jawab El langsung cengengesan


Heny menahan tawa dan tetap profesional dengan sopan membungkukkan kepalanya


" Jadi tugasnya apa malam ini? Sebagai asisten saya?" tanya El dan Heny mengangguk


" Baik betul dokter" jawab Heny sopan


" Boleh gak dokter cantik kalau jadi asisten selamaya, asisten dunia akhirat" jawab El menawarkan, dan Heny langsung salah tingkah


Apa lagi sekarang El pindah duduk di mejanya tepat di hadapan Heny yang jarak mereka cukup dekat


" Boleh gak jangan salah tingkah gitu dong" Goda El lagi


" Maaf dokter, saya baru datang dan baru mau bekerja, jangan di gombalin dong, grogi nih" ucap Heny dan El langsung tertawa ngakak


Pruk.... Heny kesal karena merasa di tertawakan El, dan memukul El dengan papan catatan yang dia bawa


" Aduh.... Berani anda ya memukul saya" ucap El mengaduh


" Nanti saya pindahkan tempat kerjanya" tambah El lagi yang tentunya dengan bergurau


" Habis loe gitu amat El, tertawanya, ngejek tuh" bantah Heny gak terima


" Masih grogi? Masih sayang dong" ucap El menggoda Heny lagi dan Heny kembali memukul El dengan papan tersebut sampe beberapa kali


" Haduh sakit Hen, berani beraninya loe tuh, nanti beneran gue pindahin lho kerjanya" ucap El lagi sambil bergurau


" Pindah kemana?" tany Heny lagi


" Pindah kerumah gue dong, " jawab El singkat


" Ogah gue bukan ART El" bantah Heny gak terima


" Gue gak bilang gitu ya" jawab El membela diri


" Jadi ngapain di rumahmu? " tanya Heny lagi


" Jadi istriku dan Ibu dari anak anakku" jawab El kembali gombal pada Heny