Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Masuk angin


Di kantor Zula masih males malesan dan Ryan sendiri tidak meninggalkan Zula sedetikpun


Sambil kerja sambil menjaga istri Ryan tetap fokus, melihat Zula yang kadang kadang mengeluh pegal menjadi nikmat tersendiri baginya


Nikmati rasanya kesabaran di saat istri sedang pengen di manja


" Hiss... Ukh..." Ucap Zula mulai menahan rasa kurang nyaman pada tubuhnya


" Kenapa sayang?" sigap Ryan


" Pusing, pulang yuk" ajak Zula sudah nyerah tiduran sambil menahan rasa seperti orang mabok kendaraan


" Ya Allah... Kita kerumah sakit aja ya" kaget Zain cepat


" Sayang... Istrimu ini cuman pusing, pulang bobok cantik di peluk sama Abang manti sembuh" jawab Zula yang gak mau berlebihan


Zula mulai bangkit dari tidurnya dan duduk kemudian bersandar di pundak Ryan


Spontan Ryan memeluk pundaknya dan membawanya pada dekapannya


" Perasaan gue tadi pagi juga sarapan?? Kenapa ini muter kayak orang masuk angin kelaparan sih, " batin Zula menahan rasa mulek di perutnya


" Adek tunggu sebentar Abang bereskan semua berkas dan tas Abang sekalian punya adek, adek tunggu sini jangan kemana mana" Ucap Ryan mewanti wanti


Ryan kemudian keluar menuju keruangannya dan saat di luar tak sengaja ketemu Irfan


" Buru buru banget mau kemana?" tanya Irfan


" Kami pulang dulu lah ya pak, Istri kurang enak badan kayaknya" ucap Ryan pada Irfan


" Kenapa?? Sakit.." tanya Irfan lagi dan Ryan mengangguk dan buru buru ke ruangannya


Irfan justru malah belok keruangan Zula dan melihat Zula yang sedang menundukkan kepalanya dan memegangnya


" Kenapa La?" tanya Irfan mendekat


" Entah ini pusing banget, masuk angin paling" jawab Zula masih memegangi kepalanya


" Gak sarapan kamu pagi tadi?" tanya Irfan cepat


" Kalau gak ada makanan gak bisa masak, atau gak sempet kerumah aja lho La, tante kan masak" tambah Irfan sebelum Zula menjawab


" Sarapan Om, Bang Ryan yang masak, tapi entah kenapa, ini masuk angin paling, " jawab Zula di rasa kepalanya makin pusing


Tak lama Ryan pun masuk dengan membawa tasnya dan juga beberapa berkasnya, yang belum di masukkan ke dalam tasnya


" Masuk angin istri loe, apa keracunan masakan Elo Yan" ucap Irfan sembari menjuding Zula


" Ngawur kalau dia keracunan, gue juga keracunan kali om" jawab Ryan terburu buru


Irfan malah terkekeh mendengar jawaban Ryan


" Ya udah sana ajak pulang, biar istirahat di rumah kalau mbak do rumah kalian belum masak, telfon aja tante Ismi La, suruh nganter" ucap Irfan peduli banget dengan Zula


" Iya Om, makasih banyak sebelumnya" jawab Zula dan berdiri dengan menenteng tas yang Ryan berikan


" Kami pulang dulu ya Om" Ucap Zula sopan dan Irfan mengangguk


" Duluan pak" ucap Ryan gantian


" Iya hati hati, " jawab Irfan melambaikan tangannya


Kemudian Ryan menggandeng Zula untuk naik lift dan terus mendekapnya sampai di lantai dasar


Banyak karyawan yang menyapa Zula, dan Ryan sampai mereka berjalan dan tiba di parkiran dekat mobil mereka


Ryan membukakan pintu mobilnya untuk Zula, dan menuntunnya masuk ke dalam kemudian dia kembali ke bangku kemudinya dan melajukan mobilnya keluar arega gedung bertingkat itu


10 menit kemudian mereka tiba di rumahnyaz dan Ryan langsung parkir di garasinya


Kalau kondisi Zula seperti ini gak mungkin dia pulang ke KDS, dan tetap stay di rumah


" Nanti gak kerumah Umi ? Kok langsung masuk garasi" tanya Zula


" Adek sakit, minggu ini kita libur dulu ya, " jawab Ryan lembut dan Zula mengangguk


Ryan turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Zula, lalu menggendongnya,


Saat masuk Ryan melihat si embak masih di rumah, ya mereka di bekali pembantu rumah tangga yang datang saat mereka berangkat kerja dan pulang sebelum mereka pulang


Itu semua atas kemauan Zula, Zula gak nyaman kalau ada orang lain saat mereka berdua di rumah, hanya ingin ada mereka saja tanpa ada yang lain


" Mbak..." Sapa Ryan pada embaknya


" Iya pak, udah pulang?" tanya si embak sopan


" Iya mbak, maaf, minta tolong buatkan jahe panas ya, pake madu, sama masakkan yang seger seger" Ucap Ryan sambil gendong Zula


" Baik pak, siap" jawab si embak dan Ryan langsung menuju tangga kamarnya


Zula malu sama si embak sehingga pura pura merem dan tidur


" Kerokin adek ya Bang" Ucap Zula saat di dekapan Ryan


" Iya sayang..." Jawab Ryan lembut


Sesampainya di kamar, Ryan langsung membaringkan Zula di atas kasurnya secara perlahan


" Abang ganti baju bentar ya sayang" Ucap Ryan karena gak nyaman kalau pake baju kerja


Apa lagi baju Ryan untuk kerja itu terbilang pas body atau ketat jadi Ryan merasa gak nyaman,


Ryan ke ruang ganti dan mengganti baju dengan kaos putih dan juga sarung, sekalian mengambilkan baju daster kesukaan Ryan untuk Zula


Ryan kembali dengan membawa baju Zula sekalian minyak angin untuk ngerokin Zula


" Sini Abang buka dulu bajunya" Ucap Ryan dan Zula pasrah


Ryan membuka bajunya Zula secara perlahan karena mau di kerokin


" Abang kerokin ya, jangan yang lain dulu" Ucap Zula dan Ryan tersenyum


" Gak janji ya sayang Abang takut khilaf" jawab Ryan dan Zula mendengus kesal


Tak lama ketukan pintu dari luar terdengar si Embak mau mengantar minuman yang Ryan minta


" Itu si embak Bang, tutup dulu tubuh adek" Ucap Zula dan Ryan langsung menutup tubuh Zalu


" Masuk mbak" jawab Ryan dan tak lama si embak masuk


" Permisi ya pak mbak" ucap Si embak pada Zula dan Ryan


" Iya mbak.. Maaf saya ngumpet gak apa apa ya mbak, lagi kerokan" Ucap Zula teru terang


" Iya gak apa apa mbak Zula, apa mau saya kerokin?" jawab Si embak menawarkan


" Eh.... Gak usah mbak, " jawab Zula cepat


" Biar saya aja mbak, gak terbiasa " jawab Ryan sopan


" Oh begitu, ya udah kalau gitu saya permisi dulu ya pak mbak Zula, " ucap Si embak permisi


" Iya mbak Yem... Makasih" jawab Zula di balik selimutnya


Ryan terus ngerokin punggung Zula bahkan sampai yang depan segala dan itu cukup membuat Ryan harus menahan banget dengan surganya


Setelah selesai kerokan Ryan juga gantiin baju Zula sekalian


" Lepas aja ya dalemannya, " ucap Ryan karena melarang Zula pake daleman saat di kamar


Zula nurut dan melepas semuanya, kemudian Ryan menaruh kembali baju Zula ke tempat londry


Ryan kembali dan menyuapi Zula dengan jahe madu yang mbak Yem berikan barusan


Setelah habis setengah gelas Ryan kemudian ikut berbaring di sebelah Zula dan memberi kehangatan pada tubuh Zula dengan mendekapnya tanpa menggunakan baju dan telanjang dada seperti biasanya


Rasa nyaman makin menyelimuti Zula dan sampai terkantuk kantuk


" Sayang habis ngapain sih kok sampe masuk angin segala?" tanya Ryan masih kepikiran


" ngapain ngapain, jadi toples setiap malam bang lupa" tanya Zula kesal pada Ryan