
Al dan Rizqy kini udah selesai melangsir apa yang dia panen tadi, dan betapa kagetnya Rizqy saat melihat Al yang justru bawa mobilnya untuk mengangkut jengkol
" Gue rasanya kalah sama jengkol dan pete ini Al" ucap Rizqy saat tiba di dekat mobil Al
" Kenapa Om?" tanya Rizqy bingung
" Gue lebih berharga dari pada Jengkol dan pete ini, dari kapling di muat sama mobil impian gue" jawab Rizqy berjongkok dan sok lebay
" Alah lebay, kalau Om mau, ambil aja nih mobil" jawab Rizqy santai
" Beneran? " tanya Rizqy lagi dan berbinar sampai berdiri mendekat ke arah Al karena terharu
Berasa loman banget keponakannya itu, dia aja
" Ya iya, jangan lupa bawa duit juga ambilnya di deller Pekanbaru" ucap Al langsung membuat Rizqy down
Plak..... satu gampran mendarat ke punggung Al
" Kirain beneran mau di kasihkan, rupanya di suruh ambil sendiri di deller" ucap Rizqy kesal
" Ya ini aja mobil Kantor, bilang lah sama direktuenya, " jawab Al sambil memasukkan petenya
" Elo direkturnya" jawab Rizqy gak perima
" Wah tidak dong, saya cuman jadi pendamping doang, tetap Abah, orang Zula juga belum mau jadi direktur utama" jawab Al menjelaskan
" Tapi maksud Al direktur kantor tersebut Om, gue aja gak kenal, cuman tadi bilang suruh nyiapkan mobil gak tau siapa namanya, dan yang mana" tambah Al lagi
" Udah ah... Pulang yuk kasian istri menunggu" ucap Al yang berjalan masuk ke mobilnya
Begitu juga Rizqy yang ikut masuk ke dalam mobil dan kemudian arah pulang
Di Rumah keluarga Al Musthofa, Zain masih setia menemani baby Bibi dan Juga Umi Jihan,
Zula sudah kembali bekerja dan sekarang sedang sibuk bekerja mendengarkan omelan Irfan yang gak berhenti sama sekali
Apa lago sekarang Zula kerjanya di ruangan Irfan, dan itu atas perintah Irfan agar Zula gak kabur kaburan
" Sepertinya loe tuh harus di kasih meja di sini deh La," ucap Ryan terpotong
" Ogah... Gue males se ruangan sama Elo" bantah Zula sebelum Ryan selesia ngomong dengan tangan yang masih fokus ke kayboard laptop
" Ya biar gak seenaknya elo kerja La, bolas bolos" jawab Ryan lagi gak di hiraukan sama Zula
Zula masih diem dan konsentrasi untuk bekerja karena ini di bagian terpenting dan gak boleh sambil ngomonf menurutnya
" Gue kerja seenaknya atau antai gak masalah dong pak Ryan, yang penting kerjaan selesai, bolos gak apa apa anggap aja itu cuti singkat Gue" jawab Zula masih kembali mengetik
Di sela sela kerjanya Irfan masuk ke ruangan Ryan karena tadi di ruangan Zula masih sepi sepi banget
" Eh.. Ternyata di sini, kirain masih meliburkan diri lagi La" ucap Irfan sambil mendekat
" Pak Irfan gak lihat nih buaya yang ada di depan mata?" tanya Zula sambil terus mengetik
Irfan tertawa dan duduk di shofa ruangan Ryan lagi,
" Yang penting gue bukan buaya darat yang suka pempermainkan wanita" jawab Ryan santai dan menghampiri Irfan yang sudah santai duduk
" Karena gak laku gak ada yang mau sama laki Seperti elo," jawab Zula mencibir dan lagi lagi Irfan tertawa
Ryan sudah terbiasa mendapat cibiran dari Zula, begitu juga sebaliknya, hidup mereka memang saling mencibir, dan saling mengejek tap gak masalah dan gak saling di masukkan hati
" Oh ya La.. Elo udah menengok babynya pak Zain?" tanya Irfan berdrama
" Lho buk Jihan udah lahiran ya Pak Irfan?" tanya Ryan kaget
" Udah cowok lagi anaknya" jawab Zula menyaut
" Wah gagal maning dong, gak punya cewek" jawab Ryan santai
" Kenapa emangnya? Kalau anaknya cewek? Mau di jadikan istrinya? " saut Zula lagi
"Ya iya dong, dia kan jadi pewaris bisnis, jadi pendamping gue kan cocok satu jurusan" jawab Ryan bercanda
" Ya dianya yang gak mau sama Elo, yang bener aja nanti nikah sama kakek kakek" jawab Zula kembali mencibir
" Lagian juga cowok, gak jadi lah" jawab Ryan lagi
" Pak Irfan anaknya juga cowok semua, gak mau tambah cewek pak?" tanya Ryan beralih ke Irfan
" Yang di ajak nambah gak mau Yan, gak berani maksa gue, tau sendiri babon tuh gak bisa di ajak kerja sama" jawab Irfan yang terus terang
" Kata siapa? Jangan pake kata umum lah pak Irfan, dia tetap mau di ajak kerja sama, buktinya pak Ryan punya 3 dari apa? Dari kerja sama bapak sama Bu Ismi kan, tak bilangin kapok nanti malah gak dapat jatah dari bu Ismi" jawab Zula menyaut membuat kedua cowok tadi terdiam apa lagi Irfan karena ucapan Zula mengancamnya malam nanti
" Anak sholehah gak boleh ya, nanti bapak belikan makan siang ya" ucap Irfan berdiri dan mendekat pada Zula
Zula mulai menyipitkan matanya ada tanda tanda ketakutan dalam wajah Irfan, dan ada tanda tanda suapan makanan dari Irfan
" Males makan siang masih lama, langsung aja gue telfon tante Ismi" jawab Zula sembari mengambil ponselnya di tasnya
" Jangan dong La, loe jangan jahil gitu, Tak belikan sekarang deh, sepertinya loe lagi gabut , mau nyamil apa?" tanya Irfan to the poin dan tau apa yang Zula inginkan
" Hem.... Apa ya, sepertinya star boll lumayan, sama cemilan, pisang goreng apa apa lah, terserah, dan yang banyak " jawab Zula dengan entengnya dan Ryan mengerutkan keningnya
' Pantesan kayak gong, lihat badanmu tuh, kebanyakan makan sih" cibir Ryan karena memang perawakan Zula agak berisi tapi tetap cantik
" Gak apa apa asal cantik, dan sehat, gak penyakitan, beres kan?" jawab Zula santai sama sekali gak tersinggung
" Okey... Yan loe mau nengok anaknya pak Zain gak? " jawab Irfan kemudian bertanya pada Ryan
Irfan kembali duduk di sebelah Ryan yang sekarang juga sibuk dengan laptopnya
" Bapak mau negok kapan?" tanya Ryan balik
" Malam nanti mungkin, " jawab Irfan sambil memesan jajanan memalui online
" Nanti gampang lah pak, " jawab Ryan santai sambil mainkan laptonya
Irfan yang melihat Ryan dengan Zula sama sama sibuk dia pamit sebentar dan memilih ke bawah untuk nunggu datangnya makanan sogokan untuk Zula
" La..." panggil Ryan tanpa menoleh pada Zula
" Hem...." jawab Zula santai
" Nanti malem temani gue dong, " ucap Ryan yang ragu kalau datangbsendiri ke rumah pak Zain
" Kemana?" tanya balik Zula masih sibuk
" Belanja barang untuk di bawa ketempat pak Zain, gue gak tau gimana pakean baby yang pas dan cocok" jawab Ryan menoleh pada Zula
Zula terdiam dan menghentikan kerjaannya serta berfikir licik untuk ngerjain Ryan balik
" Tapi habis lembur, kita lembur sampai magrib dulu nanti" tambah Ryan lagi dan
" Okey..." jawab Zula santai karena ada yang mau di lakukan pada Ryan tentang kelicikannya