
Kini mereka sampai di Villa yang sudah di pesan oleh Zain , dan semuanya pada tepar di sofa ruang tamu yang langsung berhadapan dengan laut di depannya
" Bah... Sepertinya ini pernah deh kita nginep di sini ya?" tanya Jihan teringat
" Kapan?" tanya El menyaut
" Seumuran Abang, bener gak sih di Villa ini juga?" tanya Jihan lupa lupa ingat
" Iya cuman kan bangunan dan yang lain sudah di renofasi Mi, Udah berubah total kalau lokasinya masih sama" jawab Zain yang tentunya masih sangat ingat
" Tuh kan.... Bener" jawab Jihan yang ternyata ingatannya masih berfungsi
Ya namanya juga udah tua, terus udah hampir 28 tahun juga pastinya sudah sangat lama banget
" Ula juga pernah nginep di sini" jawab Zula santai
" Idih ngimpi kapan?" ledek El lagi
" Ya sekitar 4 5 tahunan yang lalu, sebelum kenal sama kalian semua, sorry maksudnya sebelum kenal Abah, kalau bang Al udah di sekolah, bang El di media sosial" jawab Zula menjelaskan sambil nyengir
" Kamu pernah liburan sampai sini juga nak?" tanya Zain yang tepat di sebelah Zula
" Ya iya dong.. Walau tanpa Abah, kehidupan Zula dari dulu tetap terjamin Bah, mau apa aja bisa, " jawab Jihan membela
" Memang Uminya yang the best" jawab Zain yang faham tentang Jihan
Mereka lanjut dengan ngobrol dan kemudian sholat dhuhur berjamaah, karena mereka santai dan gak dalam perjalanan terburu buru, mereka tidak memilih melakukan sholat jama' kosor karena gak buru buru amat juga kok
Setelah sholat dhuhur mereka kembali di mode lapar, dan waktunya makan siang
" Masak dong Mi..." ucap El lagi
" Seharusnya ini tanggung jawab Abah, Abah yang bawa, abah yang masakin dong," jawab Jihan paling sebel kalau suruh masak
" Masyaallah Mi, masak untuk suami dan anak anak juga, sepertinya males banget, pahala Lho Mi" jawab Zain lagi
Kalau udah kejar kejar nama pahala haduh rasanya hati seraya sayang banget kelewatan pahala untuk anak dan suaminya
" Keluar jurusnya, Umi kan lagi pengen PW bah, gak rela banget lihat istrinya istirahat, " jawab Jihan yang lagi pengen males malesan
" Kan gak lama sih Mi, ada semua tuh di kulkas, Abah udah minta tadi" jawab Zain sambil menggulat Jihan
" Wokey.... Kalau Umi gak mau masak, Ula yang masak" jawab Zula sok sokan ingin masak
" Widih.. Yang bener aja nih mau masak, jangan di bantuin sayang" ucap Al meledek dan meminta Aliza agar tidak membantu Zula
" Gak apa apa, gak masalah, ini suatu tantangan bagi Zula, dan kecil, cuman masak, ilmu nampak, " jawab Zula sok jagoan
Mereka semua saling mencep dan menahan tawa, pengen tau gimana reaksi Zula nanti masak, apa lagi sok jagoan gitu
" Tablet dong Bang... Mana nih, pinjem dong yang bawa" ucap Zula mulai memcari senjata awalnya
" Apaan mau masak cari tablet, cari pisau kek alat tempur masaknya, cari tablet, bukan untuk main masak masakan ya La" ledek Al lagi pada Zula
" Diem deh, senjata anak jaman sekarnag tuh ini, Tablet, untuj nengok di youtube, " jawab Zula yang langsung mengambil tablet milik Al
Zula langsung berjalan ke dapur dan membuka isi kulkasnya, padahal selama ini dia buka kulkas kalau mau ambil minum dan cemilan doang, itupun di dalam kamarnya yang isinya cuman minum dan makanan ringan doang, atau buah lah
Sedangkan kulkas dapur dia sana sekali tidak pernah tau, apa lagi isinya,ya mungkin sekedar tau nama nama daging dan yang lain, tapi gak pernah tau cara masaknya
Dan kali ini experiment bangetn untuknya pertama masak di labuan bajo,
Sampai yang lain heran dan pusing sendiri melihat bolak baliknya Zula yang menyiapkan camera dan lain sebagainya
" Haduh haduh haduh..... Yang ada kita semua nanti bakal mati kelaperan, mau masak aja ribet banget, " teriak El kesal dengan kesibukan Zula
" Brisik tau gak, ini tuh namanya bisnis, berkarya sambil cari cuan, sayang dong subcriber gue nungguin tuh" bantah Zula masih santai
Dan masih menyiapkan keperluannya
Dan kebetulan di lemari dan di kulkas ada banyak seafood, yang siap di masak, dan lebih enaknya sudah di bersihkan,
Dan Zula memilih udang untuk di masak sebagai pendamping spaghetty yang menurut Zula cukup simpel
Zula mulai memotong semuanya dan menyiapkan bahan bahanya, sedangkan di luar masih pada asyik ngobrol ghibahin Zula tentunya
" Bantuin dong Mi, kak, gak siap siap tuh nanti pada kelaperan semua kita" ucap El sudah mulai bete
" Udah biarin berusaha lho El, udah besar dia tuh, udah waktunya belajar" jawab Al melarang istrinya
Dari dapur Zula sudah mulai kebingungan gimana cara pakai beberapa alat di dapur
" Mi..... Umi...." panggil Zula mencari bantuan
" Kak.... Kak Aliza, gimana dong ini, pakenya" teriak Zula lagi dari dapur
" Nah.. Tuh mulai kebingungan dong, cepet bantuin dong Mi" kesal El yang sudah gak stabil emosinya
Secara cuman Zula yang bisa jaga moodnya dan jiga baby Bibi yang kembali bobok di sebelahnya
" Mi... Tolomg lah anaknya " ucap Zain lagi
" Biarin, katanya jagoan tadi" jawab Jihan sengaja
Sedangkan Aliza yang sudah mau berdiri di tahan oleh Al, biar tetap berada di sebelahnya
Teriakan Zula makin kuat dan makin bernada kesal padanUmi dan kakaknya yang gak turun ke dapur juga, dan akhirnya dia berlari menuju ruang keluarga untuk menghampiri mereka
" Ck.... Umi kak Liza ih, sengaja ya.. Gimana dong, ini yang mana sawi pacoynya?" kesal Zula yang membawa sawi putih dan sawi bakso untuk mereka
Semua terdiam dan justru bengong melihat tingkah Zula yang sudah beda dari awal dia masuk ke dapur
" Alamat kapal pecah kak..." ucap Jihan seketika langsung berdiri
Perasaan Jihan sudah mulai gak enak, apa lagi melihat penampilan Zula yang sudah berubah, bisa di artikan dapurnya makin hancur
" Tanggung jawab Abah yang beresi" ucap Jihan langsung mengancam Zain
Pasalnya sudah enak enakan makan di restoran malah pake acara masak segala, kalau yang merasa jagoan bisa di kendalikan agak aman lah ya,
Lha ini?? Haduh sudah bisa di pastikan menjadi kapal pecah dapur Villa kali ini
Jihan dan Aliza langsung berjalan ke dapur dan apa yang mereka lihat
" Masyaallah........" Teriak Jihan saat melihat seisi kulkas keluar dari kulkas
" Laailaahaillallaah...." Tambah Zula sambil menutup kedua matanya
" Yang mana sawinya?" tanya Zula masih gak sadar kalau Umi dan kakak iparnya sudah drop melihat betapa berantakannya dapur kesayangan para wanita
" Ancurr...." ucap Jihan dan Aliza saling pandang