
" Hem..... Udah kerja masih aja ajukan proposal" Ucap Jihan menyindir El
" Ingat Mi, masih kewajiban" jawab El dan Zain malah mengosak ngasik rambut kepala El
" Udan istirahat, tidur nyenyak, Abah Tf nanti" jawab Zain dan El langsung girang
Kini mereka kembali ke kamar masing masing dan kebetulan besok hari sabtu dan El sama sekali gak berangkat kerumah sakit begitu juga dengan Zula yang libur kerja
Ya gak libur sih masih ada lemburan juga pasalnya dia harus pergi juga nanti hari senin , ya setelah Zain dan Al pasrah pada Zula dan Ryan mereka jadi sering pergi ke luar kota maupun luar negri
Baru 3 minggu lalu pulang harus otw lagi, ya mengurangi populasi galau ceritanya
Kini Zula sarapan dengan laptopnya, gak sempat kebawah dan tadi ambil langsung di bawa ke atas
Sedangkan yang lain sarapan bersama begitu juga dengan El dan Al, yang bersama Abah Uminya, kalau Aliza masih dalam masa pengawasan, sebenarnya sih gak masalah, cuman Aliza yang patuh banget dengan adat jawanya harus rapih
" Weh... Jadi besok lamaran El?" tanya Al yang baru mengetahui kabarnya
" Yuhu..... " jawab El santai dan gembira
" Gitu dang sat set di rebut orang setres lagi" Jawab Al dan El mengacungkan jempolnya
" Putri Abah kemana ini,?" tanya Zain yang belum melihat Zula
" Lembur tadi katanya, Senin besok ada pertemuan di negara sebelah " jawab Al yang cukuo tau jadwalnya
" Sama itu?" tanya Zain tau juga
" Tapi bukannya perusahaan itu udah mundur lama gak sih Bah, apa gimana? setahu Umi udah mundur lho kerjasama dengan perusahaan kita?" saut Jihan yang tentunya faham juga,
Kalau El sebagai pendengar saja, karena dia hanya perugas kesehatan kalau di tanya tentang rumah sakit dan penyakit hafam dia kalau seperti ini milih diem
" Iya dulu kan pemegangnya itu, sekarang lain, jadi minta gabung lagi, " jawab Zain santai
" Oalah... Kenapa kok minta balik lagi?" tanya Jihan lagi
" Lebih menguntungkan dong Mi, kalau udah gak ada masukan mau minta di insfestori sama siapa? Yang kemaren tuh kata pak Ryan belagu, sok bisa habis itu bangkrut gak bisa kembang, ganti dan ini maju minta gabung lagi" jawab Zula yang baru datang sambil membawa piringnya yang sudah kosong
Zain dan Jihan mengangguk dan tau apa masalahnya
" Sudah selesai sarapannya?" tanya Jihan pada Zula mengangguk
" Udah kosong, boleh nambah gak sih?" Jawab Zula sok sokan
" Idih nambah tinggal nambah, gitu banget kayak dimana aja" jawab Al dan Zula menyenggol Al
" Gue takut sama mulut Elo," jawab Zula membuat Al bingung
" Comel kalau masalah suruh ngejek orang gendut lah berisi lah, males gue" tambah Zula dengan mengambil piring kecil untuk mengambil beberapa lauk untuk di gado
" Gitu loe pikir, dia sukanya sama yang tipis tipis" Saut El dan berbisik
" Hooh.." jawab Zula kemudian duduk di sebelah El dan Al
" Mulutmu denger kakak lho" Sengkal Jihan menegur dan mereka cekikikan
Di sebelah Jihan ada baby Bibi yang juga ikut sarapan dengan menunya sendiri yang di buatkan oleh Umi Jihan
" Laa...La la.." Ucap Baby Bibi memanggil Zula.
" Kakak Zula" ucap Zula lagi dan Bibi mengangguk
" Sarapan ya... Pake apa? Nasi " tanya Zula dan Bibi tersenyum sambil mainkan mainannya di depannya
" Pergi kemana?" saut Zula sambil fokus pada makanan tambahannya
El memberi isyarat pada Semuanya agar tidak mebjawab dan tetap diam
" Ikut gue yuk" Ucap El mengajak Zula
" Kemana?" tanya Zula heran dan tetap fokus pada seafood di hadapannya
Karena pagi ini menunya seafood kiriman dari mbah Arisnya katanya
" Udah ikut aja, siap siap aja, kita weekand" jawab El dan Zula hanya menjawab
" Okey"
" Lemburnya udah selesai?" tanya Zain lembut
" Hehehe... Lanjutin Abah ya," Cengir Zula
" Boleh tapi Abah hari ini ada pengajian nak, harus keluar gak bisa kalau harus bantu," jawab Zain karena ada jadwal
" Umi cantik deh, boleh dong bantuin anak gadisnya" Rayu Zula pada Uminya
" Yee.... Umi ya ngikutin Abah toh nak, yo ndak Bisa" jawab Jihan sama sama gak bisa
" Loe bang.. Jangan bilang gak bisa, loe gak kemana mana, elo di rumah kan nungguin kakak sama anak Loe, kalau loe gak bisa bantu gue, jangan harap uang bulanan nanti masuk ke rekening Elo" Ucap Zula langsung mengancam tanpa mau tau kegiatan Al hari ini
" Gue juga ada jam nanti La, di kampus sama di MA, " Jawab Al juga mau menolak
" Bodo amat, ini hari sabtu loe berangkatnya siang, udah kerjakan sedikit gak apa apa, lumayan gue mau healing, " jawab Zula gak mau tau dan berdiri dari tempat duduknya dan mendekat pada baby Bibi dan mengambilnya
" Umi sama Babah kan pergi kita healing juga sama kakak dan Abang" ucap Zula dan bermaksud mengajak Baby Bibi
" Dengan senang hati kakak, Umi sama Abah biar berdua saja" jawab Jihan girang akhirnya kembali berdua sama Abahnya
" Gak usah bawa supir ya Mi" Ucap Zain serasa bernostalgia
" Perasaan baru berapa bulan lho Bibi ni, belum ada setahun, gitupun juga sering pergi berdua, di titipin nyah" sindir Al yang sekarang gilirdan dirinya yang harus berjaga dengan anaknya
" Sabar ya bro, semua akan indah pada waktunya di saat anak besar nanti" jawab El yang ikut beranjak juga
El dan Zula lanjut siap siap, El juga sudah bilang sama Heny kalau mau kerumah ada yang perlu di sampaikan juga
Heny dengan senang hati pastinya, sengaja El belum memberitahu Pada Zula masalah dirinya yang hendak menikah,
Dan sengaja hari ini mengajak Zula agar bisa menemani dan memberi masukan rekomendasi tempat dan persiapan pernikahan mereka sekaligus memberi kejutan kabar bahagia
Kini Zula sedang memandikan baby Bibi, yang super duper aktif membuat Zula terkadang kualahan dengan tingkah baby Bibi
Apa lagi saat ganti baju, seolah pengen lari guling guling senenaknya, Zula gak kebayang kalau besom punya anak juga akan seperti ini
Setelah selesai, Zula nitip pada El yang memang sudah selesai mandi dan siap siap, giliran dia mandi dan siap siap juga
Setelah mandi ganti baju dan make up tipis Zula mengambil gendongan Baby Bibi dan juga babarapa keperluan Baby Bibi, mulai ASI dan juga bekal makanan dan cemilan
Jihan sebenarnya agak khawatir sih, tapi karena ada ke 3 kakaknya yang sudah dewasa biar sekalian belajar lah toh besok juga akan jadi ibu dan bapak juga
" Hem... Repot ya kalau pergi bawa anak kecil" ucap Zula saat sudah di mobil dengan memangku baby Bibi
" Latihan" jawab El santai
" Okey kita para jomblo latihan, dan biar tetap terlihat keluarga bahagia aja ya di pandang orang, walaupun sebenarnya jomblo" jawab Zula yang belum tau stts baru abangnya