Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Adek perempuan mana


" Haduh.... Gimana sih Wa, kemaren gagal nikah karena juga gak mau kok" jawab El mulai minum terlebih dahulu


El tak lupa berdoa dulu sebelum makan dan minum dan lanjut maka buah terlebih dahulu sebelum makan


" Lho Bang, nasi dulu Bang, masak buah dulu" Ucap Halwa mengingatkan El


" Pak dokter Wa, dia tau mana yang tepat" saut Aliza sambil menaikkan alisnya


" Selama ini makanmu gimana?" tany El sambil mengunyah melon


" Ya nasi dulu lah, emang yang bener gimana? Kan itu cuci mulutnya" jawab Halwa lagi


" Cuci mulut cuci mulut, yang ada busuk nanti buahnya" jawab El lagi


" Pencernaan buah sama nasi itu lebih cepet buah, jadi kalau Nasinya duluan, jadi nasi di bawah dong, dan buahnya yang sebagai pencuci mulut di bagian atas, kalau pencernaan Buah lebih cepat dan di atas otomatis dia justru kadaluarsa bukan? Busuk, dan seharusnya udah keluar tapi tertahan sama nasi duluan" jawab El menjelaskan cara makan yang benar


" Oh..." ucap Halwa dan Aisyah kompak


" Di biasakan makan yang bener lho mbak, pola makannya di jaga juga, sehat mahal lho, mana masih sakit semua makanan gak enak, belum kerumah sakit habis uang juga kan?" tanya El mengingatkan


" Berapa coba permalam rumah sakit saat ini, dengan ukuran 1 kamar ber 4 apa udah 1 juta permalam, lebih mahak dari hotel berbintang lho, kalau di VIP, udah berapa permalam, ?" ucap El itung itungan


" Selagi masih sehat masih bisa di jaga, di jaga aja pola makannya biar tetap sehat, kalau udah sakit semua makanan di larang, ini itu, repot sendiri" jawab El lagi ceramah pagi pagi


El lanjut makan dan Aisyah serta Halwa ngobrol sendiri, dengan Baby Bibi yang kini di tidurkan di tempat tidur baby


Aliza sebenarnya mau pindahin ke kamar, tapi kata Aisyah gak boleh yang ada nanti dia ikut ketiduran , dan konon katanya orang hamil gak boleh tidur pagi pagi


Dan akhirnya Aisyah mengambilkan tempat tidur baby Bibi dan di taruh di sebelahnya


" Oh ya mbak, El mau pulang nanti, mau nitip bawakan apa?" tanya El lagi


" Mau ngapain?" tanya Aliza balik


"ambil baju ganti lah, gak ada di sini" jawab El sambil ngunyah makanannya


" Orang baju yang semalem dari Labuan bajo masih ada kok, udah kering udah di gosok sama Bibi" jawab Aliza yang meluhat bibik gosok


" Apa iya?" tanya El balik


" Iya aman, lagian baju kamu apa gak ada yang di sini? Punya Bang Al aja masih banyak lho di sini, Zula juga" jawab Aliza lagi


" Apaan Zula baru di anter sama orang butik semalem" jawab El lagi dan Aliza kaget


" Gila tuh bang Al, masak punya istri udah lebih dari 5 bulan, gak di ajak keluar ngambah butik kek, orang gak bayar juga" ucap El kesal


" Nanti Mbak biar di jemput sama Zula, " tambah El kesal sendiri


Di kampus Al sedang melakukan meeting bersama beberapa kolega kampus tempat Jihan kuliah dulu, dan sekarang Heny yang kuliah di sana


Mereka sedang mambahas tentang pengajuan mahasiwa yang mendapst beasiswa ya agenda masih sama, dengan dulu yang Jihan lakukan dulu dan di teruskan oleh Jihan


" Jadi kapan saya harus berangkat pak? Kira kira pengajuannya kapan?" tanya Al kalau sam bisnis dan pekerjaan sat set banget, tapi kalau sama perasaan haduh repot


" Begini pak Al, kan waktu itu udah bapak ajukan, dan saat ini masih ada beberapa dokuman yang perlu di antarkan, kita lebih baik untuk di kirim secara onlina aja apa gimana?" tanya rektornya


" Ya kalau bisa di kirim onlin malah bagus, gak makan waktu dan biaya ke sana, kalau survai saya rasa gak perlu deh, soalnya setiap tahun bahkan setahun dua kali saya kesana, ini kan agenda tahunan" jawab Al lagi yang hafal seluk beluknya


" Soalnya kalau untuk minggu minggu ini dan 2 bulan ke depan saya terus terang gak bisa pak, agenda undangan udah full, dan di kampus saya sendiri juga akan ada Wisuda perdana di sana, jadi perlu banyak persiapan" jawab Al lagi yang menolak untuk pergi


" Di bulan bulan selanjutnya saya juga justru keberatan, dan gak bisa, soalnya istri saya sedang hamil besar pak, mendekati persalinan gak tega kalau harus di tinggal lagi" jawab Al mempertimbangkan lagi


" Terus kalau ada pengajuan untuk revisi dan undangan gimana pak? Soalnya kami terus terang juga sama sama gak bisa, yang bisa menangani masalah bisnis ini kan bapak sendiri, dan gak mungkin kita juga meminta pak Zain sama dokter Jihan untuk kembali, secara Beliau sudah tua dan punya momongan banyak santri" jawab Salah satu anggota Meeting yang mana selama bertahun tahun yang memegang hal ini memang zain dan Jihan,


Selama Jihan dan Zain bersama mereka atau kamous tersebut mendapat banyak peluang fakultas yang membuka beasiswa untuk kampus tersebut


Dan Al tinggal melanjutkannya selama Abah Uminya sudah pensiun dini


Ya Jihan dan Zain sebenarnya belum waktunya mereka pensiun, tapi karena saatnya mereka kembali ke Abah Hasan dan Umi Zahra, akhirnya mengambil langkah pensiun dini


Tapi kalau mengenai perusahaan utamanya, yaitu perbankan syariah, mereka masih cek beberapa bulan sekali, sebagai suravi kemajuan dari cabang cabangnyaz soalnya belum resmi di pegang oleh Zula sebagai penerusnya


" Betul pak, bapak tau sendiri kan kalau undangan tersebut juga wajib ada yang menghadiri, kalau gak ada kan bisa hangus beasiswanya" jawab salah satu dari anggota lainnya


" Hem... Nanti saya coba bicara dengan adek saya, sepertinya bisa membantu" jawab Al memberi pertimbangan


" Kalau Dokter El kan lain pak jurusannya, kalau minta beasiswa dari rumah sakit beliau mungkin bisa" jawab lainnya yang kenal El juga dan Al langsung tertawa


" Maksud saya adek saya yang perempuan pak buk, dia seorang pembisnis juga, dan mungkin bisa menjadi wakil saya sebagai penerus abah Umi, " Jawab Al yang terlupa kalau mereka belum mengenal siapa Zula


Semuanya saling lingak linguk da saling pandang dengan ekspresi bingung dan bertanya tanya


El yang lolanya kambuh gak sadar kalau mereka masih belum tau siapa yang di maksud dengan adek yang di ucapkan sebelumnya


" Hem... Maaf Pak Al sebelumnya, kami belum faham dengan adek perempuan pak Al, yang bapak maksud Adek yang mana ya,? Soalnya setahu kami cuman dokter El sama adek bayi, maaf banget " tanya salah satu anggotanya karena gak faham tentang Zula sama sekali