
" El mana? udah pulang belum?" tanya Al sebelum bercerita
" Tuh.. Mobilnya baru masuk" jawab Zula sambil menunjuk mobil El yang baru masuk gerbang
" Kabar baik apaan sih.?" tanya Zula kepo
" Sekalian nunggu El" jawab Al sembari nunggu El yang baru saja memarkirkan mobilnya
" Okey..." jawab Zula kembali menghadap ke kang santri
" Ayo lanjut kang" jawab Zula kembali main catur
Dari jauh El baru saja turun, dengan membawa jasnya dan juga tasnya saat keluar dari mobil
" Assalamualaikum" ucap El menghampiri Al
" Waalaikumsalam" jawab Al santai
" Baru pulang juga bang? " tanya El sambil bersalamn dan mencium tangan Al
" Heem.., loe juga kok tumben baru pulang jam segini?" tanya Al balik
" Ck.. Itu ada korban kecelakaan, akibat demo tadi, makanya rame rumah sakit, dan ada oprasi dadakan, " jawab El bercerita menyebab pulang telat
" Demo apa?" kepo Zula menerima salaman dari El
" Demo pabrik sebelah itu lho" jawab El santai
" Loe kok di luar ngapain?" tanya El melihat Zula yang masih main catur dengan kang santri
" Gabut gue, loe belum pada pulang sih, makanya gue main catur sama kang santri, " jawab Zula sembari berdiri
" Udah besok lagi ya kang, makasih udah menemani kegabutan gue, kedua manusia ini udah pulang, gue masuk dulu" ucap Zula pada kang santri
Kang santripun mengangguk dan mengiyakan, serta berucap sama sama, dalam benaknya masih penasaran siapa Zula, dan apa hubungan mereka, karena posisi Zula dalam keluarga Al Musthofa masih jadi tanda tanya dan teka teki semua orang
" Tumben gabut, gak dapat PR loe dari Ryan?" tanya AL sambil jalan masuk kedalam secara bersamaan
" Lagi sehat dia, ini juga kan gue bilang minggu depan gue cuti 2 minggu, kan mau ke lamaran bang El, tak bilang gue mai ke German sama ke Swiss sekalian ambil ijazah gue, " ucap Zula bercerita
" Terus? boleh gak? gak boleh ya kira demo sekalian" ucap El
" Ya makanya tak bilang dia lagi sehat, ilang stresnya, gue bahkan di izinkan mulai besok, gue libur jadi 3 minggu libur, " jawab Zula girang
" Yuk nyusul Umi sekarang, kan gabut gue" tambah Zula sambil bergirang riang
" Kok tumben dia ada apa?" tanya El mengerutkan keningnya, karena heran aja, seorang Ryan memberi kebebasan pada Zula
" Kurang tau, udah gak gila paling, tapi tadi dia bilang katanya mau pulang kampung juga, sama mau refresing karena mumet tiap hari debat sama gue" jawab Zula nyerocos sambil menaiki tangga
" Hem... paling mau main mobil tuh anak" ucap Al yang kenal jauh Ryan
" Main mobil gimana? mobil mobilan?" tanya Zula lanjut jalan
" Emang bocah main mobil mobilan" jawab El menonyor kepala Zula
" Di tuh hobi banget, main kepot kepotin mobil, gue pernah ikut jantungan gue, ya itu lah hobi dia" jawab Al lagi
" Tapi kok tumben lama liburnya, gak ada clayen masuk?" tanya Al sesampinya di kantai 3 kamar mereka
" Ya gur kan cekatan, tau mau cuti gue selesaikan semua scedhule, yang ada, gue kerjakan berkas berkasny, agar dapat izin dari lempir laki tuh, eh rupanya semua selesai, dia juga ikut izin, semua berkas di kasih sama pak Irfan" jawab Zula kembali bercerita
" Intinya, dia juga gak mau ke kantor kalau loe gak ke kantor La" cibir El bercanda
" Bodo amat gak ngaruh tuh di perasaan gue" jawab Zula santai tanpa terpengaruh baper sama sekali
" Elo buruan mandi nanti kita kumpul di kamar Ula" ucap Al lagi pada El
" Ngomong apaan?" tanya El lago
" Udah mandi dulu loe, " jawab Al lagi sambil mendorong El masuk kamarnya
"Loe kalau gabut nunggu gue, telfon Maulana dulu aja La" jawab Al lagi
" Dia lagi sibuk kerjakan tugas kuliah" jawab Zula jutek karena memang itu yang membuatnya gabut
Dan Zula akhirnya masuk kamarnya untuk live IG sembari menunggu kedua abangnya ke kamarnya
Untuk mengisi kegabutannya dan menyapa para followersnya yang dia tak seaktif dulu lagi
" Kak Zula sekarang jarang bikin story dan live lagi, kangen kak Zula" komentar pada followersnya
" Maaf ya lur, sekarang jarang bikin story maupun live IG, sekarang udah mulai kerja, berangkat pagi pulang magrib, masih harus ngaji lagi, malam udah capek istirahat" jawab Zula yang dia sendiri kembali tutup endors karena sudah dapat mobil dari abahnya
Di tengah live nya, Al dan El mengucap salam dan masuk kamarnya
" Assalamualaikum" ucap El dan Al kompak
" Waalaikumsalam.." jawab Zula dan kembali menatap layar ponselnya
" Udah dulu ya gaes, live lanjut lain waktu, gue mau lanjut ghibah dulu sama geng ghibah gue, see you, Assalamualaikum" ucap Zula mengakhiri livenya
Al dan El duduk di sebelah kanan dan kiri Zula, sembari mengambil snack yang ada di meja Zula,
Zula duduk di karpet kamarya yang empuk dan Luas, di kamar Al El terdapat sofa, tapi Zula tidak menyukai adanya shofa makanya di ganti karpet agar bisa duduk lesehan dan nyaman
" Gimana mau nyusul Abah Umi?" tanya El yang okey okey aja
" Enggak... Di rumah aja, Umi lho sabtu balik" jawab Al menolak cepat
" Terus elo tadi mau ngomong apa, ada kabar gimbira apa?" tanya Zula
" Heem " jawab El menyaut
" Dengerin baik baik, gue...." ucap Al terhenti dan El Zula menunggu dengan seksama
" Gue udah lamar Aliza " ucap Al dengan senyum mengembang
" What???" kaget El dan Zula kompak
El Zula kaget banget, selama ini Al sama sekali gak ada cerita tentang kedekatannya dengan Aliza, dan sekarang tiba tiba ngomong kalau dia sudah lamar Aliza
" Serius bang?" tanya Zula memastikan
" Serius dong.. Cincin udah terpasang di jari manisnya, gue udah izin dan minta restu sama kakak kakaknya, dan senin khitbah sekalian ijab qobul, berkas udah di tangan orang kantor, besok jadi" jawab Al santai dengan cerita yang sat set
" Gak jelas nih orang La, gak ada cerita tiba tiba lamar orang, dia pikir kita siapa di sini ya La, abah Umi gimana ya, tau tau mau nikah aja urus berkas" jawab El masih belum sepenuhnya percaya
" Ada camera gak sih ? loe ngeprank kami ya, pake chanel Abah" ucap Zula sembari melihat sekeliling sudut kamarnya untuk cek kamera,
Karena selama Al ikut jejak abahnya sebagai pendakwah kondang, El juga ikut mengisi chanel jutup Zain sebagai penerusnya
" Apaan sih, beneran gue, " jawab Al serius
" Okey gini bang, elo gak pernah cerita sebelumnya sama kami tentang kedekatan elo, sekarang loe tiba tiba mau nikah, " ucap El masih kurang yakin
" Dan jujur kalau itu bener gue seneng banget, dan gue happy banget bakal punya kakak ipar seperti kak Liza, tapi loe serius gak nih?" tanya Zula yang sejujurnya sangat bahagia