
Malam harinya sehabis sholat magrib, Zula dan kedua abangnya dan 1 kakak iparnya mulai ngaji dan di simak para jamaah yang berjamaah di musholla tersebut
Dengan irama indah dan nada, tajwid dan makhorijul khurufnya jelas, dengan fasih juga yang mendengarkan seolah kecanduan
" Ini lah titipan terindah cucu dari Pak lekmu yo nang" ucap salah satu saudara yang ikut menyimak
______________________
Malam ini di rumah Heny, Heny sedang di apelin sama pak lurah untuk pertama kalinya setelah tunangan
Sedsri awal pak Lurah ada di sana, Heny hanya diam tanpa mau berkata apapun
Bahkan di tanya aja sama sekali tidak menjawab dan trtap diam, pikirannya mengarah Ke El, yang sama sekali lepas tanpa mengabarinya
Heny makin gak fokus dan bahkan gak kepikiran tentang kuliahnya apa lagi skripsinya
Pikirannya kosong karena cinta yang gak di harapkan, jodoh yang jauh dari impian
" Neng Heny..." Panggil pak lurah lagi dan Heny masih diam
Dari jauh Bundanya melihat ekspresi wajah Heny, dan langsung menegurnya
" Hen...." panggil singkat Dan Heny menoleh
" Neng Heny.. " panggl pak lurah lagi
" Iya gimana?" tanya Heny balik dengan ucapan singkat
" Kok diem aja, saya mau kenal dengan neng Heny" ucap pak lurah dan Heny masih diam dsn tidak langsung menjawab
" Itu udah tau namaku" jawab Heny singkat
" Kenal sifatnya" jawab Pak lurah lagi
" Sifat saya arogan, buluk, jahat, bar bar, gak ada bagus bagusnya deh, mending pak Lirah cari yang lebih baik lagi kan masih banyak" jawab Heny langsung semangat menjelek jelekkan dirinya fi hadapan pak lurah
Enak aja di baik baikin, makin jatuh conta bahaya nanti, pikir Heny..
____________
Hari kian berganti, hari ini Zula sudah waktunya untuk berangkat ke Turky bersama Ryan, tanpa sepengetahuan Maulana tentunya, dan Ryan yang kenal maulana juga gak cerita
Semu berkas kerja samanya sudah lengkap, bahkan semuanya sudah di siapkan oleh Zula sebagai sekertaris pribadi Ryan
Dan Ryan sudah menunggunya di rumah Abah Zain, karena Ryan berangkat dari rumah pakdenya, yaitu abah Yai dari pak Kyai di mana Zula dulu mondok
Ryan adalah salah satu keponakannya yang dulu juga ngaji dan sebagai santri putra di sana
Setelahnya malanjutkan kuliah sambil mondok di daerah Jakarta karena dapat beasiswa di Jakarta, sampai akhirnya lulus S2, dan gabung ke perusahaan Zain
Kini Ryan masih ngobrol dengan Al dan El di bawah, sedangkan Zain seolah masih berat melepaskan putrinya sendiri
" Beneran mau pergi ini?" tanya Zain sambil memeluk Zula
" Abah Apaan sih, kayak mau di tinggal pergi lama aja" jawab Zula santai dan membalas pelukan Abahnya
" Entah ini, " Sambung Jihan lagi
" Dulu bang Al, bang El juga kuliah jauh dari Abah, Zula dari kecil jauh dari Abah, Umi, santai aja, kan sama sih Bah" jawab Zula lagi dan Zain masih gak tega
" Beda dulu Abah belum mengenal Zula, Abah gak tau punya putri secantik ini, kalau tau Abah gak akan rela Putri Abah jauh dan hidup sendiri" jawab Zain makin mengeratkan pelukannya
" Terus? Kalau untuk Umi gimana? rela juga gak?" tanya Jihan seolah cemburu
Zula tersenyum dan berharap dia mempunyai rumah tangga dan suami yang bucin banget seperti abahnya, asal jangan sama mulutnya
" Ya udah hati hati ya jaga diri baik baik" ucap Zain akhirnya melepas Zula
Pasalnya dari semalam Zain sudah ketar ketir sampai Jihan akhirnya turub tangan untuk menjadi penceramah dadakan
' Nanti boleh gak sih Ula main main dan liburan dulu bah?" tanya Zula lagi
" Boleh dong...." jawab Zain penuh semangat
" Boleh liburan tapi ingat tanggung jawab pekerjaan ya kak, jangan aah liburan lupa pekerjaan" tambah Jihan
" Siap Umi" ucap Zula semangat
Mereka semua akhirnya turun ke bawah dan menemui Ryan, dan sekaligus mengantar Zula kebawah
Ryan rencana bawa mobil sendiri, dan di titipkan di bandara seperti biasa, saat dia pergi bersama Zain maupun Irfan atau Imam
" Pak Zain" Ucap Ryan berdiri dan bersalaman dengan Zain
" Pak Ryan, nitip Zula ya, jangan di apain jangan sampai terluka ataupun lecet" ucap Zain pada Ryan
Mereka akhirnya bersalaman dan berpamitan dengan Zain dan yang lain, dan akhirnya kini Zula berada di mobil dengan Zula untuk menuju ke bandara
Kepergian mereka di antar dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik Zain, karena memang sedang tidak terbang hari ini
" Nanti mampir dong ke tempat mertua?" ucap Ryan lada Zula
" Iya harus dong, " jawab Zula santa
" Emang tau di mana rumahnya?" tanya Ryan mengejek
" Tahu dong, di kota X kan, faham gue kita juga nanti pertemuannya di kota X juga kan yang terakhir" jawab Zula yang faham tentang ke adaan Turky
Karena Zula pernah berimpian bersama dengan Maulana nanti saat sudah menikah dan bulan madu di negara Turky
" Loe kok gantungin Calon loe nanti kalau kelamaan di gantung seperti El lho" Ucap Ryan pada Zula
" Doa loe jelek amat" bantah Zula
" Bukan berdoa La, tapi kan lebih baiknya gimana, jangan lama lama, selain makin lama perbuatan Zina mata dan lisannya serta kupingnya juga, kalau sudah mantep langsung gercep, kasian yang menunggu" jawab Ryan menasehati Zula
" Dia tuh beberapa hari lagi ulang tahun, nanti gue mau kasih jawaban, anter gue ya" ucap Zula malah meminta di temeni
" Mau kasih kejutan maksudnya?" tanya Ryan lagi dan Heny mengangguk
" Ogah gue jadi obat nyamuk" bantah Ryan males
" Ya udah kalau gue nyasar ilanh tanggungan elo" ucap Zula santai dan mengundang esmosi Ryan
Renacana mereka di Turky gak begitu lama cuman beberapa hari saja, paling mentok seminggu saja, karena ini pertama kalinya Zula keluar dan bertemu dengan kolega luar negri yang bukan di kantornya sendiri
Sering berjumpa dengan para coleganya cuman kan seringnya di negri sendiri, di kantor sendiri, bukan sampai keluar begini, yang nantinya dirinya sebagai tamu dan juga yang di tanggapi oleh begitu banyak rekan kerjanya
Di Turky Maulana tidak sedang di kantor, melain sedang ada pertemua makan siang dengan kakek dari ayahnya
Ya ayah Maulana adalah anak tunggal, sama seperti Maulana, dan selama ini kakeknya tinggal di negara lain, atau di Amerika, lebaran tahun ini mereka pulang dan berkumpul dengan membawa 1 set keluarga yang hendak di kenalkan dengan keluarga Maulana
Sebenarnya sudah kenal karena mereka juga dulu tinggal di kota yang sama saat di Turky, cuman pertemuan kali ini lain lagi