Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Heny Pingsan


Di Rumah sakit Heny dan El langsung ikut breafing bersama para petugas lainnya


Setelah brafing El dan Hey ganti baju untuk masuk ke ruang oprasi


Saat di dalam setelah berdoa bersama, kini tindakan mulai di lakukan,


Gak seperti biasanya, Heny seolah kepalanya muter muter karena melihat darah yang begitu banyak


Hal seperti itu udah biasa dia lihat tapi saat ini, baru 10 menit tindakan, melihat darah langsung rasanya mual dan pengen pingsan


Heny mencoba untuk tetap tegar, tapi makin lama makin pengen muntah saja


" Sayang... Pengen muntah, izin keluar dulu" Ucap Heny pada El


Sontak El kaget dengan kejadian itu, cuman dia harus profesional dan konsentrasi dalam menangani pasien


El gak bisa banyak ngomong dan hanya mengangguk dan Heny langsung keluar


El lanjut fokus menangani pasiennya, dan menenengkan hatinya untuk tidak kepikiran padan Heny, sudah hal biasa seperti itu apa lagi anak anak magang yang mana belum terbiasa pasti mual dan muntah seperti yang Heny lakukan


Heny melepas baju dinasnya dan langsung ke toilet terdekat


Di sana dia semakin pusing dan makin muter seperti bumi yang memutar dan bergoyang


" Huuueeek...... Huuueeekk... Sooorrrr" Heny memuntahkan isi perutnya hingga berulang kali


Sampai lemes dan pusing yang tak terkira dan ....


Breek.... Heny tergeletak pingsan di toilet tersebut


2 jam berlalu.... El baru selesai tindakan, dan perasaannya sedikit lega


El melepas bajunya dan membersihkan badannya, kemudian mencari dimana istrinya


Dia beru teringat kalau istrinya tadi sempat mual dan pengen muntah katanya


El langsung menyusulnya ke ruangannya, karena El pikir Heny akan istirahat di ruangannya


" Assalamualaikum..." ucap El dengan perasaan yang sudah jangkal sejak keluar dari ruang oprasi tadi


Apa lagi saat ini tidak mendapat jawaban dari istrinya


Tapi El berusaha untuk tetap berfikir positif


" Sayang...Masih mual gak?" ucap El sembari melepas jas putihnya


" Lagi istirahat ya" Tambahnya karena gak ada jawaban juga


" Dimana sih sayang?" tambah El dengan perasaan yang mulai semrawut


Dan El mulai panik mencari keberadaan Heny di mana saja, bahkan di toilet ruangannya gak ada


El makin panik, dan kembali turun untuk mencari Heny karena tidak ada di ruangannya


" Lihat Dokter Heny?" tanya El pada salah satu suster


" Gak lihat dokter" jawab Suster tersebut dan El kembali berjalan


Beberapa orang El tanya tapi tidak ada yang tau keberadaan Heny


Pasalnya pas Heny keluar tadi tidak ada yang tau, dan mas masuk toilet juga tidak ada yang lihat


Tapi kepekaan El yang begitu kuat serta pemikiran El yang cerdas langsung mengantarkannya ke toilet dimana Heny berada dan ...


" Astagfirullahal adzim .. Sayang" ucap El spontan saat melihat istrinya tergeletak di toilet dekat ruang oprasi


" Ya Allah.. Sayang.. Kamu kenapa sayang?" ucap El menepuk pipi Heny


El langsung menggendong Heny dan membawanya ke ruangan terdekat


Karena Heny butuh penanganan cepat,


Dan sialnya tetoskop yang biasa menggelantung di legernya gak ada sama sekali


El membaringkan Heny pelan dan mengecek sebentar, saking bingungnya dan gak mau ninggalin Heny


Dan tak lama ada suster masuk di ruangan itu dan justru dia kaget karena El yang ada di sana dan Heny yang sedang tergeletak di atas bangkat


" Dokter, ada yang bisa kami bantu?" ucap suster tersebut sopan


" Bawa tetoskop?" tanya El cepat dan Suster tersebut memberikan tetoskop yang dia bawa


Karena di setiap perawat pasti bawa benda penting itu bagi petugas medis


El menerima dan langsung mengecek kondisi Heny saat ini


Untung lantai toilet gak basah, jadi Heny masih aman dan tidak basah bajunya


" Siapkan ruang prifat keluarga, biar nanti langsung saya pindahkan ke sana, " Ucap El pada suster tersebut


El yang panik mau menyimpulkan bagaimana kondisi istrinya, soalnya normal normal saja,


" Sekalian panggil beberapa perawat untuk bantu saya pindahin istri saya" Ucap El sebelum suster itu pergi


Serta detak jantungnya juga normal, di tambah pikiran semrawut juga El masih bingung


Dan Mungkin agak terlihat lemes juga kondisi Heny dan agak deidrasi


Sehingga Heny herus di pasang infus


Tak lama beberapa perawat membantu El untuk memindahkan Heny ke ruang prifat keluarga, dan sesampainya di sana, El juga menggantikan baju Heny dengan baju Pasien yang tersedia dari pihak rumah sakit


Sesudah semuanya pergi tinggal dirinya dan Heny saja, El mulai fokus priksa kembali Heny dan di sana El langsung menyunggingkan senyumnya saat perkiraannya tentang kondisi Heny saat ini


" Bangun sayang..... " Ucap El pada Heny


Cuman Heny belum ada pergerakan sama sekali, dan El tadi sempat mengambil sempel darah pada Heny lalu dia berikan pada suster untuk di laborat


Dan tak lama Suster datang membawa hasil labnya


" Selamat ya pak" Ucap Suster tersebut dan El mengangguk


" Terimaksih suster doanya ya" Jawab El dan suster tersebut kemudian undur diri


El membukanya dengan perlahan, dan tangis haru saat ini dia rasakan, gak tau lagi Air mata langsung meleleh di pipinya dan mengenai brewoknya


El seketika sujud syukur kepada Allah dan terus mengucapkan rasa syukur dan setelah itu berkali kali membangunkan Heny yang masih belum sadarkan diri


" Sayang bangun sayang" Ucap El sambil mengelus kepala Heny


Tapi mungkin Heny masih tidur dalam mimpinya, dan di pikiran El terlintas sesuatu untuk memberi kejutan pada Istrinya


El yang kebetulan dapat endors produk baru dari Zula yang masih ketinggalan di Rumah sakit segera di ambil dan di selipkan hasil tes darah pada Heny tadi


Biasanya sosok perempuan yang kasih kejutan tapi berbeda dengan El dan Heny, yang mana El yang kasih kejutan pada Heny


Setelah selesai, tak selang lama Heny mulai sadar dan memegang keningnya yang masih pening


" Alhamdulillah... Sayang... " Ucap El langsung sigap


" Huh... Haduh.." Ucap Heny masih memijat kepalanya


" Masih pusing?" tanya El pelan


" Agak sih.... " jawab Heny masih belum buka matanya


" Tadi gimana rasanya sayang?" tanya El pelan


" Kayak muter lho Bang, apa masuk angin ya, belum tidur dari semalam " Jawab Heny masih merem juga


" Coba buka mata dulu sayang, masih muter gak?" ucap El dan pelan pelan Heny membuka mata


" Alhamdulillah sudah enggak, tapi kenapa di sini sayang, kok pake baju pasien" kaget Heny tapi masih lemes


" Iya karena sekarang mamah jadi pasiennya papah" jawab El ebut dan Heny tersenyum tipis


" Gimana rasanya?" tanya El pelan


" Gak mual sih, tapi tadi pas lihat darah, langsung pengen muntah, dan pusing banget, makanya sampe jatuh tadi adek, " jawab Heny masih teringat kronologinya