
Pagi harinya Ryan sudah siap duluan untuk Menemani Zula ke kampus tujuan
Ryan memilih menunggu Zula di depan pintu kamarnya hingga akhirnya Zula keluar dan..
" Astagfirullahal adzim ngagetin aja sih" Ucap Zula kaget dengan keberadaan Ryan
" Ketuk pintu kek gimana" ucap Zula lagi
" Nanti loe keburu buru" jawab Ryan santai dan berjalan beriringan
Mereka sebelumnya sarapan dulu di restoran hotel baru lanjut ke tempat tujuan
Sesampainya di sana Zula langsung masuk keruangan karena acara akan segera di mulai
Kehadiran Zula pertama kalinya di sana tidak seperti Jihan yang dulu snagat heboh dan terkagum kagum, karena kampus Zula sebelumnya tak jauh mewah dari kampus yang dia datangi sekarang
" Buanyak banget ya" Ucap Zula melihat peserta yang datang
Ryan hanya mengangguk karena dia was was akan keberadaan Maul takut Zula melihat
Ryan terus mengawasi hal terdekat dari Zula, sekiranya dekat dengan Maul dia akan segera mengalihkan
" Hem... Terus pertemuan dari perusahaan kapan?" tanya Zula
" Nanti setelah urusanmu selesai" jawab Ryan singkat
" Kok gitu, gak apa apa gue bisa duluan" jawab Zula lagi
" Gue yang gak bisa ninggalin elo sendirian, " jawab Ryan so sweet
" Udah lah, gak apa apa lagian kita kan santai sih gak buru buru" tambah Ryan menutupi kegugupannya
" Makasih bestie" jawab Zula sok manis dan lanjut ke acara
Acara sudah di mulai anggota dari Universitas mulai masuk dan menyampaikan apa yang perlu di sampaikan
________
Hari hari Sudah Zula lewati proses demi proses sudah Zula jalani dan kali ini ada beberapa persentase yang akan dia sampaikan dan kemaren kemaren persentas alias promosi juga tentang kampusnya mana tau ada yang minat dan membua beasiswa juga
Begitu yang di lakukan oleh semua pihak perwakilan dari semua Universitas yang bekerjasama
Kini Zula maju ke podium untuk mewakili abangnya, dan menyampaikan beberapa visi misi dari Universitas yang dia wakili saat ini
Dan melihat Zula Maulana langsung kaget dan melotot , melihat wanita yang masih mengisi hatinya kini berada di hadapannya
Aufi di sebelahnya terdiam dan hanya memandangi sosok saingan untuk merebut Maulana seutuhnya dan memang cara bicara dan penyampaian begitu teratur dan luar biasa,
Sebagai pendatang baru tentu mendapat apresiasi luar biasa dari pihak Universitas cuman sayang dia hanya perwakilan saja
Setelah Zula selesai, sayang gantian dirinya yang di panggil , tadinya hanya hendak nyamperin Zula gagal, dan Zula juga tidak sempat melihat Maulana karena dia sudah kebelet mau kekamar mandi
Acara selesai, Zula memenui permintaan Abangnya dan mendapat satu tambahan fakultas lagi untuk kesempatan beasiswa
Dan semua kembali bubar karena acara sudah selesai di mana kini tinggal waktunya jalan jalan
" Alhamdulillah... Besok pak Ryan kerja sendiri ya" goda Zula sambil berjalan beriringan dengannya
" Bantu lah La, masak kerja sendiri, loe kan asisten gue" jawab Ryan dan Zula tertawa karena dia bercanda
" Zula..." Teriak Maulana dari belakang
Zula mendengar dan berhenti, Ryan sudah tau siapa itu dan Ryan justru mengalihkan
" Ayo kenapa berhenti" ucap Ryan pura pura gak tau
" Ada yang manggil gue" jawab Zula lagi masih clingak clinguk karena masih banyak orang yang bersliweran
" Gak debger gue, loe salah denger paling, udah yuk" ucap Ryan masih berusaha mengalihkan
" Zula tunggu" Panggil Maulana lagi dan Zula kembali terhenti dan
Deg..... Dia melihat Maulana yang berjalan kearahnya dengan menggandeng Istrinya
Zula gak berkedip sama sekali, hatinya mulai tergores lagi dan tubuhnya mulai kembali bergetar
Di belakangnya Ryan sudah berkali kali menepuk jidatnya sendiri, dan dia langsung mendekat ke arah Zula
" Ayo" Ucap Ryan lembut dan mengelus pundaknya
" Tunggu Sayang" Ucap Maulana saat di hadapan Zula
Entah melihat Maulana rasanya dia pengen menangis dan muntahkan isi semua perutnya
Tatapan Zula lirus kedepan tanpa menatap kehadiran Maulana
" Alhamdulillah.. Kita kembali bertemu" ucap Maulana yang mungkin lupa dengan kejadian 1 bulan lalu yang babak belur
Zula sama sekali tidak menjawab dan tidak menatapa Maulana maupun istrinya
Tangan Maulana masih menggenggam tangan Aufi dan belum melepasnya, Zula tau itu dari mereka mendekat Zula sudah melihat itu
Tangan yang dulu menggandengnya, kini sudah beralih kegandengan orang lain
" Zula kamu apa kabar?" tanya Maulana lembut
Zula masih tidak menjawab, dan dia menarik nafas dalam dan kemudian menghembuskan dengan perlahan, dan mengusap air matanya yang hendak jatuh
Dadanya semakin sesak, dan badannya semakin bergetar, tapi tetap dia tahan,
Maulana kembali berjongkok di hadapan Zula, dan kembali meminta maaf pada Zula sama seperti yang di lakukan waktu itu di rumahnya Zula
Ryan dan Aufi kaget dengan tingkah Maulana yang sebegitunya padanya, Dan berkali kali Zula langsung mengelap air matanya yang mulai gak bisa di tahan lagi
" Enggak.." jawab Zula singkat dan menoleh ke arah Ryan
Zula gak mau membohongi hatinya, dia belum bisa memaafkan Maulana, hatinya masih terasa sangat sakit saat mengingatnya, dia lemah dan rapuh saat melihat Maulana
Zula langsung berpegangan ke lengan Ryan dengan tangannya yang terus bergetar,
Tanpa menunggu aba aba dan ajakan dari Zula Ryan langsung mengajaknya pergi dan berjalan meninggalkan Maulana
" Dia cantik, dia cerdas, dan sepertinya dia serba bisa, wajahnya gak ngebosenin, tubuhnya berisi dan sexy, dia juga kelihatan berkelas, dan multitalenta, jelas gue kalah telak darinya dan Suami gue, susah untuk melupakannya" batin Aufi saat melihat Zula dari dekat dan melihat sosok Zula yang bisa satu satunya orang pilihan dan dapat aprrlesiasi dari pihak Universitas tadi
Aufi hanya terdiam dan membantu suaminya berdiri dari tangisan yang mana kembali di tolak mentah mentah kata maafnya dari Zula
Ryan merangkul Zula dengan begitu erat dan mengajaknya mampir di salah satu kafe Kampus
Zula sudah menangis di sepanjang jalan tadi, dan kini Ryan masih di posisi yang sama yaitu merangkulnya dan terua memberi kehangatan padanya
" Loe kuat loe bisa, " ucap Ryan menyemangati Zula
Zula masih terdiam tanpa menjawab, Ryan gak bosen bosennya terus menyemangati Zula danenguatkan Zula
" Tau gitu Tadi gue ikut kata Elo ya pak Ryan, gak usah berhenti apa lagi menoleh, orang cuman iblis yang manggil gue" Ucap Zula menyesal yang gak ikut apa kata Ryan
" Pak Ryan sudah tau?" tanya Zula lagi
" Gue udah ketemu dia saat pertama kita di hotel sebelumnya, saat gue nunggu loe, dia pas keluar mau keluar juga, makanya gue tau lho gimana La, dan gue ngajak Elo segera pindah hotel" jawab Ryan menceritakan
Zula sangat kagum dengan Ryan yang mana dia dulu sering memusihi Ryan, tapi justru sekarang melindungi Ryan
" Dan loe merubah semua jadwal karena tau juga dia berada di kampus ini juga?" tanya Zula dan Ryan mengangguk
" Thank yaa" Ucap Zula dan Ryan tersenyum dan mengelus pundak Zula
" Hem... Yang bilangnya di jodohin dan gak sayang, toh akhirnya di gandeng juga ya pak Ryan, memang lelaki tuh Buaya" ucap Zula tiba tiba mengingat tangan Maul yang tak lepas dari rangan istrinya