
" Ngaku ngaku, mana ada anaknya pak Zain pengusaha kaya raya mau sama Heny" Jawab Ibunya pak Lurah masih gak percaya
" Astagfirullahaladzim...." Ucap El kaget banget lagi nemu orang yang banyak hutang dan baru jadi lurah dari hasil sogokan yang sombongnya sundul langit
" Maaf ya Nak El" ucap Bundanya Heny malah merasa gak enak
" Gak apa apa Bunda" jawab El sopan
" Ya udah saya mau pulang, gak bakal saya ke sini lagi, dan saya sumpahin gak ada yang mau sama Heny" Ucap ibunya pak Lurah lagi nginclik tanpa peduli anak dan suaminya
" Saya yang mau buk... Gak boleh ngomong gitu nanti balik ke anaknya sendiri" jawab El masih gerem
Ibunya pak lurah tidak menjawab dan masih ngomel terus dengan pak lurah dan bapaknya yang mengikuti dari belakang
Ibunya pak lurah masih ngomel tapi saat melihat mobil El terparkir juga di lihat terus tanpa kedip
Seperginya mereka El kembali masuk ke dalam dan berbicara dengan kedua orang tua Heny
" Nak El.. Makasih banyak kalau gak ada nak El tapi bunda gak tau harus jual apa dulu?" ucap Bundanya sambil mengelus lengan El
" Bunda... El ini anak bunda, dan ayah juga, dari dulu dan sampai saat ini, bunda sama ayah gak usah takut, kalau sampai keluarga lieah tersebut berani macem macem, El yang ada di depan ayah bunda dan Heny" ucap El menenangkan mereka dan merangkul keduanya
Mereka mengangguk dan terus berucap terimakasih sama El
" El juga terimakasih yah bund, dengan ini saya bisa kembali sama Heny, boleh kan yah, bunda, izinkan Kami kembali menjalin hubungan yang lebih serius, izinkan kami dan restui hubungan kami ayah bunda" Ucap El sangat memohon banget sama ayah dan bundanya Heny
" Iya nak... Ayah bunda pasti meridhoi dan mersetui, Hanya Kamu yang selalu di pikirkan Heny, hanya kamu satu satunya lelaki yang mengisi hati Heny, gak ada yang lain, Heny gak pernah mau menggantikan namamu dalam hatinya" Jawab bundanya merangkul Elndan mengelus punggungnya
El sangat bersukur dan terus berterimakasih atas restu dan izinnya dari kedua orang tua Heny
" Tapi nak El, Heny gimana? Heny apa kabar? Kuliahnya gimana?, Nak El tau itu?" tanya Bunda Heny dan El tersenyum dan mengangguk
" Heny sehat bun, Heny baik baikn saja, dan kuliah Heny sudah selesai dari 3 minggu yang lalu, dan Heny sekarang tinggal menunggu jadwal wisuda" jawab El tenang
" Masyaallah.... Yang bener nak?" kaget keduanya dan El tersenyum dan mengangguk lalu kembali bercerita tentsnh hubungan backtreet mereka
Bahkan tentang penyelidikan pak lurah yang ternyata banyak hutang di bank maupun di rentenir yang rata rata bang tersebut bekerja sama dengan bank abahnya, apa sih yang enggak bisa dari anaknya Abah Zain
" Udah ayah Bunda sekarang bersiap siap, kita jemput Zula sekarang, " ucap El hendak mengajak mereka
" Jauh nak, ayah gak berani kalau pake motor, mobil ayah udah gak ada" jawab Ayah Heny dan El tau pasti mobilnyanjuga ikut kejual karena biaya kuliah Heny
Di kedokteran sangat mahal, dan makanya dulu Zain sering mengungkit karena sangat mahal biaya kuliah Jihan yang dia tanggung dlu
" Ayah.... Itu masih ada mobil, El anter nanti" jawab El lembut dan mereka menyetujui
2 jam kemudian mereka sampai di kos kosan Heny, yang sama sekali belum tau kalau gagal nikah sama pak Lurah
Sesampainya di sana El menemui ibu kosnya dulu dan meminta izin untuk menemui Heny,
Ayahnya Heny ke sini 3 tahun lalu, saat Heny hendak ngambil KKN dan sudah mulai tugas lapangan, dan habis itu tidak pernah lagi
Setelah di izinkan El dan yang lain menuju kamar Heny dan mengetuk pintu kamarnya
" Assalamualaikum..." Ucap ayahnya Heny sambil mengetuk pintu
" Waalaikumsalam.." jawab Heny yang dari dalam dan
Ceklek...
" Abang.." tambah Heny dengan bermaksud meminta penjelasan
" Abang tepati janji dan ucapan abang" jawab El degan panggilan yang sudah berubah tentunya
Ya makin hari makin dekat kan panggilan makin romantis juga, kembali ke abang babang
" Makasih ayah bunda" Ucap Heny langsung memeluk ayah bundanya dan mereka resmi kembali bersama El tinggal nunggu El bilang ke orang tuanya untuk melangsungkan pertunangan
Karena El bisa lakukan itu pada Ailza masak enggak pada Heny, harus lebih dong untuk cinta pertama dan terakhir mereka
Kini Heny sudah pamitan dan bahkan boyongan dari kosnya sekalian, karena semua sudah clear dan dia sudah tenang dan bahagia sudah kembali sama El lagi, dan bisa tinggal di rumah kembali
Jam 11 malam El baru kembali kerumah, dan El kini sedang berjalan menaiki tangga, tapi Zain dan Jihan masih menunggunya karena akhir akhir ini sering telat pulangnya tanpa kabar lagi
" El... " Panggil Zain saat El hendak pindah ke rangga berikutnya
El terhenti dan menoleh ke abahnya dan Uminya yang ada di shofa ruang keluarga
" Iya Bah" jawab El sopan dan mendekat pada abah dan Uminya kemudian bersalaman juga
El dengan sopan duduk di sebelah Uminya dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursinya, terlihat begiti capek tapi bahagia
" Dari mana?" tanya Zain lembut
Zain gak pernah kasar sama sekali dengan anak anaknya sangat kapok mati dia, sudah pernah kasar dengan istrinya dulu yang cukup membuat hidupnya di ambang kehancuran
" Pulang malem terus ada lemburan? Ada jadwal dadakan?" tambah Jihan bertanya
" Enggak sih.. " jawab El santai
" Jadi? Apa lagi pendekatan sama seseorang?" tebak Zain lagi
" Bukan pendekatan sih bah, tapi perjuangan, El kembali sama Heny Bah Mi, El mau segera di lamarkan, dan di nikahkan, El gak mau di tunda tunda lagi, El takut kehilangan lagi" jawab El malah langsung mengajukan proposal pada abah dan Uminya
" Maksudnya?" tanya Zain dan Jihan kaget
El langsung bercerita dari ujung ke ujung sampai tuntas dan mengantarkan mereka sampai kembali kerumah dan tidur nyenyak, karena selama ini gak pernah bisa tidur nyenyak gara gara tangisan Heny dan kekhawatiran kedua orang tuanya
" Good Job.. Ini baru anak abah, berjuang demi cinta" jawab Zain sambil menepuk pundak El dan bangga pada El
" Kemaren bukan anak Abah?" bantah Jihan sensitif
" Ya anak Abah dong, anak siapa lagi, jagoan abah ini, titisan Abah dalam perjuangan cinta" jawab Zain membanggakan dirinya sendiri dan Jihan hanya mencep
" Gak boleh gitu lho Mi, akui ngapa, Abah berjuang untuk Umi lho dulu, gimana bisa dapatin dan temukan Umi lagi dan lagi setelah ngilang puluhan kali, menghindar puluhan kali, hargai dong perjuangan Abah" ucap Zain malah manja pada Jihan yang geli sendiri
" Eh... Jadi kapan Bah Mi, kita kesana lamaran?" tanya El kesal sendiri dengan sikap abah Uminya yang sok muda
" Ya bentar El abah lihat jadwal abah dulu kapan kosongnya," jawab Zain membuka ponselnya
" Lusa tuh kosong, Umi juga lusa, kalau mau lusa, besok kamu kesana datang baik baik matur kembali baik baik, bahwa keluarga mau kesini, dan jangan lupa kasih juga biaya persiapannya" jawab Jihan dan Zain menyetujui
" Wah siap komandan..." jawab El sambil hormat
" Tapi... Fulusnya boleh saya ajukan proposalnya? Pengajuan dana nya pada bapak Ibuk?" tanya El sambil nyengir