Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Gak mampu


Pagi harinya Zula dan kedua abangnya kembali beraktifitas di kantor masing masing


Yang mana El dia tidak mau melewatkan hal ini, karena hari ini hari terakhir Heny coas, dan besok udah kembali ke habitat asalnya


Sedangkan Zula harus kembali ke pertengkarannya dengan Ryan yang sedari semalam baru saja di buka bloknya


Ya saking kangennya Ryan, karena bloknya di Buka , Ryan langsung mebelfon Zula entah sampe jam berapa, pokoknya Zula sampe tertidur


Pasalnya mau telfon Maulana sedang sibuk dengan pekerjaannya, bukannya selingkuh atau berpaling ya, karena Ryan juga membahas tentang pekerjaan dan padahal gak di anggap oleh Zula dan malah merasakan seperti sedang di bacakan dongeng sebelum tidur


Al seperti biasa berangkat ke kantor, tapi kali ini entah kenapa Aliza rasanya ingin ikut ke kantornya, atau ke kampusnya


Dia yang paling dekat dengan kantor otomatis berangkatnya paling akhir di banding El dan Zula yang sudah berangkat 1 jam yang lalu dengan mobil masing masing


" Nanti kecapean sayang" ucap Al bukannya tidak memperbolehkan


Cuman melihat kondisi Aliza yang sedang hamil Al seolah gak tega


" Nanti Adek di ruangan Abang aja lah, bener" jawab Aliza sambil mengacungkan kedua jarinya ke atas


" Gak boleh ke TU" ucap Al lagi dan Aliza mengangguk


" Ya udah siap siap gih, Mas tunggu" jawab Al dan Aliza langsung girang


Aliza kembali masuk ke ruang gantinya dan menggunakan baju gamis polos dengan cardigan tanpa lengan agar tidak terlihat begitu polos


Di tambah make up sederhana dan menggunakan hijab yang senada dengan cardigannya


Memperlihatkan wajah manisnya di pantulan kacanya dan kemudian mengambil tas yang beberapa waktu lalu dia beli di butik Zula


" Weh.... Sepertj brand ambasador Jihan collection aja sih" ucap Al saat melihat istrinya semuanya memakai produk dari butik Uminya


" Uya dong, calon BA nya ini" jawab Aliza tak teringat dengan perutnya yang membuncit


"Iya nanti kalau ada untuk ibu hamil, " jawab Al sambil tertawa dan Aliza cemberut


Mereka sama sama turun ke lantai dasar dan lanjut ke arah mobilnya yang sudah di panasi sebelumnya


Di kantor Zuka di sambur beberapa karyawan yang mungkin sudah lama tidam melihat Zula, secara hamlir 2 minggu Zula free


Dan terakhir ke sana penuh emosi pada Ryan yang mengungkit gaji buta


" Selamat datang kembali Ibu Nazula " Ucap Ryan seolah menyanbutnya tapi bukan penyambutan yang sewajarnya akan tetapi penyambutan yang seolah meledek


Dan Zula tau itu, apa sih yang paling istimewa dari Ryan, menurutnya cuman gimik untuk merendahkan saja


" Terimaksih pak Ryan 99" jawab Zula yang selalu memanggilnya seperti itu


" Sama sama Ibu Nazula 88" jawab Ryan mencoba tetap santai


" Emang loe pikir gue salep" kesal Zula akhirnya keluar tanduknya


" Lha jadi? Kwkwkwkwkw " jawab Ryan tertawa ngakak


" Gak lucu " jawab Zula langsung berjalan ke ruangannya


" Wkwkwkwkwkw, kalau gue mah seneng di panggil 99, mana tau reEki gue seperti juragan 99, kan Alhamdulillah" jawab Ryan malah bangga


Ryan mengikuti langkah Zula sampai di ruangannga dan menaruh tasnya


" Weh... Rame lagi nih lantai atas" ucap Irfan saat melihat dan bersandar di pintu ruangan Zula


" Iya dong... Ibu Zula tercinta, " ucap Ryan terjeda karena mendapat pelototan mata dari Zula


" Ibu Zula terhormat udah datang kembali pak Irfan" jawab Ryan malah seolah meledek


" Om Sesekali di rukyah napa nih orang, kesel gue lama lama" jawab Zula kesal sama Ryan


" Setannya mental lihat wajah tampan gue La" jawab Ryan dengan penuh kepedean


" Huuueeeekkkkk" jawab Zula sambil pura pura muntah


" Udah ah... Apa nih yang perlu gue kerjakan?" tanya Zula pada Ryan


" Pake nanya, semalam udah gue bahas La" Bantah Ryan yang semalam menjelaskan semuanya tentang agenda hari ini


" Mana gue faham, gue ketiduran" jawab Zula santai


" lanjut yuk biar rame" jawab Irfan malah menjadi kompor


" Hari ini kita cek pembukaan rumah sakit cabang di KDS Ula" jawab Ryan menahan emosi


" Kenapa loe gak bilang, tau gitu kan gue nunggu aja di rumah, gak payah payah jauh jauh ke kantor" jawab Zula Langsung ngegas


" Makanya jangan tidur kalau di breafing" kesal Ryan membantah


" Tau ah... sana berangkat sendiri, kesel gue puasa puasa susuh bolak balik" jawab Zula hilang moodnya


" Ya gak bisa dong, ayo" bantah Ryan lagi


" Ogah suruh pak Zain aja, baliau yang dapat gaji paling banyak" jawab Zula ngasal dan malah bawa Zain


Ryan langsung mengerutkan keningnya gak habis pikir kalau Zula bisa bawa bawa Zain


" Laa.... Stop, jangan di ulangi lagi" ucap Ryan


" Enggak gitu kan sekalian beliau yang ada di KDS" Jawab Zula membantah lagi


" Gak jelas nih pak Irfan, beliau lho sednag berduka, di mana sih otakmu, pak Ryan" Ucap Ryan mulai gak tenang


" Ya kalau loe mau ngubungi gak apa apa La, kita malah seneng gak kemana mana, lagian puasa juga kan" ucap Irfan santai dan tau dong kalau Zula yang ngomong pasti Zain gak mau nolak


Dan ini kesempatan Irfan sih gak pergi jauh jauh, dan cukup duduk di rumah


" Bapak Lah, bapak asistennya kok" bantah Zula


" Kalau gue maaf, yoo gak mampu... Aq..." jawab Irfan malah nyanyi


" Sana telfon kalau berani, kan lumayan gak kepanasan kehausan, bisa nyicil kerja untuk hari ini, jadi gak lembur " ucap Ryan malah menantang


" Wani piro?" bantah Zula cepat


" Traktir buka puasa nanti" jawab Ryan gak tanggung tanggung


" Gak apa apa, traktirnya ke mall, toko kremes" ucap Zula lagi


" Ogah, gaji gue sebulan cuman untuj traktir elo, terserah ayo males gue gak berangkat berangkat nanti" bantah Ryan langsung menarik Zula


" Suruh pak Zain aja, dia bosnya biar gerak juga, bukan hanya terima transferan" jawabnya lagi memojokkan Zain


" Telfon sendiri" jawab Ryan kesal dan memilih keluar dari ruangannya


" Biar sendirian di makan setan" ucap Ryan sambil mengajak Irfan keluar


" Gue tunggu 5 menit, kalau gak mau beranhkat gue gendong" jawab Ryan makin kesal


Tambah Zula juga kesal harus balik lagi ke KDS puasa puasa turun ke lapangan panas panasan, padahal cuman untuk cek siap di resmikan


Memang ya, sebenarnya bukan itu aja sih, tapi ada beberapa yang perlu di bereskan untuk pelunasan kontraktor dan juga beberapa perusahaan mengenai funiture lainnya


Tapi tenang mereka bisa menyusul ke kantor untuk melunasi itu, yang penting saat ini cek kalau rumah sakit cabangnya siap di resmikan, dan layak beroprasi


Zula langsung menelfon Abahnya dan Zain pun gak mau lama lama langsung mengangkatnya


" Assalamualaikum bah" ucap Zula sopan


" Waalaikumsalam.. Gimana sayang" jawab Zain yang ada di sebelah Jihan


" Hari ini jadwal Cek dan pemberesan Zula ke RS cabang Umi, " ucap Zula mulai bercerita


Jihan di sebelahnya minta di lost sepiker


" Iya terus gimana sayang, kok kamu berangkat ke kantor dulu tadi, tau gitu kan berkas biar di bawa om Irfan sama Ryan" jawab Zain lembut karena kasian kalau anak gadisnya bolak balik ke kantor lagi karena cukup jauh


" Ya makanya itu semalam udah di breafing cuman Ula ketiduran bah, Ula males kalau harus ke KDS nanti balik lagi, puasa " jawab Zula manja


" Itu namanya tangung jawab sayang, plis, lakukan apapun yang perlu kamu lalukan, jangan seenaknya " jawab Jihan menyaut


" Jadi gimana biar Abah sama Umi aja yang kesana?" jawab Zain langsung peka


" Enggak... Abah ngaji nanti, enak aja, biar dia sendiri dia yang kerja tanggung jawab" bantah Jihan yang selalu mengajarkan kedisiplinan pada Anak anaknya,


Kalau Zain juga begitu di siplin dan tanggung jawab, cuman kalau sama Zula kayaknya gak mampu