Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Murka Yasmin


Aliza dan Al langsung gelagapan karepa pintunya sudah terbuka oleh Irfan yang kebetulan ke sana, karena semua pekerjaan Zain maupun anak anaknya itu masih jadi tanggungan Irfan juga


" Assalamualaikum" ucap Irfan langsung masuk aja


" Ck... Mbok tau tempat dong Al, masih di sekolah juga" ucap Irfan mendekat kepada mereka


Aliza langsung pindah tempat ke sebelah Al


" Eleh Om, kayak gak tau pengantin baru aja, Om Irfan juga kamar apa itu di ruangan om?" tanya Al pada Aliza


" Hahaha... Biasa lah, Al, jangan gitu loe, Om kalau gak sempet pulang kan Tante ke kantor" jawab Irfan duduk di bangku depan Al


" Ha... Kan, sama, " jawab Al gak mau kalah


" Gimana Om?" tanya Al yang bertanya maksud tujuan Irfan


" Gue tadi ke Travel, Ada claen baru mau ngajak kerja sama, lha Zula kan belum bisa menandatangani persetujuan itu, karena masih belum mau menampakkan siapa dirinya kan, dan gue udah kerumah tadi" ucap Irfan lagi


" Jadi?"


" Ya besok lah, setelah hari H, loe nyusul ke sana, " jawab Irfan kurang jelas


" Kemana?"


" Ke Selandia baru" jawab Irfan lagi


" Di sana Belum ada cabangnya ya?" tanya Al tidak tau detail


" Belum kayaknya, makanya mereka datang ke sini untuk memperkenalkan dan mengajak kerja sama" jawab Irfan lagi


" Kapan Sih? Udah di jadwalkan?" tanya Al lagi


" Udah tadi mereka meminta tanggal ini, 2 hari setelah loe resepsi kayaknya" jawab Irfan lagi


" Waduh masih mau enak enak Om" ucap Al asal nyeplos


Cuuuiit.....


Aliza langsung mencubit Al spontan


"Sakit sayang" ucap Al menatap Aliza


" Boleh kan Za" ucap Irfan pada Aliza


" Loe harus terbiasa Za, Dulu Umi loe apa gak setiap minggi setiap hari di tinggal pergi, loe enak tinggal serumah banyak santri, Umi loe tinggal sendiri di rumah" jawab Irfan lagi dan Aliza tersenyum


" Gimana sayang ?" tanya Al menatap Aliza


" Ya Gak apa apa" jawab Al lagi


" Apa Adek ikut aja?" tanya Al lagi


" Adek kan sambil kuliah juga Mas, enggak ah pergi sendiri aja, kalau enggak ajak Zula aja, biar dia lebih berpengalaman" jawab Aliza malah menyarankan


" Gampang lah, tapi gak apa apa?" tanya Al masih ragu


"Gak apa apa sayang, tenang aja " jawab Aliza lembut


------‐-----------


Hari terus berganti, Aliza setiap hari selalu mendapat labrakan dari Queen, bahkan Yasmin mulai terhasut dan ikut membenci Aliza karena Yasmin sudah tau mengenai foto Aliza dan juga Al di dalam ruangannya


Bukan sekali dua kali Queen mengintik pegiatan mereka, bahkan sudah sering kali, dan Bahkan Queen rela mengikuti Al dan Aliza kerumah


Aliza sampai takut sendiri kalau mau ke Kampus, bahkan Aliza juga takut mau bercerita dengan Al, takut menjadi makin besar masalahnya


Kini Aliza sedang berada di Ruangan Al, dan Beberapa hari dia memilih di ruangan Al saja, dia enggan bertemu dengan Yasmin,bahkan menjelaskannya saja Yasmin gak pernah mau mengerti dan bahkan tidak pernah mau menerima


Tapi Aliza orang baik, orang pengertian gak pernah mau membahas hal itu di depan siapapun, bahkan dengan Annisa dan Melipun mereka gak tau,


Aliza takut nanti mereka justru ikut membenci Yasmin, ataupun sebaliknya


Tiba saatnya Aliza ikut ke ruang kelas, karena ada jadwal mata kuliah dia hari ini dan kebetulan hari ini adalah jadwal Ilyas


Tiba dia di ruangan kelasnya, dan ternyata Ilyas sedang ada utusan dari Al untuk keluar, dan di gantikan oleh Yasmin


" Jangan di buka dulu ya, bukanya di rumah aja, biar jadi kejutan" ucap Aliza pada teman kelasnya


" Jadi Loe mau merrid Za?" tanya salah satu temannya


" Nanti lihat aja undangannya kalau udah di rumah" jawab Aliza membuat Penasaran Teman temannya


Karena Aliza orangnya baik dan lembut pada siapapun, jadi teman temannya juga nurut sama Aliza yang gak pernah cari masalah pada siapapun


Tapi tiba tiba Yasmin datang dan merebut salah satu undangan dari teman Aliza


Yasmin membukanya dan membacanya secara pelan, dan melihat jelas Nama Al di dalam Undangan tersebut


Aliza Qumaira Putri ❤ Dr. Muhammad Haidar Al Musthofa S.Ag M.Ag


Dan Yasmin melotot dan mendekati Aliza, dan melemper undangan Aliza je Muka Aliza


Semuanya sontak kaget, dengan tingkah Kasar Yasmin yang sudah kelewat batas


Untung di sana semua perempuan karena Al meniru metode belajar dari Cairo Mesir tempat dia belajar dulu, jadi khusus perempuan dan laki laki


" Munafik" ucap Yasmin pada Aliza yang masih berdiri dan menundukkan kepalanya


Sakit sangat sakit, sahabat sendiri yang menghinanya dengan kata yang gak pantas di dengar banyak orang


Semua terdiam apa lagi Aliza yang masih berdiri di depan mereka semua, Dia rasanya ingin langsung berjerit membantah Yasmin


Tapi itu bukan tipe Aliza, karena dia orang yang sama seperti Jihan, tidak mau membalas orang yang salah padanya


" Loe tuh munafik Za, loe gak pernah menghargai teman, loe polos di luar tapi bejat di dalam" Ucap Yasmin lagi


Semua makin bertanya tanya dengan ucapan Yasmin yang gak pernah mereka ketahui


" Kalian semua, kira kira pantas gak nih orang menjadi pemimpin Yayasan ini?" tanya Yasmin langsung menjuru ke Aliza


" Enggak....." jawab Mereka asal ngomong, bukan berarti merendahkan Aliza tapi mereka gak tau apa maksud Yasmin


" Loe tau, Nih orang tuh Lo****e, perebut suami orang, penjilat temannya sendiri, dan teman makan teman" ucap Yasmin lagi merendahkan Aliza di depan banyak orang


" Astagfirullahal adzim" ucap Mereka semua pada Aliza


Aliza sudah menangis sesenggukan, ini gak pernah terbayangkan sebelumnya, apa lagi cari masalah dan bermasalah dengan temannya sendiri bahkan sahabat dekatnya


" Tau siapa calon suaminya, Bapak Al Musthofa, pemilik yayasan ini, karena dia yang sebagai sekertarisnya yang selalu menggodanya setiap hari, nih Videonya " ucap Yasmin dan langsung memutar video Aliza dan Al di ponselnya


" Cukup Kak Yasmin" ucap Aliza dan langsung pergi, dia gak tahan kalau di sana terus


Aliza berlari untuk kembali ke ruangan Al, dia sudah gak sanggup menahan ini semua, dan seperginya Aliza Yasmin mengikuti dan meminta anak tersebut untuk membiat huru di kampus ini, memang sudah ke setanan si Yasmin dan itu salah satu cobaan hidup seorang berilmu yang gak bisa menjaga hawa Na***u


Yasmin mengikuti Aliza sampai ke Ruangan Al, dan dia juga bermaksud protes sama Al tentang hal ini, karena dia merasa di bohongi


Aliza sudah menangis dan langsung masuk dan duduk di shofa


" Lho sayang... Kenapa?" tanya Al kaget dengan Kedatangan Aliza yang menangis sesenggukan


Aliza tidak menjawab dan Yasmin sudah masuk dengan membawa undangan Al dan Aliza


" Apa maksudmu ini Al? Loe udah bohongi gue dan keluarga Gue? dan ini apa, Loe justru menikah dengan tuh anak kucel" ucap Yasmin sambil menunjuk Aliza


" Jaga ucapanmu " ucap Al murka sambil menunjuk ke arah Yasmin


" Loe, tega banget Al" ucap Yasmin sambil menangis karena merasa di bohongi Al


Di bawah semua sudah berteriak dan berdemo tentang undangan Al dan Aliza serta kabar beredarnya video mereka keseluruh isi kampus


" Elo yang bikin gara gara itu Kan?" ucap Al murka dan berteriak pada Yasmin dengan pandangan yang sangat sangar


" Udah mas Udah, semua ini gara gara Adek, benar kata mereka benar kata kak Yasmin, Adek gak pantas buat Mas, dan Sebelum makin panjang ceritanya, dan makin panjang serta makin banyak yang benci sama Adek, bahkan sahabat adek sendiri, dan sebelum nama baik Mas Juga hancur, dan juga nama baik keluarga Mas juga hancur," ucap Aliza sudak tidak sanggup melanjutkan lagindan makin menjadi tangisannya


Al menatap dan menggenggam tangan Aliza dengan erat


" Kita Pisah aja mas" ucap Aliza lagi dengan hati yang penuh ketakutan dan bergetar