
Al, El dan Il, saat ini sedang berada di salah satu rumah makan untuk sarapan pagi mereka,
Saat sedang menikmati sarapan, ponsel Zula berdenting ada pesan masuk dari Aliza yanh tadi sempat di minta untuk mengirim foto Yasmin dan juga Ilyas
Zula mengambil ponselnya dan membuka pesan dari Aliza
" Cantik..." satu kata keluar dari bibir Zula yang melihat foto Yasmin
" Lihat bang, mantannya cantik banget" ucap Zula sambil memperlihatkan foto Yasmin
Al menoleh dan melihat foto Yasmin yang sudah foto berdua dengan Ilya
" Iya" jawab Al singkat dengan senyuman tipis yang terpancar di wajahnya
Ingatan Al seketika teringat pada waktu pertama berjumpa dengan Yasmin di Mesir
Di mana Yasmin yang kerepotan karena ban mobilnya bocor, Al tersenyum sekilas karena semua itu cuman kenangan dari masa lalu mereka
" Kenapa? tingat masa lalu ya?" tebak Zula yang melihat Al tersenyum sendiri
" Hahaha tau aja" jawab Al santai kembali menikmati sarapannya
El melihat Zula san mencep serta menaikkan alisnya
Setelah sarapan mereka langsung ke mall, karena sudah jam 9 pagi mungkin mallnya sudah buka,
Ya dari pada siang nanti enakan tidur siang, sore nanti tinggal berangkat kondangan ke nikahan mantan
" Mau cari kado apa buat mantan?" tanya Zula pada Al yang jalan bersamanya
" Yang bagus apa?" tanya Al balik
" Apa ya? perhiasan bagus" ucap Zula santai
" Jangan, nyaingin perhiasan dari suaminya nanti" saut El cepat
Dia tau apa yang nanti Al beli tentunya jauh lebih malah dari pada perhiasan dari suaminya nanti, jadi dari pada nyaingi malah repot walaupun tidak ada niatas seperti itu
" Jadi apa dong?" tanya Zula
" Kenapa gak loe belikan tiket bulan madu aja, kan mereka juga karyawan elo" ucap El memberi masukan
" Idih enak banget ya, bulan madunya dengan siapa, yang biayain siapa, gak etis yang lain aja" jawab Zula gak mau
Karena terkwsan gimana, secara dia mantan Al, dan nikah sama yang lain, masak Al juga yang kasih tiket bulan madu, walau udah gak ada perasaan sih
" Belikan jam aja, atau enggak lukisan mereka berdua, apa perabot perabot rumah tangga, kan mau berumah tangga" jawab Zula ngasal
" Al Qur'an aja" saut El lagi
" Jangan Al Qur'an dulu gue pertama nembak dia pake Al Qur'an, nanti takutnya gak jadi malam pertama gara gara ingat gue dong" jawab Al santai
" Udah belikan jam couple aja gimana? apa pakaian couple bagus gak?" tanya Al mau memberikan itu
" Boleh juga, jangan pakaian lah, sepatu atau apa gitu" jawab El lagi
" Semuanya, sepatu, tas, baju, jam tanga couple, sodaqph tidak akan mengurangi rizqimu" jawab Zula sembari berjalan duluan menuju tempat yang akan dia tuju
Waktu sudah menunjukkan jam 11 siang, mereka sudah selesai membeli kado sesuai yang mereka rundingkan tadi
Zula dan El juga membelikan kado sendiri untuk kedua mempelai, dan Al membeli sesuai yang di usulkan Zula
Tapi harga tidak sesuai outfit yang Al biasa pake, bisa habis ratusan juta, dan yang sekiranya pertengahan lah di harga ratusan ribu sudah cukup cakep dan banyak banget butgetnya
Ya sebagai Adek Zula juga mengingatkan, kalau abangnya pernah bahagia dengan Yasmin, dan kebahagiaan yang dia rasakan dulu tak ada bandingnya dengan kado yang dia berikan pada Yasmin saat ini
Walau rasa sakit pernah Al rasakan, senggaknya banyak waktu san masa bahagia yang dia rasakan juga bersama Yasmin
Kado sudah siap tersedia dan di bungkus juga, kini mereka kembali ke apaeteman untuk istirahat dan sore nanti akan pergi kondangan
Sore harinya, Al dan Zula sudah menggunakan baju senada, dengan couple jas dan gamis brukat yang baru mereka beli juga beberapa waktu lalu, bukan beli sih, tapi custem sama disainer butiknya sendiri
Sedangkan El juga menggunakan jas yang warnanya tidak sama dengan Al tentunya, yang ada justru nanti mereka yang couplelan
" Gimana gue cantik gak? udah cocok jadi nyonya Al?" tanya Zula sembali muter dengan penampilannya
" Iya lah nyonya Al, gue gandeng siapa? Ailza oh Ailza" ucap EL berteriak memanggil kekasihnya
" Dia selingkuh sama cowok Swiss" jawab Zula sengaja memanasi
" Oh tidak mungkin" jawab El santai sembari kembali memainkan ponselnya dan chat dengan Ailza
" Ayo" ucap Al yang sudah ga teng dengan setelan jasnya
" Cakep" ucap Zula sembari gandeng lengan Al
" Gue aja temen gue boleh gak sih?" ucap El yang gengsi kalau gak bawa gandengan
" Siapa? Udah loe hubungi?" tanya Al balik dan El menggeleng
" Gak usah lah bang, lagian ya kan gue bukan asli gandengan bang Al, kita lho pergi bertiga, gak usah aneh aneh lah, jomblo semua ini" ucap Zula dan akhirnya El gak jadi
Mereka tidak berjumpa dengan Della, karena Della ternyata sedang di rumah orang tuanya
Karena pas sampai aparteman mereka kesana gak ada dan telfon Della dan Dellanya ternyata pergi
Mereka sudah jalan untuk ke acara kondangan, di sepanjang perjalanan Al terdiam dan memandang lurus ke depan terus tanpa banyak bicara
" Yang mau ke nikahan mantan, merenung dan diam aja" ucap Zula dari belakang
" Biasa aja, " jawab Al yang langsung faham mereka lanjut ngobrol dan tak terasa sampai di tujuan mereka di lokasi acara resepsi
Zula turun dari mobil setelah El memarkirkan mobilnya, menuju ke lokasi Zula terus menggandeng Al, sembari membawa paperbag isi kado untuk Yasmin
Cukup besar kado yang Zula bawa, karena kado darinya dan dari Al, sedangkan kado dari El, juga Zula bawa karena paper bagnya mini sama seperti punyanya
" Gue Kayak orang habis shoping tau gak" ucap Zula sembari menenteng paperbag kecil
" Sekali ya adek abang, nanti abang belikan cilok" jawab Al sambil mengelus kepala Zula
Setibanya di pintu masuk, Al El dan Il, sudah di sambut oleh kakak kakak Yasmin sebagai penerima tamu
" Assalamualaikum..." ucap Al sambil salaman padanya
" Waalaikumsalam.." jawab mereka berdiri semua
" Masyaallah Al" jawab mereka dan al tersenyum
Zula terusenggandengn Lengan Al karena Al yang gak mau lepas
Zula juga ikut salaman dengan para saudara Yasmin yang perempuan, dengan Zula yang menapilkan senyum cantik ramah dan manisnya
" Istrinya Al?" tanya mereka yang belum melihat
Kalau Kakak pertama dan Yasmin tentu sudah pernah melihat walau sekilas saja
Zula tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban,
" Masyaallah cantik banget, mana anak anaknya kak? gak di ajak?" tanya kakak Yasmin yang sudah mendengar ceritanya tentang Al
" Enggak buk, sama susternya di rumah, " jawab Zula ramah
" Ya Allah, di tinggal neng?" saut lainnya
" Iya buk, nanti malam kami juga pulang kok " jawab Zula tentunya dengan jawaban yang bijak
Al masih lanjut bersalamab dan ngobrol santai denganantan calon kakak ipar mereka,
" Terimakasih sudah mau hadir ya,.." ucap mereka saat Al udah pamit mau berjumpa dengan mantennya
Al, El, Il, berjalan masuk ke arah pelaminan, dengan Zula yang terus di gandeng Al
" Yang jadi nyonya gak lepas gandengannya" ucap El berbisik pada Zula
" Dia grogi mau ketemu mantan yang suah jadi istri orang" jawab Zula berbisik balik dan El menahan tawanya
Tiba saatnya mereka naik panggung di pelaminan, di sana ada orang tua Yasmin dan pengantin serta orang tua Ilyas juga
" Assalamualaikum.." ucap Al bersalaman dengan Abinya Yasmin
" Waalaikumsalam..." jawab Abinya Yasmin menoleh pada Al
" Masyaallah nak Al?" ucap Abinya Al tersenyum dan bersalaman mencium tangan Beliau
Abinya Yasmin langsung memeluk Al erat, karena menantu yang di idamkan ternyata bukan jodoh anaknya
Abinya mendengar cerita tentang kandasnya hubungan Al dan Yasmin, dan menyadari kalau Yasmin yang salah, yang mengakhiri hubungannya
Abinya Yasmin sampai tidak bisa berkata apa apa melihat calon mantu kesayangannya yang hadir, karena Abi Yaamin juga belum bisa move on dari Al
Ya sekarang kurang apa lagi Al, yang terlihat begitu sempurnanya dengan sekarang dirinya yang semakin ngetop denga posisi dan menjadi badal abahnya, pokoknya menantu idaman lah
Al beralih ke Uminya Yasmin yang justru menangis dan terus mengucapkan kata maaf,
Secara dia sangat merasa bersalah dengan keputusan anaknya, apa lagi Yasmin yang selama di Mesir hampir 2 tahun di jaga oleh Al, sampai Al lulus, Al datang meminta restu dan meminta maaf karena tidak bisa menemani Yasmin lagi karena harus melanjutkan yayasan Abahnya
Dan kini kembali datang sebagai tamu undangan di pernikahan mantan
" Udah ya Umi, semua udah ada jalan masing masing, dan semua udah kehendak Allah, yang tau mana yang terbaik untuk hambanya" ucap Al lagi menenangkan Umi Yasmin
Bahkan Al saat ini menjadi pandangan dari tamu undangan yang hadir, karena cukup mengharukan, dan jangan salah, Zula sudah meminta Aliza untuk merekam momen tersebut sebelum sampai di lokasi, namanya konten kreator rugi kalau gak di rekam
" Sini sayang, ini Umi dan Abinya Yasmin" Ucap Al sembari menggandeng Zula untuk di kenalkan
" Umi Abi" ucap Zula bersalaman dengan mereka, dan tersenyum manis
" Masyaallah cantinya, istrinya nak Al ini?" tanya Umi Yasmin dan Al mengangguk
Umi Yasmin kembali memeluk Zula lembut sebagai salam kenal, dan El juga bersalaman dengan beliau beliau, dan mereka masih mengenal El yang dulu pernah mengantar Al juga
Setelah itu sekarang giliran Al untuk bertemu mantan sebagai tamu undangan di hari pernikahan