
Ibu Heny kaget dengan ucapan Getir Heny yang mengusik telinganya
" Ibuk" ucap El dari arah belakang
Ibu Heny menoleh kearah suarah El yang sudah menggandeng pundak Zula dengan lembut
" Lho nak El" ucap Ibu Heny kaget dengan El yang sudah sangat berubah
" Iya ibuk, ibuk apa kabar?" tanya El sambil bersalaman dengan ibuknya Heny
" Ibuk sehat nak, kamu ya Allah makin gemuk ya, " ucap Ibuk Heny sambil menepuk pundah El yang semakin besar jauh dari dulu saat terakhir main kerumah
" Kenalkan Ibuk, ini istri El" ucap El lembut
" Masyaallah... Cantik banget nak, pantesan kamu makin ganteng dan gemukan, pasti istrinya juga sholehah dan ngerawat kamu dengan benar" ucap Ibu Heny dan Al sama Zula saling pandang dan saling tersenyum
Heny justru cemberut karena mendengar Ibunya yang memuji Zula di depan matanya
" Ayo mampir dulu nak El, masuk dulu" ucap Ibu Heny ramah
" Makasih buk, sudah sore, insyaallah lain kali aja, soalnya habis isya' kami ada jadwal di pesantren" jawab El menolak halus
" Iya buk, insyaallah lain kali ya buk" jawab Zula ramah
" Okey siap, Ibuk tunggu ya Mas El" ucap Ibu Henu dan El pamit
El bersalaman dengan Ibu Heny lembut, tak lupa dia nitip salam untuk ayahnya Heny juga,
" Ini apa nak?" tanya Ibu Heny saat Zula memberikan 2 paper bag pada Ibu Heny
" Cuman jajan aja ibuk, gak banyak" jawab Zula ramah
" Ya Allah, udah gak mau mampir malah do bawain oleh oleh" ucap Ibu Heny sungkan
" Ibu kasih apa ini, ibu petikin sayur bentar ya, di tunggu, punyanya ibu cuman sayur" ucap Ibu Heny karena sangat gak enak
" Gak usah buk, gak usah repot repot, udah sore lain waktu lagi, kami rampok sayur ibuk" jawab Zula bergurau membuat Ibu Heny tersenyum renyah
" Ya udah hati hati di jalan ya nak, Mas El, istrinya cantik, ramah lagi" ucap Ibu Heny memuji El
" Iya Ibuk, sehat sehat ya ibuk" ucap El sambil bersalaman pada Ibu Heny yang menjawab dengan anggukan
" Assalamualaikum Ibuk" ucap Zula ramah
" Waalaikumsalam nak" jawabnya Ramah
Kemudian El dan Zula berjalan dan masuk ke mobil dengan El langsung menancap gas untuk kembali pulang
Di dalam mobil Zula tertawa ngakak mengingat dramanya dari SRG sampai ke rumah Heny,
" Wkwkwkwkwkw " tawa Zula menyaingi suara musik dalam mobilnya
" Brisik lho La" ucap El kesal dan Zula menghentikan tawanya
" Idih marah, tadi aja kangen ya sama abang, soyang sayang, mulutmu tuh bang" jawab Zula balik jengkel tapi gak jadi karena rasanya dia ingin tertawa terus saat kebayang dramanya saat pulang tadi
Di rumah Heny justru masih cemberut karena dia merasa cemburu dengan El yang sudah berumah tangga
" Aduh aduh kenapa kok malah gitu" ucap Ayah Heny melihat wajah anaknya yang gak ceria seperti biasanya
" Di jengkel tuh om, gara gara di anter pulang mantan, eg malah ngajak istrinya juga" jawab sepupu Zula
" Haa... Maksudnya?" tanya Ayahnya Heny bingung
" Heny selama ini kan kerja di rumah sakit El, tadi pulang bareng El, dan El udah punya istri Yah, El juga nitip salam untuk ayah" jawab Ibu Heny menjelaskan
" Ayah...." kesal Heny sambil menghentak hentakkan kakinya
" Istrinya cantik lho bah, sopan ramah lagi, wes calok bu nyai beneran kok memang, " ucap ibu Heny kembali memuji Zula di hadapan suaminya
" Ibuk kok jadi memuji dan belain istri El terus sih" ucap Heny gak terima
" Lha jadi? ken memang bener, seharusnya kamu buat contoh, walaupun tau kalau kamu mantannya, dia tetap care," ucap Ibu Heny meminta agar Zula jadi motifasinya
" Betul itu nak, harus bikin contoh dia, gak punya dendam apapun, gak punya serik bahkan dia baru kenal kamu kan, udah hanbel gitu, coba kamu lihat diri kamu sendiri, malah marah marah gak cemburu lihat mantan sudah punya istri" ucap ayah Heny lagi
"Belum move on itu om" saut sepupunya
" Diam kamu" ketus Heny langsung naik ke lantai dua ke kamarnya
Di rumah Al Musthofa, Al sudah menunggu kedua adeknya untuk di ajak ghibah bersama,
Biasanya paling lambat jam setengah 6 mereka sampai rumah, tapi ini udah magrib belum sampai juga, Al yang ingin bercerita tentang Yasmin pada mereka rela menunggu mereka di teras depan
Tepat di adzan Magrib mobil El memasuki pekarangan pondok pesantren Al Musthofa
Saat tiba keduanya turun dan di sambut oleh Al yang ingin ngomel dan kesal rasanya
" Assalamualaikum" ucap Zula bersalaman pada Al
Ya salah satu adap dari keluarga Al Musthofa ya itu, saling bersalaman saat berjumpa, seperti yang Al, El ,Il lakukan saat ini
" Tumben di luar" ucap El pada Al
" Nunggu kalian" jawab Al Zula menoleh kebelakang pada kedua abangnya
" Ha.. Pasti ada sesuatu nih, " tebak Zula dan Al mengangguk
" Kami juga ada sesuatu lho, setu pokoknya" ucap Zula makin membuat Al penasaran
" Apa apa" ucap Al tertarik
Entah mengapa mereka berdua, sebelum jumpa dengan Zula, dan mengenal sebagai adeknya mereka tak sekepoz dan sepenasaran sekarang,
Bahkan gak peduli satu sama lain soal hubungan mereka dengan pasangan masing masing
Tapi saat jumpa dengan Zula, mereka justru jadi tukang ghibah karena di ajari oleh Zula, dan mereka pun ikut ikut aja, dan makin tertarik
Cuman ghibahan mereka itu seperti curhatan, karena mereka tidak mengomongkan orang lain, dan justru ngomongin diri masing masing jadi kalau ada masalah mereka selalu cerita satu sama lain biar dapat solusi dari yang lainnya
" Nanti aja lah, udah magrib lho, belum mandi Abang, masih kumel" ucap El berjalan duluan
" Iya sih, bau keringet, dah dulu bang, nanti habis isya'" ucap Zula berjalan dan berlari mengikuti El
" Bang ambil paper bag di bagasi mobil abang El" ucap Zula pada El sambil berlari
Mereka masuk rumah dan tak lupa mengucap salam juga, lanjut berjalan ke arah tangga, tapi saat di tangga Zula hampir saja menabrak Uminya setelah El melewati Uminya yang mau jamaah ke Aula pesantren
Ya karena mereka juga mau jamaah juga, sayang makanya buru buru
" Haduh hadu haduh...Pelan pelan napa toh Il, " ucap Jihan pada putrinya yang hanya nyengir dan mencium tanganUminya seperti El barusan
Biasanya Jihan gak mau kalau dari luar, tapi El dan Zula sebelum turun mobil sudah pake anti septik terlebih dahulu
" Kenapa baru pulang?" tanya Jihan pada Zula yang berlari menaiki tangga
" Nganter mantan" jawab Zula singkat
" Mantan?" heran Jihan