
Seminggu sudah Zula dan keluarga menghabiskan waktunya tanpa melakukan pekerjaan kantor,
Dan semuanya sudah kembali ke Rumah Al Musthofa,
Begitu juga dengan pengantin baru yang sudah kembali ke rumah lagi, karena selanjutnya mereka akan mempersiapkan resepsi pernikahan mereka di salah satu tempat terdekat yaitu di hutan pinus terdekat sebagai tempat resepsi nantinya
Zula sudah siap siap hendak pergi ke kantor, begitu juga dengan El yang mau ke rumah sakit
Sedangkan Al dan Heny masih di dalam kamarnya, dan semua nenaklumi kalau mereka pengantin baru dan gak boleh di ganggu
" Abang ikut mobil loe ya La" ucap El pada Ula
" Tumben, ada apa dengan mobil Elo bang?" tanya balik Zula
" Lagi pengen berudaan aja sama Adek kesayangan" jawab El ngeles dan santai
" Widih... " jawab Zula sambil menutup pintu kamarnya, karena mereka keluar dari kamar kebetulan bareng
" Gak apa apa dong...." jawab El lagi
" Wokey... Isi bensin dan traktir makan okey" jawab Zula sambil menaik turunkan alisnya
" Siap" jawab El dan berjalan beriringan
Di belakang mereka pengentin baru juga sudah siap untuk berangkat ke BNT, Ya mereka udah cuti hampir 3 minggu gak mungkin kalau harus mendekam terus
" Weh... Keluar juga pengantinnya" ucap El meledek
" Nanti berubah jadi mumi kalau gak keluar keluar" jawab Al santai dan Aliza tersenyum
" Emang ngapai aja sih di kamar, betah amat dari semalem lho, gak keluar sama sekali" tanya Zula pura pura gak tau
" Loe tau gak sih La, mereka tuh bikinin keponakan untuk kita" ucap El membuat Aliza merona dan langsung di tatap oleh Al yang tau kalau istrinya salah tingkah
Mereka berjalan bareng ke lantai bawah, untuk sarapan bersama Abah Umi dan Nenek kakeknya
Mereka kembali beraktifitas lagi setelah libur lama
" Mobilmu gimana El, Udah Aman?" tanya Al tiba tiba
" Kenapa memangnya? " tanya Zula cepat tanggap
" Tapi lecet, loe gak tau?" tanya Al dan Zula seketika menghentikan langkahnya dan menatap Zula
" Kenapa Bang ? " tanya Zula menatap El yang terdiam mematung dan senyam senyum
" Gue semalam mau telfon Elo, tapi gue gak mau ganggu adek kesayangan gue ini tidur nyenyak, jadi gue telfon bang mau suruh jemput, Eh malah lagi oleh raga" jawab El santai membuat Al tertawa ngakak
" Gitu tadi katamu, cuman mau menemani adek cantiknya, ini jadinya ikut numpang dong bang, bukan menemani gue " Ucap Zula manja dan Langsung mendapat rangkulan dari El
El tau kalau Zula memang begitu, maunya di manja dan di alem sama Abang abangnya
" Udah ah.... Ayo sarapan Abang ada jadwal oprasi pagi ini" ucap El dan berjalan sambil merangkul Zula
" Elo kan gak ada yang gandeng La, Abang gandeng dari pada gerah lihat Bang Al sama Kak Iza" ucap El kembali membuat Al tertawa ngakak
Kini mereka sama sama sudah berada di meja makan, untuk sarapan bareng bareng
" El Kamu gak apa apa Nak?" tanya Zain yang sudah tau mengenai kecelakaan El semalam
" Gimana nak sebenarnya kejadiannya?" tanya Abah Hasan yang juga sudah tau
" Gak kenapa napa Mbah, cuman mobil El aja yang harus di cat Ulang" jawab El santai
" Awal kejadiannya gimana El, bikin jantungan aja, Umi tau baru subuh tadi Abah baru cerita" ucap Jihan yang pengen tahu juga, soalnya Zain gak cerita dari semalam pas El sampai
" Ya gak enak dong, malam malam bangunin Umi untuk cerita anaknya kecelakaan, gimana nanti makin heboh, orang El juga gak apa apa kok" jawab Zain yang gak mau ngageti instrinya
" Ceritanya semalam tuh, El mau ambil jalur kanan, karena mau putar balik kan, udah ngalakan lampu sent juga tuh, lah, dari belakang Ada motor kenceng dan nyerempet, " Ucap El belum cerita sampe selesai
" Terus motor itu kenapa bang? Orangnya gimana?" potong Zula yang berfikirian lain
" Ya dia malah bablas aja, gak sadar mungkin gak jatuh kok" jawab El santai sambil makan
" Malam malam kok ugal ugalan" ucap Zula suusdzon
" Jangan gitu La, Mungkin ada sesuatu yang penting dan buru buru" saut Jihan dan mereka lanjut makan sarapan dan siap siap berangkat
" Undangan Abang?" tanya Al selesai makan
" Masih di percetakan, Belum jadi 2 hari lagi paling" jawab Al karena semua yang ngurus Zula dan El
" Mau di bagikan sekarang? Kan masih 12 harian " tanya Zula lagi
" Enggak lah, nanti aja, mana tau udah kan tau siapa aja yang mau di undang" jawab Al dan di angguki oleh Zula
Kemudian mereka ber pamitan dulu dan berjalan menuju ke mobil masing masing
Al dan Aliza di mobil yang sama, dengan Al yang sama sekali gak melepas tangan Aliza
" Belum waktunya nyebrang sayang" ucap Aliza mengelus tangan Al
" Gak mau jauh jauh" ucap Al sambil mencium tangannya
" Gak jauh, kan deket nih, mau kemana emang, dari pertama nempel terus gini kok" jawab Aliza sambil menatap Al yang fokus nyetir
" Kita ke Hotel aja yuk, males rasanya kalau harus ke Kampus, pengennya di kamar aja" ucap Al manja
" Nanti di ruangan kan cuman berdua aja sayang, sama aja kayak di kamar" jawab Aliza lagi dan Al masih tetap manja
" Udah lah ya, nanti pulang cepet tak kasih sesuatu" ucap Aliza makin membuat Al naik turun keinginannya
" Bener lho Sayang" ucap Al menjadikan janji
" Siap sayang..., " jawab Aliza lembut
Sesampinya di Kampus dan saat mobil Al masuk, beberapa guru sudah menunggu, dan dosen, apa lagi izinnya Al yang tanpa sebab apapun
" Yang.... Lihat tuh, masak pada di luar semua, ada apa?" tanya Aliza kaget
" Oh... Dari kemaren kan Mas sering dihubungi, dan tak bilang kalau Mas berangkat pas nanti ada tamu dari luar, dan hari ini kan meetingnya" ucap Al santai
" Haduh... Kita lho masih di rahasiakan, Mas turun dulu aja lah, nanti kalau udah agak sepi Adek nyusul" jawab Aliza belum siap mengagetkanseisi kampus.
" Gak mau...." jawab Al cepat
" Mas... Plis lah," ucap Aliza manja dan beberapa kali tawaran sehingga ada petugas yang datang untuk membuka pintu Al
Sontak Al keluar tanpa memperlihatkan siapa yang ada di dalam mobilnya
Setelah beberapa saat dan lara guru udah masuk dan parkiran tidak lagi di perhatikan orang, Aliza perlahan keluar dari mobilnya, marena sikap manja Al yang sedari tadi terus menelfonnya