Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Perhatian saudara


" Ck... Umi sama Abah ini, malah ngeledek gitu, Abang juga, kamu mau ikutan juga La?" ucap El kesal sampe semua di sebut


Zula nyengir dan yang lain makin tertawa melibat ucapan El yang sangat terlihat kesal pada semuanya


" Enggak lah.. Kita para singgle santai aja ya gak bi?" ucap Zula sambil memggendong Baby Bibi dan mendekat pada El


El menolehnya dan menghadapkan Zula pada Dirinya


" Abang pesen kamu jangan mengulur ngulur waktumu sama Maul, segerakan, jangan sampai kamu sakit hati juga seperti Abang" Ucap El dan Zula sampai hormat pada El seperti menghormati bendera


" Siap abang" jawab Zula dan menirukan suara Baby Bibi


Kini mereka semua sedang duduk di salah satu karpet do ruang tamunya


Baby Bibi di letakkan di sisi Zula, dan sesekali Zula mengajak ngobrol baby Bibi yang menyautinya


Saking gemesnya baby Bibi juga sering di glitiki Zula sampai tertawa begigikan


Baby 3 bulan itu sudah pandai tengkurap dan balik lagi, dengan tenang dia juga memasukkan jarinya ke dalam mulutnya


Walaupun sering kali di lepas sama Jihan dan lainnya, tapi terus terusan di masukkan


" Baby... Kamu lama lama tak kasih kue bolu biar gak masukkan tangan lagi " ucap Zula gemes pada baby Bibi


" Huk..huk.. Ooee...." Akhirnya baby Bibi nangis karena di lepas tangannya


" Ula,... Udah biarin ngapa sih, Vitamin itu" Ucap Al kasian melihat adek terkecilnya


" Vitamin Vitamin..." Jawab Zula sambil mendiamkan baby Bibi


Aliza yang melihat pun mendekat dan meminta baby Bibi


" Sini sini sama kakak yuk... Main sama kakak, kangen nih dari kemaren belum gendong kakak" Ucap Aliza pada baby Bibi


Ya Karena dari kemaren Aliza sudah kerumah kakaknya dan sudah semalam jauh dari baby Bibi


" Kita gak tempat mbah Charir ya Mi?" tanya Zula karena ini baru pertama kalinya dia lebaran di Indonesia


Ya bukan pertama kalinya sih, sebenarnya udah sering cuman bareng keluarganya ini baru pertama kalinya


Soalnya dulu lebaran milih healing, dan cuman bareng Uminya doang, Abahnya haduh belum kenal, dan beberapa tahun setelah kumpul dengan keluarganya dia lebarannya sering kali kalau gak di Swiss sendiri ya Di Mekkah saat mereka Umroh


" Kalian lah, sana bareng bareng ke sana, Ula kan juga mau silaturrahmi tempat abah Umi pondok kan, kalau Abah sama Umi tunggu rumah aja, masih banyak tamu juga kan, Lusa juga mau reuni pondok, " jawab Jihan dan anak anaknya mengangguk


" Lebaran ke 5, Umi berangkat ke AL- JQ? " tanya El karena dia juga mau berangkar Reuni


" Entah nanti lihat sikon gimana keadaan, kalau kamu mau berangkat berangkat aja lah, soalnya malamnya Umi sama Abah ke rumah mbah Charir mau ada acara halal bihalal keluarga juga di sana, Uti sama kakung juga mau pulang, kok, besok baru perjalanan dari sana" ucap Jihan karena banyak acara yang tidak di ketahui anak anaknya


" Terus acara di sini kapan dong??"


" Halal bihalal keluarga Al Muthofa, " ucap Zula bertanya


" Nanti sekalian 40 harinya Mbah Abah sama mbah Umi, gak jauh lagi kan, " jawab Zain dan semuanya mengangguk


" Jadi Uti sama kakung bawa mobil sendiri Mi?" tanya Al penasaran


" Ya iya, di suruh naik pesawat gak mau, " jawab Jihan setelah menawarkan pada ibu dan bapaknya


" Ck.. Apaan lah, bawa bayi lagi," saut El seolah omnya gak mikir


" Alasannya karena biar bisa kemana mana, kalau bawa mobil ke sini" tambah Aliza yang sudah tau dari Luna


" Apaan lah.. kayak di sini gak ada mobil aja, " jawab El sambil mengeluarkan ponselnya dari sakunya


El paling gak seneng kalau orang udah tua tapi masih memilih capek capekan


Tak lama terdengar suara salah dan juga wajah Rizqy di layar ponselnya


" Waalaikumsalam...." jawab El santai


" Kenapa El, tumben telfon ini pak dokter" ucap Rizqy dari seberang sana


" Sawitmu gak buah lagi om?" tanya El to the poin, tapi sayang Rizqy masih gak faham


" Apaan nanya nanya sawit segala?" minta maaf kek habis lebaran juga" jawab Rizqy masih belum faham juga


Yang lain masih mendengarkan percakapan mereka, sebenarnya El juga sangat pusing, tapi mau gimana lagi, dia gak mau sampe terus di budakkan oleh rasa sakit hati


Ya senggaknya dengan kumpul keluarga bisa melupakan satu persatu sakit hati yang bertubi tubi dia rasakan


" Kenapa Rupanya El?" tanya Rizqy lagi


" Kok pulang mau capek capek bawa mobil sendiri, tak kira sawitnya gak buah gak mampu beli tiket pesawat" jawab El dan Rizqy di sana malah tertawa


" Elo El, gak lah, Om mau bawa barang banyak soalnya, maklum lah namanya juga anak banyak El, kalau bawa pesawat ya bawaannya banyak ribet" jawab Rizqy yang sebenarnya gak mau merepotkan kakaknya


Berbeda dengan keluarga Aisyah yang terkadang malah meminta pada Zain


Ya Menurut Rizqy dan yang lain, Jihan sudah memberi lebih pada mereka, bahkan beberapa lahan yang Jihan beli gak pernah mau menerima penghasilannya dan semua di serahkan pada Rizqy dan keluarga


" Ya apa gak kasian toh om, anak kecil kecil, bayi di jalan apa gak rewel, " saut Al yang ada di sebelahnya


" Udah peking belum Om?" tanya Zula ikut nyaut


Zain dan Jihan sengaja gak ikut nyaut, biar mengetes dan melihat keakraban anak anaknya pada Om satu satunya itu


" Udah tuh... Tantemu sedang peking barang selemari di bawa" jawab Rizqy sambil memperlihatkan tante dan Embahnya berkemas


Di Hari pertama lebaran tentunya bagi mereka juga yang pertama di hubungi adalah bapak ibuknya Jihan, jadi sudah minta maaf sebelumnya


" Masyaallah... Mau pindahan tan?" ucap Zula yang melihat tantenya


" Anak Banyak Ula, banyak bawaan" jawab Luna yang ikut menyaut


" Kalau bawaannya segitu banyaknya pulangnya naik truk Om?" saut Al lagi yang malah meledeknya


Ya Al sekarang jauh lebih humoris, dan santai suka banget kalau meledek dan membuat lelucon


" Enggak nanti pake sepur" jawab Rizqy dan semuanya tertawa


Al sudah di kode sama Zula maupun El untuk segera menghubungi pihak maskapai jet probadinya dan juga mobil dari kantor cabang daerah yang ada di sana


Jihan dan Zain sesekali saling pandang di saat perhatian anak anaknya kepada kakek neneknya dan juga adek dari Uminya itu


Zula dan El masih lanjut ngobrol dan bercanda pada Omnya,


" Om bawakan oleh oleh yang banyak" Ucap Zula lagi sambil menunggu Al kembali


" Mau oleh oleh apa? brondolan sawit?" tanya Rizqy dan membuat mereka makin tertawa


" pada ngomongi apa sih, dari tadi tertawa mulu" Ucap Luna dan Uti mereka ikut gabung setelah selesai paking


" Udah selesai Tan? Wah pindahan beneran ini" gurau Zula pada tantenya yang tertawa


" Banyak anak Zula" jawab Tantenya dan Zula tertawa


" Uti jangan lupa sangunya di siapkan, ingat di sini ada 5 cucu yang menunggu ampau lebarannya" Ucap Zula pada neneknya


" Udah udah Uti siapkan kok, udah masuk ke koper sendiri juga" jawab Utinya beranggapan serius


" Yes.. Kit bakal dapar sangu bang" ucap Zula santai dan gak mungkin juga dia menerima yang ada dia yang ngaish sama sepupunya karena sudah kerja sendiri


Tak lama Al kembali dan ikut gabung dengan mereka dan nongol juga di depan cemera.


" Udah selesai Tan Uti?" tanya Al mengilang lagi dan jawaban mereka tentu sama


" Sepurnya udah datang belum?" tanya Al lagi dan mereka tertawa


" Stasiunnya belum jadi mas Al" jawab Luna menyaut mewakili anak anaknya


" Ya udah cepetan pada siap siap mandi bersih yang wangi, 2 jam lagi, mobil kantor mau jemput, Pesawatnya udah nunggu di bandara, siap siap ya..." Ucap Al serius setelah semuanya diel siap menjemput mereka


" Heh.... Tenan ora Al?" tanya Rizqy serius


" Iya Om... Om apa gak kasian sama anak istri Om, udah nanti kami yang jemput ke bandara" jawab El yang ikut dalam rencana itu


" Iya om, perjalanan jauh banget kasian si gemoy, sempit lagi mobilnya, kakung sama Uti juga udah tua, jangan tambah sakit juga, " tambah Zula yang tak kelewatan ikut andil


" Udah ya, dang siap siap, nanti kalau kewalahan jaga 4 anak, udah kami persiapkan beberapa pramhgari untuk ikut jagain" tambah Zula membuat mereka semua terharu