
Ilyas menatap Yasmin dengan lekat, ingin dia rasanya marah, dan emosi banget melihat wajah Yasmin yang dengan mudah enteng dia mengatakan kalau dirinya itu gak bisa move on dan selalu terbayang bayang wajah Al
Tapi dia sangat sayang pada Yasmin, mencintai setulus hati, rasa marah dan emosinya seolah terkendali apa lagi melihat perut Yasmin yang semakin membesar
Dan Akhirnya Ilyas memilih marah cukup dengan diam saja, enggan mengajak bicara Yasmin maupun menjawab pertanyaan dan meladeni Yasmin
Hatinya cukup sakit, dan cukup dia yang merasakan saja,
Ilyas pergi dan keluar dari kamar, tanpa sama sekali menjawab dan menyapa Yasmin
" Sayang.... Mas...." panggil Yasmin lagi
Dan Ilyas sama sekali gak menyaut dan gak menjawab ucapan Yasmin,
" Mas.... Mas Ilyas..." panggil Yasmin dengan berjerit, dan mengejar Ilyas keluar
Tapi sayang Ilyas sudah pergi dengan mengendarai motornya dan pergi entah kemana
" Mas Ilyas.... Maafin Yasmin mas...." ucap Yasmin sembari menangis di depan pintu
Di sisi lain kini Semua masih pada ngobrol di ruang tengah, dan datang lah Zula yang baru sampai rumahnya
" Nih yang di tunggu tunggu" ucap El sangat antusias untuk Ghibah
" Assalamualaikum...." ucap Zula sambil salaman dengan semuanya, karena itu kebiasaan Zula dan keluarga Al Musthofa
" Waalaikumsalam.." jawab semuanya dan Zula berakhir duduk di sebelah El
Karena Abah dan Abangnya Al, sudah pada Gandeng istri masing masing, sedangkan yang masih kosong cuman dia El yang belum resmi menikah
" Mbak Liza udah enakan?" tanya Zula melihat Aliza yang ada di sebelah Al dan di rangkul pundaknya
" Alhamdulillah.... Udah enakan, cuman agak Syok banget gue tadi" jawab Aliza santai
" Sip lah kalau gitu, udah gue bantai radi semuanya" ucap Zula semangat untuk cerita
" Gimana gimana ceritanya, loe bantai bagaimana tadi orang orangnya?" tanya El paling semangat
Kemdian Zula cerita mulai dari awal dia menemui Rahman sampai anak kelas Aloza, dan memberi pelajaran Queen, serta berujung khotbah ke Yasmin dan di Dengar sendiri oleh Ilyas
" Wah... Bahaya kalau gitu La, loe malah bikin huru hara sendiri kalau suaminya dengar langsung" ucap El sambil menepuk dan merangkul Zula
" Bodo amat, gue aja gak tau kalau kg Ilyas di sana, terserang mau gimana itu resiko Yasmin pekok" jawab Zula santai dan gak mau tau
Al yang mendengar cerita Zula, apa lagi soal Yasmin yang gak bisa move on dari Al, tangan Al terus mengganggam dan merangkul Aliza, agar tetap kuat dan gak boleh terbawa perasaan
" Mas.... Adek gak apa apa, jangan di pegang kencang gini dong, sakit lama lama" ucap Aliza lirih dan masih terdengar oleh semuanya, yang langsumg menoleh ke arah Aloza dan Al
" Maaf sayang... Beneran gak apa apa kan?" tanya Al sangat takut istrinya cemburu dan malah jadi perasaan lagi
" Gak apa apa, kan itu kak Yasmin, bukan Mas" jawab Aliza teguh pendiriannya
" Sebenarnya dulu loe kasih pelet apa sih Al, sampe segitunya anak orang" tanya Zain heran dengan perlakuan Yasmin yamg sekarang
" Pelet pelet, apaan pake pelet segala, intinya dia gak terima lah Bah, kemaren juga baik baik aja, bener kata Zula tadi antara belum move on dan Iri, gak terima kalau orang lain untuk Al, apa lagi sahabatnya sendiri, yang menurutnya di bawahnya, tapi jawaban Zula cukup tepat" jawab Al lagi
" Tepat dong Zula gitu " jawab Zula membanggakan dirinya sendiri, dan El malah menonyor kepala Zula
" Tapi intinya, kembali ke perekonomian, Al mungkin dulu terlalu royal pada dia, membuat dia membandingkan dengan orang lain yang dia deketi, terus tampan Al gak ada duanya dari mantan dia lainnya" ucap Al ikut membanggakan dirinya
" Eleh... Porr" saut El gak terima dan mengejeknya
" Mbak Liza hamil?" tanya Zula cukup kaget dan Aliza tersenyum
" Wah kondang loe bang, to cer.. Gas poll .... jebol Gawang... Gool, cetak 1" ucap Zula membuat semuanya tertawa
" Bocil polos gak tau apa apa" ucap El kembali merangkul Zula
" Sudah dewasa gue... Loe tau Umi nikah sama abah umur berapa, masih di bawah umur, abah kena undang undang sebenarnya tuh" jawab Zula nyeleneh dalam kekonyolan keluarga
" Berarti Abah sama Umi mau punya anak sekaligus punya cucu dong, weh... Makin rame dong" ucap Zula sangat gembira
" Iya dong... Ante sama Om, tukang momong" jawab Al santai
" Gue bentar lagi nyusul bang, gas poll langsung top cer kan sama aja, istri gue sama mbak Liza nanti hamilnya barengan" jawab El yang kurang lebih sekitar 3 bulanan udah mau menikah juga
Tapi tak lama Zula melihat jam di tangannya yang sudah waktunya untuk menjemput Maulana dan keluarga yang akan datang di acara pernikahan atai resepsi Aliza dan Al lusa nanti
" Loe jemput Kak Ailza dan keluarga jam berapa bang?" tanya Zula pada El
" Oh ya.. Bentar lagi landing dia" jawab El sambil melihat jam tangannya
" Ailza sendiri yang ke sini La, Keluarganya gak ikut, ada urusan katanya" jawab El santai
" Ya sama, orang Maul dari Swiss berangkatnya" jawab Zula santai
" Pesawat Swiis nomer penerbangan 123" ucap El lagi dan Zula mengangguk
" Yah... Se pesawat mereka lah" jawab El dan Zula mengangguk
" Gimana mau sekalian bareng Abang jemputnya?" tanya Zain pada Zula
" Enggak..." ucap Zula dan El kompak
" Mau jalan sendiri dong Bah, jangan di gabung gabung" ucap Al membuat semuanya tertawa
" Abah kayak gak pernah muda aja, kita punya prefesi masing masing bah" jawab Zula dan Zain mengangguk
" Ya udah hati hati kalau mau jemput jangan aneh aneh" ucap Zain percaya penuh dengan anak anaknya, dan hal seperti itu adalah hal wajar bagi anak muda sekarang
Justru kalau di larang mereka semakin nekat, dan malah menentang, jadi intinya Jihan sama Zain percaya dengan anak anaknya kalau mereka bisa jaga diri
Kini El dan Zula sudah turun kebawah dan masing masing membawa mobil sendiri sendiri
" Pak Ilyas" ucap Zula melihat Ilyas datang
" Neng Zula" jawab Ilyas sopan
" Pada mau kemana neng Gus" tanya Ilyas sopan
" Kebandara kang" jawab mereka kompak
" Bawa mobil sendiri sendiri?" tanya Ilyas dan mereka mengangguk
" Yang di jemput berbeda kang" jawab Zula santai dan Ilyas mengangguk
" Pak Al di rumah?" tanya Ilyas lagi
" Ada lagi sama Abah dan Umi juga mbak liza, masuk aja langsung ke lantai 3" jawab El,
Ya ilyas pergi dari Yasmin karena mau menemui Al sesuai perintah Zula