Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Minta cepet


Sore harinya Aliza dan Al sudah siap ke Pekanbaru Riau, tujuannya ke rumah neneknya, Jet pribadi dan penjenputan sudah tersedia, dan siap melayani dan menjemput Pasangan pengentin baru ini


Surat izin dari dokter juga sudah El buatkan, tinggal Nanti Al mampir ke Rumah sakit untuk mengambilnya walaupun Umi Jihan yang memeriksanya dari rumah


Untuk keluarga yang di Riau juga sudah di hubungi, dan siap membuatkan untuk calon cicit dari Mbah Uti


" Haduh haduh yang ngidam satu orang yang repot satu RW" Ucap saat memasukkan kopernya di bagasi mobilnya


" Kalau gak ikhas udah di rumah saja, istri lagi ngidam aja gak ikhlas gitu melayaninya" jawab Jihan yang ikut mengantar sampai depan


" Ya ini semua gara gara Elo" jawab Al dan Zula tertawa ngakak


" Baby Utun, sehat sehat ya, makasih banyak udah bantu Ante untuk mencicipi makanan yang ante inginkan" ucap Zula sambil mengelus perut Aliza


" Ogah bawakan" jawab Al menyaut


" Oh... Kalau ogah bawakan untuk gue, gak usah pulang, mentang mentang punya istri, istrinya aja yang di turuti" jawab Zula langsung ngegas dan Al langsung di senggol sama Aliza


Aliza faham Zula masih sering cemburuan pada mereka, ya maklum saja lah


" Apa apa.... Ih.... Gitu apa jellesnya, dulu aja sama Abang cuek, sekarang cemburuan banget sama Istri Abang" jawab Al memeluk Zula


" Yuk ikut aja dek,. Kira berpetualang ke sana" ajak Aliza


" Eh.. Gue punya baby mbak, kerja juga bisa di kewok sama Ryan 99 Nanti" jawab Zula masih mikirin Kerjaan


" Terus nanti gue di sana berpetualang sama siapa dong?" tanya Aliza galau


" Aman lah.... Sama siapa aja boleh, udah sana berangkat nanti ketinggalan pesawat" jawab Zula lagi


" Ketinggalan apanya orang cuman 2 penunpangnya" jawab Al dan pamit tak lupa Aliza dan Al salaman dengan Zula dan mencium Pipi Zula


Mereka juga tak lupa mengucapkan salam dan melambaikan tangannya saat mobil sudah berjalan


Di sepanjang perjalanan Aliza dan Al saling ngobrol satu sama laon, sedangkan Al masih terus menggenggam tangan Aliza erat di sepanjang perjalanan


" Sayang..." panggil Al lembut dan mengelus tangan Aliza dengan jari jempolnya


" Kenapa sayang?" tanya Aliza balik


" Kok tadi diem aja pas Mas, bilang nanti nunggu waktu sela , kok gak bilang kalau maunya sekarang" tanya Al berucap sesuai apa yang di pikirkan tadi


" Adek takut Mas, karena ke sana juga butuh waktu butuh ongkos juga, Adek merasa gak bisa beli waktu mas, dan gak bisa ongkosin mas sampe ke tempat Uti" jawab Aliza apa adanya


" Makanya adek diem dan menahan, saking gak tahannya nangis lah, namanya orang ngidam tuh kalau lagi kepingin gak bisa di tunda Mas" tambah Aliza lagi


" Ngomong apa sih? Mas aja gak minta ganti rugi kok, mas Ini suamimu sayang, mas milik Adek, gak boleh sungkan dan gak enak gitu, mas aja enak kalau apa apain Adek" jawabnya lagi dan tangan mulai menggerayangi bagian bawah Aliza


Aliza justru menahan tangan Al, agar tetap di sana, entah apa yang membuatnya seperti itu kalau Al udah beraksi rasanya Aliza gak rela untuk di hentikan


Aliza makin agresif, bahkan di saat Al ber istirahat, Aliza sengaja menyiapkan semuanya, apa lagi setelah mengenal lengerly yang Zula berikan justru Aliza menambah koleksi lainnya untuk memancing Al


Kini Al tersenyum menatap Aliza yang kembali agresif, bahkan Tangan Aliza menuntun tangan Al untuk masuk ke dalam dan lebih dekat alias nempel


" Mau mampor hotel dulu?" tanya Al lembut


" Enggak lah,... Lanjut aja pelan pelan, nanti kalau udah di PKU baru mampir hotel" jawab Aliza dan hanya pengen di elus elus saja sambil merem melek hingga tak terasa mereka sampai di rumah sakit tempat El bekerja,


Al menghentikan mobilnya tepat di depan lobi rumah sakit, dan El langsung menghanpirinya


Aliza masih merem dan menggigit bibir bawahnya, karena tangan Al masih terus mengelus anunya


Al membuka kacanya setengah, tanpa turun dari mobilnya, dan Aliza masih tidak sadar aama sekali, karena dia sudah melayang di atas awan


" Mau berangkat sekarang?" tanya Al dari luar mobil


" Iya.... Mau kapan lagi, keburu ngences nanti anak gue, saingan sama air ketubannya" jawab Al santai


" Ada aja" jawab El sambil memberikan kertas tersebut


Tapi Tak sengaja El melihat wajah Aliza yang tidak seperti biasa, apa lagi tidak menyapanya, dan tangan Al yang terulur masuk ke dalam rok Aliza


" Eh.... Elo bang... Tau tempat juga kali, lagi nyetir juga" jawab El sambil menonyor kepala Al


" Iri bilang bos" jawab Al sambil tertawa


" Oh... Sedeng" jawab El kemudian Al melajukan mobilnya


" Tiin...." Al mengklakson El dan El melambaikan tangan sambil menggelengkan kepala


" Dasar gila tuh orang, emang seenak apa sih" gumam El penasaran


Setelah Al pergi Kini El berjalan ke mobilnya untuk segera pulang


Di sepanjang perjalanan otak El di penuhi perlakuan Abangnya terhadap istrinya si Aliza, bahkan si otongnya juga mulai berdiri tegak


" Aduh tong.... Belum waktunya, sabar ya... 3 bulan lagi, Elo masuk gua sendiri" ucap El sambil mengelus si otong untuk bersabar dan untungnya si otong nurut dan kembaki bobok


Sesampainya di rumah, El langsung bersih bersih dan kembali ke kamar bawah yang tadi orang di bawahnya sudah dia sapa, karena belum bebersih dia tidak berani masuk kamar baby Bibi apa lagi mendekat pada baby Bibi


Tapi setelah mandi El rasanya kangen dengan Ailza dan menghubungi Ailza sejenak, apa lagi dia yang sudah gak sabar melihat tingkah Al tadi, ingin rasanya segera menikah


" Beb...." ucap El pada Ailza yang sedang memangku Soni yang tidur di pangkuannya


Mereka berdua video call, cuman Ailza tidak memperlihatkan Soni yang menjadi saksi bisu


" Iya sayang.." jawab Ailza lembut


" Kalau pernikahan kita di percepat mau gak?" tanya Al mengajaknya


Ailza tidak langsung menjawab dan menoleh ke bawah


" Bentar beb.... Ada yang manggil" jawab Ailza dan mematikan suaranya, atau mute tapi panggilan masih tetap terhubung


Ailza pura pura meletakkan ponselnya dan memibta persetujuan Soni, karena waktunya harus tersita dan terpotong


" Gimana?" tanya Ailza pada Soni


" Kamu gak mau waktu kita terpotong sama Tunanganmu?" tanya balik Soni


" Ya lebih baik lebih bagus, sebelum dia mengetahui hubungan kita" jawab Ailza pada Soni


" Di percepat berapa bulan? Kalau satu setengah bulan gak apa apa, masih waktu lumayan, tapi kalau sebulan lagi gue kurang puas" jawab Soni memberi jawaban