
Kebahagiaan El dan Heny sama sekali tidak surut, mereka sangat manjaga kehamilam yang mereka nanti saat ini
Bahkan orang tua Heny sampai di minta pindah untuk menjaga Heny, dan siapa yang minta??
Jihan sana Zain, mereka merasa gak bisa jagain Heny karena banyak santri yang harus di jagain, jadi meminta ibunda Heny untuk tinggal bersama Heny
Ya Jihan sama Zain faham, mungkin mereka juga sungkan kalau harus tinggal di sanaz toh itu rumah Zain juga, jadi Zain sampai turun tangan langsung untuk menjaga calon cucu cucu mereka
Saking ketatnya Heny sampai gak boleh kemana mana sama ibunda dan ayahnya, kalau Jihan sih santai ya, toh dulu dia hamil El dan lainnya juga sibuk bahkan kesana kemari karena saking banyaknya tugas
Ya ini juga cucu pertama mereka jadi sudah kebawa parno duluan
Usia kandungan Heny saat ini sudah menginjak 9 bulan, dalam arti di hari hari terakhir menuju persalinan
Sudah di prediksi kalau Heny bisa melahirkan secara normal,
Hari hari selama 9 bulan, El cukup memanjanya, bahkan El sering menawari mau apa dan apa
Sedangkan sama istri sendiri, sama Zula El dulu sering menawarkan apa, dan pas lagi pergi ke luar negri selalu menawarkan Zula mau apa
" Yah.... Boleh gak sih Heny keluar sebentar saja" Ucap Heny pada ayahnya yang sedang menyiram tanaman di belakang.
Ayah Heny di beri lahan oleh El, biar gak suntuk dan ada aktifitas
" Mau kemana? Mbok di jaga toh nak, kehamilannya, kamu dulu mengimpi ngimpikan punya anak, kok sekarang malah sak enaknya sendiri" jawab Ayah Heny yang mana itu hampir setiap hari Heny dengar
" Ya Ampun Yah.... Heny udah 9 bulan terkurung gak kemana mana, sampe kulit ini berubah lho Yah" jawab Heny sambil memperlihatkan kulitnya
" Ya kan malah jadi putih bersih" jawab Ayahnya santai
Tak lama El datang pulang dari rumah sakit dan langsung mencari Heny
Ya El tau jam jam segini Heny pasti di belakang
" Assalamualaikum sayang..." Ucap El memeluk Heny dari belakang
" Waalaikumsalam.. Sayang" jawab Heny menghadap ke El
Walaupun ada mertuanya El sama sekali gak sungkan dan biasa saja karena itu udah menjadi kebiasaan mereka
Dan mereka berfikir orang tuanya makin bahagia kalau melihat anak anaknya makin romantis
" Boleh keluar dong.... Sumpek di rumah" Ucap Heny manja
" Mau keluar kemana?" tanya El lembut dan merangkul pundak Heny
El membawa Heny ke salah satu tempat duduk yang tak jauh dari situ
" Mau kemana sayangku cintaku di penjara ya?" Ucap El yang sebenarnya kasian banget kalau melihat Heny yang terkurung
Walaupun semuanya ada dan tersedia di rumah, tapi pasti hawa pengen keluar ada
Tapi memang Heny selama hamil dia gak sesehat Aliza saat hamil Alwi dan Zea itu
" Gak jaug deh... Ke konplek depan aja, iya bener hamil tua harua jalan jalan, tapi kalau setiap hari hanya muterin kebun bapak sama kolam renang juga bosen sayang" jawab Heny bersandar di pundaknya
" Kerumah Aira aja yuk, lama kan gak kesana?" ajak El dan Heny langsung berbinar
" Iya lama gak jumpa juga ,udah hampir 3 minggu gak ketemu, " jawab Heny cemberut
" Iya kan udah sekolah dia sayang...." jawab El karena memang usia Aira yang sudah menginjak 4 tahun jadi sudah sekolah
" Biasanya jam segini udah pulang belum ya" tanya Heny pada El
" Coba video call dulu mana tau udah pulang" jawab El dan Heny mengangguk
Heny merogoh ponselnya di sakunya dan menghubungi nomer Zula
Di rumah Zula Aira ternyata sedang tidak enak badan, dan sedang demam, sedari pulang sekolah Zula pagi tadi
Di sekolah Aira itu full day scool, yang mana berangkat pagi dan pulang sore, dan cuman sampai di hari jum'at saja
Sebagai orang tua tentu akan memberi yang terbaik untuk buah hatinya
Niat hati mau di bawa ke rumah sakit dan berobat langsung bertemu dengan dokter anak
Ya namanya Aira anak Mamah Zula, yang mana gak beda dengan mamah Zula, yang sakit paling gak seneng di bawa kerumah sakit, justru minta di bawa ke hotel dan di obati sama Umi Jihan sendiri
Persis, itu Aira, walaupun lahirnya di rumah sakit tapi kalau sakit gak mau kerumah sakit, alasannya takut jarum, dan takut di suntik
Jadi mau gak mau pulang, kompres minum obat yang biasa di minum saat demam yang Ryan beli sesuai resep dokter
Ya minta obat aja di rumah sakit mbahnya, tapi gak mau ketemu pak dokter
Dari pada memaksa makin nangis dan bikin heboh rumah sakit, nanti panggil mbah uti apa papi maminya saja, biar aman tanpa drama
" Assalamualaikum mamy..." ucap Zula saat panggilan video terhubung
Zula menampakkan wajah Aira yang sangat lemes dan ada di pelukannya
" Waalaikumsalam Cantik... Lho kenapa itu?? Kok gitu mukanya" Jawab Heny kahet melihat Aira
Aira tidak menjawab dan masih memeluk mamahnya
" Lagi demam mamy, doakan Aira sehat ya" jawab Zula
" Ya Allah.... Kasiannya anak mamy, ya udah mamy kesana ya, putri cantik mamy mau di bawakan apa?" tanya Heny gercep
Aira yang lagi tidak nafsu menggelengkan kepalanya lagi
" Ya udah Ayo Pi ke sana Pi," ucap Heny pada El dan memutuskan panggilan videonya tak lupa mengucapkan salam
Heny dan El langsung siap siap untuk kerumah Zula yang gak jauh dari rumahnya
" Mau kemana Nak?" tanya Ibunda Heny
" Kami kerumah Zula dulu ya bund, Aira sakit" jawab El apa adanya
" Gak apa apa nak? Udah sore" tanya Ibunda Heny
" Gak apa apa bunda, insyaallah aman" jawab El sambil bersalaman pada Bundanya
" Ayo sayang keburu bapak keluar nanti gak boleh, bilang sama bapak ya Buk" Ucap Heny langsung menarik El untuk keluar
Kembali ke rumah Zula yang mana Aira meringik aja kalau sakit, dan kini gantian di gendong sama papah Ryan
" Ya makanya kita periksa ya nak, biar lekas sehat gak lemes dan demam lagi badannya" ucap Ryan lembut
" Gak mau..." bentak Aira kesal
" Ya udah ya udah.. Putri Abah mau apa?" tanya Ryan dan Aira gak menjawab dan bersandar ke dadanya
" Mah.. Udah??" tanya Ryan pada Zula
" Udah bentar lagi sampai" jawab Zula sambil membuatkan kopi untuk Ryan
" Gak mau panggil dokter, gak mau di suntik Aira, gak mau minum obat banyak banyak" jawab Aira makin mengamuk
" Ya kalau gitu makannya yang banyak dong, biar cepet sehat" jawab Zula sambil membawa secangkit kopi dan di letakkan di meja depan Tv
" Gak enak, makanan Mamah gak enak semua" jawab Aira marah marah
" Tau lah Ra.... " pasrah Zula
" Perasaan dulu bikinnga juga berdoa dulu ini kok jadinya rewel gini" tambahnya sambil menepuk jidat
Maaf agak telat banyak kegiatan hari ini say... 😁😁
Jangan lupa mampir ke sebelah, Misteri Jodohku, karya Ulfatun Khasanah di tunggu