Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Nyamar Istri El


Karena El dan Al juga sudah certia kalau mereka sama sama satu kantor dengan mantan mantan mereka


" Lho ada orang di belakang" ucap Zula menghadap pada Heny yang sedari tadi terdiam


Heny pun tersenyum dan mengangguk ,


" Ya Allah maaf ya mbak, gak tau, Jadi gak enak gue, Abang kok gak bilang kalau ada kawannya" ucap Zula yang sok care


" Ya Sayang gak lihat sih, terlalu kangen apa sama abang" ucap El santai


Ekspresi Heny cukup lain, dan segitu hasydunya hubungan mereka, denga Zula yang santai tanpa rasa cemburu apapun


" Oh ya, maaf ya mbak, kenalkan saya Zula, pendamping bang El" ucap Zula mengulurkan tangannya pada Heny


" Iya saya Heny, Mantan bang El" ucap Heny sambil tersenyum kecut


Zula sebenarnya kaget, dengan ungakapan Heny, bukan hanya Zula saja El pun juga, dengan mudahnya Heny berkata kalau dia mantannya


" Wah ini mah cari masalah namanya " batin Zula yang tau dia bersikap apa


Sepertunya di Heny juga akan memancing masalah dan Emosi


" Oh... Mantannya, sukur ya mbak, mantannya masih menjalin silaturrahmi dengan baik, dari pada jadi musuh, saya malah seneng bisa kenal embaknya, abamg El juga sudah pernah cerita semuanya, tadinya saya yang mau ketemu dengan embak, dan ngajak menjalin silaturahmi, tapi kami sama sama baru pulang dari swiss jadi belum sempet" jawab Zula sok akrab dan mau tau gimana ekspresi Heny saat Zula menganggapi dengan santai


" Hehe iya, kalian menikahnya di Swiss ya" ucap Heny lagi


" Oh Iya kami nikahnya di Swiss, waktu kami masih sama sama kuliah" jawab Zula santai sambil menahan tawa


" Oh gitu, ya Ampun El, loe itu anak pak kyai kenapa carinya seperti ini, pasti dia hanya pinter kerja saja, dan tidak tau ilmu agama, Astagfirullahal adzim" batin Heny berperasangka buruk pada Zula


" Oh ya sayang, kita berhenti di kedai situ dulu ya, " ucap Zula sambil menunjuk salah satu kedai makanan dan berjejeran dengan toko cake


" Jajan dulu?" tanya El lagi


" Enggak, cuman mau ngambil pesenan, tadi adek pesen cemilan, sama cake di sebelahnya itu, untuk semaan nanti malam" jawab Zula santai


" Oh ya ya, nanti malem jadwal adek semaan ya" jawab El dan Zula mengangguk


" Mbaknya juga penghafal Al Qur'an?" tanya Heny yang sempet kaget juga sebelumnya


" Hanya titipan mbak, mudah mudahan bisa istiqomah menjaganya" jawab Zula merendah seolah menjadi tamparan bagi Heny


Karena semua tidak bisa di lihat dari penampilan saja, apa lagi menyombongkan dari dirinya yang menjadi penghafal Al Qur'an


Dan mobilpun berhenti di sana tepat di depan cake,


" Mana pesenannya, biar abang aja yang ambil" ucap El sambil melepas seat beltnya,


" Bentar" jawab Zula sambol mengambil ponselnya dari dalam tasnya


" Sayang kirim aja ke Abang" jawab El sambari turun


" Okey" jawab Zula singkat


Seperginya El Zula menghadap Ke belakang kembali, dan untuk mengajak ngobrol Heny


Tapi sebelum ngobrol , Heny juga mengotak ngatik ponselnya untuk menambak cake untuk di berikan pada Heny nantinya


Ya begitu anaknya Umi Jihan, gak tegaan kalau sama orang lain, selalu jadi prioritas, apa lagi cuman sebuah cake saja


" Iya, kok mbak tau" tanya Zula ramah


" Iya dulu sering lihat kalian sering live bareng" jawab Heny keceplosan kalau dulu dia sering kepoin El


Untuk Heny sama Yasmin sama sama gak kenal, dan Heny juga gak tau akun Al juga jadi gak tau kalau Zula cuman sebagai bahan drama


" Oh iya, waktu itu waktu bang El pendekatan dengan aku mbak, dia sering aja live bareng, sering telfon dan akhirnya saya kuliah di Swiss dia ikut pindah dan transfer nilai ke Swiss, sampe selesai kuliah barenh dan juga Wisuda bareng" jawab Zula bercerita


Heny mengangguk dan berfikir sampai segitunya El mengejar Zula, sampai jauh bahkan Zula pergi untuk kuliah juga di ikut pindah, bahkan bareng juga dengan keluarganya sekalian


" Bang El tuh, manja dianya, gak tegaan, walau kadang suka bawel tapi apa yang aku ucapkan selalu nurut, aku juga heran bucinnya kelewat batas" tambah Zula makin memanasi hati Heny


" Tapi pasangannya bukannya orang luar ya? Aku pernah mendengar dia telfonan dengan berbahasa asing" ucap Heny mulai curiga karena dia pernah melihat dan mendengar El sendiri


" Kapok Kamu Zula, senjata makan tuan" ucap Zula dalam hati


" Oh iya, itu mah aku mbak, karena kita lama di luar sana, jadi kebiasaan bahasa sana, dan terkadang kalau telfon juga lebih asyik pake bahasa itu, biar orang lain gak tau apa yang kami obrolkan, walaupun telfonan di kawasan umum" jawab Zula kembali berbohong


Sesaat kemudian El kembali dengan membawa beberapa paper bag pesenan Zula tadi


Setelah itu, El kembali melajukan mobilnya dengan tangan yang menggenggam tangan Zula tepat di hadapan Heny, sesekali El pun mencium lembut tangan Adek kesayanga ya tadi


" Langsung tak anter kerumah aja ya Hen, ini udah mau magrib, takutnya kemalaman kalau nunggu suamimu jemput" ucap El yang sebelumnya Heny meminta untuk berhenti di terminal


" Gak usah repot El" jawab Heny menolak


" Gak apa apa mbak, sekalian orang gak jaug kok" jawab Zula lembut


Dan El terus melajukan mobilnya hingga sampai di rumah Heny, yang mana ternyata sudah penuh mobil dan juga motor karena ada pertemuan keluarga di sana


" Wah rame keluarganya mbak" ucap Zula santai


Heny tersenyum dan membenahkan bajunya serta memakai tas slempangnya juga, sebelum turun


" Buka pintu bagasi Bang, tadi abang taruh sana kan?" ucap Zula dan El mengangguk


Zula turun di susul oleh El dan juga Heny dengan pintu yang berbeda


Di sana sudah ada sepupu Heny yang di akui sebagai tunangan Heny, yang mana dia memang sudah menikah dan punya anak, sama sama menjadi dokter cuman bukan bekerja di SRG melainkan jauh dan hari ini sedang berkumpul di rumah


El sudah membuka pintu belakang dan Zula mengambil 2dari papaer bag dari sana untuk di berikan pada Heny


Heny masih menunggu keduanya untuk mengucapkan terimakasih, dan Zula mendekat pada Heny


" Makasih ya Udah di anter sampai rumah" ucap Heny lembut pada Zula


" Sama sama mbak, lain kali kalau mau bareng lagi gak apa apa, kan searah, kami sekarang tinggal di KDS, Abah sama Umi udah gantiin Mbah abah sama mbah Umi" jawab Zula panjang dengan senyum ramahnya


" Lho sama siapa Neng?" tanya Ibu Heny mendekat


" Ibuk..." ucap Zula ramah bersalaman pada Ibu Heny


" Iya, ini siapa?" tanya ibu Heny lembut


" Ini Istrinya El buk" jawab Heny getir dan...