
MUA yang mendandani seolah bingung dengan tangisan Ailza saat ini
" Mbak kok nangis kenapa? Apa ini adalah paksaan?" tanya MUA lembut
Ailza terdiam lalu tersenyum menanggapi ucapan MUA tersebut
" Enggak mbak.. Ini bukan paksaan maupun perjodohan, ini tangisan sebuah penyesalan, sebenarnya ini benar saya menikah hari ini, cuman bukan laki laki ini menikahnya, tapi dengan yang lain"jawab Ailza apa adanya dan seolah curhat
Biasanya dia Curhat dengan temannya Helend maupun Zula, bahkan dengan El, tapi kali ini dengan Helend saja Ailza sudah gak komunikasi apa lagi sama Zula Dan El
" Maaf mbak, bukannya yang cowoknya dari keluarga pak Zain ya mbak?" tanya MUA lagi
Dan ucapan itu justru membuat Ailza makin menangis kencang karena ucapan MUA yang mengingatkannya dengan El
" Lho kenapa mbak? Kok malah nangis?" tanya MUA bingung
" awalnya benar saya mau menikah dengan keluarga pak Zain, tapi semuanya berubah secara tiba tiba di saat aku khilaf ... Hiks.... Hiks...hiks..." ucap Ailza kembali menangis
MUA seketika terdiam dan gak mau berkomentar lagi, apa lagi saat ini Ailza makin menjadi tangisannya karena teringat dengan El yang sudah di hianatinya
" Sabar ya mbak, kita hanya bisa pasrah kepada Allah, yang maha penentu segala keputusan" ucap MUA menenangkan Ailza
Keluarga Zain kini pergi liburan bukan menggunakan pesawat pribadi, melainkan menggunakan pesawat Umum biasa,
Karena pesawat pribadi mereka sedang berada di luar dan di bawa oleh salah satu anggotanya untuk mengurus perusahaan yang ada agenda dadakan kemaren
Jadi yang mewakili seperti Irfan dan Ryan pergi menggunakan pesawat pribadi
Awalnya Zula ikut, cuman dia mengundurkan diri saja, karena mengingat El yang semakin dekat dengan hari H Ailza justru semakin murung dan Ryan memberikan kompensasi untuk Cuti selama dia pergi
" ting ting tuing....." Suara kode Info di bandara
" Mohon perhatian, ..." ucap sang petugas
" Kepada penumpang pesawat Indinesia Air jernih, dengan nomer penerbagan IA 123 tujuan Komodo, di persilahkan untuk menaiki pesawat nelalui pintu 2, " pengumuman sudah di sampaikan
Al yang sedari tadi menggendong baby Bibi karena baby Bibi tumben sama sekali gak tidur dan malah masih melek dan aktif bermain dengan para gadis gadis, siapa lagi kalau bukan Zula dan Aliza dengan Al yang sebagai penggendongnya
Sedangkan Zain dan Jihan kembali berduaan dan bernostalgia, dimasa pertama mereka liburan ke labuan bajo, di pengantin baru waktu itu dan liburan bersama keluarga juga di sana
Dan El, masih tetap terdiam membisu dengan hati yang pastinya gondok dan dongkol
Tapi di sela nostalgia masa muda Jihan dan Zain selalu mengawasi El takut kesambat setan alasan di bandara yang kemungkinan nyasar
" Baby ikut sama Babang El ya, biar gak diam mulu kayak patung" Ucap Al sambil memberikan baby Bibi pada El
El seketika kaget dan memegangi baby Bibi dengan erat takut dong, secara masih bayi, walaupun setiap hari juga sering gendong cuman kan tidak dalam keadaan bepergian
" Woy Bang...." protes El tanpa di gubris sama Al
" Ayo sayang kita masuk duluan," ucap Al mengalihkan dan menggandeng Aliza untuk segera memberikan bording pas yang ada di tangan masing masing
" Dada baby... Hibur Abang El ya, biar gak diam mulu" ucap Al mengece El sambil melambaikan tangannya dan menggandeng Aliza
" Dada juga baby... Baik baik sama Abang" sambung Jihan yang justru sengaja meninggalkan baby Bibi pada El
" Yah... Mii..... Entar kalau nangis gimana?" teriak El mulai kelabaan
" Kalau nangis tinggal nangis bareng aja" jawab Zain yang ikut melambaikan tangannya
Sedangkan Zula mau gak mau dia yang bantu bawakan ransel El yang sekarang sedang kerepotan ngurus baby Bibi
" Ck.... Gila ya semua, mentang mentang pada punya gandengan, gue di tinggal" ucap El kesal sambil berdiri dan menggendkng baby Bibi
" Tenang aja bang, gue masih baik hati masih setia sama elo" ucap Zula yang membuat El kaget
" Loe masih di sini juga?" tanya El mebolah pada Zula yang ada di belakangnya
" Jadi?? Gue juga menyendiri kali , pasangan gue masih di orok... " jawab Zula ikut kesal
" Ya udah loe bawakan ransel gue, gue gendong baby" ucap El sudah pasrah
" Tanpa loe suruh juga udah gue vawakan bang.." jawab Zula dan El masih dengan ekspresi datar
" Udah ayo... Cepetan masuk, nanti gak kebagian kursi lagi kita" ucap El pada Zula yang menjawab dengan anggukan kepala
" Ayo baby... Lets gooo" ucap Zula sembari menggenggam tangan mungil baby Bibi
" Ayo kakak Ulaa" jawab El sudah mulai terbawa happy dengan ucapan basa basi dari Zula
Keduanya menjadi pemandangan bagi para penumpang lainnya, seolah seperti pasangan suami istri yang baru mempunyai baby
Kali ini yang masuk duluan adalah bagian bisnis class, secara tentu keluarga Zain terpanggil duluan karena mereka menggunakan bisniss class dan pengantrinya juga tidak banyak
" Kita cueki mereka yang sok berpasangan " ucap Zula sebenarnya ikut kesal
" Wokey.... Kamu temani abang sama kakak ya Baby" jawab El sudah mulai mencair
" Siap babang.... Baby ikut kakak sama babang" jawab Zula menirukan suara bayi
" Yee... Lest gooo" ucap Zula lagi dan El mulai tersenyum
Mereka mendekat ke bagian petugas bording pas, dan mereka menukarkan boarding pas mereka, begitu juga dengan bording pas punga baby Bibi yang untungnya di bawa oleh Zula
El menggendong dengan sangat kuat dan tak lupa memberi kenyamanan pada baby Bibi.
Secara dokter specialis bedah dan jantung ini tentu lebih berpengalaman saat menggendong baby, dan Zula ikut menggandeng lengan El yang satunya menambah keromantisan keduanya
Ternyata Al dan yang lain menunggu mereka di lorong menuju pintu pesawat, karena khawatir juga pada baby Bibi yang di tinggal bersama El dan Zula
" Eh.... Bapak ibuk, mau liburan yaa...?" tanya Al sengaja dan langsung di senggol oleh Aliza
Karena Aliza tau El dan Zula pasti kesal dengan Al yang memberikan baby Bibi secara sengaja pada El
" Iya dong... Biasa lagi suntuk, sesekali sama keluarga kecil kami, " jawab Zula nyeleneh dan membuat Zain geleng geleng kepala
" Oh maaf, baby kalian mana? Sepi amat keluarganya tanpa ada yang di timang timang" jawab Zula justru nyinyir
" Udah Mi.... Ayo masuk, mereka cuman dlongap dlongop gak ada yang di ajak main" saut El ikut nyinyir sambil gendong baby Bibi
" Lah...... Sama sama jomblo jadi gila dan setres, " ucap Al sambil menepuk Jidat
" Obat Habis Bang?" ledek Al lagi
" Iya apotik tutup" jawab Zula cepat dan kembali menyusul El dan menggandengnya