
Kerajaan Green Tortoise.
Lima ratus prajurit bersenjata panah, pedang dan tombak yang dipimpin Jendral Lian Zhou telah siap meninggalkan ibu kota dan pergi menuju ke Sekte Snow Moon.
Sebelum berangkat, mereka semua berkumpul terlebih dahulu di halaman kerajaan. Jendral Lian Zhou berdiri di atas sebuah panggung yang ada di depan para pasukan.
"Kali ini kita mendapat tugas khusus dari kaisar untuk melindungi Sekte Snow Moon. Apa pun yang terjadi dan bahaya apapun yang akan kita hadapi kita tidak boleh mundur dan menyerah,” seru Jendral Lian Zhou kepada seluruh pasukan.
“Siap jendral..!! Kami bersedia mengorbankan nyawa kami demi menjalankan tugas dari kaisar,” teriak para prajurit dengan lantang dan serentak.
“Aku akan membagi pasukan menjadi tiga bagian. Pasukan baris depan akan di isi oleh prajurit penunggang kuda bersenjata pedang dan di pimpin oleh Kapten Zong Feng. Pasukan baris tengah akan di isi oleh prajurit penunggang singa salju bersenjata tombak dan di pimpin oleh Kapten Feng Yan. Prajurit baris belakang akan di isi oleh tentara penunggang gajah bersenjata panah dan di pimpin oleh Kapten Yan Cheng,” seru Jendral Lian Zhou.
“Siap Jendral!! Kami siap menerima perintah dan akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” seru ketiga kapten.
“Bagus!! Kalau begitu mari kita segera bergegas pergi ke Sekte Snow Moon,” perintah Jendral Lian Zhou.
Jendral Lian Zhou segera mengendarai seekor Mammoth salju dan memimpin pasukannya pergi ke Sekte Snow Moon.
**
Kota Waerebo.
Dua hari telah berlalu Heilong dan Yang Tzuyu sedang mengecek persiapan mereka di kantor milik Yang Tzuyu yang ada di lantai satu penginapan.
“Tzuyu apa saja yang kamu bawa?” tanya Heilong.
“Aku hanya membawa beberapa pakaian dan pakaian saja. Perjalanan kita tidak terlalu jauh jadi aku tidak membawa banyak barang dan sebenarnya enam bulan yang lalu aku telah membangun sebuah rumah di Pulau Salju Hijau,” jawab Yang Tzuyu.
“Bagus, kalau begitu kita tidak perlu memikirkan lagi di mana kita akan menginap,” ucap Heilong.
"Benar. Tapi, kita perlu membawa bahan makanan lebih karena rumah itu hanyalah sebuah rumah yang dijaga oleh beberapa orang pelayan. Dan bulan ini seharusnya aku mengirim bahan makanan ke sana,” ucap Yang Tzuyu.
“Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah menyimpan banyak bahan makanan dan makanan kering di dalam gelang penyimpanan milikku ini,” ucap Heilong sambil memegang gelang galaxy miliknya.
Yang Tzuyu melirik gelang yang dipakai Long Bai. “Ada yang ingin aku tanyakan. Sebenarnya Bai gege mendapatkan gelang itu dari mana? Sebab, aku sudah beberapa kali melihatmu mengeluarkan benda yang sangat banyak dari dalam gelang penyimpanan itu. Apakah ruang dalam gelang penyimpanan itu lebih besar dari cincin penyimpanan?”
“Gelang ini namanya gelang galaxy dan ruang di dalamnya seribu kali lebih luas dari cincin penyimpanan. Gelang ini adalah benda pemberian guruku, aku tidak tahu dari mana dia mendapatkan gelang galaxy ini,” jawab Heilong sambil menunjukkan gelang yang ada di tangan kirinya.
“Sayang sekali, padahal jika ada lagi gelang penyimpanan seperti itu. Aku bersedia membelinya dengan harga mahal,” ucap Yang Tzuyu.
“Nanti aku akan coba tanyakan pada guruku jika aku menemuinya,” ucap Heilong sambil memberikan segelas minuman. "Ini minumlah dulu, tadi aku sengaja membuatkan khusus untukmu sebelum aku datang ke sini.”
Yang Tzuyu segera mengambil minuman itu dan meminumnya, “Minuman apa ini? Rasanya sangat segar, kulit di seluruh tubuhku rasanya lebih cerah dan tubuhku rasanya sangat berenergi setelah meminumnya.”
“Itu adalah minuman awet muda. Dalam pembuatannya aku memasukkan sedikit energi penyembuhan karena itu minuman ini dapat memulihkan tenagamu,” jawab Heilong.
“Aku mau minum ini setiap hari, maukah Bai gege membuatkan untukku setiap pagi. Hehe …” ucap Yang Tzuyu sambil tersenyum.
“Baiklah aku akan membuatkannya untukmu setiap pagi saat aku ada di dekatmu. Hari mulai siang, aku akan menunggumu di depan. Jika kamu sudah selesai pergilah ke sana, kita akan segera berangkat,” ucap Heilong Lalu dia berjalan ke depan restoran dan menunggu Yang Tzuyu di sana.
**
“Long Bai, Apakah kamu benar-benar akan pergi ke Pulau Salju Hijau bersama dengan Putriku?” tanya Yang Zhu.
“Benar sekali, Paman. Kami berdua akan segera pergi ke Pulau Salju Hijau. Saat ini aku sedang menunggu Tzuyu mengemasi barang bawaannya,” jawab Heilong.
“Kamu harus bersabar, wanita memang lebih lama ketika berkemas-kemas karena mereka memiliki banyak kosmetik yang harus dibawa. Haha …” ucap Yang Zhu tertawa.
“Ayah, aku sudah sampai. Aku minta ijin untuk pergi ke Pulau Salju Hijau.”
Yang Zhu langsung berhenti tertawa ketika mendengar suara Yang Tzuyu. “Baiklah, hati-hati selama kamu berada di jalan.”
Yang Zhu menatap Heilong. “Anak muda kamu jagalah Tuan Putri baik-baik jangan sampai dia terluka sedikit pun.”
“Tuan putri?!” ucap Heilong terkejut.
“Mungkin maksud ayah putrinya seperti Tuan Putri karena sering meminta sesuatu seperti seorang tuan putri.” Yang Tzuyu mengedipkan matanya ke Yang Zhu.
“Benar sekali, putriku ini seperti seorang tuan putri jika meminta sesuatu, semuanya harus di penuhi dengan cepat,” jawab Yang Zhu.
“Jadi begitu, paman kalau begitu kami mohon pamit karena hari sudah semakin siang,” ucap Heilong sambil mengajak Yang Tzuyu pergi.
“Tunggu, kalian berdua naik apa ke sana? Apakah kalian berdua hanya akan jalan kaki, bukankah akan lebih cepat jika kalian berdua naik kuda yang telah aku siapkan,” ucap Yang Zhu menghentikan Heilong.
Yang Tzuyu melirik Heilong. “Benar, kita akan lebih cepat sampai jika naik kuda.”
“Kita akan naik Beast kontrak milikku. Tapi, aku tidak bisa mengeluarkannya di sini. Aku takut Beast milikku akan menarik perhatian penduduk karena itu aku akan mengeluarkannya jika kita sudah keluar dari gerbang kota,” jawab Heilong.
“Baiklah kalau begitu,” ucap Yang Zhu.
Heilong dan Yang Tzuyu segera pergi menuju ke Pulau Salju Hijau.
Saat mereka berdua sudah tidak kelihatan lagi, Yang Zhu segera mengangkat tangan kanannya dan enam orang bertopeng berpakaian serba hitam muncul di hadapannya.
“Kalian berenam lindungi tuan putri dari jauh. Pastikan dia sampai ke tempat tujuannya dengan aman dan selamat. Jika ada bahaya apapun yang mendekatinya kalian harus segera memusnakannya,” Baik tuan Perdana Menteri.
Setelah melewati gerbang kota dan memastikan tidak ada penduduk yang lewat, Heilong segera mengeluarkan Beast Kontrak miliknya.
“Gremlin.”
Beast kontrak milik Heilong langsung muncul. Yang Tzuyu terlihat sedikit takut ketika melihat Gremlin untuk pertama kalinya.
“Ayo naik, jangan takut. Beast ini sudah jinak. Kamu harusnya lebih takut padaku karena aku belum jinak, aku bisa memakanmu jika sedang sepi. Haha …” ucap Heilong sambil tertawa menggoda Yang Tzuyu.
“Kamu bisa saja,” wajah Yang Tzuyu sedikit memerah dan segera naik ke punggung Gremlin.
“Baiklah kita akan segera berangkat ke Pulau Salju Hijau,” seru Heilong.
Mereka berdua akhir meninggalkan kota Waerebo dan pergi ke Pulau Salju Hijau.