LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 72 MELARIKAN DIRI


Xue Xian Hou lalu mengarahkan pedangnya ke arah leher Heilong. Tapi gerakan Heilong begitu lincah, dengan cepat dia menghindari semua serangan itu dan berlari menjauh.


“Nyonya, aku benar-benar tidak sengaja. Aku bersedia menerima hukuman tapi berhentilah untuk berusaha membunuhku,” ucap Heilong.


“Kamu harus mati!! Itulah satu-satunya hukuman yang layak untukmu,” seru Xue Xian Hou geram.


Xue Xian Hou tidak mau menerima alasan Heilong karena baginya kesucian tubuhnya sangatlah penting. Dan Heilong telah mencoreng kesuciannya dengan melihat tubuhnya tanpa sehelai benang pun. Jika Hal ini sampai tersebar keluar, maka kehormatannya sebagai Master Sekte Snow Moon akan tercemar.


“Pedang Duri-duri Es.”


Serpihan-serpihan es yang mirip duri-duri yang tajam muncul di sekitar ujung pedang Xue Xian Hou.


Jurus ini adalah pengembangan dari jurus cambuk es yang merupakan salah satu jurus andalan Xue Xian Hou.


Xue Xian Hou segera menebaskan pedangnya ke arah Heilong. Dan duri-duri es tajam yang berjumlah ratusan itu langsung terbang ke arah Heilong.


“Swing ... Swing ... Swing ...”


“Perisai Es.”


“Ting ... Ting ... Ting ...”


Heilong segera menggunakan perisai es untuk menahan serangan itu. Dia sama sekali tidak berniat untuk membalas serangan Xue Xian Hou karena ini cuma sebuah kesalahpahaman saja.


“Nyonya tenangkan dirimu. Bisakah kita membicarakan ini baik-baik. Aku yakin ini hanya sebuah kesalahpahaman saja,” ucap Heilong.


“Simpan saja alasanmu karena aku tidak akan pernah mau untuk mendengarkannya,” jawab Xue Xian Hou dingin.


Xue Xian Hou lalu mengulurkan tangan kirinya dan sebuah campuk es dengan duri-duri tajam muncul di tangan kirinya. Dia segera melemparkan serangan cambuknya ke arah bahu kanan Heilong.


Cambuk es itu berhasil melewati pertahanan perisai es Heilong dan langsung menyerang bahu kanan Heilong tanpa ampun hingga membuat tubuhnya terpental dan menabrak salah satu pilar Istana ini.


“Buk ....”


Tubuh Heilong jatuh ke tanah setelah menabrak salah satu pilar istana dan bahu kanannya dipenuhi luka yang cukup dalam.


Heilong segera mengaktifkan tehnik restorasi jiwa untuk menghentikan pendarahan di bahu kanannya. Dan perlahan-lahan lukanya mulai disembuhkan dengan aura energi air yang memancar dari tubuhnya.


“Wanita ini sama sekali tidak mau mendengar penjelasanku. Aku tidak punya pilihan lain selain melarikan diri dari sini,” gumam Heilong dalam hati.


Heilong lalu mengangkat pedangnya ke atas.


“Ilusi Es.”


Seburan badai salju segera muncul dari pedang yang ada di tangan Heilong dan merubah seluruh ruangan dalam istana ini menjadi dataran es bersalju.


“Ini adalah jurus ilusi,” ucap Xue Xian Hou ketika melihat sepuluh Heilong sedang berdiri di depannya.


“Penjara Bulan Salju,” teriak Xue Xian Hou sambil mengulurkan kedua tangannya ke depan.


Tembok-tembok es abadi segera muncul di sekitar bayangan Heilong dan mengurung mereka semua.


“Kamu pikir kamu bisa melarikan diri dengan menggunakan jurus ilusi.” Xue Xian Hou tersenyum, tapi dalam sekejap senyumnya itu hilang dan berubah menjadi amarah ketika melihat seluruh bayangan Heilong yang dikurung dalam Penjara Bulan Salju satu persatu menghilang bersamaan dengan menghilangnya Dunia Ilusi yang dibuat Heilong.


“Dia rupanya berhasil melarikan diri. Sudahlah ini juga bukan sepenuhnya kesalahannya. Seharusnya aku lebih berhati-hati lagi saat akan bermeditasi karena aku sendiri yang telah mengundangnya untuk datang ke kamarku. Tapi jika aku menemukan dia, aku akan tetap menghukumnya," ucap Xue Xian Hou menarik nafas panjang.


**


Heilong yang berhasil melarikan diri dari kemar Xue Xian Hou, terus berlari dengan kencang menuju ke pintu gerbang Sekte Snow Moon untuk segera meninggalkan tempat ini.


“Sepertinya wanita itu tidak mengejarku lagi. Hampir saja aku mati sia-sia di tempat ini,” gumam Heilong dalam hati setelah dia tidak merasakan kehadiran Xue Xian Hou.


Di depan pintu gerbang, dia melihat ada seorang gadis yang sangat dia kenal sedang berdiri sendirian di sana.


Gadis ini terlihat sangat cantik tapi tidak secantik Xue Xian Hou. Gadis ini adalah Xue Xianzi.


Xue Xianzi terkejut saat melihat kedatangan Heilong. “Kamu?! Kenapa kamu masih ada di sini? Bukankah ibu bilang kamu sudah meninggalkan sekte ini dua hari yang lalu.”


“Selama dua hari ini aku melakukan latihan tertutup di ruang rahasia Master Sekte. Mungkin karena tidak ingin menggangguku makanya dia bilang begitu,” jawab Heilong.


“Latihan tertutup ya, jadi begitu rupanya.” Xue Xianzi menatap Heilong tajam. “Tunggu, kenapa dalam dua hari tingkat kultivasimu bisa meningkat begitu banyak bahkan sudah mencapai Lapis Emperor.”


“Aku juga tidak tahu. Aku cuma menyerap semua energi alam yang ada di tempat itu dan kultivasiku meningkat dengan tajam,” jawab Heilong santai.


“Aku tidak percaya. Jangan-jangan kamu sudah melakukan hal yang tidak-tidak dengan ibuku makanya kultivasimu bisa naik dengan sangat cepat,” ucap Xue Xianzi sambil mengarahkan pedang ke arah Heilong.


“Mana mungkin aku melakukan itu. Master Sekte Snow Moon adalah wanita yang terhormat. Dan aku juga masih perjaka, kalau kamu tidak percaya kamu bisa mencobanya,” ucap Heilong.


"Dasar pria hidung belang. Tapi, kenapa kamu datang ke gerbang ini, apakah kamu mau pergi meninggalkan Sekte ini?” tanya Xue Xianzi.


“Benar. Aku mau pergi dari sini, apakah kamu bisa menunjukkan padaku dimana kota terdekat dari sini?” jawab Heilong balik bertanya.


“Kota terdekat dari sini berjarak sekitar empat ratus kilometer di sebelah utara. Kamu ikuti saja jalan setapak yang ada di bawah gunung ini,” jawab Xue Xianzi.


“Terimakasih informasinya, ngomong-ngomong kamu sendiri sedang apa di sini? Apakah kamu yang menjaga gerbang ini?” ucap Heilong.


“Aku juga akan pergi ke kota untuk membeli beberapa bahan pembuatan obat. Seminggu lagi akan diadakan ujian penentuan peringkat di sini, jadi kita harus menyiapkan banyak obat-obatan,” jawab Xue Xianzi.


“Kalau begitu kenapa kita tidak pergi bersama saja, aku akan menemanimu membeli bahan pembuatan obat terlebih dahulu,” tawar Heilong.


“Boleh juga, sepertinya itu menarik. Aku jadi punya teman di perjalanan,” jawab Xue Xianzi.


Mereka berdua berjalan keluar melewati pintu gerbang dan terus berjalan turun gunung.


Di kaki gunung mereka menemukan jalan setapak yang sangat panjang.


“Berapa lama kita akan sampai di kota kalau kita jalan kaki?” tanya Heilong.


“Mungkin sekitar dua hari,” jawab Xue Xianzi.


“Dua hari?! Kenapa kamu tidak naik seekor kuda atau Beast agar bisa sampai ke tempat ini lebih cepat?” tanya Heilong.


“Aku tidak punya semua itu, lagipula menangkap Beast bukanlah sesuatu hal yang mudah. Tapi, itu bagus juga dengan begini aku bisa jalan-jalan keluar sekte lebih lama,” jawab Xue Xianzi.


“Kalau begitu kita akan naik Beast milikku saja,” ucap Heilong.


Heilong lalu mengulurkan kedua tangannya ke depan dan menggambar sebuah simbol sihir di atas tanah. Lalu kemudian membaca sebuah mantra untuk mengaktifkan simbol sihir itu.


"Boom ...”


Kabut tebal langsung muncul di sekitar simbol sihir itu setelah terdengar suara ledakan yang tidak begitu kuat.