LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 287 KEDIAMAN BARU DIVINE BEAST ( PART 1 )


“Jika tidak ada yang di tanyakan lagi maka kalian bisa mulai dari sekarang untuk membawa para murid ke luar dari Istana ini. Kita harus bergerak cepat agar proses pemindahan kediaman Divine Beast Genbu itu bisa selesai sebelum malam tiba,” seru Xue Xian Hou.


Kebiasaan murid-murid di Sekte Giok Salju saat sore hari adalah menghabiskan waktu di kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri dan membaca buku ilmu beladiri yang mereka pinjam dari perpustakaan sekte karena sesi kedua untuk memasuki ruang kultivasi baru di buka setelah jam makan malam. Karena itu, semua Guru pembimbing langsung pergi ke kamar para murid yang ada di lantai tiga setelah mendapat perintah dari Xue Xian Hou.


Xue Xian Hou lalu berjalan menuju ke ruangan tempat Kaisar Xuan De berkultivasi dan mengetuk pintu ruangan itu.


“Tok … Tok …”


Kaisar Xuan De langsung menghentikan latihan kultivasinya saat mendengar pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang. Dia lalu membalikkan tubuhnya dan membuka pintu ruangan itu untuk melihat siapa yang berani mengganggunya saat sedang berkultivasi.


“Cucuku, apakah ada masalah yang sangat penting sehingga kau harus mengetuk pintu ruangan ini?”


Xue Xian Hou menundukkan kepalanya. “Benar Kakek, kita harus segera keluar dari Istana ini sebentar. Aku juga sudah meminta para Guru pembimbing untuk membawa para murid keluar dari Istana ini lebih dulu.”


Kaisar Xuan De langsung melihat tangga yang ada di ujung ruangan ini. Dia melihat tangga itu di penuhi dengan para murid sekte yang berjalan turun ke lantai satu dengan terburu-buru.


“Apakah bangsa iblis kembali menyerang sektemu?”


Xue Xian Hou menggelengkan kepalanya. “Tidak, Kakek. Aku memerintahkan para murid untuk keluar dari Istana ini karena sebentar lagi akan ada gempa. Aku takut akan ada murid yang terluka jika mereka ada di dalam.”


Kaisar Xuan De merasa jawaban Xue Xian Hou ini tidak masuk akal. Akhirnya dia bertanya kembali untuk mencari info yang lebih jelas. “Bagaimana kau bisa tau jika sebentar lagi akan terjadi gempa di tempat ini. Apakah kau menguasai ilmu untuk melihat masa depan?”


“Hehe … Kakek ini ada-ada saja, jika aku bisa melihat masa depan bagaimana mungkin sekteku bisa hancur karena serangan bangsa iblis beberapa waktu yang lalu. Gempa ini muncul karena Divine Beast Genbu sedang memindahkan kediamannya ke belakang Sekte Giok Salju agar dia bisa membantu melindungi sekte ini dari serangan para iblis,”, jawab Xue Xian Hou tertawa kecil.


Kaisar Xuan De menganggukkan kepalanya. “Hmm … Aku mengerti sekarang. Aku jadi merasa lebih tenang jika Divine Beast Genbu juga ikut membantumu menjaga sekte ini.”


Mereka berdua juga langsung bergegas keluar dari istana itu setelah memastikan bahwa semua murid-murid sekte sudah keluar dari Istana ini.


Saat sampai di depan istana, Xue Xian Hou memberi sedikit instruksi pada para murid yang berkumpul di depan pintu gerbang sekte.


“Aku minta kalian tetap di sini dengan tenang dan jangan panik karena ini hanyalah sebuah gempa kecil saja. Ikuti semua instruksi yang akan diberikan oleh guru pembimbing kalian masing-masing dan kalian juga dilarang untuk meninggalkan tempat ini apalagi sampai pergi ke halaman belakang karena ini terlalu berbahaya,” seru Xue Xian Hou dengan suara lantang.


Seorang murid mengangkat tangannya lalu bertanya. “Master Sekte, maafkan saya jika saya lancar tapi saya juga ingin melihat proses pemindahan kediaman Divine Beast itu karena kejadian yang sangat langka seperti ini tidak akan muncul dua kali.”


Xue Xian Hou tersenyum mendengar pertanyaan salah satu muridnya itu. Dia sepenuhnya menyadari bahwa semua muridnya pasti penasaran ingin melihat proses pemindahan kediaman Divine Beast Genbu. Mungkin saja setelah melihat semua ini, semangat para muridnya untuk belajar ilmu beladiri akan menjadi semakin tinggi.


Semua murid menjadi terkesima karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat kehebatan Master Sekte mereka. Banyak dari mereka yang terkagum-kagum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat kekuatan Xue Xian Hou.


“Kalian semua bisa naik ke atas panggung itu jika ingin melihat seluruh proses pemindahan kediaman Divine Beast Genbu karena saat kalian berada di atas panggung itu kalian bisa melihat langsung ke arah gletser yang akan di jadikan sebagai tempat tinggal Divine Beast Genbu,” seru Xue Xian Hou sambil menunjuk panggung itu.


“Terimakasih Master Sekte,” ucap semua murid kompak lalu mereka berganti naik ke atas panggung itu dengan semangat dan didampingi guru pembimbing mereka.


Xue Xian Hou langsung kembali ke bukit yang ada di belakang Istana Suci Giok Salju bersama dengan Kaisar Xuan De.


“Apakah kau sudah meminta semua murid sektemu keluar dari Istana itu?” tanya Li Ziqi saat melihat kedatangan Xue Xian Hou.


“Sesuai permintaan anda, semua muridku sudah berada di luar istana,” jawab Xue Xian Hou.


Kaisar Xuan De hanya bengong saja karena dia tidak bisa melihat ataupun mendengar suara Li Ziqi. Dia akhirnya bertanya pada Xue Xian Hou. “Kau sedang berbicara dengan siapa?”


Li Ziqi langsung memberitahu para Xue Xian Hou bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya, sehingga dia harus memberikan alasan yang tepat pada Kakeknya.


“Hmm … Aku sedang berbicara dengan dewi penjaga tempat ini dan Dewi itu hanya bisa di lihat oleh orang tertentu saja,” jawab Xue Xian Hou sedikit kebingungan.


Li Ziqi kemudian memberi perintah pada Heilong. “Keluarkan Pedang Bintang Api milikmu lalu gunakan Jurus Pedang Racun Api untuk menghancurkan gletser itu.”


Heilong langsung mengeluarkan Pedang Bintang Api dari dalam dunia jiwanya dan langsung terbang menuju ke gletser es itu.


Setelah sampai di atas gletser itu dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan meledakkan semua energi api yang ada di dalam tubuhnya karena dia harus menghancurkan gletser ini sampai kedalaman yang hampir menyentuh ini planet ini.


Api berwarna putih keemasan berkobar dengan sangat tinggi dan merubah suasana sore hari di tempat ini menjadi seperti siang hari karena warna dari api itu mirip sekali dengan sinar matahari.


Setelah api itu berubah menjadi ribuan pedang api yang sangat banyak di sekitar tubuhnya, Heilong langsung menghantamkan pedangnya itu dengan kuat ke gletser itu.


“Boom …”


Suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar saat kekuatan jurus api Heilong ini menghantam gletser itu.


Semua murid Sekte Giok Salju yang melihat aksi Heilong dari atas panggung langsung memberikan tepuk tangan yang sangat meriah seperti sedang menonton sebuah pertandingan silat.