
“Scree …”
Seekor Burung Phoenix berwarna putih seperti warna butiran salju tiba-tiba muncul di atas Raja Kepiting Raksasa.
“Apakah itu seekor Phoenix Es?” ucap Heilong saat melihat Dewa Galene.
“Dia bukan Phoenix Es biasa, tapi dia adalah Phoenix Es yang sangat istimewa dan hanya ada satu di alam dewa. Galene si Phoenix Es Ekor Pelangi,” sahut Li Ziqi yang secara tiba-tiba sudah berdiri di belakang Li Ziqi.
Saat menyebut nama Galene, suara Li Ziqi seperti memendam kesedihan yang sangat dalam. Dia teringat tentang masa lalunya saat bersama dengan Galene.
( kisah tentang Li Ziqi dan Galene pernah di ulas sedikit di CH 52 )
Heilong langsung melihat ekor burung Phoenix Es itu setelah mendengar ucapan Li Ziqi. Ternyata memang benar, warna ekor burung Phoenix ini memang berwarna pelangi seperti warna cahaya yang memancar dari tubuh Kepiting Cahaya Pelangi.
“Jangan-jangan burung Phoenix Es Ekor Pelangi ini memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Kepiting Cahaya Pelangi. Karena itu dia mau datang sendiri untuk melindungi ras Kepiting ini,” gumam Heilong dalam hati.
Galene yang sejak tadi terbang di atas Kepiting Cahaya Pelangi dengan menutup kedua matanya, tiba-tiba membuka matanya dan menatap tajam ke arah Heilong.
“Manusia, apa kesalahan dari Ras Kepiting Cahaya Pelangi sehingga kau ingin membunuh mereka? Jika kau tidak bisa memberi alasan yang masuk akal, maka aku akan memberimu hukuman yang sangat berat,” seru Galene bertanya.
“Aku tidak ingin membunuh mereka. Tapi Raja Kepiting ini yang terus menyerangku dan tidak mau mendengar penjelasanku karena dia sudah termakan oleh dendamnya pada bangsa manusia. Aku tidak punya cara lain untuk mempertahankan hidupku selain membunuhnya jika dia tidak mau berhenti menyerangku,” jawab Heilong.
Galene langsung menatap ke ke arah Raja Kepiting raksasa Itu. “Apakah benar yang dikatakan oleh manusia itu?”
“Manusia itu berbohong, Dewa. Manusia itu terus menyerangku sampai aku hampir mati. Jika aku tidak dalam keadaan antara hidup dan mati, bagaimana aku bisa mengaktifkan tanda pemanggil yang Dewa berikan padaku,” jawab Raja Kepiting Raksasa dengan suara meyakinkan.
“Kau memang benar. Tanda pemanggil yang aku berikan padamu, hanya akan aktif jika kau berada dalam bahaya yang hampir merenggut nyawamu. Tapi apakah semua yang kau katakan itu benar?” tanya Galene yang masih terus menatap tajam ke arah Raja Kepiting Raksasa dan mengabaikan semua yang ada di sekitarnya. Bahkan dia tidak melihat Li Ziqi yang berdiri di belakang Heilong.
“Aku berani bersumpah Dewa bahwa aku mengatakan yang sebenarnya. Jika aku berbohong, Dewa bisa menghukumku di dalam semburan api es sampai tubuhnya hancur berkeping-keping.”
Sumpah dari Raja Kepiting Raksasa ini membuat Galene yakin dengan semua yang telah dia katakan. Dia kembali menatap tajam ke arah Heilong, namun tatapannya kali ini mengandung hawa membunuh yang cukup kuat.
“Aku sama sekali tidak pernah membenci bangsa manusia. Tapi kau telah berani menerobos ke Dunia Eksternal yang aku gunakan untuk melindungi Kepiting Cahaya Pelangi, kau juga berani ingin membunuh mereka tanpa alasan yang jelas. Namun, yang membuatku marah adalah kau tidak jujur dengan jawabanmu. Sekarang kau harus menerima hukuman dariku.”
Galene merentangkan kedua sayapnya lebar-lebar dan membuka mulutnya menghadap ke langit.
Sebuah bola energi api dan es yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, muncul di atas mulut Galene. Kedua energi yang saling berlawanan itu tidak hancur, tapi seperti saling bertarung antara satu dengan yang lain karena digunakan dengan takaran yang pas sehingga tidak ada yang lebih kuat di antara kedua energi itu. Semuanya seimbang.
Suhu udara di dalam Dunia Eksternal ini mulai tidak stabil ketika bola energi es dan api ini muncul. Kadang suhu udara di tempat ini menjadi panas, namun secara tiba-tiba akan berubah kembali menjadi sedingin es.
“Tunggu Galene!! Apakah kau akan percaya dengan semua yang aku katakan?”
Li Ziqi tiba-tiba berjalan dan berhenti di depan Heilong untuk menghadang serangan api es itu, jika Galene tetap ingin menembakkan serangan ini ke arah Heilong.
Raja Kepiting Raksasa langsung menatap tajam ke arah Li Ziqi dan menegurnya. “Siapa kau? Kenapa kau berani memanggil nama Dewa pelindung kami secara langsung. Apa kau ingin …”
“Diam …!”
Li Ziqi balik membentak Raja Kepiting Raksasa Itu mengarahkan mengulurkan jari telunjuk kanannya untuk membekukan pita suara Raja Kepiting Raksasa sehingga dia tidak bisa berbicara lagi.
Galene langsung menghentikan serangannya saat mendengar suara Li Ziqi karena Galene sangat mengenal pemilik dari suara ini. Dan alasan sebenarnya kenapa dia berada di Planet Dreamland ini adalah untuk mencari pemilik dari suara ini.
“Putri?!” ucap Galene terkejut saat melihat Li Ziqi. “Sudah lama aku mencarimu, Putri. Namun ketika aku menemukan tempat keberadaan anda, anda sedang mengalami tidur panjang karena hukuman yang diberikan oleh Dewa Tertinggi.”
Li Ziqi kemudian mengulurkan tangan kanannya ke depan. Sebuah cermin berukuran dua meter, langsung muncul di depannya dan menunjukkan semua kejadian yang sebenarnya.
“Kau rupanya telah berani menipuku. Aku memang telah berjanji untuk melindungimu. Tapi kau ternyata berani memanfaatkan kebaikanku itu, sebagai leluhurmu aku menjadi sangat malu. Aku akan menghukummu sesuai dengan sumpah yang telah kau ucapkan.”
Galene langsung mengarahkan serangan bola energi api dan es yang ada di atas mulutnya ke arah Raja Kepiting Raksasa.
“Boom …”
Tubuh Raja Kepiting Raksasa Itu langsung hangus terbakar seperti Kepiting panggang. Lalu kemudian membeku menjadi bongkahan es yang cukup tebal, dan akhirnya hancur berkeping-keping saat bongkahan es yang mengurung tubuhnya itu retak.
Galene langsung turun dan mendarat di depan Li Ziqi. Dia kemudian berubah menjadi wujud manusianya, yang ternyata adalah seorang wanita yang sangat cantik. Namun masih berada di bawah kecantikan yang dimiliki oleh Li Ziqi.
Li Ziqi langsung memeluk Galene saat dia berada di depannya. “Sahabatku, kita akhirnya bisa bertemu kembali. Bagaimana kau bisa kembali hidup? Aku melihat sendiri bahwa racun milik Dewa Racun itu telah membuat tubuhmu hancur.”
“Putri mungkin lupa bahwa aku adalah bagian dari Ras Burung Phoenix. Meskipun aku memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan mereka, Tapi kemampuan untuk mereinkarnasi diriku sendiri tidak hilang dari tubuhku. Setelah seratus tahun, aku berhasil membentuk ulang tubuhku dan berhasil hidup kembali dengan kemampuan ini.”
Li Ziqi memang telah lupa tentang hal itu. Andai saja dia ingat tentang hal itu, dia tidak akan menghancurkan Planet Nebula Blue karena terbakar api amarah.
Galene dan Li Ziqi terus mengobrol panjang lebar seperti seorang sahabat yang sudah lama sekali tidak bertemu dan mengabaikan Heilong yang ada di sana.
Li Ziqi menceritakan pada Galene alasan kenapa Dewa Tertinggi sampai menghukumnya dengan sangat berat, raut wajah Galene terlihat sangat sedih karena dia merasa atas apa yang sudah menimpa Li Ziqi.
Sedangkan Galene menceritakan pada Li Ziqi alasannya turun ke Planet Dreamland dan meninggalkan semua tugas-tugasnya yang ada di alam dewa. Serta alasan mengapa dirinya mau melindungi Ras Kepiting Cahaya Pelangi.
“Jadi Ras Kepiting Cahaya Pelangi ini adalah Ras Kepiting yang tercipta karena leluhur mereka telah meminum darahmu yang secara tidak sengaja jatuh ke planet ini saat kau sedang terluka ketika perang waktu itu,” ucap Li Ziqi setelah mendengar semua cerita Galene.
Galene menganggukkan kepalanya. “Benar Putri. Itulah alasan kenapa aku mau melindungi mereka, karena secara tidak langsung aku adalah leluhur mereka. Jika warna tubuh mereka tidak berubah menjadi seindah ini setelah leluhur mereka meminum darahku, pasti para manusia itu tidak akan mungkin memburu mereka.”
“Lalu apa rencanamu sekarang?” lanjut Li Ziqi bertanya.
“Karena aku sudah bertemu kembali dengan Putri, maka tujuanku telah tercapai. Aku ingin kembali mengikuti Putri dan hidup bersama selamanya,” jawab Galene.
“Itu tidak mungkin. Karena wujudku yang sekarang adalah sebuah roh senjata. Dan aku juga hidup di dalam Dunia Jiwa pemuda itu,” ucap Li Ziqi mengalihkan pandangannya ke arah Heilong.
“Itu bukan masalah besar.”
Galene lalu berjalan mendekat ke arah Heilong. “Anak muda, apakah aku boleh tinggal di dalam Dunia Jiwamu tanpa melakukan segel kontrak? Kau tenang saja karena aku tidak akan tinggal secara gratis. Aku akan memberikan sedikit kemampuanku padamu.”
“Baik, aku ijinkan. Tapi bagaimana dengan para Ras Kepiting Cahaya Pelangi itu. Kau sudah membunuh Raja mereka. Jika kau juga meninggalkan mereka dan ikut denganku, lalu siapa yang akan melindungi mereka?”
Heilong ternyata masih khawatir jika ras Kepiting Cahaya Pelangi ini akan benar-benar punah. Karena selain bentuknya yang sangat indah ternyata daging mereka juga memiliki kemampuan untuk menyebuhkan segala macam penyakit.
“Tentu saja kau yang akan menjaga mereka karena setelah aku tinggal di dalam Dunia Jiwamu, mereka akan menganggapmu sebagai dewa pelindung mereka. Kau pasti bisa menjaga mereka semua agar bisa tetap berkembang biak karena aku sangat yakin bahkan kau akan menjadi penguasa dari Planet ini.”
Galene langsung masuk ke Dalam Dunia Jiwa Heilong bersama dengan Li Ziqi setelah dia mengucapkan apa yang ada di pikirannya.
Sepasang sayap berwarna pelangi yang sangat indah langsung muncul di punggung Heilong setelah Galene masuk ke dalam Dunia Jiwanya.
“Sepasang sayap ini adalah bayaran yang telah aku janjikan karena kau mengijinkanku untuk tinggal di dalam Dunia Jiwamu. Aku tahu bahwa kau belum memiliki kemampuan untuk terbang, jadi sepasang sayap ini pasti akan sangat membantumu saat kau bertarung dengan bangsa Iblis.”