LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 312 MERUBAH RENCANA


Setelah sampai di halaman, Heilong langsung menaruh semua batok kelapa yang dia bawa ke atas meja lalu duduk di tempat duduknya semula.


“Kenapa Divine Beast Genbu dan Kakekmu belum juga datang kemari? Apakah mungkin mereka tidak merasakan kedatanganmu? ” gerutu Heilong karena sudah tidak sabar menunggu.


“Aku juga tidak tahu. Mungkin saya mereka berdua sedang bermeditasi jadi tidak bisa merasakan kehadiranku saat aku kembali ke sini,” sahut Xue Xian Hou.


“Kalau begitu kita minum dulu saja karena rasa dan khasiatnya minuman ini akan berkurang jika sudah dingin. Nanti aku sendiri yang akan mengirim sisanya ke dalam Istana Es Seribu Pedang sambil aku berpamitan,” ajak Heilong.


Mereka bertiga langsung minum air yang ada di dalam batok kelapa itu karena mereka bertiga memang sudah sangat haus. Tidak butuh waktu lama, air kelapa muda yang ada di dalam tiga batok kelapa itu sudah kosong.


Xue Xiang yang baru pertama kali meminum air kelapa itu, merasakan ada yang di dalam tubuhnya. Seluruh tubuhnya tiba-tiba menjadi panas, termasuk juga semua titik-titik meridian yang ada di tubuhnya. Dia bisa merasakan bahwa titik-titik meridiannya itu telah dibersihkan oleh hawa panas ini.


“Guru, minuman apa ini sebenarnya? Kenapa tubuhku terasa sedikit aneh setelah meminumnya?” tanya Xue Xiang pada Xue Xian Hou yang duduk di sampingnya.


“Aku juga tidak tahu apa nama minuman ini, tapi minuman ini memiliki khasiat untuk memperkuat titik-titik meridianmu saat kau menyerap energi alam. Jika kau masih sangat penasaran, kau bisa menanyakan langsung pada Long Bai karena dia'lah yang membuat minuman ini,” jawab Xue Xian Hou melirik Heilong.


Xue Xiang hanya melirik Heilong dan tidak berani bertanya karena dia merasa sedikit canggung saat berhadapan dengan Heilong.


Saat ini, gosip tentang hubungan antara Xue Xian Hou dan Heilong sudah menyebar ke dalam Sekte Giok Salju. Hampir semua penghuni Istana Suci Giok Salju mengetahui kedekatan antara Master Sektenya dengan Heilong, sehingga Xue Xiang menjadi sedikit bingung harus memanggil Heilong dengan sebutan apa.


Heilong bisa melihat rasa penasaran yang sangat besar di mata Xue Xiang, dia'pun akhirnya menjelaskan tentang minuman itu atas inisiatifnya sendiri.


“Minuman ini bernama Air Pembakar Meridian. Jahe Phoenix dan Ginseng Api Merah yang ada di dalam minuman itu akan membersihkan titik-titik meridianmu dengan hawa panas yang akan mencairkan semua energi alam yang selama ini mengendap di dalam sana. Setelah semua proses pembersihan itu selesai, air kelapa muda yang berasal dari kelapa salju akan mendinginkan kembali titik-titik meridianmu ke suhunya semula.”


“Pantas saja aku merasa titik-titik meridianku menjadi semakin ringan dan terasa lebih lebar,” ucap Xue Xiang menganggukkan kepala. “Terimakasih atas minumannya.”


Heilong menanggapi ucapan terimakasih Xue Xiang dengan senyuman, kemudian dia mengambil dua batok kelapa yang berisi minuman untuk Divine Beast Genbu dan Kaisar Xuan De.


“Aku mau mengantar minuman ini ke Istana Es Seribu Pedang. Apakah kalian berdua mau ikut?” tawar Heilong.


Xue Xian Hou langsung menolak dengan halus. “Aku dan Xue Xiang menunggu di sini saja karena kami berdua belum mendapat izin dari Divine Beast Genbu untuk memasuki Istana itu. Istana itu bukanlah istana yang bisa di kunjungi oleh sembarang orang karena itu adalah kediaman salah satu dewa penjaga planet ini.”


“Baiklah, akan aku sampaikan pada Divine Beast Genbu bahwa kau sudah lama menunggu kedatangannya di sini.”


Heilong langsung pergi ke Istana Es Seribu Pedang dengan menaiki anak tangga es yang di buat oleh Divine Beast Genbu. Dia berjalan santai saat menaiki anak tangga es ini karena takut minuman yang dibawanya akan tumpah.


Heilong memutuskan untuk masuk dan langsung terkejut saat melihat bayangan seekor Naga Berwarna biru yang sangat dia kenal.


“Divine Beast Seiryu!? kenapa anda di sini? Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Benua Timur?” tanya Heilong terkejut.


“Aku sengaja datang kemari untuk memberitahumu agar kau segera pergi Benua Timur dan melihat daerah perbatasan bagian Utara dari benua itu. Aku merasa ada sedikit yang aneh dengan tempat itu karena aku beberapa kali merasakan aura kegelapan yang sangat kuat dari sana tapi itu hanya berlangsung sebentar,” jawab Divine Beast Seiryu.


“Apakah anggota dari Kerajaan Klan Iblis telah membuat maskas di sana?” balas Heilong bertanya.


“Aku tidak tahu dengan pasti karena wilayah itu sebenarnya berada di luar jangkauan kekuatanku. Kekuatan yang aku miliki menjadi terbatas saat aku berada di wilayah perbatasan. Tapi aku bisa memastikan bahwa ada seseorang yang memiliki kekuatan energi kegelapan yang sangat besar besar, sedang bersembunyi di tempat itu karena dia bisa menyembunyikan energi kegelapan miliknya dari pengamatan mata dewa milikku,” ucap Divine Beast Seiryu.


“Apakah anda tidak pernah datang ke tempat itu dan memeriksanya sendiri secara langsung?” lanjut Heilong bertanya.


“Aku sudah pernah pergi dan melihat langsung tempat itu dari udara, tapi aku sama sekali tidak menemukan keanehan apa'pun di sana. Jadi aku sengaja memintamu untuk mendatangi tempat itu dan memeriksanya dari dekat saat kau akan kembali ke Benua Timur. Tentunya kau harus melakukan penyamaran agar kau bisa mendapatkan informasi dari sana,” ucap Divine Beast Seiryu.


“Baik. Aku akan segera memeriksa tempat itu saat aku kembali ke Benua Utara tapi aku membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk membuat senjata yang akan aku bawa ke Benua Timur,” jawab Heilong.


“Untuk masalah tentang senjata, kau tidak perlu khawatir. Orang dari Benua Selatan yang kau perintahkan untuk membuat senjata, sekarang sudah berada di Benua Timur. Orang itu juga telah membuat bengkel penempaan senjata di wilayah Mansion Keluarga Long dan ayahmu sendiri yang bertugas untuk menjaga keamanan bengkel penempaan itu saat berada di Benua Timur,” seru Divine Beast Seiryu.


Heilong menjadi terkejut dan bertanya. “Apakah orang itu bermarga Yang?”


“Benar. Orang itu bernama Yang Zhu dan Yang Shuo,” jawab Divine Beast Seiryu.


“Kenapa mereka berdua ada di sana? jika mereka berdua ada di sana, lalu siapa yang menjaga Pavilliun Saung Bambu sekarang? Kenapa mereka mengambil inisiatif pergi ke sana sebelum aku perintahkan,” gumam Heilong dalam hati.


Divine Beast Genbu melihat Heilong yang terdiam lalu mengagetkannya. “Apa yang kau pikirkan? Bukankah ini menjadi lebih bagus. Dengan begini kau tidak perlu lagi pergi ke Pavilliun Saung Bambu dan bisa langsung pergi menuju ke Benua Timur.”


“Anda benar Divine Beast Genbu,” jawab Heilong, kemudian dia menatap kembali Divine Beast Seiryu. “Hari ini juga, aku akan langsung melakukan perjalanan kembali ke Benua Timur.”


“Aku senang mendengarnya. Kalau begitu aku akan kembali ke tempatku dan menunggu kedatanganmu. Genbu, terimakasih karena telah menyambut kedatanganku dengan sangat baik.”


Bayangan Divine Beast Seiryu langsung menghilang setelah dia berpamitan.


Divine Beast Genbu langsung menghampiri Heilong. “Ayo kita pergi ke bukit itu. Sepertinya kau harus berpamitan pada Gadis kecil itu. Aku juga harus menemui murid yang di bawa ke bukit itu karena aku sudah memutuskan untuk ikut melatih murid itu.”