LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 122 KEBENARAN


"Xianzi?! Apa yang kamu lakukan..? Aku adalah ibumu," ucap Xue Xian Hou sambil menahan sakit.


"Ibu?! "


"Haha … Lihatlah dengan mata kepalamu baik-baik siapa aku yang sebenarnya."


Xue Xianzi tertawa terbahak-bahak, suara tawanya ini terdengar sangat menyeramkan mirip tawa seorang iblis.


Dan tangan kanannya masih memegang pedang yang ujungnya menusuk ke perut Xue Xian Hou.


Hawa iblis dan aura berwarna hitam memancar dengan kuat dari tubuh Xue Xianzi. Perlahan-lahan bentuk tubuhnya mulai berubah, dia menjadi lebih tinggi seperti seorang wanita dewasa pada umumnya dengan dada yang besar, hidung yang mancung dan wajah yang cantik.


Rambutnya yang panjang sampai ke pinggul dan berwarna pink menambah kesan menggoda dengan bibir yang berwarna merah mawar.


Sepasang tanduk perlahan muncul di kepalanya, diikuti dengan sepasang sayap berwarna hitam yang muncul dari punggungnya.


"Kau??!! Siapa kau sebenarnya?" ucap Xue Xian Hou terkejut.


"Aku putrimu Xue Xianzi," jawab wanita iblis dengan tersenyum.


"Bukan..!! Putriku bukan seorang iblis," bantah Xue Xian Huo.


"Apa kau benar-benar yakin bahwa putrimu adalah seorang manusia? Aku adalah putrimu yang telah kau rawat selama lima belas tahun," wanita iblis itu tersenyum licik.


"Tutup mulut kotormu itu. Putriku Xianzi adalah seorang manusia, aku sendiri yang melahirkannya lima belas tahun yang lalu. Jadi bagaimana mungkin dia bisa berubah menjadi seorang iblis yang kejam dan licik sepertimu," ucap Xue Xian Hou geram.


"Haha … Coba kau katakan padaku bagaimana seorang wanita perawan yang bahkan belum pernah di sentuh oleh seorang pria bisa melahirkan seorang anak. Aku adalah anak yang kamu rawat selama ini, sekaligus ratu succubus Minmei," ucap Minmei dengan tawa terbahak-bahak mengejek Xue Xian Hou.


"Apa maksudmu?" Xue Xian Hou semakin terkejut dia tidak mengerti mengapa Minmei mengatakan bahwa dia masih "perawan".


"Sebelum kematianmu, aku akan mengungkapkan kebenaran tentang sebuah rahasia besar padamu," ucap Minmei menyeringai lalu dia mulai bercerita.


"Lima belas tahun yang lalu, aku ditugaskan oleh Patriarch klan iblis untuk pergi ke sekte snow moon dan mencuri batu pelangi matahari yang di titipkan oleh Kerajaan green Tortoise kepada leluhur kalian.”


" Tapi, aku tidak pernah menyangka bahwa baru itu ternyata disembunyikan di suatu tempat rahasia di dalam sekte ini. Saat sampai di sini, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan karena tugas ini sangat mendadak. Jadi aku tidak sempat untuk menyiapkan rencana terlebih dahulu. Sampai suatu ketika aku melihatmu yang sedang melamun sendirian di depan pintu gerbang sekte saat sedang ditinggal kekasihmu untuk pergi berperang."


"Ketika aku telah benar-benar yakin bahwa saat itu pikiranmu sedang kosong, akhirnya terlintas dipikiranku untuk mencuci otakmu. Lalu aku menggunakan jurus ilusi mata raja iblis untuk mencuci otakmu dan menanamkan ingatan palsu padamu bahwa aku adalah putrimu."


"Secara perlahan, aku akhirnya bisa menanamkan ilusi ini juga pada semua anggota sekte snow moon. Dan selama aku berada di sekte ini, aku terus mencari di mana letak batu pelangi matahari itu di simpan."


"Aku tidak pernah menyangka bahwa sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang batu pelangi matahari meskipun aku sudah menyamar menjadi putrimu, sampai pria bernama Long Bai itu datang. Dan saat kamu membawa Long Bai ketempat rahasia ini, secara diam-diam aku mengintai kalian menggunakan teknik bulu mata iblis sehingga aku bisa mengetahui letak makam es ini yang ternyata jalan masuknya berada di bawah tempat tidurmu."


"Namun, hal yang paling membuatku terkejut adalah seorang master sekte snow moon yang sangat hebat dan terkenal memiliki hati yang dingin, ternyata bisa dengan mudahnya jatuh ke dalam perangkap ilusiku hanya karena ditinggal oleh kekasihnya. Haha …" ucap Minmei sambil tertawa terbahak-bahak.


Suara tawa Minmei ini menguncang pikiran Xue Xuan Hou yang tubuhnya sedang terluka parah. Jiwanya seakan hancur berkeping-keping mendengar kebenaran yang diungkapkan oleh Minmei.


Rasa marah, sedih, kecewa campur aduk dalam pikirannya. Dia tidak bisa percaya dengan apa yang dikatakan Minmei. Tapi, bukti yang ada di depan matanya telah mematahkan setiap bantahan-bantahan tentang jati diri Xue Xianzi yang ada dipikirannya.


Dan ingatan-ingatan tentang masa kecil Xue Xianzi muncul dalam pikirannya.


" Ibu aku lapar, "


" Ibu dimana ayah, "


" Ibu kapan ayah pulang, "


" Ibu apakah nanti jika aku dewasa aku akan bisa secantik ibu,"


" Ibu kapan kamu akan mengajariku ilmu beladiri, "


" Ibu apa kamu menyayangiku, "


" Ibu...Ibu...Ibuuu..."


Ingatan-ingatan tentang masa kecil Xue Xianzi itu secara perlahan mulai memudar.


"Ha...Ha...Ha..."


Tiba-tiba Xue Xian Hou tentawa dengan sangat keras sambil meneteskan air mata, suara tawa ini mengandung kesedihan yang mendalam. Dia seperti orang gila yang sudah kehilangan akal karena kesedihannya.


"Semua ini ternyata hanyalah sebuah ilusi belaka. Sungguh bodoh diriku bisa terjebak dalam ilusi seperti ini dalam waktu yang sangat lama."


Suara Xue Xian Hou terdengar sangat menyedihkan. Tubuhnya rapuh dan jiwanya hancur. Seluruh kekuatan yang ada di dalam tubuhnya seakan-akan menghilang sehingga pegangan kedua tangannya pada pedang yang menembus perutnya terlepas.


Pandangannya berubah menjadi kosong. Dia bagaikan sebuah tubuh tanpa jiwa.


Melihat tubuh Xue Xian Hou yang sudah tak berdaya, Minmei segera melayangkan pukulan telapak tangan kanannya dengan sangat keras ke dada Xue Xian Hou.


"Puft..."


Darah menyembur dari mulut Xue Xian Hou dan meninggalkan bekas luka di perutnya saat pedang yang menembus perutnya tercabut karena tubuhnya terpental ketika terkena pukulan Minmei.


"Buk.."


Tubuh Xue Xian Hou membentur salah satu pilar yang ada di makam es dan mendarat di sana dengan keadaan yang sangat menyedihkan.


Batu pelangi matahari itu akhirnya terjatuh di samping tubuh Xue Xian Hou.


Minmei segera berjalan mendekati tubuh Xue Xian Hou dan mengambil batu pelangi matahari, sambil tersenyum mengejek dia berkata. "Huh ... Tidak kusangka seorang Master dari Sekte yang sangat kuat akan berakhir dengan keadaan yang sangat menyedihkan seperti ini."


Setelah mendapat benda yang dia incar selama ini, Minmei pun berjalan pergi meninggalkan makam es dan tubuh Xue Xian Hou yang tergeletak di lantai dengan tubuh yang terluka parah baik jiwa ataupun raganya.


**


Setelah keluar dari makam es, Minmei langsung terbang bergerak menuju ke pintu gerbang sekte snow moon.


Di sana dia menemukan tubuh succubus Lily yang telah berubah menjadi seekor naga, telah membeku di dalam sebuah penjara yang terbuat dari tembok-tembok es yang sangat besar dan dikelilingi oleh gambar mantra segel.


Minmei lalu mengeluarkan tiga buah bom cahaya dan melemparkannya ke langit.


" Duar...Duar...Duar..."